Love Or Obsession?

Love Or Obsession?
Pulang


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir mereka bersama. Setelah menghabiskan beberapa hari di asrama, mereka harus kembali ke rutinitas masing-masing yang dilakukan berjauhan.


Seokjin dan Hoseok tidak bisa meninggalkan perusahaan mereka lebih lama lagi, sementara Namjoon akan kembali di sibukkan dengan memproduseri musik.


Hanya tersisa Park Jimin,  Kim Taehyung dan Jeon Jungkook yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau lebih santai. Namun Jimin dan Jungkook memilih kembali ke Busan untuk sementara waktu.


Karena tidak ada teman di kota, maka Taehyung pun memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Mungkin dia akan membantu mengurus bisnis yang ada di sana, dan Bongsoon juga ada pelatihan di luar negeri sehingga tidak ada pilihan lan selain pulang.


Pagi ini, mereka bertujuh sudah siap dengan mobil  masing-masing.  Namjoon akan menumpang dengan Seokjin karena arah rumahnya sama dengan jalan yang akan pria itu lewati dan juga dia tidak pandai mengendarai kendaraan roda empat itu. Jungkook dan Jimin akan pergi bersama karena rumah mereka berdekatan.


"Kau mau menumpang mobil ku, Taehyung-ie?" Tawar Hoseok. Jarak dari Daegu ke Gwangju tidak terlalu jauh.


"Sepertinya tidak, hyung. Aku akan ikut Yoongi-hyeong saja."


"Oh baiklah. Aku akan pergi terlebih dahulu, sampai jumpa di lain waktu." Pamit Hoseok.


Semuanya melambai seiring perginya mobil Porsche milik Hoseok dan kemudian di susul oleh mobil Lamborghini milik Seokjin. Sementara Jungkook dan Jimin menunggu Yoongi yang belum selesai berkemas.


Tak lama kemudian Yoongi dan Ji-eun keluar dengan bergandengan tangan. Mereka memang tidak membawa apapun, semua pakaian dan keperluan mereka ada di dalam asrama.


"Mereka sudah pergi?" Tanya Yoongi.


"Sudah. Kau tahu peraturannya, hyung?" Ucap Taehyung yang dibalas gumaman oleh Yoongi.


"Oke bagus." Taehyung berjalan menuju mobil milik Yoongi. Mobil keluaran negaranya sendiri.


Pria bermarga Min itu tidak keberatan sama sekali. Sudah hal biasa baginya ketika Taehyung menumpang pulang. Hubungan keduanya sudah seperti saudara, apalagi mereka berasal dari kota yang sama. Seperti layaknya Jimin dan Jungkook.


Setelah memastikan keadaan tidak berantakan, mereka berlima pun pergi. Jungkook dan Jimin mengikuti mobil hyungnya dari belakang, dan mereka akan berpisah di Gyeongsan untuk menuju kotanya masing-masing.


Sepanjang perjalanan,  tidak ada percakapan di mobil Yoongi. Yoongi yang fokus pada jalanan sementara Taehyung asik dengan ponselnya. Dan Ji-eun memilih tidur karena perjalanan mereka akan memakan waktu yang cukup lama.


Sebenarnya bukan tidur melainkan ketiduran dan Yoongi sengaja tidak membangunkannya. Ji-eun sering mengeluh lemas dan lelah, itu sebabnya gadis itu lebih banyak tidur meski baru bangun beberapa jam yang lalu.


Meski begitu, Ji-eun tidur tidak akan lama. Hanya beberapa menit saja dan akan terbangun karena merasa lapar.


Berbeda dengan mobil Yoongi yang damai dan tenang, di mobil belakang tepatnya mobil Jungkook, keadaannya jauh dari kata tenang.  Mereka menyalakan musik di mobil dengan suara kencang lalu bernyanyi bersama.


Lagu dari Bea Miller yang berjudul Feel Something mengalun merdu dari bibir mereka.


I just wanna feel something, I just wanna feel 


I just wanna feel something, I just wanna feel 


Something really real so that I can really 

__ADS_1


Feel like a person again 


I just wanna feel something, I just wanna feel


I just wanna feel something, I just wanna feel 


Something really real so that I can really 


Feel like a person again


Suara kendaraan yang lalu lalang benar-benar tertelan oleh konser dadakan mereka. Keduanya tampak menghayati lagu kesukaan pemuda Jeon itu.


Sebuah lagu yang memiliki makna tentang seseorang yang belum pernah merasakan jatuh cinta karena sibuk dengan karirnya.  Sangat menggambarkan diri mereka sekali.


Can you tell me a secret? 


Can you tell me what's wrong with me? 


I know I should be angry 


But I can barely feel a fuckin' thing 


Can you tell me a secret? Can you tell me what's wrong with me? 


Can you tell me what's wrong with me?


"Benar. Kita tidak sempat memikirkan cinta karena sibuk bekerja."


"Kau pernah merasakan cinta?" Tanya Jimin dan Jungkook menggeleng.


Dia memang tidak pernah menjalin cinta dengan siapapun sebab para hyungnya selalu melarang.


"Lalu bagaimana dengan Suzy?"


Jeon Jungkook mengerutkan dahinya,  "memangnya apa hubungannya dengan Suzy?"


"Dia selalu mengganggu mu. Aku rasa dia menyukaimu. "


"Bukan urusan ku. Aku lebih suka jika dia membenciku. "


Tentang Suzy, sudah beberapa bulan ini dirinya tidak bertemu dengan gadis itu. Biasanya jika dia pulang, Suzy pasti akan tahu dan menemuinya di rumah.


Tapi kemarin dia sempat pulang ke Busan beberapa kali,  namun gadis itu tidak datang ke rumahnya. Selain itu, juga tidak ada kabar  terbaru dari Suzy. Padahal gadis itu termasuk aktif di sosial media.


Semenjak kejadian dia mengusir dan membentuk Suzy, gadis itu memang menuruti perkataannya untuk tidak menemuinya lagi. Tidak disangka jika gadis itu benar-benar menurut, tidak bebal seperti biasanya.

__ADS_1


Sebab, dulu dia juga sering berkata seperti itu pada Suzy namun tidak diindahkan oleh sang gadis. Terkadang Jungkook merasa bersalah sebab membentak Suzy waktu itu, tapi semua karena kesalahannya.


"Jung? Jungkookie?" Jimin memanggil Jungkook yang terlihat melalui. Beruntung bukan pemuda itu yang menyetir.


"Jungkookie!"


"Ya?"


"Kau melamun. Ada apa? Kau teringat Suzy?" Ejek Jimin.


Jimin bisa menebak jika adiknya ini memang memiliki perasaan pada gadis yang mengusiknya sejak kecil. Namun yang namanya Jungkook, kalah dengan gengsinya yang setinggi langit.


"Tidak ada. Aku mengantuk, ingin tidur." Ucap Jungkook mengelak.


Park Jimin tertawa melihat wajah Jungkook yang gugur dan telinganya memerah. Sudah jelas jika pemuda itu memang memikirkan gadisnya. Rasanya Jimin tidak bisa berhenti tertawa karena Jungkook dan gengsinya.


°°°


Setelah menghabiskan waktu di perjalanan selama tiga jam lebih, mereka akhirnya tiba di Daegu.  Yoongi mengantarkan Taehyung terlebih dahulu sebelum pulang ke rumahnya. Dia tidak berniat pulang ke rumah orang tuanya sebab merasa lelah.


Mereka pasti akan banyak bicara dan itu akan membuat Ji-eun merasa tidak nyaman. Setidaknya mereka beristirahat terlebih dahulu sebelum kesana.


Mobil tiba di depan rumah mewah berlantai tiga. Bangunan ini di dominasi oleh  cat berwarna monokrom, warna kesukaan Yoongi. Gerbang dibuka oleh salah satu penjaga yang menjaga dan mengurus rumah ini, sebelum kesini Yoongi memang sudah berkata jika dirinya akan mengunjungi rumah utama.


Ji-eun menggeliat, mengerjapkan matanya perlahan untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retinanya. Pemandangan yang pertama ia lihat adalah suaminya yang tengah tersenyum ke arahnya,  dengan siku yang menyender pada kemudi.


"Kau bangun tepat sekali." Ucap Yoongi.


"Apa kita sudah sampai?" Ji-eun bahkan baru sadar jika mobil sudah dalam keadaan berhenti.


"Hem. Ayo keluar."


Yoongi dan Ji-eun keluar dari mobil. Gadis bermarga Lee itu benar-benar tidak percaya pada apa yang dilihatnya.  Rumah di depannya, lebih mewah dari rumah miliknya dan rumah Yoongi yang  berada di Seoul.


"Apa ini rumahmu?" Tanya Ji-eun ragu. Mungkin saja mereka mampir ke rumah saudara Yoongi, atau mungkin ini adalah rumah orangtua pria itu.


"Bukan."


"Lalu rumah siapa? Untuk apa kita kemari?"


Yoongi benar-benar gemar pada ekspresi bingung istrinya yang terlihat menggemaskan.  Rasanya ingin membantingnya ke kasur dan menghabisinya, membuat gadis itu mendesah dan menyebut namanya.


Tapi dia tidak segila itu. Istrinya pasti sangat kelelahan sekarang.  Alhasil, Yoongi hanya mampu mencubit gemar hidung mungil Ji-eun.


"Ini bukan rumahku,  tapi rumah kita. Ayo masuk."

__ADS_1


__ADS_2