
Ji-eun terus memberontak kala mulutnya di paksa menenggak minuman beralkohol yang Jihyun berikan. Di sisa-sisa tenaganya, dia tidak ingin menyerah begitu saja. Meski wajahnya harus menjadi korban tangan Jihyun, dia tetap berusaha menjaga kesadarannya dengan menghindari minuman tersebut.
Baekhyun terus memperhatikan lekat Ji-eun yang tidak mau kalah, dia penasaran seberapa lama gadis itu akan bertahan. Lagipula apa susahnya jika harus meminum minuman itu? Gadis di depannya tak sama dengan kebanyakan gadis yang menemaninya minum. Mungkin itu alasannya kenapa Jihyun sampai nekat membawa gadis itu ke markasnya.
"Sudah cukup."
Jihyun menoleh menatap Baekhyun yang menyuruhnya berhenti, entah apa maksudnya namun pria itu tidak bertanya.
"Jika dia tidak mau, kenapa harus kau paksa?" Sambung Baekhyun.
Sehun yang mendengar itu perlahan juga merasa penasaran dengan bosnya, apa benar yang mengatakan itu adalah Baekhyun bos mereka? Tapi, bukankah itu bagus. Karena dia sungguh tidak kuat melihat kondisi gadis di hadapannya. Dia memang tipe pria yang tak pernah memaksa wanita meski ia sering bermain namun jika partner nya tidak mau maka dia tidak akan memaksa.
Kenapa pula Jihyun tidak memiliki perasaan pada gadis cantik di sampingnya.
"Ada apa?" Bukan Jihyun yang bertanya melainkan Chanyeol.
"Aku hanya kasihan padanya. Lihat keadaannya, apa kalian mau di tangkap jika gadis itu kehilangan nyawanya?" Ucap Baekhyun.
Jihyun mendecih dan mendorong kasar tubuh Ji-eun. Karena tangan yang terikat ke belakang membuatnya tak bisa menyangga tubuh hingga kepalanya terbentur begitu saja ke lantai marmer hingga menimbulkan bunyi yang cukup keras.
Sehun tak kuasa lagi, pria itu bangkit dari duduknya dan menghampiri Ji-eun yang terbaring di lantai. Dahinya terlihat mengeluarkan cairan merah yang membuat pria itu meradang.
"Hentikan!" Seru Sehun.
"Apa ini?" Jihyun mencebik.
Ketiga pria itu memperhatikan Sehun yang nampak membantu sang gadis untuk duduk bersandar di dinding. Miris sekali melihat pipi sang gadis yang memerah dengan sudut bibir yang berdarah. Belum lagi lebam di mana-mana dan luka baru di dahi akibat terbentur lantai.
"Kau membantunya? Sungguh?" Cibir Jihyun.
"Kenapa? Jika kau tidak menyukainya biarkan aku membawanya keluar dari sini."
__ADS_1
"Kau bilang kau tak ingin memakainya, ternyata kau sangat munafik. Pura-pura menolong dan membawanya pergi agar memakainya sendiri."
"Jaga ucapan mu!"
Brak!!
Pintu yang di dobrak keras membuat atensi keempat pria di dalam teralihkan, sementara Ji-eun hanya bisa pasrah dan tidak peduli lagi apa yang terjadi.
Jihyun menggeram dan menatap tajam Sehun yang juga terkejut. Entah kenapa pria itu mencurigai Sehun atas kedatangan tamu yang tak diundang. Dari tingkah yang memperdulikan Ji-eun pun sudah aneh.
"Siapa kalian?!" Seru Baekhyun.
Alih-alih menjawab, Yoongi malah melirik Ji-eun yang terduduk di lantai di dampingi oleh Sehun. Kemudian tatapannya berubah tajam ke arah Jihyun. Sementara Taehyung menarik pistolnya ketika Chanyeol hendak mengambil senjata di laci nakas yang ada di ruangan.
Pistol andalan bernama Daewoo K5 kebanggaan negaranya yang ia pinjam dari pamannya.
Dor!!
Jihyun melayangkan pukulan pada Yoongi dengan sangat kuat namun berhasil di hindari. Keduanya terlibat adu jotos namun tenaga Jihyun sama sekali tidak ada apa-apanya meski pria itu cukup mahir beladiri. Sedangkan Taehyung melawan Baekhyun yang ternyata mempunyai pisau lipat di saku celananya.
Cukup sulit bertarung dengan senjata yang berbeda, karena dia tidak mungkin menembak orang secara sembarangan. Baekhyun terus mengarahkan pisau itu menyasar pada Taehyung dan pemuda itu berkali-kali menghindar. Meski lengannya sempat tergores namun tidak membuatnya lemah.
"Apa yang kau lakukan?!" Geram Chanyeol pada Sehun yang menahannya ketika hendak kabur.
Pria itu tidak menjawab, dia terus menahan temannya yang memberontak dan berusaha melepaskan diri. Chanyeol sendiri tidak tahu kenapa Sehun melakukan itu, padahal mereka bisa saja kabur dengan mudah namun pria Oh itu malah menahannya. Apa mungkin dua orang yang datang adalah rekannya? Tapi tidak mungkin mengingat ia kenal betul siapa Sehun.
Sementara di luar, Jimin dan Namjoon sempat terkejut mendengar keributan di dalam hingga membuat pengunjung di bar berhamburan. Dengan cctv yang sudah ia retas, Namjoon bisa melihat jika ada salah satu pengunjung yang melewati ruangan tempat Jihyun menyandera Ji-eun.
Seorang wanita itu berlari sembari berteriak dan mengatakan sesuatu pada pengunjung hingga membuat kepanikan. Entah bagaimana kejadiannya, tiba-tiba saja terdengar sirine polisi yang menuju kearah tempat mereka berada. Dengan cepat Namjoon menekan earphone nya agar bisa menghubungi rekannya yang berada di dalam.
"Hyung, ada polisi menuju kemari! Aku akan meminta Jimin menunggu kalian di pintu belakang dan pergilah lewat sana. Aku harus meretas cctv terlebih dahulu." Ucap Namjoon.
__ADS_1
Yoongi mengiyakan ucapan Namjoon, dia rasa Taehyung juga mendengarnya. Jihyun sudah tergeletak di lantai dan merintih kesakitan akibat pukulan Yoongi. Sementara Taehyung masih mengurusi Baekhyun yang tidak ada lelahnya.
"Sial! Kenapa kau gesit sekali hah?!" Seru Taehyung geram.
"Kenapa? Kau merasa tidak mampu melawanku?" Ucap Baekhyun mencibir.
"Cih, aku bahkan bisa membunuhmu. Kau hanya pria tua yang menyebalkan!"
Bugh!
Satu pukulan mendarat di perut Baekhyun yang membuat pria itu mundur selangkah. Taehyung hendak memberikan hadiah berupa tendangan maut namun Yoongi lebih dulu memanggilnya.
"Kim!"
Taehyung reflek menoleh dan melihat Yoongi sudah membopong tubuh Ji-eun. Pria bermarga Min itu menggerakkan kepalanya untuk memberi kode agar mereka cepat keluar. Namun ternyata kesempatan itu digunakan oleh Baekhyun untuk menyerang Taehyung.
Prang!
"Argghhh!!!"
Bukan Taehyung yang menjerit melainkan Baekhyun. Pria itu mendapat serangan dari Sehun yang memukulkan botol wine ke kepalanya. Taehyung terheran dan sempat tertegun, pria itu sadar setelah Sehun angkat bicara.
"Cepat keluar! Biar aku yang mengurus mereka."
Taehyung mengangguk ragu namun tetap melangkah pergi menyusul Yoongi yang sudah keluar terlebih dahulu. Pria itu masih bingung kenapa pria yang sepertinya seumuran dengannya justru membantu mereka. Bukankah pria itu komplotan Jihyun.
Tepat ketika Yoongi dan Taehyung tiba di mobil, polisi berhamburan masuk kedalam bar' dan memberi garis polisi pada tempat itu. Tak ingin mencari resiko Jimin langsung melajukan mobilnya pergi dari sana, menuju persimpangan jalan di depan dimana Namjoon sudah menunggu.
"Kita ke rumah sakit." Titah Yoongi.
Namjoon mengikuti mobil yang dikendarai Jimin tanpa bertanya. Bahkan pria itu tidak mengetahui kondisi Ji-eun di dalam. Beruntungnya ia menyelesaikan tugasnya tepat waktu sehingga jika kasus itu di selidiki maka mereka tidak akan terlihat sebab tidak ada barang bukti.
__ADS_1