Little Daddy

Little Daddy
Chapter 55


__ADS_3

Chapter 55


Happy readding....


🍁🍁🍁🍁


"Grandma....!" Sora berlari riang saat memasuki kediaman keluarga Malik.


Ayumi tampak sumringah dan antusias melihat cucu terkasihnya sudah tiba dikediamannya. "Cucu grandma. Uuuhhhh...." Ia memeluk cucunya dengan gemas.


"Cuma grandma aja nih yang dipeluk, Grandpa gak dapat pelukan gitu?" Ryan berpura - pura menampilkan wajah sedihnya.


Sora melepaskan pelukannya pada Ayumi. Dan langsung mendekat kearah Ryan. "Jangan sedih dong, Grandpa. Nanti tambah tuanya. Sini Sora peluk." Bocah cilik itu menghambur ke pelukan sang kakek.


Terdengar tawa kecil dari tiga orang dewasa yang sedang menyaksikan drama cucu dan kakek itu.


"Isss. Kamu ini. Makin besar, makin pandai bicara." Ryan mencubit gemas hidung sang cucu.


"Kata uncel Dewa juga gitu. Grandpa kalau suka marah - marah, bisa makin tua 'kan?" Sahut Sora.


"Eeehh. Apa ini kog bawa - bawa Uncel?" Dewa terlihat menuruni anak tangga.


"Uncel... Sora rindu." Sora berganti berhambur kearah Dewa.


"Uuhhh... Princess-nya Uncel makin berat aja." Keluh Dewa saat mengangkat tubuh mungil sang ponakan.


"Ia dong. Sora udah gede. Kata Grandma, Sora udah bisa jadi kakak loh." Ucap bocah itu bangga.


"Oh ya?"


Sora mengangguk cepat. Sedangkan perasaan kedua orang tuanya mulai ketar - ketir.


"Emang Daddy sama Mommy kamu udah buat adik bayi?" Tanya Dewa mulai menjahili Zain.


Sora tampak berfikir sebelum ia menolehkan diri kearah dua orang tuanya. "Daddy sama Mommy udah buat adik bayi?" Tanya bocah cilik itu tanpa ragu.


"Daddy mau ke kamar dulu. Mau istirahat." Zain mulai menghindar dari pertanyaan - pertanyaan yang akan menyudutkannya.


Sora mengalihkan perhatian ke sang Mommy untuk mendapatkan jawaban yang diinginkannya.

__ADS_1


"Eeeemmm..." Anye mulai berfikir dan memilah kata yang tepat untuk dijadikan jawaban atas pertanyaan sang anak. "Aduuhh... Perut Mommy kog sakit ya? Mommy ke toilet dulu ya." Anye memilih berakting dan langsung pergi kearah dapur.


****


"Ini untuk kalian berdua. Wajib untuk kalian habiskan saat ini juga." Ayumi menyodorkan dua gelas minuman kepada Zain dan Anye.


Usai makan malam, kini seluruh keluarga Malik tengah berkumpul diruang keluarga sambil menonton tayangan kesukaan Sora.


Keduanya tak langsung menerima minuman itu. Ada sedikit rasa was - was dalam benak mereka. Sedangkan dua lelaki dewasa lainnya hanya menyimak apa yang akan diperbuat Ayumi. Pasalnya, minuman yang Ayumi sodorkan pada mereka berbeda dengan minuman yang Ayumi sodorkan pada Zain dan Anye.


"Minuman apa ini, Ma?" Tanya Anye.


"Minuman ini sangat berkhasiat buat pasangan suami istri." Jawab Ayumi tanpa peduli dengan tatapan mengintimidasi dari anak bungsunya.


"Jangan aneh - aneh, Ma." Zain memperingati.


"Yang aneh - aneh itu yang buat penasaran, Zain." Ayumi masih menyodorkan minuman khusus itu dihadapan Zain. "Ambil." Titah Ayumi dengan mata yang sudah melotot.


"Zain gak mau." Tolak Zain.


"Mau jadi anak durhaka kamu ngebantah Mama?" Ayumi memicingkan matanya.


"Ayo Anye, diminum. Habiskan." Kini giliran Anye yang merasa tertekan. Dan mau tak mau ia juga ikut meminumnya.


Zain dan Anye mengerenyit merasakan rasa pahit yang mengalir di kerongkongan mereka.


"Anak - anak pandai." Puji Ayumi pada pasangan suami baru stok lama itu.


****


"Mas!" Panggil Anye pada sang suami sambil menatap langit - langit kamar yang berwarna putih.


"Heemm." Sahut Zain yang mulai merasakan hawa berbeda yang sedang ia rasakan pada tubuhnya.


"Mama kasih kita minuman apa ya? Kog badan aku rasanya ?" Anye menoleh kesisi kanan dimana suaminya sedang tidur telentang


Zain membuka mata yang sedang ia paksakan untuk terpejam. Namun tak ada hasilnya. Mata dapat terpejam, tapi hati dan pikirannya sedang berkelana.


Zain menoleh kearah sang istri. Menatap raut wajah yang tampak berbeda dimatanya malam ini. Tampak begitu... Seksi?

__ADS_1


"Lo gak tahu apa pura - pura gak tahu itu minuman apa?" Kini Zain sudah memiringkan tubuhnya kearah Anye.


Anye menggeleng sambil mengerjapkan matanya. Dan itu tampak begitu mengenaskan dimata Zain saat ini. Apakah otak Zain mulai tak waras? Dengan gerakan sesederhana itu, ia merasa tergoda oleh wanita yang sedang berbaring disebelahnya saat ini.


Bukan Zain tak tahu maksud dengan perkataan sang mama tentang minuman berkhasiat untuk suami istri itu. Zain sangat faham dengan maksud mamanya itu. Walau Zain baru sekali merasakan nikmat surga dunia itu, tapi Zain juga tidak polos - polos amat.


Melihat suaminya dengan posisi miring menghadapnya, Anye juga melakukan hal yang sama tanpa harus dikomando terlebih dahulu.


Keduanya saling tatap dan mengunci pandangan masing - masing cukup lama. Hingga akhirnya Zain tergoda untuk menyentuh wajah sayu sang istri yang terlihat menggoda. Ingin rasanya Zain melampiaskan hasrat yang terpendam dalam dirinya selama ini.


Sepertinya minuman berkhasiat itu mulai menunjukkan reaksinya saat ini bestie...


Zain mengelus lembut pipi sang istri, kemudian menyentuh bibir mungil yang sedikit tebal itu. Sedangkan Anye mulai pasrah menerima sentuhan - sentuhan yang entah kenapa tiba - tiba ia dambakan.


Anye menyentuh tangan Zain yang sedang mengeksplor wajahnya. Memberi tatapan mendamba pada sang suami. Dan wajah itu tampak lebih seksi dimata Zain.


Zain mulai mendekatkan kedua wajah mereka. Terasa hangat hembusan nafas yang menyapu wajah keduanya.


"Masss..." Desis Anye. Dan itu Zain anggap sebagai undangan baginya.


Zain menautkan bibirnya pada bibir mungil Anye. Memberi ke cupan ringan dan singkat, namun dapan membangkitkan sisi liar keduanya. Merasa tak puas, Zain kembali menautkan kedua benda kenyal tersebut.


Melu mat dan menyesap dengan lembut namun dengan tekanan. Keduanya mulai terhanyut dengan aktivitas yang mereka lakukan saat ini hingga keduanya sama - sama mulai terengah dan kehabisan oksigen.


Zain dan Anye melepas tautan nik mat itu dari wajah mereka. Saling memandangi wajah masing - masing yang sedang dilanda rasa yang tak dapat digambarkan keduanya sambil menghirup oksigen yang akan memenuhi rongga paru mereka berdua.


"Ini semua gara - gara mama. Jadi jangan marah kalau gue udah gak bisa menahannya lagi, Nye." Ucap Zain tepat di wajah Anye yang masih mengatur nafasnya.


"Apa ini fungsi minuman berkhasiat itu, Mas?" Tanya Anye disela - sela nafasnya yang terengah.


"Heemm. Membangkitkan libido." Dan tanpa menunggu lebih lama lagi, Zain memulai kegiatannya kembali untuk menikmati benda kenyal istrinya yang sedikit membengkak.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sorry ya say kalau up nya kelamaan. Lagi acara mudik soalnya, dan sinyal lumayan susah dikampung halaman.


buat saudara seiman, selamat hari raya idul Fitri.

__ADS_1


Jangan lupa beri dukungan kamu ya. Beri like dan komennya. Jangan lupa tambah ke luar favorit kamu.


__ADS_2