Love You So Much

Love You So Much
Bagian 53 (Kesal)


__ADS_3

"Jika ada yang menarik perhatian pasanganmu selain dirimu yakinlah  pasti akan ada rasa cemburu yang tumbuh apalagi jika terlihat seperti saingan"


\~\~LYSM\~\~


 


Aldrina dan Dandra memasuki perpustakaan yang langsung disambut senyuman bahagia oleh bu Rida seakan kedatangan mereka sudah lama dinantikan.


"Annyoeng ibu"sapa Aldrina sambil tersenyum


"Eh ada pasangan drakor senangnya bisa lihat kalian barengan lagi"ucap bu Rida dengan senyum yang tidak lepas dari wajahnya


Dandra yang masih dalam posisi ditarik pun hanya bisa menggaruk kepalanya sambil tersenyum kikuk "Bu kami masuk bentar ya bu sekalian numpang AC heheh, bisa kan bu?"ucap Aldrina dengan mengedipkan sebelah matanya tanpa rasa malu


"Iya silahkan aja ibu juga senang kalian ada disini"balas bu Rida dengan senang hati


Keduanya pun berlalu mengambil posisi duduk di dekat AC, rambut Aldrina yang tergerai dengan sigap diikat oleh Dandra yang entah darimana memiliki sebuah ikat rambut.


"Lah sejak kapan kakak punya begituan?"tanya Aldrina bingung dengan kepala yang tidak berhenti bergerak, membuat Dandra susah menjangkau seluruh rambutnya


"Udah diam dulu"ucap Dandra sedikit kesal


"Heheh iya iya is bawel deh lo kak"


"Ini sengaja kuambil waktu masuk ke kamar kamu"ucap Dandra becanda padahal lelaki itu mengambil salah satu ikat rambut milik ibunya


"Hahaha is dasar maling"ejek Aldrina sambil tertawa


"Yang pentingkan balik lagi sama pemiliknya, dah siap"ucap Dandra bangga dengan hasil ikatannya


"Puft..puft..puft"Aldrina menahan tawanya saat memegang rambutnya yang entah bagaimana diikat oleh kekasihnya itu


"Kenapa ketawa gitu? Ada yang lucu?"tanya Dandra dengan dahi yang mengerut


"Hahaha enggak-enggak kok sayang makasih lo"ucap Aldrina sambil mencubit gemas pipi Dandra


Sementara bu Rida yang tadinya sibuk setelah melihat keberadaan pasangan itu di perpustakaan mengurungkan niatnya bekerja dan memilih menonton keduanya berinteraksi.


"Aduh bahagianya aku menonton drama secara live"ucap bu Rida senyum-senyum sendiri tanpa mengalihkan pandangannya dari Aldrina dan Dandra


"Awas matanya keluar bu"ucap salah satu siswa yang entah sejak kapan ada didepannya dengan nada mengejek


"Eh anak-anak gak tau apa-apa! Sudah sana"balas bu Rida tanpa mengalihkan pandangan


"Yaelah bu makanya cari pasangan dong bu biar enggak liatin orang sampe segitunya"ucap siswa itu lagi

__ADS_1


"Heh maksud kamu apa?Kamu ngatai ibu jomblo?"ucap bu Rida merasa tersindir dan melihat orang yang berbicara dengannya


Ternyata itu adalah Gilbert manusia terusil sepanjang masa yang selalu membuat Aldrina kesal. Adanya Gilbert di perpustakaan bisa disimpulkan lelaki itu melarikan diri dari aula.


"Ternyata kamu Gilbert, mau saya aduin ke wali kelasmu ngebolos disini?"ancam bu Rida yang membuat nyali Gilbert ciut


"Eh aduh bu jangan bu jangan, saya cuma becanda kok bu, yaudah saya pergi bu! Sudahi halunya ya bu dan segeralah mencari jodoh! Babay"ucap Gilbert sambil berlari tidak lupa dengan cengiran kuda andalannya


"Gilbert"ucap bu Rida cukup keras yang membuat mata semua siswa yang berada di perpustakaan tertuju pada dirinya


"Apa? Kenapa? Sudah-sudah saya tidak apa-apa lanjutkan aktivitas kalian lagi"ucap bu Rida sambil menarik nafas dalam-dalam untuk menetralkan emosinya


Sementara Aldrina dan Dandra yang mendengar ucapan Gilbert hanya bisa geleng-geleng melihat tingkahnya yang usil itu.


"Sumpah kak aku juga sering pakek banget kesal sama tuh curut"ucap Aldrina merasakan apa yang dirasakan bu Rida


"Curhat?"ucap Dandra becanda


"Ih apasih gak jelas banget"ucap Aldrina ikutan kesal


"Hahah lucu"Dandra tertawa melihat ekspresi Aldrina yang langsung berubah


"Tau ah kesal"ucap Aldrina mengalihkan pandangannya


"Udah jangan marah, oh iya Drin aku mau cerita tadi aku udah konfirmasi sama kepala sekolah setuju soal yang kemaren"


Entah kenapa ucapan Dandra itu lagi-lagi bisa membuat jantung Aldrina menjadi abnormal.


"Ooh yaudah bagus dong"ucap Aldrina dengan senyum paksaan


Dandra yang tau Aldrina kembali sedih kemudian secepatnya mengganti topik pembicaraan.


"Tadi kenapa bisa berantam sama si Kenzo?


"Dia yang duluan"ucap Aldrina tidak terima


"Duluan gimana? Coba lebih rinci"


Aldrina yang terpancing akhirnya mengalihkan pandangannya kepada Dandra melupakan topik pembicaraan sebelumnya.


"Tau gak sih tadi aku cuma mau ngasih kabar sama kakak sekalian nanya lagi dimana nah tiba-tiba aja dia nongol kayak setan terus ngambil HP aku, sumpah aku gak niat mau main-main Hp lo, terus lagi aku buka makanan aku tadi di aula eh seenaknya dia main rampas aja dan parahnya lagi kakak lihat sendiri kan tadi dibuang aja gitu di tanah makananku, siapa coba gak kesal kak itu kan aku beli pakek uang! Sumpah dia persis kayak kakak waktu jadi manusia es ngeselin.....Is pokoknya pengen gue tampol tuh orang"ucap Aldrina panjang lebar mengungkapkan kekesalannya


Justru Dandra yang mendengar ucapan Aldrina merasa cemburu "Kayak aku? Bahkan sebelum kepergianku pun aku sudah tidak percaya diri"batin Dandra


"Lo halo kak? Kok diem sih tanggapin kek apa kek"ucap Aldrina yang melihat Dandra melamun

__ADS_1


"Eh iya maaf seharusnya kamu lebih sopan dong Drin, kan itu memang kesalahanmu karena dia itu OSIS dan dia kan cuma melaksanakan tugas dia"


"Ya tapi kan tetap aja dia ngeselin kak"ucap Aldrina masih dengan nada kesal


"Udah udah gak usah dipikiri lagi nanti aku yang minta HP kamu ke dia"


"Serius? Yes gak jumpa manusia es ngeselin, makasih kak"ucap Aldrina sambil memeluk Dandra


"Bahkan saat ini kamu sudah memiliki panggilan untuknya"batin Dandra yang merasa cemburu


Gilbert yang baru saja keluar perpustakaan langsung menuju kantin karena merasa sudah sangat lapar. Baru saja dia ingin melangkahkan kakinya Gilbert melihat beberapa anak OSIS yang berada di kantin.


"Sial kenapa anak OSIS mencar gini"gerutu Gilbert dan akhirnya pasrah kembali ke aula


Kenzo sang ketua OSIS saat ini sedang berada diruangan OSIS, Dandra setelah mengantar Aldrina kembali ke aula menghampiri Kenzo untuk mengambil HP gadisnya itu.


TOK TOK TOK


Dandra mengetuk pintu dengan sopan dan langsung dipersilahkan masuk oleh Kenzo. Tanpa basa-basi Kenzo langsung menyerahkan HP Aldrina.


"Maaf untuk ini"ucap Dandra yang merasa tidak enak karena Kenzo langsung tau apa tujuannnya datang


"Bukan lo yang salah"ucap Kenzo dingin


Setelah mendengar itu Dandra pun keluar dari ruangan dengan wajah datarnya.


"Gak nyangka manusia sedinginnya bisa begitu berubah"batin Kenzo yang tidak percaya


Aldrina yang baru saja kembali ke aula langsung ditempeli kedua sahabatnya yang saat ini sudah sangat panik.


"Aman lo Drin?"tanya Shirene melihat dari atas ke bawah


"Utuh semua kan masih?"tambah Luna yang juga khawatir


"Apasih kalian dua gaje banget senang banget ya gue kenapa-napa"balas Aldrina heran


"Syukurlah, bukan gaje Drin tapi ngeliat lo ditarik kak Kenzo kami udah takut banget untung kami nemuin kak Dandra cepat kalo enggak lo pasti bahaya"ucap Shirene merasa sedikit lega


"Pantas kak Dandra tepat waktu"batin Aldrina sambil senyum sendiri


"Oi kenapa tiba-tiba senyum sendiri?"tanya Luna bingung


"Paling mikiri doi makanya Lun secepatnya kejar kak Felix"balas Shirene yang membuat Luna memasang wajah cemberut


"Hahah udah-udah kalian jangan ribut lagi, mari kita fokus"ucap Aldrina menyudahi pembicaraan mereka

__ADS_1


***


__ADS_2