Love Or Obsession?

Love Or Obsession?
Apa Salahku?


__ADS_3

Jeon Jungkook tengah melakukan olahraga ringan di ruang gym di rumahnya, seperti biasa ia akan melatih otot-ototnya agar kuat. Tidak heran jika tubuhnya menjadi besar seperti itu.


Ia menaiki treadmill untuk melatih kekuatan kakinya. Dari awal dengan kecepatan pelan seperti berjalan santai hingga kecepatan penuh seperti berlari.


Setelah satu jam berlatih, Jungkook beristirahat di balkon sembari meminum susu pisang nya. Kemudian turun ke lantai bawah menuju dapur untuk sarapan.


Hari ini dia ingin berjalan-jalan dengan Bam, sudah lama sekali dia tidak membawa anjing itu ke taman. Sekedar menghirup udara musim dingin yang sebentar lagi berakhir.


Rumahnya terasa sepi, karena ibu dan ayahnya tengah menghadiri kelulusan adiknya. Jungkook juga ingin mampir ke mall untuk membeli hadiah untuk adiknya.


"Hah? Tidak ada sarapan? Kenapa ibu melupakan ku?"


Karena tidak ada sarapan di meja makan, dia memutuskan untuk membuat roti panggang telur. Roti tawar di celupkan pada putih telur yang sudah di kocak hingga mengembang lalu di panggang diatas pan. Setelah matang, Jungkook menambahkan gula di atas roti panggang tersebut.


Setelah selesai sarapan, Jungkook naik e lantai dua untuk bersiap. Tak membutuhkan waktu lama untuk bersiap, Outfitt of the Day nya adalah celana training dengan sweater berwarna orange yang dipadukan dengan sneakers putih.


"C'mon Bam!"


Anjing besar itu berlarian menghampiri tuannya. Jungkook memasang tali di kalung Bam supaya anjing itu tidak kabur. Mereka akan bepergian dengan berjalan kaki.


°°°


Suzy terpaku di tempatnya. Memandang rumah berlantai dua yang ada di depannya. Dia tidak tahu apakah ada orang di dalam atau tidak sebab keadaan rumah itu sangatlah sepi.


Tapi satu hal yang Suzy tahu jika pemuda yang disukainya sudah kembali. Dia mendapatkannya info dari Park Jimin.  Bukannya bertanya melainkan pria itu sendiri yang mengatakannya, entah apa tujuannya. Mungkin pria itu berpikir hubungan mereka masih baik-baik saja.


Hubungan? Hubungan apa yang dimaksud selain pertemanan. Berteman biasa dengan pemuda pemilik gigi kelinci itu saja sudah membuat Suzy senang.


Hah!


Suzy menghela nafas kasar. Selama beberapa minggu ini, hanya inilah yang bisa dia lakukan. Mengawasi rumah Jungkook tanpa mau menghampirinya. Suzy masih ingat dengan jelas saat Jungkook membentaknya dan mengusirnya. Menyuruhnya untuk tidak lagi muncul di hadapan pemuda itu.


Awalnya Suzy merasa biasa saja ketika Jungkook bersikap ketus padanya. Sudah menjadi makanannya jika dia berdekatan dan mengganggu Jungkook.  Namun saat pemuda itu membentaknya, entah kenapa rasanya sakit.

__ADS_1


Separah itukah kesalahannya? Tapi Suzy bahkan tidak tahu dimana salahnya.  Jika hanya karena mengganggu, tidak mungkin Jungkook sampai semarah itu.


"Sedang apa kau disini?"


Jantung Suzy rasanya ingin berhenti berdetak ketika mendengar suara yang sangat ia kenali. Tidak, ini pasti hanya halusinasi. Saking rindunya, ia sampai mendengar suara Jungkook di dekatnya.


Gadis itu menggelengkan kepalanya,  sambil sesekali memukul pelan keduanya pipinya. Hal itu tentu membuat si pemilik suara mengerutkan keningnya.


Apa gadis ini sudah gila? Pikirnya.


Akhirnya pria itu menyentuh bahu sang gadis dan membalikkan tubuhnya paksa sehingga berhadapan dengannya. Terlihat gadis itu sangat sangat terkejut karena kehadirannya.


"O-oppa.." 


Sungguh ini bukan seperti yang ada dibayangan Suzy.  Dia Kira hari ini akan berjalan  mulus seperti biasanya.  Tak disangka jika ternyata dia ketahuan oleh pemilik rumah.


"Sedang apa di sini?" Ulang Jungkook.


"A-aku, tidak ada. Hanya lewat saja." Jawab Suzy gugup.  Dia bahkan tidak memikirkan kemungkinan ini, jika tahu begini pasti dia akan menyiapkan jawabannya dari rumah.


Suzy mengangukkan kepalanya cepat seperti anak anjing. Wajah pucatnya semakin membuatnya terlihat menggemaskan.  Sebenarnya Jungkook tahu itu hanya alasan Suzy saja, tapi sepertinya akan menyenangkan jika sedikit mengerjainya.


"Tapi sayangnya aku tidak percaya. Kau ingin memata-mataiku ya? Menjadi sasaeng?" Jungkook mendekatkan wajahnya yang membuat Suzy reflek memundurkan kepalanya.


"Ti-tidak. Aku hanya lewat saja."


"Kalau begitu silahkan." Jungkook menggerakkan tangannya seolah memberi jalan pada Suzy untuk lewat.


Suzy yang mendapat kesempatan itu tentu tidak tinggal diam. Ia mengambil ancang-ancang untuk berlari dan pergi dari sana, sebelum Jungkook kembali mengintrogasinya.


Namun belum sampai tiga langkah, Jungkook memotong jalannya dan berdiri di hadapannya. Jika saja kakinya tidak segera berhenti, sudah dipastikan dahinya akan terbentur dada bidang pemuda itu.


"Kau pikir kau bisa kabur dengan mudah setelah mengawasi rumah ku?"

__ADS_1


Suzy menggelengkan kepalanya pelan, kakinya melangkah mundur seiring Jungkook mendekatinya. Hingga tiba-tiba saja Jungkook mengangkat tubuhnya seperti kalung beras.


"Akh!! Turunkan aku!" Suzy memukul punggung Jungkook dengan sekuat tenaga tapi tentu tidak ada rasa apapun bagi pemuda Jeon.


Jungkook membawa Suzy ke dalam rumahnya dan sati tangannya lagi memegang tali kalung Bam. Setelah gerbang di tutup rapat, Jungkook melepaskan Bam dan terus membawa Suzy ke dalam rumah.


"Oppa, turunkan aku!" Jerit Suzy. Dia benar-benar panik jika ada yang melihat mereka.


"Kau harus mendapatkan hukuman karena telah mengintai rumahku selama beberapa minggu ini."


Degh!


'Bagaimana dia bisa tahu?' Batin Suzy.


Jungkook menurunkan Suzy di sofa ruang tamu,  berdiri di depannya sembari melipat tangan di dada. Dia menampilkan devil smile yang membuat Suzy ketar ketir.


Niatnya kembali pulang adalah untuk mengambil dompet yang lupa ia bawa. Tapi ternyata dia malah menemukan sesuatu yang lebih menarik.


"Kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan selama ini?"


Suzy meneguk salivanya yang terasa mencekat di tenggorokan. Benarkah apa yang pria itu katakan? Suzy harap itu hanya gertakan atau ucapan kebetulan saja.


"Aku pikir kau sudah berubah menjadi penurut, tapi ternyata kau masih sama. Bebal dan keras kepala."


Jungkook menundukkan badannya hingga wajah mereka berdekatan, dengan tangan Jungkook yang menopang di sandaran sofa. Suzy kembali menelan ludahnya, berhadapan sedekat ini dengan Jungkook membuatnya tidak bisa bernafas.


Suzy memberanikan diri menatap manik hitam Jungkook, menyelam ke dalam pesona pemuda itu. Hingga perlahan keberaniannya muncul untuk menanyakan hal yang selama ini selalu ia pertanyakan.


"Apa salahku hingga kau berubah seperti ini, oppa?"


Jungkook tertawa sinis, seolah pertanyaan gadis itu adalah pertanyaan yang sama sekali tidak bermutu. Oh ayolah, apa semua wanita di dunia ini benar-benar tidak bisa melihat kesalahannya sendiri?


"Kau tidak tahu apa kesalahanmu padaku?" Suzy mengangguk, apapun resikonya dia akan  menerima. Asal dia tahu seperti apa kesalahannya sehingga pemuda itu harus membencinya.

__ADS_1


Jika seperti ini, Suzy merasa tidak adil. Pikirannya selalu mengatakan, mungkinkah Jungkook bosan berteman dengannya hingga pemuda itu menjauh seolah dia  memiliki kesalahan yang sangat besar.


__ADS_2