Little Daddy

Little Daddy
Chapter 57


__ADS_3

Chapter 57


Happy readding....


🍁🍁🍁


Anye mulai mengerjapkan mata saat ia merasakan sesuatu yang aneh yang mengganjal dari posisi tidurnya.


"Keras." Gumam Anye sambil meraba alas tidurnya.


"Eemmm,"


Kini Anye mendengar suara gumaman seseorang dari atas kepalanya.


Dengan malas Anye sedikit demi sedikit membuka matanya. Dan alangkah terkejutnya ia, saat mendapati separuh tubuhnya berada diatas tubuh lelaki yang sudah menemukan hatinya tadi malam usai percintaan mereka.


Anye mencoba menyingkirkan tubuhnya dari atas tubuh Zain dengan perlahan. Namun sialnya, tubuhnya tertahan oleh rangkulan dari lengan Zain yang lumayan erat.


Sekali lagi, kini Anye mencoba menyingkirkan rangkulan itu dari tubuhnya. Dan berhasil.


"Huufft." Anye menghembuskan nafas lega saat terbebas dari pelukan sang suami. Ia bangkit dan duduk ditepi ranjang. "Kog bisa ada di pelukan dia sih?" Gumam Anye lirih.


Ia tak habis fikir, bisa - bisanya ia tidur dalam damai di pelukan pria menyebalkan seperti Zain.


Tak mau ambil pusing, Anye menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak mungkinkan ia bangun siang saat berada dirumah sang mertua? Walaupun Ayumi adalah sosok mertua yang pengertian dan baik, tapi Anye tetap harus tahu diri apa posisinya di keluarga ini.


Saat pintu kamar mandi tertutup, terbit sebuah senyuman dari bibir Zain yang sedang berbaring ditempat tidurnya dengan mata yang sedikit mengantuk.


Flashback on


Zain masih membaringkan tubuhnya dengan rasa gelisah, hingga tak mampu membuat dirinya terlelap dalam tidur.


Zain melirik wanita disampingnya yang kini tengah terlelap begitu damai dalam tidurnya.


Ya. Zain masih merasa bersalah pada sang istri tentang ucapannya tadi yang sudah menyebut nama Zahwa disaat - saat ******* kegiatan panas mereka.


"Maafin gue, Nye. Gue bawa nama dia saat kita sedang..." Zain tak melanjutkan kata terakhir dalam kalimatnya. Namun tangannya terulur menyentuh pipi mulus sang istri.


Kemudian Zain memberanikan diri untuk merengkuh dan menarik sang istri kedalam pelukannya dengan perlahan, berharap tidur sang tak akan terganggu karena aksinya.


Dikecupnya lembut pucuk kepala sang istri. Ada rasa yang berbeda usai apa yang sudah mereka lalui tadi. Seperti?


"Gue akan terus berusaha mengukir nama lo dihati gue. Bersabarlah sedikit lagi. Gue masih butuh waktu." ucapnya sebelum mata tajam itu mulai terpejam, dengan Anye yang berada dalam pelukannya.

__ADS_1


Flashback off


****


Sora tengah memperhatikan Anye yang sedang melayani dirinya dan sang daddy.


"Kenapa, sayang?" Tanya Anye karena merasa perhatika sang anak.


"Mommy sakit?"


"Enggak." Anye menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Terus kenapa leher Mommy merah - merah?" Tanya bocah polos itu.


Anye tersentak, dan seketika menjadi kikuk karena melihat ketiga orang dewasa didekatnya sedang mengulum senyum sedari tadi. Ternyata keluarga suaminya juga sudah memperhatikan dirinya sedari awal ia bergabung dengan mereka dimeja makan.


Wajah Anye berubah memerah menahan malu. Ia langsung merapikan rambutnya yang memang sengaja ia gerai untuk menutupi tanda kemerahan akibat ulah suaminya. Padahal ia sudah berusaha melapisinya dengan foundation, tapi mata anak sambungnya ini begitu jelih saat menangkap pemandangan yang cukup aneh baginya.


Zain? Seperti biasa, wajah datarlah yang ia tampakkan pada penghuni disana. Tapi tahukah kalian? Zain juga merasakan hal yang sama seperti yang Anye rasakan. Malu. Namun ia begitu pandai menutupi perasaannya yang sebenarnya.


"Mommy!"


Anye tersentak ketika sang anak memanggilnya. "Ya, sayang?"


"E...eng...gak. Mommy gak sakit." Jawab Anye tergagap.


"Terus leher Mommy kenapa?" Kini wajah sora tampak mulai khawatir.


"Eeengg..." Anye bingung menjelaskannya.


"Mommy kamu digigit serangga waktu tidur, Sora," ucap Dewa yang sudah tak sabar untuk menjahili sang adik dan iparnya.


"Serangga?" Beo Sora.


Dewa mengangguk mantap. "Serangganya guueeede banget," ucap Dewa sambil menyeringai.


"Benar, Mommy?" Sora memastikan langsung pada sang penderita.


"Ha?" Anye ternganga. " Hah.... Iya, iya ini digigit serangga."


"Ekhmm." Zain berdehem. "Habiskan makanan kamu, Sora." Zain mencoba mengalihkan perhatian sang anak.


"Tapi leher Mommy?" Sora enggan melaksanakan perintah Daddy-nya.

__ADS_1


"Mommy gak 'kan kenapa - kenapa. Beberapa hari lagi merah - merahnya bakal hilang." Sahut Zain cepat.


Dan dengan hati terpaksa, Sora mulai melahap makanannya. Padahal ia masih merasa khawatir pada sang mommy.


"Ganas uuyy." Goda Dewa sambil memasukan menu makanan kepitingnya. Dan godaan itu dibalas dengan tatapan tajam dari Zain. Sedangkan Anye hanya bisa menunduk menahan malu.


Ayumi merasa senang karena rencana yang telah ia susun kini berhasil tanpa kendala. Sebentar lagi ia akan memiliki cucu lagi, fikirnya.


****


Zain terlampau asyik memperhatikan Anye yang tengah berenang bersama sora dari gawang pintu yang menghubungkan ruang keluarga dan taman, hingga ia tak menyadari kalau Dewa sudah tepat berada disampingnya.


"Kenapa? Salah sebut nama waktu making love?" Tanya Dewa tanpa tedeng aling - aling.


Zain tersentak saat mendengar suara seseorang yang sudah ia hafal luar kepala tanpa harus menoleh.


"Gak usah sok tahu." Ketus Zain. "Sial! Bagaimana bisa tebakan si Dewa tepat sasaran?" Batinnya.


"Biasanya nih yah, kalau habis begitu tuh, rona - rona wajah tuh pada sumringah bahagia. Nah lo bedua? Asem." Ucap Dewa mulai ikut melihat kearah adik ipar dan ponakannya.


Zain melihat tak suka kearah dewa. "Hati - hati sama mata lo." Ketus Zain.


Dewa terkekeh pelan sambil menggelengkan kepala, kemudian tertunduk. "Bisa cemburu juga ternyata." cibirnya pada sang adik.


"Gak usah sok tahu." Lagi - lagi hanya nada ketus saat setiap kali Zain menimpali ucapan Dewa.


"Nih ya, gue ingatin ke lo. Kalau lo mau kesejahteraan untuk ulat sagu punya lo," Dewa melirik kearah pusat inti tubuh Zain. "Jangan buat pasangan lo tuh merajuk, marah dan sejenisnya. Kalau sampai itu lo lakuin, alamat puasa itu ulat sagu lo. Dan sepertinya saat ini lo yang harus ngejar bini lo." Setelah mengucapkan kalimat abstrud itu, Dewa pergi bergabung dengan kedua orang tuanya yang sedang bersantai di gazebo dekat kolam renang.


"Enak aja punya gue dibilang ulat sagu." Gerutu Zain, lalu mengalihkan pandangannya kearah istri dan anaknya.


Kali ini tatapannya dan Anye saling bertemu. Namun tak ada senyum yang terlintas dari bibir sang istri. Bahkan Anye kini langsung membuang muka saat tatapan mereka saling bertemu.


"Hhaaahhhh..." Zain membuang nafas kasar. "Benar kata Dewa. Bakal puasa lagi nih pedang." Zain menunduk dan melihat kearah senjatanya.


Miris sekali, setelah kedua kali merasa nikmat dunia, kini pedang panjangnya terancam merana sampai waktu yang belum ditentukan.


Sepertinya kali ini, ia yang harus lebih aktif mendekati pasangannya demi kesejahteraan si ulat sagu seperti kata Dewa tadi.


Zain berjalan mendekati kolam renang dan menceburkan dirinya untuk bergabung dengan Anye dan Sora. Zain akan membuang egonya demi memperbaiki hubungannya dengan sang istri. Sedikit demi sedikit mengubur rasa cintanya pada almarhum Zahwa, dan mengukir nama Anyelir dalam hatinya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2