Love Or Obsession?

Love Or Obsession?
Pesta (1)


__ADS_3

Malam yang ditunggu oleh keluarga Yoongi kini sudah tiba. Perusahaan keluarga yang beroperasi di bidang jurnalistik dan media massa itu genap berusia 35 tahun. Perusahaan tersebut di bangun saat orang tua Yoongi baru saja menikah.


Min Si Hyuk ; ayah Yoongi berasal dari keluarga pengusaha terkenal di Busan, sementara Hyerin adalah anak seorang petani dari Daegu.


Hubungan Hyerin dengan Si Hyuk pernah di tentang oleh keluarga Si Hyuk yang mengatakan jika Hyerin tidak pantas bersanding dengan putranya karena kesenjangan sosial.


Namun karena rasa cinta Si Hyuk yang besar pada Hyerin membuat pria itu tetap menikahi ibu Yoongi. Mereka melangsungkan pernikahan di kampung halaman Hyerin dan menetap disana.


Keduanya benar-benar hidup tanpa bantuan dari orang tua Si Hyuk, bahkan untuk pernikahan pun dilaksanakan dengan sangat sederhana.


Dan pada bulan kedua pernikahan, mereka memutuskan membangun perusahaan dengan sedikit bantuan yang di pinjam dari bank.


Membangun sebuah perusahaan bukanlah satu hal yang mudah. Berulang kali Si Hyuk jatuh bangun karena perusahaannya tidak mengalami perkembangan hingga sebuah perusahaan besar memberikan suntikan dana.


Perusahaan milik keluarga Yoongi perlahan bangkit dan menyeimbangi perusahaan - perusahaan kecil di kota. Hingga akhirnya berkat kecerdasan Si Hyuk dan bantuan dari temannya, perusahaan itu berkembang pesat sampai sekarang. Dan sudah termasuk perusahaan besar yang bekerjasama dengan perusahaan luar kota.


Awalnya perusahaan tersebut akan diwariskan pada putra pertama keluarga Min, Min Gumjae. Namun karena saat itu Gumjae sudah terlebih dahulu menunjukkan minat pada bidang kuliner, ayahnya memperbolehkannya membangun restoran di pulau Jeju.


Dan ahli waris di alihkan atas nama Min Yoongi. Itu sebabnya Si Hyuk tidak pernah mendukung Yoongi saat anak itu terjun ke dunia hiburan. Dia ingin Yoongi menjadi pemimpin perusahaan menggantikan dirinya.


Namun bukan Yoongi jika tidak keras kepala. Pria berkulit putih itu lebih memilih jalannya sendiri. Jika sang kakak saja bisa memilih karirnya sendiri kenapa dia tidak. Dia tidak mau dituntut sempurna dan diperlakukan seperti boneka.


"Yoon! Kau sudah siap? Kita akan segera berangkat." Seru Nyonya Hyerin dari luar kamar.


"Aku datang." Sahut Yoongi.


Sebenarnya dia sangat malas menghadiri acara bisnis seperti ini. Meski otaknya mengerti, namun hatinya merasa tidak nyaman. Berbisnis itu sama seperti menyiksa diri sendiri demi menghasilkan uang. Berbeda dengan dunia hiburan yang dilakukan suka-suka namun uang tetap mengalir.


Dan meski ibunya tidak mengatakan apapun, Yoongi cukup paham jika ayahnya akan memperkenalkan dirinya sebagai generasi kedua setelah ayahnya. Hal itu yang selalu dilakukan oleh ayahnya saat ulang tahun perusahaan.


"Kau tampan sekali." Ucap nyonya Hyerin merapikan jas Yoongi.


Min Yoongi malam ini memakai setelan jas berwarna abu-abu kebiruan dengan dalaman kemeja berwarna putih. Setelan itu terlihat sangat mahal dan pastinya dibeli dari toko dengan merek pakaian yang sudah terkenal di seluruh dunia itu.

__ADS_1


Warna itu sangat kontras dengan kulitnya dan juga rambutnya yang di cat silver. Dan aura ketampanan Yoongi benar-benar memikat.


"Ayo kita berangkat."


Pesta tersebut akan di adakan di perusahaan, tepatnya di aula yang sangat luas. Aula tersebut di bangun khusus di salah satu lantai di perusahaan yang memang di peruntukan bagi pesta bisnis.


Ketiganya masuk kedalam mobil untuk segera menuju ke lokasi pesta. Sementara putra sulung keluarga Min tidak bisa ikut hadir karena cafenya sedang ramai.


Pria itu juga menetap di pulau Jeju bersama anak dan istrinya.


"Apa kakak tidak datang?" Tanya Yoongi.


"Tidak. Cafenya sedang ramai dikunjungi wisatawan, sementara Aera menjaga Yoona yang sedang demam karena terlalu lama bermain salju." Jelas sang ibu.


Min Yoona, adalah putri dari Gumjae dan Aera. Usianya baru empat tahun dan Yoona sangat dekat dengan Yoongi jika pria itu sedang kembali ke Daegu. Sayang sekali saat dia bekerja ke pulau Jeju dulu tidak bertemu keponakannya yang menggemaskan itu.


Tidak sampai setengah jam mereka sampai di gedung yang menjulang tinggi. Gedung yang hampir menyentuh langit itulah yang menjadi bukti kerja keras Si Hyuk selama ini. Dan tidak lama lagi dia akan melepas jabatan itu untuk putranya.


Di depan perusahaan terdapat banyak bodyguard yang menjaga keamanan dari media. Meski begitu tidak akan terlalu mencolok sehingga tidak mengundang perhatian orang sekitar. Ketiganya masuk kedalam lobby gedung dan menuju aula yang terdapat di lantai bawah.


Dengan dekorasi warna putih dan rangkaian bunga yang seolah jatuh dari atap sangat elegan. Tatanan kursi di buat melingkari pilar yang juga terdapat meja bundar di sana.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya." Sapa seorang wanita yang menyambut mereka.


Si Hyuk dan Hyerin mengangguk sopan membalas sapaan yang berasal dari sekretaris ayah Yoongi yang bernama Adora. Sementara Yoongi hanya menatap datar dan masa bodoh.


"Ayo kita kesana." Ajak Si Hyuk.


"Aku ke toilet sebentar." Ujar Yoongi.


"Baiklah. Tapi jangan coba-coba untuk kabur." Ucap Si Hyuk.


Yoongi hanya memutar bola matanya dan berlalu meninggalkan kedua orangtuanya. Dia berjalan ke arah luar menuju lobby. Dia memang hendak ke toilet karena merasa risih dengan keramaian.

__ADS_1


Apalagi banyak tamu yang memandang kearahnya. Menjengkelkan sekali.


Saat Yoongi sampai di lobby, netranya tak sengaja melihat pemuda dan gadis yang ia kenali. Bahkan rasanya sangat tidak mungkin jika ayahnya mengundang sang gadis mengingat mereka tidak saling mengenal.


Yoongi urung pergi ke toilet, dia melangkah menuju dua orang yang hendak masuk ke dalam aula.


Ekhm.


Deheman keras itu membuat dua orang di depannya menoleh dan menghentikan langkahnya. Terlihat sang gadis yang terkejut karena kedatangan dirinya. Sedangkan pemuda di sampingnya hanya menampilkan wajah datar.


"Oh, hai Hyung. Kau baru datang ya." Ucap Jungkook santai.


Pria bermarga Min itu melirik sekilas pada Jungkook lalu menatap Ji-eun tajam. Sedangkan yang di tatap sudah merasa tidak karuan. Ingin menghambur memeluk tubuh pria yang ada di depannya namun tidak bisa.


Dia sudah berjanji tidak akan memberitahu apapun pada Yoongi dan beruntungnya perutnya belum terlalu menonjol hingga tidak akan menarik perhatian Yoongi.


Jungkook berdeham yang mana membuat Yoongi kembali menatapnya.


"Sepertinya kita haru segera masuk. Kita duluan Hyung, aku ingin bertemu paman Min."


Jeon Jungkook menarik tangan Ji-eun dengan mesra lalu pergi dari hadapan Yoongi. Yoongi hanya menatap punggung keduanya yang perlahan hilang di balik pintu.


Plak!


"Sedang apa kau disini?" Ucap seseorang.


"Menunggumu." Jawab Yoongi sekenanya.


"Benarkah? Aku tersanjung sekali di sambut oleh pewaris perusahaan ini. Aku akan menambah sahamku di sini, kau tenang saja oke?"


Yoongi tak menyahuti ucapan Hyung nya itu. Dia merapikan jasnya lalu masuk ke dalam pesta yang langsung diikuti oleh Kim Seokjin.


**

__ADS_1


Contoh outfitt ada di Instagram author ya


__ADS_2