Love Or Obsession?

Love Or Obsession?
Cintai Dia


__ADS_3

Yoongi terkejut oleh kedatangan Jungkook di pagi hari, pria itu turut serta membawa Bam dan dibiarkan bermain bersama anjingnya.


"Apa aku mengganggumu, Yoongi-hyeong?"


"Tidak. Ada apa?"


"Aku hanya ingin mengunjungi mu, bukankah aku selalu kesini tanpa tujuan?"


Yoongi mengangguk, membenarkan ucapan Jungkook. Hanya saja karena kejadian kemarin ia mengira Jungkook kesini karena alasan tertentu. Syukurlah jika bayi berotot nya tidak berubah.


"Ada susu pisang di kulkas. Aku akan mandi dulu."


"Oke!"


Sepeninggal Yoongi, Jungkook mengambil beberapa botol susu pisang di kulkas. Pria Min itu memang selalu menyetok susu kesukaannya di rumah, untuk persiapan jika sewaktu-waktu Jungkook datang berkunjung.


Pemuda itu juga sempat mengambil sebatang wortel segar dan langsung menggigit ujung nya.


Lima belas menit yang Yoongi butuhkan untuk membersihkan tubuhnya, kini pria itu sudah memakai setelan rumahannya. Berjalan menghampiri Jungkook yang masih setia duduk di sofa sembari mengawasi dua anjing berbeda ukuran itu.


"Aku yakin kau kesini memiliki tujuan." Ucap Yoongi.


"Kapan kau berubah serius saat denganku, Hyung?"


Pria berkulit putih itu tidak menjawab, memang jika dengan si bungsu dia tidak pernah bersikap serius dan menyebalkan. Seolah hanya Jungkook lah yang mampu membuat sifat dinginnya mencair. Yang lainnya mana berani berbuat seperti yang Jungkook lakukan pada Yoongi, karena jika mereka berani maka Yoongi akan langsung mengumpati mereka.


Jungkook sendiri memang memiliki maksud untuk datang kesini. Sebelumnya ia memang berencana berpamitan pada Hyung kesayangannya ini karena dia akan ke Busan. Dan dia juga sudah berpamitan pada Taehyung sebelum kemari.


Taehyung sempat memprotes sebab itu berarti dia akan kesepian. Park Jimin beberapa hari lalu juga ke Busan dan sekarang Jungkook ingin menyusul. Meski Taehyung sempat menunjukkan ekspresi sedihnya tetap saja Jungkook tidak merubah keputusannya.


"Baiklah. Aku hanya ingin meminta maaf." Ucap Jungkook pada akhirnya.


"Hanya itu? Aku tidak pernah menganggap mu salah." jawab Yoongi.


"Sebenarnya aku juga ingin minta tolong padamu."


"Apa?"


Jungkook menghela nafasnya sejenak dan menatap kedua anjing yang tengah bermain di depan mereka. Yoongi berpikir apa mungkin pemuda itu ingin menitipkan Bam disini?

__ADS_1


"Tolong jaga dia untukku."


"Siapa yang kau maksud? Bam?"


Jungkook menggeleng pelan, "Ji-eun noona. Tolong jaga dia untukku."


Yoongi menggaruk alisnya, "Aku akan menjaganya, bukankah itu yang tertulis dalam perjanjian?"


Jungkook kembali menggeleng. Bukan itu yang ia maksud.


"Aku ingin kau menjaganya sebagai kekasih, bukan karena perjanjian konyol kalian."


Keduanya saling terdiam dengan isi kepala masing-masing. Tidak ada yang tahu apa yang tengah di pikirkan oleh keduanya. Yoongi sendiri sejujurnya tak paham dengan maksud Jungkook, namun pria itu tetap diam membiarkan Jungkook menjelaskan.


"Cintai dia, Hyung." Ucap Jungkook.


Berat sekali rasanya jika harus berkata seperti itu. Meski dia sudah tahu bahwa hubungan mereka hanya kepalsuan dan bertujuan untuk bekerjasama namun siapa yang bisa menjamin jika keduanya tidak akan merasakan jatuh cinta?


Dan meskipun Yoongi telah mengatakan bahwa Jungkook masih bebas mendekati Ji-eun tapi rasanya percuma saja. Karena mau bagaimana pun berada di tengah-tengah hubungan sepasang kekasih itu tidak akan memberikan hal baik.


"Aku tidak bisa. Aku hanya memanfaatkan dia untuk melupakan seseorang." Jawab Yoongi.


"Tapi kau tidak akan bisa melupakan seseorang tanpa mencintai orang lain, Hyung."


"Maksudmu, kau memintaku mencintai Ji-eun untuk melupakan seseorang? Bukankah itu sama saja menjadikannya pelarian? Kau ingin gadis yang kau sukai seperti itu?"


Yoongi menggelengkan kepalanya tidak percaya, bagaimana bisa adiknya berpikiran seperti itu. Dia tidak ingin melukai perasaan orang lain hanya untuk menyembuhkan perasaannya. Lebih baik dia merasakan kesakitan sendirian daripada harus mematahkan hati seorang gadis lain.


Dia bukan pria yang seperti itu. Perjanjian ini ada hanya karena mereka saling membutuhkan.


"Tidak ada yang tahu kedepannya jika kau tidak mencobanya. Aku yakin kau pun nanti akan memiliki perasaan pada Ji-eun."


"Aku bisa melakukan apapun untukmu Jung, tapi tidak untuk hal itu. Maafkan aku." Tolak Yoongi.


"Ku mohon, pikirkan sekali saja. Jika kau benar-benar tidak bisa maka aku tidak akan memaksa, dan jangan pernah menyakitinya jika kau tidak bisa mencintainya. Karena jika itu terjadi, sama saja kau melukai perasaan ku."


Jungkook bangkit dari duduknya, menghampiri Bam dan mengajak anjing itu pulang. Sebelum benar-benar pergi, Jungkook sempat menghentikan langkahnya di ambang pintu.


"Aku akan pergi ke Busan dan mungkin beberapa hari ke depan aku tidak bisa mengunjungimu. Jaga kesehatanmu, Yoongi-hyeong. Aku menyayangimu." Setelah mengucapkan itu, Jungkook benar-benar keluar dari rumah Yoongi.

__ADS_1


Yoongi masih terdiam ketika Jungkook mengatakan akan pergi ke kampung halamannya. Pria itu masih memikirkan kenapa adiknya itu meminta hal demikian, sementara dia tentu saja tidak bisa melakukannya.


Tapi tampaknya pria itu tidak terlalu memikirkannya, ia yakin jika Jungkook hanya masih merasa kecewa saja dengannya. Oleh sebab itu mungkin saja pemuda itu hanya berbicara asal.


•••


Jungkook tiba di Busan pada sore hari. Pria itu pulang bersama ibunya yang memang menemaninya tinggal di Seoul. Sementara ayah dan adik lelakinya ada di rumah.


Belum sampai pemuda itu menginjakkan kaki di teras rumahnya, seorang gadis muncul dan membuatnya sempat terkejut.


"Oppa!" Seru sang gadis.


Jungkook mendesah pelan, ingin mengabaikan gadis itu namun tidak bisa sebab ibunya sudah menatapnya tajam.


"Kau kembali ke Busan?" Tanya sang gadis.


"Memangnya tidak boleh? Aku mempunyai rumah disini." Sarkas Jungkook.


"Jeon!" Tegur ibunya.


"Aku berbicara benar Bu, kita mempunyai rumah disini kenapa dia melarang kita kemari." Bela Jungkook.


"Aku tidak melarang, aku hanya bertanya. Benarkan bibi?" Suzy beralih menatap Nyonya Jeon.


"Terserah kau saja."


Jungkook yang pada dasarnya memang tengah kelelahan akibat perjalanan dari Seoul menuju Busan itu memilih untuk masuk kedalam rumah. Sementara dua orang wanita yang ada di luar rumah hanya menatap maklum pada tingkah pemuda itu.


"Kau ingin mampir, Suzy?" Ucap Nyonya Jeon.


"Ah tidak perlu, bibi. Aku akan kembali nanti saja, sebenarnya aku hanya mampir dan harus membeli sesuatu di minimarket depan." Ucap gadis yang di panggil Suzy itu.


"Baiklah, hati-hati. Kalau begitu bibi masuk dulu."


"Silahkan bibi."


Suzy melirik kearah balkon yang berada tepat di atas kepalanya itu, seseorang tengah melihatnya dengan raut wajah yang masam. Tak lama kemudian orang itu kembali masuk ke dalam kamar dan hal itu membuat Suzy terkekeh geli.


"Kau tidak berubah, oppa." Gumamnya.

__ADS_1


__ADS_2