Little Daddy

Little Daddy
Chapter 62


__ADS_3

Chapter 62


Happy readding....


🍁🍁🍁🍁


Hiksss hiksss...


Tangan Sora terhenti diudara saat ia akan memungut bola yang menggelinding didekat sebuah pipa armco yang sengaja dititipkan di taman oleh petugas proyek pembuat gorong - gorong.


Hiksss hiksss...


Isakan itu terdengar sayup - sayup ditelinga gadis cilik yang sudah duduk di bangku kelas 2 SD itu.


Dengan rasa penasaran yang cukup tinggi, Sora menghampiri asal suara itu berada.


"Hiksss... Eomma... Appa..."


Perlahan namun pasti, Sora dengan hati - hati melongokan kepalanya kearah pipa armco itu.


Matanya seketika menyipit sat mendapati seorang anak laki - laki tengah terisak dengan memeluk kedua kakinya.


"Hei! Kamu ngapain disitu?" Tanya Sora pada sosok yang dijumpainya itu.


Anak laki - laki itu mengangkat kepalanya saat mendengan suara anak perempuan. Tampak wajah putih yang memerah dengan mata sembab karena terlalu lama menangis.


"Kamu kenapa nangis disitu? Ayo ke luar." Bujuk sora.


Tampak anak laki - laki itu menggelengkan kepala. "Aku takut." Ucapnya lirih.


"Takut?" Beo Sora, dibalas anggukan lemah anak laki - laki yang terlihat amat tampan dimata Sora.


Kamu gak berubah ya Sora? Susah lihat cowok tampan. Ckckck....


Sora celingukan, ia memperhatikan lingkungan sekitar. "Enggak ada apa - apa, aman. Ayo keluar." Sora mengulurkan tangannya.


Anak laki - laki itu tampak ragu menyambut uluran tangan Sora. Namun ia melihat senyum tulus yang Sora berikan padanya. Dengan keraguannya, anak laki - laki itu meraih tangan Sora.


Kini keduanya telah berdiri berhadapan dengan Sora yang memeluk bola di bagian kirinya.


"Kamu lagi sembunyi ya?" Tanya Sora mulai kepo.


Lagi - lagi anak laki - laki itu mengangguk.


"Dari orang jahat?" Tebak Sora. Anak itu masih mengangguk dengan sisa tangisnya.


Sora melotot dan menutup mulut terbukanya dengan tangan serta raut wajah terkejut namun terlihat lucu dan menggemaskan.


"Ayo, ikut aku. Kita ketempat Mommy Daddy aku." Sora langsung menarik tangan anak laki - laki itu dengan paksa dan terburu - buru.


Di sisi lain di tempat yang sama, sepasang suami istri dengan balita imut mulai gusar, karena Putri mereka belum juga kembali untuk mengambil bola.


"Mas! Sora kog belum balik ya?" Tampak wajah cemas Anye yang mengkhawatirkan putrinya.


Zain memanjangkan leher kearah dimana sang anak tadi melangkah. Namun ia tak mendapati putrinya diarah tempat ia melangkah.


"Biar Mas lihat. Kamu tunggu disini."


Namun belum sempat lelaki itu melangkah, putrinya sudah muncul dengan membawa seorang anak laki - laki.


"Sayang! Kamu dari mana?" Tanya Anye dengan kelegaan.

__ADS_1


"Sora 'kan ambil bola, Mommy." Gadis cilik itu menunjukan bola yang ada padanya.


"Lalu dia siapa?" Tunjuk Zain pada anak laki - laki yang mungkin seusianya.


Sora langsung menggeleng cepat. "Sora gak tau namanya. Belum sempat tanya." Cengir Sora.


"Hai! Siapa nama kamu?" Tanya Anye pada anak laki - laki bermata sedikit sipit itu.


"Ar Han, Tante." Jawab anak laki - laki itu. Masih tampak jejak - jejak tangisan dipipi putihnya.


"Kamu main sendiri disini?" Anye masih berusaha mencari informasi tentang anak yang dibawa Sora ini.


"Aku gak main. Aku lagi sembunyi dari orang yang culik aku." Jawab Han dengan mata yang meneliti sekeliling taman ini. Takut - takut sang penculik ada disekitar sini.


"Kamu diculik?" Seru Zain dan Anye berbarengan.


Han mengangguk. "Waktu di bandara, aku ditarik seseorang. Dan eomma dan appa tidak menyadarinya." Jelas Han dengan mata yang mulai mengembun. "Pasti mereka udah sampai di Korea." Lanjutnya lagi. Kini dengan air mata yang mulai mengalir di pipinya.


Anye menyerahkan Zain, putra mereka yang baru berusia tujuh bulan pada sang suami. Ia langsung memeluk anak lelaki itu.


"Pasti mereka akan cari kamu. Percaya sama Tante." Ucap Anye mencoba menenangkan Han.


Han menatap Anye, mencari kebenaran dari mata wanita muda yang masih pantas disebut kakak olehnya.


"Kita bawa dia ke rumah dulu. Baru kita cari tahu keberadaan orang tuanya." Zain menimpali. Lebih baik ia membawa anak ini kerumahnya agar para penculik kehilangan jejak anak ini.


Dan sesampainya dirumah, Zain tak langsung menanyai Han tentang informasi apa saja yang mungkin bisa memudahkan mereka untuk mencari tahu keberadaan orang tua Han.


Pasangan muda itu memberi sedikit ruang kepada Han agar bisa merasa nyaman dan aman berada didekat mereka. Terbukti dengan terbitnya senyum Han yang berada didekat Sora si gadis ceria di keluarga kecil Zain.


"Han!" Zain melangkah bersama Anye kearah Sora dan Han sedang bercanda.


"Ya, Om." Sahut Han.


"Kamu ingat nomor ponsel kedua orang tuamu?"


Han tak langsung menjawab. Anak itu tampak menimbang sejenak. Dan tak lama kemudian mengangguk.


"Syukurlah." Zain menghela nafas lega. Kemungkinan menemukan orang tua Han bisa mudah.


****


Tingnong tingnong....


Bel rumah kediaman Zain berbunyi. Anye langsung bergegas menuju pintu setelah memastikan Zian, tidak terganggu tidurnya.


"Mas!"


Ternyata Zain sudah melangkah lebih dulu membukakan pintu untuk tamunya. Bisa saja tamu yang sudah mereka tunggu - tunggu sejak tadi.


Saat pintu terbuka dengan begitu lebarnya, mata Anye seketika membola. Tak percaya dengan sosok yang kini tengah berdiri didepan pintu rumah mereka.


"Cari siapa?" Tanya Zain kepada pria bermata sipit itu.


"Saya Park Jae Su, appa Park Ar Han. Dan ini istri saya, Zia Auliya." Sang tamu memperkenalkan diri. Tampak kekhawatiran dari kedua wajah tamunya itu.


"Oh, silahkan masuk. Saya akan panggilkan Han." Zain mempersilahkan tamunya masuk.


Langkah ketiganya terhenti sat Anye masih berdiam ditempat semula, yang saat ini menghalangi tamu mereka untuk masuk kedalam rumah.


"Sayang! Kamu kenapa?" Tanya Zain yang heran melihat sang istri tak juga mengedipkan matanya.

__ADS_1


Anye menoleh kearah sang suami. "Mas!"


"Ya?"


"Coba cubit tangan Anye." Pinta sang istri.


Zain mengerutkan keningnya melihat tingkah istrinya. Ada apa dengan istrinya ini.


"Kamu kenapa? Tamu kita mau masuk."


"Coba cubit tangan Anye dulu." Paksa Anye.


Tak ingin lebih lama melihat tingkah aneh istrinya, Zain langsung mencubit istrinya. Namun tak ditangan, Zain malah mencubit gemas pipi sang istri.


"Aawssst." Plaak.... Anye mengaduh dan menepuk tangan sang suami. "Sakit tahu." Gerutu Anye sambil mengelus pipinya.


"Kan kamu yang minta." Zain tak ingin disalahkan.


"Au ah." Cemberut Anye. Namun melihat kembali kearah tamunya. Dengan cepatnya raut cemberut itu berubah dengan senyuman bahagia.


Bagaimana tidak bahagia? Seorang Park Jae Su salah satu idol KPop datang kerumahnya.


"Ah. Silahkan masuk."Anye ikut mempersilahkan tamunya masuk. "Saya panggil Han dulu."


Lima menit berlalu. Muncur Han yang berlari penuh rasa bahagia karena bisa bertemu lagi dengan kedua orang tuanya.


"Eomma.... Appa..." Han menghambur ke pelukan kedua orang tuanya.


"Han...." Tangis haru terlihat jelas dari keluarga kecil dihadapan mereka.


Zain dan Anye bisa bernafas lega sekarang. Akhirnya tak butuh waktu lama, Han dapat berkumpul lagi dengan kedua orang tuanya.


"Terima kasih, Tante, Om." Han membungkukkan tubuhnya, memberi hormat.


"It's ok, Han. Sekarang kamu sudah berkumpul dengan kedua orang tua mu."


Setelah berbincang beberapa saat, kini tiba saatnya tamu mereka beranjak pulang.


Sora sedikit tidak rela dengan kepergian Han dari rumahnya. Tapi tidak mungkin Han tinggal bersamanya, karena anak itu juga punya keluarga. Sora melambaikan tangan dengan senyum indahnya kearah Han.


Tak jauh berbeda dari Sora, Han merasa sedih berpisah dengan seseorang yang pertama kali bisa membuatnya nyaman selain keluarganya.


"Kamu pakai ini. Suatu saat aku sudah dewasa, aku akan cari kamu. Dan kita akan menikah." Ucap Han sambil memasangkan kalung pemberian sang nenek kepada Sora.


...T A M A T...


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Eitsss....


Sora udah dilamar?


Aduh! Jodoh beneran gak ya sama Ar Han?


Nantikan kisah si cantik Sora. Aku bakalan buat novel untuk Sora. Tunggu kisahnya ya!


Jangan lupa mampir ke novel aku "Bidadari Sang Idol" untuk tahu kisah appa Jae Su dan eomma Zia.


Minggu ini aku mau lanjut ke novel aku satu lagi yang mangkrak udah lama.

__ADS_1


Jangan lupa mampir juga ya buat baca "Sang Kesatria"


Aku tunggu loh.


__ADS_2