Little Daddy

Little Daddy
Chapter 32


__ADS_3

Chapter 32


Happy reading....


🍁🍁🍁


Didepan SoZa kafe, kini Zahwa tengah mondar mandir menunggu seseorang. Seseorang yang sudah menjadi kekasihnya tadi malam.


"Iiissh... Kemana sih? Niat jemput gak nih orang?" Gerutu Zahwa dengan hati yang kesal.


Diraihnya ponsel jadul yang ia miliki.


Tut tut tut...


Zahwa menunggu sesaat. Dan ia mengulang kembali panggilan untuk yang kedua kalinya.


Sangking kesalnya, ia berbalik menghadap kafe sambil menghentakkan kakinya.


Klik. Sambungan terhubung.


"Halo! Zain! Kamu jadi jemput aku atau enggak sih?" Tanpa menunggu sahutan dari seberang, Zahwa langsung bicara dengan nada kesalnya.


"Ya udah ayo berangkat." Jawab Zain dari seberang.


"Berangkat gimana? Maksud kamu, aku berangkat sendiri gitu? Kenapa gak bilang dari sejam yang lalu? Biar aku gak capek - capek nungguin kamu. Kalau jam segini aku berangkat, udah pasti bakal terlambat." Cerocos Zahwa.


"Ya udah, kalau gak mau ketinggalan, ayo berangkat. Apa kamu mau ajak aku bolos bareng?" Jawab Zain dengan santai.


"Apaan sih? Malah bercanda." Gerutu Zahwa.


"Makanya berbalik. Aku udah dibelakang kamu." Zain senang melihat wajah cemberut gadis ini.


Spontan Zahwa berbalik untuk memastikan ucapan dari Zain.


Dan benar saja. Pemuda tampan itu sudah ada didekatnya.


Mungkin sangking kesalnya menunggu terlalu lama, ia jadi tak sadar bahwa Zain sudah tiba.


"Hay..." Sapa Zain dengan melambaikan tangan kanannya dan ponsel yang masih bertengger di telinganya.


Dengan hati kesal, Zahwa menyimpan ponselnya dan berjalan menuju kearah Zain.


"Kenapa gak panggil langsung?" Protes Zahwa dengan mulut yang mengerucut.


"Gak usah dimanyunin juga itu bibirnya. Jadi pingin cium 'kan?" Ucap Zain masih memperhatikan kadis didepannya ini.


"Apaan sih?" Pipi Zahwa merona. " Dasar mesum." Lanjutnya sambil mencibir.


"Sama pacar sendiri juga." Ucap Zain sambil memasangkan helm dikepalai Zahwa dengan perlahan.


Klik. Helm terpasang sempurna.


Bugh bugh.


Zain menepuk dengan sedikit kuat bagian atas helm yang dipakai Zahwa.


Zahwa langsung memelototkan matanya kearah Zain.


Pemuda itu tersenyum hangat. Semoga ini adalah awal kebahagiaan untuk mereka.


"Naik." Perintah Zain.

__ADS_1


Dengan patuh, Zahwa langsung naik ke jok penumpang motor sport Zain. Dengan persiapan sebelumnya Zahwa sudah memakai celana panjang.


Kini kedua pasangan baru itu telah tiba diparkiran sekolah tepat waktu.


Dengan hati - hati Zahwa turun dari boncengan. Dan dengan inisiatifnya, Zain mengulurkan tangannya agar dijadikan pegangan oleh Zahwa. Membukakan helm yang dipakai gadis cantik itu.


Dan adegan manis itu tak luput dari pandangan orang - orang disekitar mereka, tak terkecuali Riska dan Megan.


Dengan rasa kesalnya, Riska mengepalkan kedua tangannya hingga buku - buku jari - jarinya memutih.


"Siyal! Mereka makin dekat. Gue harus cari cara lain buat hancurin hubungan mereka." Tekad Riska semakin kuat untuk menghancurkan hubungan Zahwa dan Zain.


"Lo lihat aja, Wa. Senyum lo itu gak akan bertahan lama." Ucap Riska dengan senyum culasnya.


Sedangkan disisi lain, mata indah seorang Megan mulai berair. "Harusnya gue yang ada disitu." Ucapnya pada dua dayangnya.


Kedua sahabat Megan hanya bisa menepuk pundak ramping itu. Menyalurkan kekuatan pada sang sahabat.


Dikelas.


"Cie cie... Roman - romannya ada yang baru jadian nih?" Rosa menggoda sahabatnya.


"Apaan sih?" Ucap Zahwa dengan wajah yang tersipu malu.


"Cie.... Malu nih ye..." Rosa masih menggoda.


"Apaan sih, Sa?" Kini mata Zahwa sudah melotot, agar sahabatnya itu berhenti untuk menggodanya.


"PJ dong PJ." Pinta Rosa.


"PJ?" Kening Zahwa mengerut. "Apaan tuh?" Tanyanya.


"Masa gak ngerti? Pajak jadian lah. Traktir gitu loh." Sewot Rosa. Kudet sekali sahabatnya ini.


"Hanya 'oh'?" Rosa melongo mendengar jawaban dari Zahwa.


"Jadi?" Tanya Zahwa sambil memiringkan kepalanya.


"Iiisssh. Gak asik. Gelay." Sewot Rosa Ia bangkit dari duduknya dan menuju lapangan karena memang bel sudah berbunyi.


Saat acara baris - berbaris, kedua anak manusia yang sedang dilanda kasmaran tak henti - hentinya saling lirik dan melempar senyum. Padahal jarak keduanya lumayan jauh.


"Udah. Gak usah lihat kesana mulu. Tar keseleo tuh leher. Gak kan lari tuh si Zahwa." Kini giliran Ryo yang menggoda sahabatnya.


Zain menoleh pada sahabatnya. Pemuda itu dengan cepat merubah raut wajah yang tadinya tampak bahagia, kini sudah menjadi raut wajah yang datar. Sedatar papan tripleks.


Dan sepanjang jam pelajaran berlangsung, keduanya pun tak ada hentinya memancarkan wajah bahagia dan berseri - seri. Tanpa Zahwa dan Zain sadari, keduanya menjadi lebih semangat lagi dalam melewati jam pelajaran pertama ini.


Jam istirahat pun tiba. Zahwa dan Rosa menuju ke kantin untuk mengisi perut mereka.


Terdengar suara bisik - bisik saat kedua gadis itu melintas disepanjang koridor. Hingga tiba dikantin pun masih sama. Mereka mendengar bisik - bisik yang menyinggung kedekatan antara Zahwa dengan Zain.


Memang dasarnya Zahwa yang memiliki kecuekan tingkat tinggi, jadi ia hanya merasa masa bodoh dengan ocehan - ocehan orang disekelilingnya.


Dengan tenangnya, ia dan Zahwa melangkah ke tujuannya masing - masing. Zahwa mencari tempat duduk yang nyaman, dan Rosa giliran yang memesan makanan.


Beda Zahwa, beda pula Zain.


Saat ini ia tengah dihadang oleh Megan dan kedua sahabatnya saat hendak menemui Zahwa dikantin.


Dengan gaya cool dan wajah datarnya, ia berdiri dihadapan ketiga gadis yang telah menghadang jalannya dan Ryo.

__ADS_1


"Zain!" Ucapan Megan terjeda sesaat. "Apa benar gosip itu?" Tanya Megan pada Zain.


"Gosip?" Zain menaikan sebelah alisnya.


Megan mengangguk. "Kamu beneran jadian sama cewek miskin itu?" Tanyanya dengan mata yang malang saat menyebut kata 'gadis miskin'.


"Maksud lo siapa?" Tanya Zain tak mengerti.


"Zahwa." Jawab Megan dengan menaikan nada suaranya.


"Bukan urusan, Lo." Zain berucap dengan wajah datarnya. Lalu melanjutkan perjalanannya menemui sang kekasih dikantin.


"Zain!" Panggil Megan. "Aku belum selesai ngomong."


Tanpa memperdulikan panggilan dari Megan, Zain terus berjalan dan diikuti oleh Ryo.


Dengan rasa kesal, Megan menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya.


Ternyata rintangan Zain untuk segera bertemu dengan Zahwa belum usai.


Kini giliran Riska yang menghadang jalannya.


"Zain!" Panggil Riska.


Seakan tuli, Zain tak memperdulikan panggilan dari wanita licik itu.


Tak patah semangat, Riska mengejar Zain dan dengan lancangnya memegang tangan pemuda itu.


Dan dengan kasarnya Zain menghentakkan dengan kasar tangan gadis yang begitu menjijikan baginya. Hingga Riska terpundur dua langkah dari posisinya.


"Jangan lancang!" Bentak Zain dengan aura marahnya. Seketika nyali seorang Riska menciut dibuatnya.


Zain melanjutkan perjalannya. "Banyak bener rintangan gue buat jumpa Zahwa." Gumam Zain pelan tapi masih didengar oleh Ryo.


"Resiko orang ganteng." Celetuk Ryo.


Akhirnya....


Zain sudah duduk tepat dihadapan kekasih hatinya.


Banyak pasang mata yang tengah mengawasi kearah mereka. Namun yang diawasi hanya cuek - cuek saja.


Zahwa yang tengah asyik menyantap bakso dengan kuah merahnya, dan Zain yang selalu menatap Zahwa dengan bibir merah seksinya menahan rasa pedas.


Tangan Zain terulur kearah bibir Zahwa dengan tisu yang digenggamnya. Dengan lembut ia membersihkan noda yang tertinggal disudut bibir gadis cantik itu.


Zahwa hanya tersenyum mendapatkan perlakuan manis itu.


Sedangkan sahabat mereka masing - masing hanya bisa menggelengkan kepala melihat kedua orang yang lagi kasmaran ini.


"Teroosss aja, teroosss." Celetuk Ryo.


"Berasa dunia milik berdua ya, Yo?" Sahut Rosa. Dan mendapat anggukan dari Ryo.


Mendapat sindiran teman - temannya, Zain hanya bersikap masa bodoh, sedangkan Zahwa dengan wajah malu - malunya hanya bisa tertunduk.


Kalau udah cinta yang bicara, tayi kucing jadi rasa keju ya?


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Jangan lupa untuk like, komen dan tambah ke list favorit mu ya.


Bila berkenan bisa berbagi bunga dan kopi buat author, biar tambah semangat buat update.


__ADS_2