Little Daddy

Little Daddy
Chapter 34


__ADS_3

Chapter 34


Happy reading


🍁🍁🍁


Weekend ini digunakan Zain dan Zahwa untuk berlibur bersama Sora. Tak hanya mereka bertiga, ternyata Ryo dan Rosa juga tak ingin ketinggalan untuk ikut liburan sebelum hari Senin mereka melaksanakan ujian yang akan menentukan masa depan pendidikan mereka selanjutnya.


Kali ini mereka memutuskan untuk pergi ke Dufan, untuk memenuhi keinginan lama dari Sora yang belum bisa Zain kabulkan.


Dan inilah saatnya ia mengabulkan permintaan putri kecilnya.


"Wooaahh." Tampak Sora sangat takjub dengan penampakan didepannya saat ini. "Sola suka, Daddy. Nanti main sampai malam ya?" Si kecil Sora tampak antusias.


Zain tersenyum saat melihat putrinya begitu gembira. Ia akan selalu berusaha mengukir senyum indah diwajah putrinya ini.


"Ryo sama Rosa jadi ikut?" Zahwa celingak - celinguk mencari keberadaan kedua teman mereka. Namun yang dicari tak menampakan batang hidungnya.


"Jadi. Masih antri buat masuk." Zain memperlihatkan ponselnya. Zahwa hanya mengangguk sebagai tanggapan.


Memang saat mereka masuk tadi, antrian mulai padat, karena memang mereka datang waktu weekend. Jadi dapat dipastikan akan begitu ramai tempat yang sedang mereka kunjungi saat ini.


"Kita cari tempat berteduh dulu sambil tunggu mereka datang." Zain menarik tangan Zahwa agar mengikutinya dengan sebelah tangannya masih menggendong Sora.


Tak begitu lama, akhirnya yang mereka tunggu - tunggu akhirnya datang juga.


"Gila. Panjang benar antrian masuknya. Gue hampir putus asa buat masuk kemari. Pingin balik aja tadi tuh." Rosa yang baru tiba dan duduk disamping Zahwa pun menggerutu.


"Elo sih, kan udah gue ajak berangkat pagi. Lo nya aja yang lelet. Untung kita naik motor, jadi dijalan masih bisa nyalip waktu macet." Kini Ryo yang menggerutu.


Rosa hanya memanyunkan bibirnya, hingga perhatiannya jatuh pada bocah imut yang ada ditengah - tengah Zahwa dan Zain.


"Hay kakak..." Sora melambaikan tangannya pada Rosa, sebelum gadis itu sempat bertanya.


"Hay..." Spontan Rosa pun melambaikan tangannya. "Siapa nama kamu, cantik?"


"Sola." Jawab bocah itu singkat.


"Sola?" Rosa memiringkan kepalanya.


"Sora, ogeb." Ryo menoyor pelan kepala Rosa. "Tuh bocah masih cadel."


"Gak usah ditoyor juga kali." Bibir Rosa mengerucut. "Cantik banget adik lo, Zain. Sama kayak abangnya." Puji Rosa, yang mendapat hadiah pelototan dari Zahwa.


"Mata lo kenapa, Wa? Mau copot tuh dari tempatnya." Ucap Rosa dengan jahilnya. "Gak usah takut, Zain udah cinta mati kayaknya sama lo."


Mendengar ucapan sang sahabat, Zahwa hanya bisa mendengus kesal.


"Udah ah. Yuk, kita eksplor nih tempat." Ryo melerai kedua gadis itu dan mengajak mereka semua buat menikmati liburan mereka kali ini.


Dengan keantusiasan yang tinggi, kelimanya pun memulai mencoba setiap wahana yang mereka inginkan tanpa melupakan keamanan untuk Sora tentunya.


"Gue pingin naik itu deh." Tunjuk Ryo pada sebuah wahana ekstrim yang disebut tornado.

__ADS_1


"Emang lo berani kalau diputer dan di gulingin disana kayak kambing guling?" Cibir Rosa.


"Gue bukan pengecut. Kalau naik itu mah kecil." Sewot Ryo yang tak terima sedang disepelekan.


"Buktiin dong." Tantang Rosa.


"Ok." Ryo menyambut tantangan itu.


"Eh, eh, eh." Rosa terhunyung ketika lengannya ditarik Ryo.


"Lo juga harus nyobain." Ajak Ryo yang masih menarik tangan Rosa menuju antrian.


"Gak mau, gue." Tolak Rosa sambil mencoba melepaskan cekaklan tangan Ryo.


Ryo menghentikan langkahnya hingga Rosa menabrak punggungnya.


"Lo takut?" Ryo menaikan alisnya.


"E-eng-gak. Siapa yang takut?" Kilah Rosa yang tak mau dianggap cemen oleh Ryo.


"Bagus." Ryo menganggukkan kepalanya. Kemudian menarik Rosa kembali menuju antrian.


Dan demi harga dirinya, mau tak mau Rosa tetap mengekor dibelakang Ryo. Padahal dirinya sudah merasa ketar - ketir sendiri membayangkan ia berada diatas sana dan berteriak tak karuan.


Melihat kedua temannya berdebat dan saling memberi tantangan, Zain dan Zahwa hanya bisa tertawa. Dapat dipastikan nanti wajah keduanya saat turun dari wahana itu.


"Kamu gak mau coba?" Tawar Zain.


Zahwa tampak berfikir sesaat. "Pingin sih. Tapi tar aja kalau mereka udah selesai, kita berdua gantian naik wahana itu. Biar bisa gantian jaga Sora." Tutur Zahwa, dibalas anggukan oleh Zain.


"Gak boleh, sayang. Itu bahaya buat anak kecil." Zain mencoba memberi pengertian pada putrinya.


"Bahaya?" Tanya bocah itu dengan polosnya.


Zain mengangguk membenarkan. "Lihat itu." Tunjuk Zain pada wahana tornado yang sudah mulai beraksi.


Terdengar suara teriakan histeris para pengunjung yang mencoba wahana ekstrim itu. Entah bagaimana kabar kedua teman mereka disana saat ini.


"Iihhh... Selem." Sora begidig ngerih.


"Masih mau naik itu?" Goda Zahwa pada bocah imut itu.


"Gak ah. Takut." Ucapnya. Namun masih memperhatikan wahana itu bergerak.


Setelah mencoba wahana ekstrim itu, kini kelimanya menuju wahana yang aman untuk Sora coba, Zig zag. Ya, wahana berupa mobil mobil yang dapat dinaiki maksimal satu orang dewasa bersama satu anak kecil.


Dan disinilah mereka berada. Duduk dan menyetir pada setiap kemudi wahana tersebut dengan Sora yang didampingi oleh Zahwa.


Mereka begitu menikmati momen - momen liburan ini. Tampak raut wajah yang penuh kegembiraan dari kelimanya.


Dug...


Rosa terhunyung sedikit kedepan saat zig zag yang ia kendalikan diseruduk dari belakang. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Ryo.

__ADS_1


"Iihhh... Ryo! Resek banget sih." Teriak Rosa.


"Hahaha..." Ryo malah tertawa. Kemudian menjauh.


Dug...


"Aaaaaa..." Teriak Sora dan Zahwa berbarengan.


"Ryo!"


"Uncel."


Seru keduanya berbarengan. Ketika giliran mereka yang mendapat kejahilan dari Ryo.


"Hahaha... Wuuulee." Ryo tertawa dan menjulurkan lidahnya pada Sora.


Dug...


"Aduh..." Pekik Ryo. Kini giliran ia yang kena seruduk.


Dug...


Dug...


Dug...


"Woiiii... Zain!" Pekiknya yang mendapatkan serudukan berulang kali Zain.


"Hahaha..." Kini giliran Zain yang tertawa senang.


Seakan tak ingin kalah, kini Ryo mengejar Zain dan membalas temannya itu. Dan terjadilah benturan - benturan yang mereka lakukan satu sama lain.


Dug...


Dug...


Dug...


Dug...


Tampak kedua pemuda itu tertawa bahagia karena berhasil saling membalas.


"Ish ish iiiish... Daddy sama uncel kaya anak kecil." Ucap Sora dengan gaya khas anak - anaknya.


Zahwa hanya bisa tertawa mendengarkan omongan bocah imut ini yang merasa bahwa dirinyalah yang sudah dewasa.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai... aku balik lagi.


Jangan lupa like dan beri komentar kamu ya.

__ADS_1


Thanks udah mampir.


Thanks buat pembaca yang masih setia sampai saat ini. Terus pantengin kisah Little Daddy ya....


__ADS_2