Little Daddy

Little Daddy
Chapter 36


__ADS_3

Chapter 36


Happy reading....


🍁🍁🍁


"Ya. Pernikahan Zahwa dan Dewa akan dilangsungkan sebulan lagi." Ryan menjawab keterkejutan tiga pemuda didepannya dengan pasti.


"Pa!" Protes Zain. Namun Ryan memberi isyarat untuk berhenti.


"Aku gak mau." Bantah Zahwa dengan tegas.


Kini atensi semua orang beralih pada Zahwa.


"Harus, Zahwa." Kini David ikut buka suara. "Karena ini wasiat dari papa kamu."


"Heh? Wasiat?" Zahwa sedikit memiringkan kepalanya.


David mengangguk. "Bukankah ayah sudah pernah bicarakan hal ini dengan mu?"


"Apa Zahwa meng-iya-kan?" Zahwa balik bertanya.


Memang pada saat pembicaraan itu Zahwa sama sekali tak memberikan tanggapannya.


"Zahwa akan menikah dengan lelaki yang Zahwa cintai dan mencintai Zahwa, Yah. Yaitu Zain. Kami sudah sepakat sebelumnya dan sudah membicarakan hal ini." Ucap Zahwa dengan ekspresi yang mulai datar.


"Tapi wasiat papa kamu, kamu harus menikah dengan keturunan keluarga Malik." David masih mencoba membujuk putri angkatnya.


"Memang aku akan menikah dengan keturunan keluarga Malik, bukan?" Zahwa memindai satu persatu orang yang ada disana. "Kalian lupa bahwa Zain keturunan keluarga Malik?"


Para orang tua disana menarik nafasnya dalam - dalam.


"Apa Zain bukan putra kandung keluarga Malik?" Entah mengapa pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut gadis itu.


"Tentu saja Zain putra kandung keluarga Malik." Sahut Ayumi cepat.


Sedari awal ia tahu, bahwa Zahwa lah yang akan dijodohkan dengan Dewa, ia sangat tidak setuju. Karena Ayumi tahu putra bungsunya sungguh menyukai gadis itu. Tapi suaminya bersi keras bahwa Dewa-lah yang akan dijodohkan dengan gadis itu.


"Zahwa!" Ryan menarik nafasnya. "Kamu harus menikahi Dewa, agar kamu bisa langsung mengambil alih perusahaan papa kamu dari tangan saudara tiri papamu, Nak."


"Perusahaan? Zahwa gak perduli dengan itu. Karena perusahaan dan harta keluarga Marin, Zahwa jadi kehilangan keluarga yang Zahwa miliki.


"Zahwa!" Kini Lily ikut bersuara. Mencoba menenangkan putrinya itu.


"Keputusan Zahwa sudah bulat, Bu. Zahwa udah kehilangan papa dan mama karena harta itu, dan sekarang Zahwa harus kehilangan Zain dan Sora lagi karena harta itu juga?" Ucap Zahwa dengan suara bergetar dan menatap sang ibu dengan mata berkaca - kaca menahan tangisnya. "Zahwa gak mau." Zahwa menggeleng lemah.


Melihat gadisnya yang menahan tangisnya, Zain langsung memeluk Zahwa. Walaupun ia tak bisa merasakan apa yang Zahwa rasakan, tapi ia juga pernah kehilangan seseorang yang sangat penting untuk putrinya.


"Kami akan tetap menikah, dengan atau tanpa persetujuan dari keluarga. Karena ini hidup kami, dan kami lah yang akan menjalaninya." Ucap Zain dengan tatapan datar dan tak kalah dingin dari raut wajah Ryan yang mulai berubah.

__ADS_1


"Kamu jangan gegabah Zain. Kamu belum mumpuni buat melindungi Zahwa." Ucap Ryan.


"Jadi menurut Papa, Dewa lebih mampu buat melindungi Zahwa?" Zain mulai mendebat sang papa.


"Ya." Jawab Ryan.


"Oh ya?" Zain menaikan sebelah alisnya. "Apa lelaki egois ini, yang rela menghancurkan masa depan adik dan kekasihnya bisa menjaga Zahwa dari orang licik yang mengincar kekayaan keluarga Marin?"


Ryan tak bisa menjawab. Memang putra sulungnya ini terlalu egois hingga saat ini. "Tapi bagaimana dengan perusa,-"


"Zahwa akan lepaskan, Om." Zahwa langsung memotong ucapan Ryan.


"Kamu yakin, Wa?" Tanya Lily untuk memastikan lagi.


"Yakin. Zahwa gak mau kehilangan orang yang Zahwa sayang lagi karena perusahaan itu. Lagi pula perusahaan itu saat ini sedang bermasalah bukan? Mungkin sebentar lagi juga akan bangkrut."


"Dari mana kamu tahu?" Tanya Ryan.


"Om lupa aku anak siapa? Bukan tanpa alasan aku kekeh minta sekolah disini, dan rela bersusah payah disini sendiri."


Lagi - lagi Ryan menarik nafasnya. Ternyata gadis ini tak dapat diremehkan.


"Aku dan Zahwa akan memulai semua dari nol. Dan tanpa campur tangan dari orang tua."


"Kamu serius, Zain?" Ryan memberi tatapan intimidasi pada si bungsu.


"Yakin. Bukannya selama ini aku sudah membuktikannya? Hanya masalah Sora saja, aku masih membutuhkan bantuan mama. Dan saat aku menikahi Zahwa, akan kupastikan aku tak akan merepotkan kalian lagi."


Ya memang benar, putra bungsunya ini lebih bisa diandalkan bila masalah kemandirian.


"Baiklah jika itu keinginan kalian." Kini Ryan sudah pasrah. "Bagaimana Ma, David, Lily?"


"Mau bagaimana lagi. Nona muda sudah memutuskan." David mengangkat kedua bahunya. Sedangkan kedua wanita dewasa itu hanya tersenyum dan mengangguk.


"Baiklah. Sebulan lagi pernikahan akan dilangsungkan." Putus Ryan.


Tampak wajah bahagia dari sepasang kekasih didepan mereka. Akhirnya mereka tak akan terpisah dengan adanya perjodohan ini.


"Akhirnya..." Seru Dewa yang membuat ia mendapat tatapan penuh tanya dari orang disekitarnya.


"Apa?" Tanyanya pada semua orang.


"Begitu senangkah dirimu bisa terbebas dari perjodohan ini?" Tanya Ryan sambil bersedekap dada.


"Tentu. Aku masih ingin bebas tanpa harus diributkan dengan yang namanya berumah tangga. Aku masih ingin berpetualang." Jawab Dewa begitu entengnya.


"Dasar kau ini." Desis Ryan.


Dan sebelum mendapatkan amukan dari sang papa, Dewa cepat berlari meninggalkan pertemuan keluarga itu.

__ADS_1


"Semoga kamu selalu bahagia, adikku." Gumam Dewa saat melihat kebahagiaan terpancar dari wajah tampan Zain.


****


"Apa ini Om?" Tanya Zahwa pada map berwarna hijau yang disodorkan Ryan padanya.


"Itu aset yang sempat papamu titipkan pada Om sebelum kejadian naas itu terjadi."


"Aset papa?" Zahwa memastikan kembali.


"Ya. Papa kamu menitipkan itu pada Om, setelah ia mengetahui rencana busuk Bastian untuk menyingkirkan kalian."


Ryan masih mengingat dengan jelas wajah kalut sahabatnya saat itu.


"Bukan aku tak bisa melindungi anak dan istriku. Tapi kamu tahu sendiri liciknya seorang Bastian 'kan, Yan?"


"Kamu sudah tahu rencana pria itu, seharusnya kamu sudah bisa mengatasinya 'kan?" Sahut Ryan.


"Aku hanya sekedar berjaga saja, jika aku tak selamat, setidaknya anakku tak merasa terlalu kesusahan dikehidupannya nanti. Jadi aku titip aset ini padamu dan berikan pada putriku saat usianya menginjak 18 tahun."


Ryan menerima map hijau itu dari papa Zahwa.


"Dan berjanjilah, lindungi dan jaga putriku bila aku tak selamat."


Ryan menatap wajah sendu sahabatnya itu. Sebegitu putus asa kah dia menghadapi seorang Bastian yang tak pernah lelah mengacaukan hidupnya?


"Maaf jika Om baru bisa menemukanmu sekarang. Saat kejadian itu terjadi, bertepatan saat om dan keluarga berada di Turki, untuk mengunjungi kakek dan nenek Zain." Ryan menarik nafasnya. "Dan saat kami kembali, semua sudah menjadi kacau. Perusahaan papamu sudah dikuasai oleh Bastian, dan ditambah dengan menghilangnya dirimu sebagai ahli waris tunggal."


Ryan tersenyum kearah zahwa. "David terlalu pintar menyembunyikan mu."ucapnya terjeda sesaat. "Tapi om bersyukur, David bisa mendidik mu menjadi gadis kuat dan tangguh."


Zahwa mengangguk, membenarkan ucapan Ryan. Bukan tanpa alasan ayah angkatnya itu mendidiknya sebegitu kerasnya sampai saat ini.


"Jadi?"


"Jadi?" Beo Zahwa yang tak mengerti maksud Ryan.


"Kamu benar - benar serius ingin menjadi ibu sambung Sora?"


Mendapat pertanyaan itu, wajah Zahwa seketika memanas. Itu berarti ia harus menjadi istri dari seorang Zain Malik.


Dengan wajah tertunduk malu, Zahwa menganggukkan kepalanya tanda setuju.


...****************...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jangan lupa like dan komennya ya.


Thanks udah setia buat tunggu update 'Little Daddy'

__ADS_1


Selamat menunaikan ibadah puasa buat yang menjalankannya.


__ADS_2