Love Or Obsession?

Love Or Obsession?
Kekecewaan Jungkook


__ADS_3

Yoongi tengah berada di kandang Holly untuk memberinya makan. Rencananya, mereka akan berjalan-jalan sekitar komplek. Meski salju masih menutupi jalanan, tidak membuat keduanya kecewa.


Holly nampak bersemangat sekali diajak bepergian, anjing itu memang sangat kesepian karena Yoongi yang selalu sibuk dengan pekerjaannya. Mungkin jika pria itu memelihara satu anjing lagi, Holly akan memiliki teman yang bisa diajak main sepanjang hari.


Sayangnya Yoongi tidak ingin. Dia hanya memelihara Holly dan tidak akan ada anjing lain.


"Pakai dulu jaketmu, diluar sangat dingin. Meski tubuhmu dipenuhi rambut, kau tetap akan membeku jika tidak memakai baju tebal." Ucap Yoongi pada anjingnya.


Sesayang itu Yoongi pada anjingnya. Dia yang dulu tidak menyukai anjing dan tidak pernah berpikir untuk memeliharanya, nyatanya kini malah menjadi sosok pecinta anjing.


Anjing poodle itu pun menggonggong kecil, tanda jika dia sangat bergembira. Dengan baju anjing yang dihiasi dengan bulu-bulu membuatnya tampak semakin menggemaskan.


"Baiklah, ayo kita berangkat!"


Yoongi memasangkan tali kalung di leher Holly agar anjing itu tidak lepas dari jangkauan nya. Dan saat berbalik--


"Ah shiball! Kau mengagetkanku, bocah!" Seru Yoongi kesal.


Bagaimana tidak , saat ia berbalik, Jungkook sudah berdiri di depannya. Jeon Jungkook memang anggota termuda di kumpulan nya. Tapi badannya sangat kekar berotot meski tidak terlalu tinggi. Tentu Yoongi akan kaget jika bocah itu muncul tiba-tiba. Yang modelan pria biasa saja pasti membuatnya terjingkat, apalagi yang kekar.


Bugh!


Alih-alih meminta maaf atau menampilkan wajah imutnya, Jungkook justru melayangkan kepalan tangannya ke wajah Yoongi. Yoongi yang belum siap dibuat terhuyung kebelakang, untung kakinya merespon dengan baik sehingga tidak sampai terjungkal.


Darah segar mengalir di sudut bibirnya, disertai rasa perih akibat bibir yang sobek. Sudah dikatakan jika bayi itu memiliki otot yang kekar, pastilah tenaganya tidak main-main.


Yoongi bisa melihat amarah di wajah Jeon Jungkook, meski masih terlihat sedikit menggemaskan. Bayi tetaplah bayi, marahpun akan terlihat menggemaskan. Meski begitu, Yoongi bisa melihat amarah di manik hitamnya.


"Kau datang kesini dan langsung memukulku? Kau mabuk?" Ucap Yoongi tenang. Dia mencoba untuk tidak terpancing meski rahangnya terasa sakit.


"Aku tidak peduli! Kenapa Hyung tega padaku? Kenapa melakukan itu? Hyung lupa pada permintaanku tempo lalu?" Cecar Jungkook.


"Hei, tenangkan dirimu. Tidak usah berbasa-basi, katakan apa masalahmu."

__ADS_1


Yoongi jelas tidak tahu apa yang membuat adik bungsunya ini tiba-tiba menyerangnya. Padahal biasanya Jeon Jungkook tak pernah merasa kurang ajar pada Yoongi. Dan sekarang tanpa alasan yang jelas dan tanpa kabar, pemuda itu datang membawa amarah untuk dilampiaskan padanya.


Siapa yang tidak marah jika diserang secara mendadak. Untung saja dia yang diserang, jika orang lain pasti bayi besar itu akan terkena masalah.


Jungkook tidak menjawab, pemuda itu merogoh kantongnya dan menunjukkan ponselnya. Sebuah rekaman di putar dalam volume yang keras sehingga Yoongi bisa mendengarnya.


Dahi Yoongi mengerut, belum bisa mencerna apa yang sedang Jungkook tunjukan. Namun perlahan kerutan itu menghilang. Pria itu terkejut, namun masih mempertahankan wajah datarnya.


Jeon Jungkook mematikan rekaman suara yang di tunjukkan pada Yoongi, dan kembali mengantongi ponselnya. Manik mata hitam itu menatap Yoongi penuh kekecewaan. Dan Yoongi tahu itu.


"Kau.."


"Sudah ku katakan, jika kau tidak bisa mencintainya jangan sakiti dia!"


Bugh!


Bugh!


Pukulan kembali mendarat di rahang Yoongi, namun pria itu tidak tinggal diam dengan membalas memukul rahang adiknya itu.


Jeon Jungkook terdiam, dia memang tidak tahu hubungan keduanya. Sebenarnya dia juga sedikit ragu kenapa Yoongi bisa merusak Ji-eun, mengingat pria itu selalu menghormati setiap wanita.


Dan bukankah mereka tidak saling mencintai? Kenapa bisa jadi seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi? Jungkook terus bertanya-tanya dalam hati.


"Sudah berpikir? Pulanglah. Urus urusanmu sendiri." Ucap Yoongi dengan tenang. Biar bagaimanapun, Jungkook adalah adiknya. Dia tidak ingin berbuat kasar lebih dari barusan meski tak dipungkiri dia merasakan emosi.


"Aku kecewa padamu, Hyung."


Jungkook langsung pergi dari hadapan Yoongi, meninggalkan pria itu dalam keadaan terheran. Dia masih berpikir, Benarkah isi dari rekaman itu adalah suara Ji-eun?


Apa yang harus dia lakukan? Kenapa gadis itu tidak mengatakan apapun padanya? Bukankah seharusnya gadis itu menemuinya untuk meminta pertanggungjawaban? Sudah dikatakan bukan dia akan bersedia untuk bertanggungjawab jika sesuatu terjadi pada sang gadis.


Yoongi menyugar rambutnya, pria itu merasa frustasi sekarang. Baru saja hendak bersenang-senang, ada saja masalah yang menghampiri. Kenapa hidupnya jadi serumit ini?

__ADS_1


"Arghh!" Jerit Yoongi, membuat Holly terkejut dan menggeram.


"Maaf."


Pria bermarga Min itu duduk di teras samping rumah. Niatnya untuk membawa Holly jalan-jalan entah akan dilanjutkan atau tidak. Jika tidak, maka anjingnya akan kecewa. Tapi dia juga tidak bisa bersenang-senang dengan pikiran pusing seperti ini.


Kenapa saat dia hendak bersenang-senang selalu saja ada masalah yang menghampiri. Apa hidupnya memang tidak boleh bahagia?


"Kau masih ingin jalan-jalan?" Tanya Yoongi pada anjingnya.


Holly tidak menunjukkan ekspresi apapun, anjing kecil itu justru mendapatkan tubuhnya di atas pangkuan Yoongi yang sedang terduduk. Melihat itu, Yoongi langsung mengelus bulu coklat Holly yang keriting.


Mereka sama-sama terdiam, tidak berminat melakukan hal apapun. Namun kemudian, ponsel Yoongi berdering. Pria itu merogoh saku celananya dan melihat nama yang terpampang di layar. Tertera nama sang ayah di sana, nama yang jarang sekali muncul di daftar panggilan.


"Ya?"


Yoongi langsung menegang ketika ayahnya mulai berbicara. Tanpa menyahut ia menutup telepon itu dan langsung berlari ke dalam rumah.


•••


Bae Suzy terlihat sedang berada di teras rumah. Menikmati udara dingin dan setumpuk salju yang ada di pekarangan rumahnya.


Setiap hari, itulah yang dia lakukan tanpa ada kegiatan lain. Jika biasanya dia akan pergi ke kediaman Jeon Jungkook, kali ini tidak. Tepatnya sejak satu bulan yang lalu.


Setelah Jungkook melarangnya untuk menemui pemuda itu lagi, Suzy benar-benar menurutinya. Sekarang kegiatannya hanya berdiam diri di rumah.


"Biasanya kita akan bermain lempar salju saat musim salju tiba. Kau selalu kesal dan menguburku dalam benda putih itu." Gumam Suzy terkekeh.


Ingatannya kembali saat dia masih berusia lima belas tahun. Saat itu Suzy mengajak Jungkook untuk membuat patung boneka salju namun pemuda itu menolaknya.


Karena Suzy terus memaksa, alhasil Jungkook menyetujuinya. Namun yang terjadi, justru Suzy yang dibuat menjadi patung salju. Jungkook merasa puas dengan itu, namun keesokan harinya Suzy justru demam karena kedinginan.


Dan saat itulah Jungkook bersikap manis dengan merawat gadis itu hingga sembuh. Sayang sekali, setelah Suzy sembuh Jungkook kembali cuek pada Suzy seperti biasanya.

__ADS_1


Hampir setiap tahun ketika musim salju tiba mereka akan bersikap seperti itu. Jungkook akan mengubur Suzy dalam salju dan berakhir merawatnya. Meski sudah berkali-kali seperti itu, mereka tetap melakukannya seolah menjadi hal wajib.


Suzy menghela nafasnya dan tersenyum tipis. "Hah! Aku merindukanmu Oppa."


__ADS_2