Love You So Much

Love You So Much
Bagian 21 (Sekilas Tentang Mila)


__ADS_3

"Boleh menyukai tapi jangan sampai merusak diri untuk mendapatkannya"


~~ LYSM ~~


Flashback On


Terlihat sepasang kaki yang masih terbalut stocking dengan gaun vulgar yang masih menyelimuti tubuhnya. Matahari sudah bersinar begitu terik tapi gadis itu masih nyaman dalam tidurnya hingga sebuah telepon masuk pada HPnya.


“Lumpuhkanlah ingatanku hapuskan tentang dia hapuskan memoriku tentangnya hilangkanlah ingatanku jika itu tentang dia kuingin kulupakannya” Nada dering telepon gadis itu membangunkannya


“Halo berisik banget anjir”kata Mila dengan nada marah pada sipenelepon


“Lah kok jadi elo yang kayak nenek lampir! Woi gue yang seharusnya marah”terdengar suara lelaki yang kesal


“Lo yang bilang bakal mentraktir kami di cafe siang ini, jangan bilang lo berbohong soal itu”tambah pria itu kesal


“Oh iya sorry Jack kayaknya gue gak bisa nih kepala gue sakit banget”balas Mila menyadari keadaannya saat ini


“Sialan lo Mil”


Tut Tut Tut


Sipenelepon mematikan teleponnya secara sepihak setelah memaki Mila. Mila yang mendengar itu hanya bisa meringis hampir saja Jack memecahkan gendang telinganya. Mila beranjak dari tempat tidurnya dengan gontai menuju meja riasnya.


“AAAA Siapa ini”teriak Mila setelah melihat dirinya yang menyeramkan dikaca


Mila kembali mengingat kejadian tadi malam, kini kedua tangannnya terlihat mengepal dan napasnya seakan menggebu-gebu, baru kali ini ada gadis yang berani dengan dirinya terlebih lagi gadis itu menghina dirinya di depan sosok lelaki yang dia cintai selama hidupnya.


Mila adalah gadis yatim piatu, kedua orangtuanya sudah meninggal sejak ia memasuki bangku SMP. Sejak kejadian itu kerabat dekatnya pun menjauhinya bahkan hanya sekedar menanyakan kabarnya adalah hal yang sangat jarang. Hanya satu keluarga yang memperhatikannya yaitu keluarga Dandra, ayah Dandra sudah berteman lama dengan ibu Mila sejak kecil jadi ketika mendengar kabar sahabat karibnya telah tiada dan meniggalkan seorang putri ayah Dandra merasa iba dan akhirnya sering membawa keluarganya untuk mengunjungi Mila termasuk Dandra yang saat itu seumuran dengan Mila.


Adanya Dandra dikehidupan Mila membuat gadis itu seakan hidup kembali, perlahan wajah riangnya muncul kembali. Keduanya berada di SMP yang sama. Dandra adalah anak yang bertanggung jawab terlebih lagi jika itu perintah dari ayahnya. Dandra selalu menemani dan menjaga Mila di sekolah bahkan dengan sikap dingin dan cueknya itu. Tentu Mila merasa dirinya begitu istimewa di mata Dandra, hanya padanya Dandra terlihat begitu perhatian dengan gadis lain meliriknya saja sudah membuat Dandra melemparkan tatapan dinginnya. Berbeda dengan apa yang dirasakan Dandra dia hanya menganggap Mila sebagai adik kesayangannya yang sangat butuh perlindungan darinya, Dandra tidak memiliki perasaan khusus sedikit pun pada Mila. Sampai pada suatu hari tepatnya Valentine terakhir di masa SMP mereka, Mila memberanikan diri untuk terus terang akan perasaannya pada Dandra dan seperti yang sudah dia duga Dandra menolaknya dengan alasan bahwa Dandra tidak pernah menganggapnya sebagai wanita.


Flashback Off


Mila kembali tersadar dari lamunannya.


“Siapa nama gadis itu? Ah iya Aldrina.. Awas aja lo Aldrina gue gak terima lo merebut Dandra”seru Mila dengan wajah menyeramkan dan tatapan horror di cermin

__ADS_1


***


Mila merogoh kantong roknya dan mengeluarkan HP, dia mencari sebuah nama dikontaknya “My Dear Dandra”


Mila menelepon Dandra karena hari ini mereka sudah selesai UTS, Mila ingin mengajak Dandra keluar.


“Halo Mil”terdengar suara berat Dandra


“Halo Dan kamu ada waktu gak hari ini?”


“Kenapa?”


“Gimana kalo kita nongkrong gitu sekalian…”


“Maaf Mil kayaknya gak bisa aku ada urusan”tolak Dandra ketika melihat Aldrina yang selalu menghindari dirinya seminggu ini di kantin


“Kok gitu sih Dan? Aku gak mau tau nih kamu juga masih berutang maaf samaku soal kejadian di Club terakhir kali”kata Mila tidak terima lalu mencari alasan yang tepat


“Sorry Mil lain kali pasti gue bayar”


Tut Tut Tut


“Kenapa lo *****?”tanya Jack sekelas Mila melihat ada yang tidak beres dengan temannya itu


“Diem lo gigolo gue lagi gak mood”balas Mila tidak kalah sarkasme


“Anjir  nih bocah emang pernah lo liat gue goda-godain wanita kayak elo godain om-om, gue masih suci ya suci”balas Jack dengan nada sindiran


Mila yang mendengar itu hanya menatap Jack Horror tanpa berniat untuk membalas perkataan Jack yang terkesan menyakitkan itu. Memang benar setelah Dandra menolaknya pergaulan Mila menjadi sesat, Mila menjadi sosok wanita yang menjijikkan dan tentunya dia tidak bisa menyalahkan Dandra akan keadaannya sekarang, pilihan hidup kita yang menentukan bukan oranglain. Mila hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Jack.


“Ih Jack kata-kata lo nyet kasar amat”balas Paldo dengan memukul bahu Jack yang seolah tidak sadar menyakiti Mila


Jack yang mendengar itu pun tidak tau harus berkata apa dan hanya berjalan keluar kelas. Jack adalah orang terdekat Mila di sekolah. Dia adalah sosok lelaki berpengaruh di sekolah itu yang memiliki geng dan dia menjadi ketua dari geng itu. Melihat respon Jack seperti itu Paldo pun menggaruk lehernya yang tidak gatal dan menyusul Jack meninggalkan Mila yang masih setia dibangkunya.


Mila bersekolah di SMA Cempaka yang letaknya lumayan jauh dari sekolah Dandra. Mila memilih tidak satu sekolah dengan Dandra agar Dandra tidak tau akan dirinya yang sekarang walaupun pada akhirnya Dandra mengetahui segalanya. Hal itu tidak membuat Dandra menjauh justru dia menjadi merasa kasihan melihat kondisi Mila saat ini.


***

__ADS_1


Aldrina melepaskan pelukannya itu "Jadi kita pacaran kak?"tanya Aldrina antusias


"Jika kau setuju"balas Dandra dan mengelus puncak kepala Aldrina dengan lembut


Aldrina pun kembali memeluk Dandra dengan begitu erat Aldrina merasa dirinya adalah orang paling bahagia saat ini.


“Jadi sekarang aku boleh menyentuhmu kak?”tanya Aldrina dengan nada yang nakal


Mendengar itu Dandra pun langsung menarik Aldrina menjauh darinya “Tetap dalam batasannya Aldrina”balas Dandra


Aldrina pun tertawa keras mendengar dan melihat ekspresi Dandra saat ini “Kau sangat menggemaskan kak”seru Aldrina dengan senyum merekah sambil mencubit gemas kedua pipi Dandra kemudian pergi berlari kabur seperti anak-anak habis menjahili temannya


Alhasil mereka berdua belari-larian dipinggir danau itu sungguh pemandangan yang begitu indah. Setelah selesai kejar-kejaran layaknya di film India keduanya memutuskan untuk pulang ke rumah terlebih lagi saat ini seragam yang mereka gunakan masih pakaian SMA.


Aldrina naik diboncengan Dandra dan tanpa malu-malu seperti biasa Aldrina memeluk Dandra dari belakang. Aldrina begitu bahagia kini Dandra menerima perlakuannya tanpa penolakan sedikit pun. Dandra tersenyum senang melihat ekspresi Aldrina lewat kaca spionnya dan pandangan mereka pun bertemu.


“Aku tau aku cantik kak lihatlah jalan didepanmu aku masih ingin hidup”kata Aldrina dengan keras agar Dandra mendengarnya


Dandra pun geleng-geleng kepala dan kembali fokus membawa motornya. Sesampai di depan gerbang rumah Aldrina, Aldrina turun dari motor itu begitu pun Dandra menyusul dan membuka helm yang bertengger di kepalanya. Dengan lembut Dandra merapikan rambut Aldrina yang terlihat berantakan karena diterpa angin.


Aldrina senyum-senyum “Kak Dan jangan terlalu manis ah aku gak biasa dengan sikapmu yang manis kayak gini”seru Aldrina terang-terangan


Hal itu membuat Dandra mencubit pipi Aldrina “Kamu begitu menggemaskan”


“Ah apasih kak, dahlah ah pergi sana bisa-bisa aku terserang diabetes di usia muda karena perlakuanmu begitu manis”seru Aldrina membuat Dandra tidak bisa berkata apa-apa lagi


Ketika Dandra ingin menaiki motornya “CUP” Aldrina mendaratkan kecupan di pipi kanan Dandra “Hadiah buat kakak makasih buat segalanya”kata Aldrina malu-malu dan langsung kabur memasuki rumahnya


Pipi Dandra memerah, sesaat tidak sadarkan diri kini Dandra tersenyum manis dengan menampakkan lesung pipinya “Dia begitu agresif”kata Dandra tidak henti tersenyum


Sesampai di rumah ibu Dandra merasa heran dengan kondisi anaknya saat ini “Apakah itu benar anakku?” sampai pertanyaan seperti itu telintas dipikirannya, ibu Dandra sudah lama tidak melihat anaknya sebahagia ini bahkan hampir tidak pernah. Dandra selalu bersikap manis padanya namun tidak pernah tersenyum setulus itu


“Dan sini dulu”seru ibu Dandra saat Dandra hendak naik ke kamarnya


“Kamu ada apa kok ceria sekali? Cerita dong sama mama”


“Ada deh ma.. Dandra ke kamar dulu yaa! Dah mama”balas Dandra sembari mendaratkan kecupan singkat di pipi ibunya

__ADS_1


Ibu Dandra pun hanya bisa tersenyum bahagia untuk putra tercintanya itu “Siapa pun yang membuat Dandra seperti itu aku sangat bersyukur”batin ibu Dandra sembari melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.


***


__ADS_2