Love You So Much

Love You So Much
Bagian 35 (Sakit Perut)


__ADS_3

"Seseorang mungkin akan membenci kebaikanmu bahkan keburukanmu sekali pun, bagaimananya kamu pasti ada saja orang yang tidak menyukaimu"


~~ LYSM ~~


Aldrina langsung menghampiri teman-teman basket yang lain di lapangan sementara Shirene, Gilbert, dan Tian berkumpul dengan teman sekelas yang lain untuk memberi semangat kepada Aldrina. Banyak teman-teman sekelas Aldrina yang mulai tertarik dengannya walaupun gadis itu terlihat cuek namun dia bisa mengharumkan nama kelasnya dengan menjadi ketua tim basket cewek di sekolah.


"Eh Aldrina seragam lo mana? Tadi teman sekelas gue bilang lo minjem seragam dia"tutur Bunga yang melihat kehadiran Aldrina


"Iya kak maaf seragam gue mendadak hilang"


"Hilang gimana maksudnya?"tanya Bunga bingung


Tiba-tiba saja ada seorang lelaki dari SMA lain menghampiri mereka dan membuat keduanya berhenti mengobrol


"Kamu ketua tim basketnya kan?"kata lelaki itu dengan melemparkan senyuman


Aldrina bingung apalagi Bunga "Eng.. Iyaa kenapa?"tanya Aldrina bingung


"Semangat nih buat lo"seru lekaki itu sembari menyodorkan sebotol minuman dingin


Aldrina diam seakan tidak ingin mengambilnya namun dengan sigap lekaki itu memberikan minumannya ke tangan Aldrina. Tidak bisa menolak lagi akhirnya Aldrina menerimanya. Dari kejauhan Dandra melihat pacarnya sedang mengobrol dengan lelaki asing, Dandra melemparkan tatapan risih kepada lelaki itu terlebih lagi saat dia terlihat menggoda Aldrina dengan tersenyum manis.


Setelah memberi minuman lelaki itu menghilang entah kemana "Cie enak ya jadi lo baru aja jadi ketua tim basket udah ada aja fans nya nah gue kemaren-kemaren ga ada tuh kayak gitu"goda Bunga


"Ah apa sih kak biasa aja"balas Aldrina tidak enak


"Hahah yaudah semangat yaa gue kesana dulu"


Bunga pun menjauh dari Aldrina. Kemudian Aldrina melihat minuman yang kini ada ditangan kanannya. Mubazir juga jika ia membuang minuman itu, dia pun meneguk air ludahnya. Terlebih lagi Aldrina sudah merasa sangat haus akibat kejadian yang baru saja membuatnya mengeluarkan banyak energi.


"Bodo ah gak penting dari siapa yang penting gue minum"batin Aldrina lalu meneguk minuman dingin itu sampai tersisa setengah


"Hei"seru Dandra membuat Aldrina berhenti minum


"Eh ada say.. Kakak maksudnya hehe"balas Aldrina dengan cengengesan


"Hmm udah makan tadi?"tanya Dandra basa basi


"Iya udah kok kak, gimana urusannya udah beres kak?"


"Iya udah juga, semangat ya! Aku dipojok sana dukungin kamu"seru Dandra sambil menunjuk


"Hem okeeh kak, sini peluk"jawab Aldrina dengan godaan


"Hahah gak malu diliatin orang? Nanti yang ad.."


Belum siap Dandra berbicara Aldrina langsung menerobos kepelukan Dandra "Enggak ngapai malu pacar sendiri kok hihi, makasih ya kak"selesai berbicara Aldrina melepas pelukannya


"HADIRIN SEKALIAN PERTANDINGAN AKAN DIMULAI! DIMOHON KEPADA YANG TIDAK BERKEPENTINGAN HARAP MENINGGALKAN LAPANGAN AGAR PERTANDINGAN SEGERA DIMULAI"suara mikropon menggelegar yang membuat Dandra langsung menjauh dari lapangan. Waktu bertanding yaitu 3x15 menit.

__ADS_1


Pertandingan pun dimulai dengan sorak sorai kedua sekolah yang mendukung sekolahnya. Aldrina begitu semangat dan lihai dalam mengontrol bola saat berada dipihaknya. Bola terus berpindah tangan sampai mencapai ring basket yang menandakan pertambahan skor. Masih setengah jam bertanding perut Aldrina terasa mules, gadis itu terus saja memegang perutnya yang membuatnya hilang konsentrasi. Sehingga Saat pertukaran tempat berlangsung Aldrina meminta agar dirinya digantikan untung saja skor tim Aldrina sudah cukup membuat tim lawan tertinggal jauh.


"Kenapa Drin?"tanya Shirene panik ketika Aldrina meminta dirinya digantikan


"Gatau nih tiba-tiba aja perut gue sakit banget"


"Aaaa aaw sakit sakit banget mut"rengek Aldrina dengan wajah yang mulai pucat saat mereka sudah menjauh dari lapangan


Dandra yang melihat Aldrina sedari tadi langsung menghampiri gadis itu dan menggendongnya ke UKS. Dandra tidak mau juga nantinya Aldrina menjadi pusat perhatian akibat sakit yang tidak tertahan lagi.


"Kamu kenapa Aldrina? Kok bisa gitu? Bukannya tadi udah makan?"tanya Dandra khawatir sambil setengah berlari menggendong Aldrina ke UKS


"Emmm emmmm aduhh engga tau Dan sakit banget perutnya"rengek Aldrina yang hampir meneteskan air matanya


" Kamu harus kuat ini udah mau sampe UKS kok"seru Dandra dengan wajah cemas, sesekali sambil melihat Aldrina yang berada dipunggungnya


Sementara Bimo, Loy, dan Ley yang baru saja menyusuri sekolah melihat Dandra yang sedang berlari menggendong Aldrina, mereka berpikir salah lihat orang akan tetapi itu semua dipastikan ketika Shirene dan teman-temannya menyusul dibelakang.


"Eh Bim itu Aldrina gila, kenapa dia?"seru Ley heboh


"Sial mana gue tau kita sama-sama baru lihat"


"Uda gak usah gado! Ayo samperin"tambah Loy agar tidak terjadi percakapan yang memanjang


Mereka bertiga pun mengikut menuju UKS. Bimo memasang tampang khawatir dia merasa ada yang janggal terlebih lagi kejadian tadi pagi yang ikut menimpanya.


Di UKS Dandra langsung membaringkan Aldrina di kasur dan segera dokter sekolah mengecek keadaan Aldrina. Dandra begitu frustasi melihat Aldrina yang begitu aktif kini terlihat pucat, Dandra merasa bersalah karena tidak mengantar Aldrina tadi ke sekolah.


Sementara Mila yang tadi mengintip keadaan tersenyum puas karena semua rencananya berhasil. Mila bersyukur ternyata teman sekelas Aldrina ada juga yang tidak suka dengan gadis itu yang tidak lain adalah Biselia.


"Lemah"kata Mila pelan dengan senyuman liciknya


Mila meninggalkan tempatnya bersembunyi yang berpapasan dengan Bimo CS namun mereka tidak saling memperhatikan karena perasaan masing-masing. Mila pergi menemui Biselia  dan juga lelaki yang memberi minuman kepada Aldrina tadi.


"Gimana cewek songong itu? Sekarat lah ya hahah"tawa jahat Biselia begitu nyaring


"Heh iya si Aldrina masuk kejebakan gue"balas Mila sambil tersenyum licik


Sementara Luna sudah memantau keduanya dari tadi yang membuatnya ingin sekali menarik rambut kedua gadis itu, namun Luna mengurungkan niatnya karena masih terlihat kesal dan benci dengan Aldrina.


"Itu akibatnya Drin karena lo selalu nyuri perhatian cowok oranglain dan maaf gue masih aja egois"batin Luna seakan menolak untuk peduli


Felix yang sedari tadi juga sibuk baru menyusul ke lapangan dan merasa heran tidak melihat keberadaan wajah gadis yang selalu mengisi pikirannya, Felix pun melihat Luna langsung menghampirinya


"Lun"panggilnya


"Iya Kak Felix ada apa?"tanya Luna sambil memperlihatkan senyum terbaiknya


Tanpa melihat ke Luna lagi "Lo liat Aldrina gak?"

__ADS_1


"Terus Aldrina terus, terus aja bosan gue"kata Luna tidak senang


"Kenapa sih lo Lun? Apa salahnya gue nyari dia! Ada lihat gak? Gue ada perlu"tanya Felix lagi


"Enggak"jawab Luna kesal


"Oh yaudah"


Felix pun langsung meninggalkan Luna walaupun wajah gadis itu sudah berubah 360 derajat.


"Lo jahat Lix gara-gara elo gue sampai benci banget sama sahabat gue"batin Luna dengan mata yang masih berkaca-kaca


"Udah tinggalin aja lo cantik masih banyak yang mau"kata Biselia yang tidak sengaja mendengar pembicaraan keduanya dan seakan paham akan situasi Luna


"Diem lo gak usah ikut campur"jawab Luna ketus lalu pergi berlalu


"Gila kali tuh cewek malah marah ke gue"geram Biselia tidak terima


"Hahaha makanya gak usah ikut campur, gue pergi dulu tim sekolah gue mau tanding"jawab Mila menertawai Biselia sebelum meninggalkan gadis itu


Biselia pun memasang wajah datar dan kembali ke kumpulan teman-teman sekelasnya. Bimo CS dan Shirene CS sudah sampai di UKS langsung menanyakan keadaan Aldrina.


"Gimana adek gue Dan?"tanya Bimo khawatir


"Kata dokter dia makan obat pencuci perut dosis tinggi"balas Dandra yang juga bingung


"Hah? Kok bisa sih?"tanya Shirene terkejut


"Iya aneh kok bisa? Padahal sampai di sekolah si Aldrina cuma nyari seragam basketnya yang hilang gak ada tuh sempat makan minum lagi di sekolah"tambah Gilbert yang juga ikut bingung


"Maksudnya hilang?"tanya Loy memastikan


"Iya kak semalam kan aku sama Aldrina meletakkan seragamnya di loker sebelum pulang sekolah terus waktu tadi kami cek, itu seragam udah gak ada lagi di dalam"kata Shirene menjelaskan secara rinci kejadiannya


"Anjir ada yang gak beres"kata Bimo sambil menggertakkan giginya pertanda lelaki tampan itu begitu marah mendengar apa yang terjadi kepada adiknya


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa like, vote, komen, dan difavoritkan guys maacih😚

__ADS_1


__ADS_2