Little Daddy

Little Daddy
Chapter 8


__ADS_3

Chapter 8


happy reading....


🍁🍁🍁


"Za- Za- Za...iin!" Panggil seorang siswi yang menghampiri Zain ke mejanya.


Zain menoleh kearah suara tersebut. Tak menyahut, hanya memperhatikan orang yang sedang berdiri didepannya. Menunggu apa yang akan dikatakan siswi itu.


"Eeemmmm...," Siswi itu sedikit ragu untuk bicara. "Terima kasih udah bantu aku buat lunasin tunggakan sekolah ya." Ucapnya dengan tulus dan malu - malu.


Sontak perkataan Riska tadi membuat orang - orang didekat mereka saling berbisik.


Sebenarnya Riska sedikit takut untuk bicara kepada Zain. Karena sedikit banyaknya ia tahu karakter seorang Zain. Karena sudah setahun belakangan mereka menjadi teman satu kelas.


Ya, Zain adalah murid pindahan setahun yang lalu.


Seketika sebelah alis Zahwa naik keatas. Sebaik itukah cowok didepannya ini?


Tadi ia yang mendapat bantuan, dan sekarang ada cewek yang nyamperin, terus bilang terima kasih udah dibayarin tunggakan sekolah.


Waoouww... Keren nih orang jiwa sosialnya, fikir Zahwa.


"Itu bukan duit gue juga. Disitu juga ada duit yang lain. Jadi Lo bisa berterima kasih sama teman sekelas yang lain." Ucap Zain enteng, dan beralih kembali ke memakannya tanpa memperdulikan Riska.


"Tapi kata Ryo, sebagian besar itu dari kamu." Si Riska kog jadi ngeyel?


"Ck..." Zain berdecak. "Sama aja kan?" Ucapnya dengan tatapan tajam tak suka bila terlalu lama diganggu dengan urusan yang menurutnya tak penting.


Seketika Riska menjadi ciut nyalinya. Dengan kepala tertunduk ia beranjak dari sisi Zain. Sebenarnya ia sedikit berharap bisa lebih dekat dengan malaikat penolongnya. Karena selama ini ia sudah menaruh hati pada cowok tampan itu.


****


Jam pulang sekolah.


Tin tin tin


Zahwa terjingkat kaget. Iya menoleh kearah motor gede yang berhenti didekatnya.


"Yakin Lo mau kekafe naik sepeda?" Tanya Zain dengan muka tampan dan coolnya.


"Iya. Kan aku cuma punya sepeda." Jawab Zahwa enteng.


"Lo mau kerja jam berapa? Lo pikir tuh kafe cuma semeter dua meter?" Sarkas Zain.


"Kan aku gak mungkin ninggalin sepeda aku. Barang - barang ku juga masih ada di kosan." Sahut Zahwa dengan mulut manyun, seksi batin Zain.


Ih... Zain jadi pingin cium. Eh...? Zain langsung menggelengkan kepalanya. Menghalau fikiran kotornya terhadap Zahwa.


"Kalau gitu mulai kerja besok. Hari ini Lo ambil barang Lo dikosan buat pindah ke roftoff kafe gue. Gue tunggu disana." Tak menunggu jawaban Zahwa, Zain langsung memacu motornya.


Tanpa mereka sadari, mereka sudah menjadi pusat perhatian beberapa siswa siswi yang hendak pulang. Tak terkecuali para fans beratnya Zain. Dan itu menimbulkan rasa iri dan tak suka dari mereka karena kedekatan Zain dan Zahwa.


****


Drrrttt... Drrrttt...


"Hemm."


"Aku udah didepan SoZi kafe." Sahut seseorang dari seberang telefon.

__ADS_1


"Ok. Tunggu." Klik, sambungan terputus.


Zain beranjak dari duduknya, kemudian keluar menuju kafe disebelah bengkelnya.


Tampak Zahwa dengan seabrek bawaannya. Emang niat pindahan nih anak, fikirnya.


Zain berjalan mendekati Zahwa. Ia hanya fokus pada barang bawaan gadis itu. Heran saja, barang anak kos kenapa bisa sebanyak ini?


Zahwa yang mengerti isi fikiran Zain hanya bisa nyengir kuda.


"Di kosan aku masak sendiri. Jadi jangan heran barang - barang aku banyak." Ucap Zahwa.


Zain heran saja, gimana cara nih cewek, bawa barang segini banyaknya dengan naik sepeda.


Ya gak mungkin lah Zain, Zahwa bawa nih barang cuma naikin sepeda doang.


Tadi setelah Zahwa sampai dikosan, ia meminta tolong pada tetangga yang memiliki becak barang untuk membawakan barang - barangnya.


"Lo angkat ke roftoff tuh barang - barang Lo. Abis itu baru gue kenalin sama karyawan gue yang lain." Titah Zain.


"Gak mau bantuin aku gitu?" Cicit Zahwa dengan tangan yang sudah mulai meraih barang bawaannya.


Sebenarnya Zahwa sedikit segan untuk meminta bantuan Zain untuk membawakan barangnya. Tapi mau gimana lagi. Kan capek bolak balik naik turun tangga.


"Ck... Ngerepotin." Ketus Zain. Namun tak urung ia meraih beberapa barang - barang Zahwa untuk dibawanya ke roftoff.


Tak membutuhkan waktu yang lama untuk mereka membereskan semua barang Zahwa.


Kini Zain mulai memperkenalkan Zahwa pada ketiga karyawan kafe nya. Dan memberi tahukan Inah, bahwa Zahwa akan menjadi teman sekamarnya nanti.


Setelah urusan kafe selesai. Zain kembali ke bengkel untuk mengambil kunci motornya. Karena ratu dan tuan putri dirumah sudah sibuk memintanya pulang.


****


"Eh...? Udah rapi aja ini kamar." Gumam Inah saat memasuki kamar.


Tampak seorang gadis yang baru dikenalnya beberapa jam tadi tengah tertidur dengan pulasnya.


Mungkin Zahwa yang membereskan kamar ini, termasuk barang - barangnya yang memang belum sempat Inah rapikan tadi pagi, karena ia diminta membantu koki kafe untuk kepasar dipagi hari tadi membeli beberapa kebutuhan dapur kafe.


Tak ingin menggangu tidur gadis ini, Inah langsung menuju kamar mandi dan membersihkan diri. Dan tak begitu lama ia sudah selesai dengan ritualnya.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka.


"Astaghfirullah..." Inah yang kaget langsung mengelus dadanya. Untung ia tak memiliki riwayat penyakit jantung.


"Mbak Inah kenapa?" Tanya Zahwa sambil memicingkan matanya kerena silau dari sinar lampu.


"Kamu ngagetin mbak, tau." Tepuknya pada pundak Zahwa saat ia mendekat. Bagaimana tidak kaget? Inah melihat tampilan Zahwa dengan rambut acak - acakan seperti singa.


"Hehehe... Maaf." Ucap Zahwa cengengesan. "Tadi ketiduran. Capek beresin barang." Zahwa menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Inah mengedarkan pandangannya. Ia baru menyadari disudut ruangan ada beberapa alat untuk memasak juga.


"Kamu bawa peralatan masak juga?" Tanya Inah.


"Iya. Waktu ngekos aku milih masak sendiri. Biar bisa lebih hemat pengeluaran." Tutur Zahwa.


Inah mengangguk mengerti. Kemudian ia menuju ranjang dan merebahkan dirinya disana. Ia lelah. Kafe lumayan ramai hari ini.

__ADS_1


"Kamu teman sekolah Zain?" Tanya Inah, mengajak Zahwa untuk berbincang sebentar. Zahwa mengangguk sebagai jawaban.


"Zain itu bukan cuma ganteng. Tapi dia tuh laki - laki baik hati. Ringan tangan buat bantu orang dengan caranya sendiri. Ya... Walaupun kadang nyebelin sama sikapnya yang dingin itu." Inah mulai bercerita tentang sosok bos mereka.


"Tapi itu salah satu buat cewek kelepek - kelepek sama si little boss. Mbak aja yang udah dewasa begini aja bisa bergetar hatinya." Lanjut Inah. Zahwa membenarkan perkataan Inah barusan.


Memang begitulah Zain Malik. Dingin diluar, tspi hangat didalam. Sampai - sampai seluruh teman sekolahnya selalu memuji seorang Zain Malik.


"Mbak bener. Aku aja gak nyangka bisa dapet bantuan dari tuh cowok. Padahal waktu sekolah gak pernah tegur sapa loh. Jangankan tegur sapa, papasan aja baru beberapa hari ini." Ucap Zahwa. "Tapi dia emang cuek sih orangnya sama siapa pun."


"Kayaknya kamu paham betul sama si bos? Kamu naksir juga ya..? Hayo ngaku..." Goda Inah.


"Ih... Apaan sih mbak." Elak Zahwa. "Gak kepikiran aku buat cinta - cintaan selama ini. Terlalu sibuk belajar sama cari duit." Zahwa menarik nafas lelahnya.


Lelah dengan kehidupan yang serba sulit ini. Tapi Zahwa tak ingin menggunakan cara singkat untuk hidup senang, seperti yang dilakukan seorang temannya disekolah.


"Masa?" Cibir Inah tak percaya.


"Beneran deh." Zahwa mengacungkan jari tengah dan telunjuknya keatas. "Sebelum kejadian aku nabrak motor dia dari belakang seminggu yang lalu, aku tuh gak pernah namanya merhatiin bener - bener yang namanya Zain Malik. Cuma sering lihat dari jauh aja, terus denger cerita tentang Zain juga dari obrolan para fansnya. Mungkin juga dia gak pernah tahu kalau aku satu sekolahan sama dia"


"Bisa gitu? Biasanya cowok kaya Zain kan terkenal tuh disekolah." Inah ingat dengan cowok gebetannya dulu yang seorang most wanted sekolah. Tapi sayangnya Inah tak pernah dilirik tuh cowok.


"Kepala aku tuh isinya cuma belajar dan gimana caranya dapat duit tambahan buat nyambung pendidikan di bangku kuliah mbak. Aku mau menaikan Drajat orang tua aku dikampung dengan ilmu ku. Jadi aku berusaha mengenyampingkan masalah cowok, apa lagi yang namanya cinta." Tuturnya terhenti sejenak. " Kalau sempat nilai pelajaran aku anjlok, beasiswa ku pasti bakal ditarik lagi. Sedangkan orang tua aku cuma bisa kirim uang makan doang. Jadi mau gak mau fikiran aku harus fokus belajar dan kerja."


"Kog kayaknya berat banget hidupmu?" Tanya Inah.


"Ya begitulah, namanya juga hidup." Jawab Zia enteng. Ia sudah terbiasa hidup sudah sejak kecil semenjak orang tua kandungnya meninggal dunia.


"Mbak udah lama kenal sama Zain?" Kini Zahwa yang mewawancarai Inah.


"Sekitar dua tahun lah." Inah menerawang ke masa beberapa tahun lalu. Dimana Zain menolongnya dari gangguan preman terminal saat pertama kalinya ia menginjakan kaki di Jakarta untuk mengadu nasib.


Niat hati ingin mencari pekerjaan, tapi naas semua barang berharga nya raib dirampok oleh preman terminal. Tas selempang yang berisi dompet dan hp raip dibawa pergi, yang tersisa hanya tas pakaian nya saja.


Untung ada Zain yang menolongnya waktu itu. Kalau tidak entah bagaimana nasibnya di kota besar ini.


Saat itu bengkel dan kafe belum seramai ini, karena memang baru beberapa bulan Zain merintis usaha nya kala itu.


Dan kini tempat Inah untuk mengais rezeki ini mulai berkembang dengan pesat dan ramai pengunjung.


Para karyawan disini pun kebanyakan adalah orang - orang yang pernah Zain tolong dari kesusahan. Termasuk Zahwa tentunya.


Ternyata kejadian buruk waktu itu, waktu ia menabrak motor Zain, membawa sebuah keberkahan dan keberuntungan untuk Zahwa.


Zahwa beruntung bisa mengenal Zain secara langsung. Sehingga ia mendapat tawaran pekerjaan yang lebih baik lagi sebelumnya.


Jujur saja, menjadi pedagang asongan ternyata memiliki resiko yang cukup besar. Ia harus bisa melawan preman yang selalu memalak hasil usaha kerja kerasnya menjual barang dagangan yang tak seberapa keuntungannya.


Zahwa berharap semoga para pekerja disini memiliki hati yang mulia seperti bos mereka. Sehingga tidak ada kata iri dari satu sama lainnya.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


beri dukungan kamu untuk karya aku ya...


beri like, komentar kamu dan masukkan ke list favorit mu.


jangan lupa buat vote ya.


terima kasih sudah mampir ke karya aku ya 🙏

__ADS_1


__ADS_2