
Suzy masih tidak mengerti kenapa Jungkook bersikap aneh. Biasanya pria bergigi kelinci itu tidak peduli pada apa yang dia lakukan. Tapi kali ini Jungkook terlihat marah dan sangat kesal. Suzy sendiri tidak tahu dimana letak kesalahannya, dan sepertinya dia memang tidak menganggu Jungkook.
Saat ditanya pun, Jungkook memilih diam. Bahkan saat Suzy teru berbicara dan mendesaknya pria itu tidak memarahinya. Hanya berlalu sembari menutup telinganya. Apa ini? Bukankah Jungkook selalu kesal jika dia berisik.
"Ada apa?" Tanya Jimin saat mendapati Suzy terus menatap Jungkook yang sibuk memberi makan ikan. Sementara keduanya berada di teras belakang rumah yang jaraknya sedikit jauh.
"Pria itu aneh sekali." Jawab Suzy.
"Bukankah dia memang aneh?" Jimin terkekeh.
Mau tak mau Suzy ikut terkekeh. Ya, kookie nya memang aneh dan sulit di tebak. Seperti sekarang ini, dia bahkan tak bisa menebak kenapa Jungkook bersikap seperti itu padanya.
Suzy melirik Jimin yang duduk di sampingnya. Sungguh jika Suzy boleh mengakui, pria bermarga Park ini sangat menawan. Seperti yang ia katakan jika Park Jimin itu hot man, namun manis. Senyumnya yang menampilkan lesung pipi membuat siapa saja bisa tertular. Apalagi manik matanya yang indah.
Jimin benar-benar definisi titisan dewa. Tapi meskipun begitu, dia tetap suka pada kookie bunny. Jungkook nya. Pria itu lain dari yang lain. Baby face nya yang membuat siapa saja merasa gemas ingin mencubit pipi bayi besar itu. Gigi kelincinya yang membuat senyumnya juga tak kalah manis dan lucu. Namun siapa sangka jika pria bertampang bayi itu memiliki tatto penuh di sepanjang lengan kanannya.
Entah apa gunanya coretan itu, karena sungguh tinta itu tidak akan berarti jika Jungkook berulah seperti bayi. Macam tidak ada harga dirinya bekas tinta-tinta itu.
"Apa kau akan kembali ke Seoul lagi, kak?" Tanya Suzy.
"Entahlah. Aku masih belum tega meninggalkan ibuku disini."
"Kenapa kau tidak mengajak bibi Park untuk tinggal di rumahmu saja? Kau memiliki rumah di kota kan?"
Jimin tersenyum, kemudian beralih menatap Jungkook di depan sana yang masih sibuk dengan kolam ikan. Di sana juga ada anjingnya yang turut menemani. Pria itu rasa dia tidak perlu mengatakan alasannya. Memang terdengar sepele namun setiap orang tidak bisa menyimpulkannya.
Suzy yang mengerti reaksi Jimin mendadak mengatupkan bibirnya. Memang tidak seharusnya dia mengetahui apapun tentang pria di hadapannya ini. Mungkin karena sudah terbiasa seperti itu pada Jungkook sampai-sampai kecerewetannya terbawa saat bersama Jimin.
"Jungkook-ahh!!" Seru Jimin memanggil adiknya itu.
Yang dipanggil tidak menyahut, hanya menoleh sekilas saja kemudian kembali memberi makan ikan peliharaan Nyonya Park. Entah sudah berapa kilo pakan ikan yang di sebar karena sudah sejak satu jam yang lalu pemuda itu setia di pinggir kolam.
Apalagi saat mengingat ucapan Suzy yang terang-terangan memuji Jimin seksi. Apa itu? Bahkan dirinya tidak kalah seksi, gadis itu saja yang belum melihatnya. Menyebalkan sekali, pikir Jungkook.
__ADS_1
Park Jimin hanya terkekeh melihat reaksi Jungkook, entahlah dia juga tidak tahu kenapa pemuda itu bersikap demikian. Mungkin karena ada Suzy jadi Jungkook sedikit kesal. Jimin jelas tahu bagaimana hubungan keduanya yang tidak pernah akur. Satu terus mengikuti, yang satunya menghindar.
Pria itu mengambil ponselnya di saku celana. Bosan juga berdiam diri seperti ini. Dia tidak tahu harus berbincang apa dengan Suzy, karena hubungan mereka memang tidak sedekat itu. Jimin memutuskan untuk mendengarkan lagu dari ponselnya menggunakan earphone.
Sebuah lagu dari Chris Brown yang berjudul Under the influence itu terdengar cocok di rungunya. Sesekali pria itu turut bernyanyi dan melupakan kehadiran Suzy di sampingnya.
Baby, you can
Ride it, oh yeah
Bring it over to my place
And you be like
Baby, who cares?
But i know you care
Bring it over to my place
Your body light weight, speaks to me
I don't know what you did, did to me
Your body light weight, speaks to me
Suzy hampir dibuat tidak sadar oleh suara khas seorang Park Jimin. Ternyata tidak hanya orangnya saja yang seksi, namun juga suaranya. Entahlah, Suzy sendiri tidak tahu harus memberikan tanggapan macam apa. Namun yang pasti, dia berani bersumpah jika suara Jimin bernyanyi itu macam suara malaikat.
Jungkook yang mendengar Jimin bernyanyi pun sontak menoleh. Ia mendapati Jimin sedang bernyanyi sembari bermain ponsel, dengan Suzy di sampingnya yang menatap takjub. Pemuda itu kembali mendengus, kenapa Suzy selalu mengagumi Park Jimin. Bukankah gadis itu selalu merecokinya? Lihat. Bahkan dia sedang merajuk pun gadis itu tidak menghampiri nya.
"Woahhh!! Suaramu bagus sekali, kak! Aku baru mendengar suara seperti itu." Seru Suzy antusias.
Jimin yang sudah selesai berhenti bernyanyi itu menoleh, memperlihatkan senyuman manisnya. Ah, tidak, mungkin Suzy benar-benar akan beralih dari Jungkook jika terus begini.
__ADS_1
"Benarkah? Menurut ku biasa saja." Ucap Jimin.
"Tidak. Suaramu sangat merdu dan seksi." Ucap Suzy lagi.
Jimin hanya terkekeh mendengar Suzy yang selalu menyebutnya seksi. Apa dirinya memang se-seksi itu? Di mata Suzy atau dimata semua gadis?
Jungkook tidak tahan lagi. Dia tidak ingin terus melihat Suzy yang menurutnya sangat genit pada Jimin. Terus mengatakan jika pria itu seksi, memangnya kenapa? Apa Suzy benar-benar tertarik pada Jimin dan berharap bisa berkencan dengan pria itu? Dasar genit.
Tanpa kata, pemuda Jeon menarik lengan Suzy dan menyeretnya masuk kedalam rumah. Sesampainya di ruang tamu, ia mendapati ibunya masih mengobrol dengan ibu Jimin. Entah apa yang mereka bicarakan hingga memakan waktu yang sangat lama.
"Jeon, ada apa?" Tanya Nyonya Jeon pada putranya.
"Apa ibu masih lama? Aku ingin pulang."
"Tidak. Kalau begitu ayo kita pulang."
Nyonya Jeon berpamitan pada nyonya Park untuk kembali ke rumah. Lagipula mereka sudah berbincang cukup lama dan dia harus pulang mengingat mereka pergi pagi-pagi. Bam juga berada di rumah sendirian jadi Jungkook pasti khawatir. Padahal alasan sebenarnya, Jungkook hanya malas pada Suzy yang selalu memuji Jimin secara terang-terangan.
•••
"Pulang!" Titah Jungkook. Mereka sudah tiba di rumah pemuda itu dan Nyonya Jeon sudah masuk kedalam rumah untuk mengecek Bam.
"Aku memang akan pulang. Tapi, kau kenapa? Apa aku ada salah?" Tanya Suzy.
"Kau ada di kehidupan ku saja sudah sebuah kesalahan. Kau tidak mengerti itu?!"
"Tapi--"
"Aku bilang pulang, Suzy! Habiskan waktumu di rumah dan tidak usah menemui ku lagi!" Bentak Jungkook.
Suzy tersentak, benarkah Jungkook baru saja membentaknya? Maksudnya, dia memang sering kali mendengar umpatan dari pemuda Jeon. Namun semenjengkelkan apapun sikapnya Jungkook tidak pernah membentaknya seperti barusan. Memangnya apa kesalahannya sehingga Jungkook nya menjadi seperti itu.
Karena terkejut dan bingung, Suzy pergi dari rumah Jungkook tanpa mengatakan apapun. Akalnya masih berpikir untuk mencari apa kesalahannya. Namun sama sekali tidak menemukannya. Sementara Jungkook sedikit merasa bersalah karena membentak Suzy, padahal gadis itu sama sekali tidak bersalah. Dia hanya kesal karena tingkah Suzy yang selalu memuji Jimin.
__ADS_1
Bukannya gadis itu suka sekali membuatnya kesal, tapi kenapa kali ini dia malah meledak? Jungkook akui dia memang tempramental, seperti halnya ia pernah membentak Ji-eun ketika membuat dirinya kecewa.
"Argghhh!!"