
Chapter 50
Happy readding....
🍁🍁🍁🍁
Drrrtttt... Drrrtttt...
Gilang merasakan ponselnya bergetar. Dirogohnya saku celana dan meraih benda persegi itu dari dalam sana. Tertera nama Anye pada log panggilan, dan tanpa menunggu lama panggilan itu langsung tersambung.
"Halo, Nye!"
"Halo, Mas! Mas Gilang dimana? Kuliahnya udah selesai belum? Anye mau nebeng boleh?" Tanya Anye secara beruntun dari seberang sana.
Gilang mengerenyit, kenapa sepupunya ini mau nebeng dirinya? Padahal Zain tengah bersantai dengannya dan teman mereka yang lain ditaman kampus.
"Gak minta antar suami kamu,Nye?" Tanya Gilang dengan sedikit berbisik, agar Zain tak dapat mendengar ucapannya.
"Anye gak mau banyak berinteraksi sama Mas Zain kalau lagi dikampus. Anye gak mau berurusan sama fannya Mas Zain. Cukup sekali aja Anye berurusan sama fansnya Mas Gilang." Keluh Anye dari seberang sana.
Hahaha....
Gilang malah tertawa mendengar keluhan Anye. "Ya udah, Mas tunggu ditaman kampus dekat parkiran motor."
"Ok. Anye kesana." Anye memutus panggilan tanpa menunggu jawaban dari Gilang.
"Ye... Nih anak, main matin telepon aja." Gerutu Gilang.
Cukup menunggu sekitar sepuluh menit, Anye sudah tiba ditempat dimana Gilang berada. Dan alangkah tak menyangkanya ia, ternyata sang suami juga berada ditempat yang sama dengan masnya.
"Mas!" Sapa Anye dari jarak kurang lebih satu meter.
Zain dan gilang kompak menoleh kesuara seorang gadis yang mereka kenali.
"Guys, gue duluan. Mau antar adek gue dulu." Pamit Gilang pada teman tongkrongannya.
"Gak dikenalin dulu gitu adek lo ke kita - kita?" Ucapan Roni, salah satu temannya menghentikan pergerakan Gilang.
"Gak perlu gue kenalin. Tar yang punya marah." Ucap Gilang sambil melirik Zain dari ekor matanya. Namun yang disindir dan dilirik hanya menampakan wajah datarnya.
"Haisss... Telat dong gue." Sesal Roni. "Tapi sebealum janur kuning melengkung, masih ada dong kesempatan?" Ucap Roni dengan menampilkan senyum devilnya.
"Dan sayangnya, janur kuning udah melengkung." Gilang menepuk pundak Roni.
__ADS_1
"Kalau adek lo bisa ditikung, boleh juga. Gue rela tunggu jandanya." Roni masih berusaha.
Anye mulai muak dengan pemuda yang ada didekat Gilang itu. Ia melirik Zain yang tak menampakan ekspresi apapun. Hatinya seketika menjadi dongkol melihat itu. Dasar kanebo kering.
Plaakkk...
Gilang menimpuk kepala Roni. Ucapannya sudah mulai kelewat batas pada adiknya. "Jangan membangunkan macan kumbang yang lagi hibernasi. Kapan aja dia bisa memburu lo." Lagi - lagi Gilang melirik Zain denagan ekor matanya. Hanya tatapan datar yang dilihatnya dari Zain.
Gilang langsung menggandeng Anye keparkiran, tak ingin adiknya menjadi bahasan laki - lagi player yang ada didekat mereka.
"Hubungan kamu sama bang Zain gak ada masalah 'kan, Nye?" Tanya Gilang saat mereka sudah sampai diparkiran.
"Gak ada, Mas." Ucap Anye santai sambil memakai helem yang Gilang berikan padanya.
"Yakin?" Tanya Gilang memastikan.
Anye tak menjawab, tapi ia hanya menganggukan kapalanya tanpa menatap wajah Gilang.
"Kamu gak nyembunyin sesuatu dari Mas mu ini 'kan?" Gilang memicingkan matanya. Mencoba mencari kebohongan sang adik.
"Beneran gak ada masalah kog." Anye memberanikan diri menatap Gilang.
Gilang tak percaya begitu saja dengan ucapan Anye. Namun ia tak bisa memaksa adiknya untuk bercerita.
"Ya udah kalau belum mau cerita sekarang. Mas tetap nunggu kapan kamu siap buat cerita." Gilang menepuk kepala Anye yang sudah mengenakan helm. "Bisanya kamu terjebak dalam pernikahan seperti ini." Lanjut Gilang sambil menggelengkan kepalanya.
"Pernikahan seperti yang kamu, bang Zain dan Allah yang tahu seperti apa sebenarnya." Gilang mengakhiri ucapannya dan naik keatas motornya, diikuti oleh Anye yang duduk dijok belakang.
Gilang memacu laju motornya dengan kecepatan sedang meninggalkan area kampus.
Jangan fikir akan terjadi kesunyian antara Gilang dan Anye saat dalam perjalanan pulang. Nyatanya, banyak hal yang dapat jadi bahan pembahasan mereka disepanjang jalan pualang, termasuk Winda, kekasih Gilang.
Mungkin waktu sesi curhat mencurhat antara mereka akan berkurang sekaranag. Karena sang adik sudah menikah, dan akan lebih fokus pada keluaraga kecilnya.
"Jadi Mas Gilang putusin pacarnya Mas gitu aja?" Tanya Anye sedikit berteriak.
Gilang mengangguk.
"Anye jadi gak enak. Gara - gara Mas ngebelain Anye, hubungan Mas Gilang sama si Winda - Winda itu jadi hancur."
"Mas malah berterima kasih sama kamu, Nye. Kejadian kemarin bisa Mas jadiin alasan kuat buat putusin si Winda." Gilang nyengir dari balik helmnya.
"Ih, Dasar." Anye menepuk punggung Gilang dengan keras. Dan Gilang hanya bisa tertawa terbahak karena menerima kekesalan dari Anye.
__ADS_1
"senang bener yang mau ganti pacar." Cibir Anye.
"Iya dong. Pacar juga perlu di update kayak aplikasi handphone." Kelakar Gilang.
Puuk...
Lagi, Anye menepuk punggung Gilang lumayan keras sampai terdengar suara Gilang mengaduh.
"Emang ya, semua laki - laki sama aja. Udah bosen main campak aja." Sewot Anye.
"Enggak semuanya juga akali, Nye."
"Apa suami aku gitu juga?" Batin Anye dalam hati.
****
"Assalamualaikum." Anye memasuki rumah Gilang.
"Waallaikumussalam." Seru dua orang wanita berbeda generasi dari ruang tamu.
"Mommy...." Seru Sora sambil berlari menghampiri Anye.
"Hai, Sayang." Anye merunduk dan mengecup pucuk kepala anak sambungnya. "Kita pulang sekarang?"
Tak menunggu lama, Sora langsung mengangguk. "Dadah Nenek... Sora pulang dulu."
"Dadah Sora." Dira mealambaikan tangannya pada Sora.
"Anye pulang dulu, Dhe." Keduanya beranjak meninggalkan rumah Gilang.
Dira mengangguk dan tersenyum kepada ponakannya itu. Tak menyangka, diusia semuda itu ia harus memikul tanggung jawab sebagai istri Zain sekaligus ibu sambung untuk Sora. "Semoga perniakahan kamu bahagia, sayang." Doa Dira untuk sang keponakan dengan suara yang lirih.
Terasa sebuah rangkulan yang Dira dapatkan dari sang anak. Dira menoleh dan tersenyum kepada Gilang.
"Anye pasti bakal bahagia, Ma."
Dira tersenyum optimis untuk kebahagiaan Anye. "Aamii."
...****************...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beri dukungan kamu untuk karya aku ya.
__ADS_1
Beri like dan komentar kamu. Tambah ke list favoritmu juga ya.
Thanks udah nungguin updatenya Little Daddy.