Little Daddy

Little Daddy
Chapter 20


__ADS_3

Chapter 20


happy reading....


🍁🍁🍁


"Glandma..." Seru Sora sambil berlari memasuki kamar Ayumi dengan langkah kecilnya.


"Hay sayang!" Sahut Ayumi melihat sekilas kearah cucunya, kemudian melanjutkan riasannya yang hampir selesai.


"Glandma mau jalan - jalan?" Tanya Sora yang melihat neneknya memakai riasan tak seperti biasanya.


"Grandma mau nemenin grandpa jumpa temennya." Ayumi berbalik menghadap cucunya. "Kali ini Sora sama daddy dulu ya?" Ayumi mengangkat Sora kepangkuannya.


"Yaahhh... Sola mau ikut, grandma." Rengek Sora.


"Tempatnya jauh sayang. Gak kaya biasanya. Nanti Sora capek loh." Ayumi memberi pengertian kepada Sora dengan lembut.


Bibir Sora kini maju lima senti dengan mata berkaca - kaca.


"Jangan nangis dong." Ayumi memeluk Sora. "Nanti Sora ajak main daddy ya? Sora juga bisa ajak daddy jalan - jalan. Kebengkel apa ke kafe daddy gitu? Biar Sora bisa jumpa sama kakak cantik." Ayumi memprovokasi si kecil Sora.


"Kakak cantik?" Sora memastikan.


"Ia. Kakak cantik." Ayumi membenarkan. "Kakak cantik bisa jadi calon mommy baru Sora loh." Ucap Ayumi dengan senyum penuh artinya.


"Mommy balu? Buat Sola?"


Ayumi mengangguk cepat. Semoga ia berhasil membujuk Sora, pikirnya.


"Oce. Sola sama daddy aja. Mau tempat kakak cantik, bial jadi mommy balu Sola." Putus Sora yang sudah termakan bujuk rayu Ayumi.


"Naaaahhh... Itu baru cucu grandma. Yuk keluar. Grandma udah ditunggu grandpa ini." Ayumi menurunkan Sora dari pangkuannya. Menuntunnya perlahan serta menyambar tas mahalnya.


Keduanya keluar kamar dan menuju ruang keluarga dimana sudah ada suaminya dan Zain.


Dewa? Sudah raib entah pergi kemana anak sulungnya itu.


"Loh, mama mau kemana?" Tanya Zain yang melihat mamanya juga sudah tampil lebih cantik dari biasanya. Ia dikirim hanya papanya saja yang akan pergi bersama asistennya, Sam.


"Mama ikut sama papa mau keluar kota. Jumpai teman lama."


Zain melihat putri kecilnya. Alisnya bertaut, mereka akan pergi dan Sora hanya berpenampilan rumahan saja?


"Kenapa liatnya begitu?" Tanya Ayumi pada Zain.

__ADS_1


"Sora masa pakai baju rumahan? Bekal dia juga belum disiapkan?" Protes Zain yang melihat penampilan anaknya yang kontras dengan penampilan kedua orang tuanya.


"Mama bawa Sora dengan dandanannya yang begitu?" Alis Zain terangkat sebelah.


"Kan Sora gak ikut, Zain." Jawab Ayumi.


"Jadi?"


"Ya, Sora sama kamu dirumah." Tutur Ayumi.


Zain tercengang mendengar jawaban mamanya. Seharian bersama Sora? Kalau nih bocah ngambeg gimana?


"Aku mana bisa jaga Sora sendiri, Ma. Kalau dia ngambeg, terus gak ada pawangnya gimana? Bisa kewalahan aku nanti." Ucap Zain sedikit tidak setuju.


Bukan ia tak mau menjaga anaknya, dengan senang hati malah ia bermain dengan si imut Sora. Tapi bila tak ada sang mama, bisa dipastikan ia akan pusing tujuh keliling menghadapi Sora yang lagi aktif - aktifnya.


Buuukkk


"Enak aja bilang mama pawangnya Sora." Sungut Ayumi. "Ada bibi juga dirumah. Kamu juga bisa bawa Sora jalan - jalan, kebengkel atau kafe 'kek. Lagipula perjalanan mama sama papa lumayan jauh, kasihan Sora kalau dibawa."


Zain menarik nafasnya pasrah. Kalau baginda ratu sudah bertitah, maka perkataannya harus dilaksanakan.


"Ya udah lah." Jawabnya pasrah.


"Ya udah mana pergi dulu. Jaga Sora. Jangan sampai lecet. Kalau itu sampai terjadi, mama gantung kamu." Pesan Ayumi dengan sedikit ancaman.


"Daddy! Ayo main masak - masak." Sora menarik tangan daddy nya.


Dengan terpaksa ia menuruti keinginan anaknya. Kalau tidak? Bisa dipastikan seisi rumah akan heboh, apalagi saat ini tak ada sang mama yang akan membantunya.


"Astaga... Seumur - umur baru kali ini, gue main yang beginian. Itu juga bareng bocil." Zain menggerutu pelan.


Sora mendongak melihat sang daddy sedang duduk didepannya sambil komat - kamit. "Daddy kenapa?" Tanyanya polos.


Zain hanya menggelengkan kepalanya. Namun tak ayal terus berperan sebagai chef dadakan.


Tak begitu lama mereka bermain masak - masakan. Kini Sora beralih pada alat make up Ayumi yang diambilnya dari kamar sang grandma.


"Itu untuk apa sayang?" Zain menautkan alisnya.


"Sola mau make up-in Daddy." Sora meletakan alat tempurnya.


Waaahhh... Alamat jadi waria ini dia.


"Jangan main itu ya? Nanti glandma marah loh." Bujuk Zain, agar dirinya tak jadi di eksekusi.

__ADS_1


Namun Sora tak memperdulikan larangan daddy-nya. Ia mulai mengambil sisir, kemudian mengikat rambut Zain yang sedikit gondrong. Kemudian Sora beralih pada kotak make up itu. Mengaplikasikan seluruh make up dengan warna - warna yang disukainya diwajah sang daddy.


Saat ini keadaan Zain sungguh berantakan. Untung hanya ada ia , Sora dan bibi saja yang ada dalam rumah saat ini.


"Cantiknya daddy, Sola." Pujinya pada hasil make up-nya sendiri.


"Bukan cantik, sayang. Tapi tampan. Daddy kamu ini tampan." Sanggah Zain. Ia tak mau bila dikatakan cantik seperti wanita.


"Wiiiiihhhh... Ada cewek cantik rupanya." Tiba - tiba Dewa datang bagaikan hantu.


Ia mengulum senyumnya melihat nasib sang adik yang mengenaskan ditangan putrinya sendiri.


"Diem Lo." Zain memelototkan matanya tanda tak suka.


"Hay uncel!" Sapa Sora melambaikan tangannya.


"Hay juga bocil." Cup. Dewa mengecup pipi gembul Sora yang sedang berkutat dengan alat make up-nya.


"No bocil bocil." Ketus Sora sambil memelototkan mata kecilnya.


Dewa hanya tertawa kecil melihat kekesalan Sora.


"Mama mana? Kog udah sunyi aja, gue tinggal sebentar?" Kini tatapan Dewa beralih pada ondel - ondel disebelahnya ini.


"Pergi." Jawab Zain singkat. Kemudian beranjak dari duduknya. "Jagain Sora, gue mau cuci muka dulu."


"Uncel mau Sola dandani kaya daddy juga?" Sora menawarkan jasa MUA-nya pada Dewa.


"Enggak - enggak." Dewa mengibas - mengibaskan tangannya.


Bisa - bisa ia bernasib sama seperti Zain, adiknya.


Dengan tatapan polosnya, Sora langsung mengangguk menandakan ketidak beratan atas penolakan Dewa.


Tak berselang lama, Zain kembali dengan wajah yang sudah bersih dari make up.


Ia berniat mengajak Sora untuk kebengkel saja. Agar ia tak terus - terusan dikerjai oleh balita satu ini. Tapi tanpa disadarinya, akan ada hal yang tak terduga dan menghebohkan bila ia mengajak anaknya ketempat itu.


Apakah itu? kita intip nasib Zain yang Daddyabel ini di episode selanjutnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


tinggalkan jejak kamu dikarya aku ya.

__ADS_1


beri like, komentar kamu, vote kamu dan masukan kedaftar favorit kamu.


terima kasih buat yang sudah mampir dan terima kasih buat teman - teman seperjuangan yang udah ngedukung karya ini.


__ADS_2