Love You So Much

Love You So Much
Bagian 23 (Mila Vs Aldrina)


__ADS_3

"Jujur saja aku cemburu jika kamu dekat bersama orang lain, walaupun kamu bilang itu hanya sebatas teman atau adik "


~~ LYSM ~~


Mereka berenam sekarang sudah duduk di sebuah meja yang ada di kantin 4 pasang mata kini mengintimidasi Aldrina dengan tatapan tajam namun tidak ada satu pun yang berani membuka suara sampai akhirnya Dandra berbicara


"Kalian mau makan apa? Pesan aja saya yang traktir itung-itung utang cerita Aldrina"kata Dandra datar sambil melirik Aldrina yang terlihat kikuk


Aldrina yang mendengar itu mengerutkan dahinya "Lah bukan gitu apalagi ke elo mut mana berani gue main rahasia-rahasiaan! Kami itu baru jadian semalam suer deh! kak Dandra aja yang aneh dari tadi pagi, gue kan cuma mau nyari timing yang tepat aja gitu biar bisa curhat ke elo mut cuma belum nemu momennya dari tadi pagi"balas Aldrina dengan polosnya


Tatapannya tertuju pada sahabat satu-satunya itu yaitu Shirene, Aldrina tidak mau ada salah paham diantara mereka berdua seperti yang terjadi dengan Luna, persahabatan adalah yang nomor satu bagi Aldrina, Shirene masih memasang wajah datar dan mengintimidasi walaupun begitu wajahnya tetaplah menggemaskan kemudian semburan tawa tercetak jelas di wajahnya.


"HAHAHAHA! Gila parah ini mah gue harus makan besar-besaran secara sahabat gue ini yang bucinnya setengah mati sama kak Dandra sampe setiap detiknya cuma em...." Aldrina mendekap mulut Shirene yang berbicara mengeluarkan aib sahabatnya sendiri


"Anjir gue kira elo marah mut"


"Gue marah? Ya enggaklah malah gue bersyukur setidaknya gue gak capek dengar curhatan lo lagi sama tingkah kony..."


"EHM.." Gilbert berdeham merasa kedua wanita cantik ini tidak menghiraukan keempat lelaki yang ada di dekat mereka


"Maaf ya mbak embak entar aja celotehnya saya mau makan lumayan dibandari"timpal Gilbert yang sudah kelaparan


"Nyenyennye iya iya mentang-mentang dibayarin"sindir Aldrina


Yang lain hanya tertawa mendengarnya, namun dibalik itu ada sorot kecewa dimata Tian yang bisa dilihat dengan jelas oleh Dandra, hal itu membuat bibir Dandra makin melengkung setidaknya salah satu saingannya akan tau dimana posisinya dan tau menjaga jarak dengan pacarnya.


Sepulang sekolah Shirene pulang dengan Lucas menyisahkan Aldrina yang kini menunggu Dandra di kelasnya. Dandra menyuruh Aldrina menunggunya karena tadi kepala sekolah memanggil Dandra, Aldrina tidak marah akan hal itu justru Aldrina begitu senang merasa diistimewakan oleh Dandra yang terkenal akan tidak mau taunya itu.


"Kak Dandra lama amat sih, eh bentar-bentar si Luna kemana ya? Kok hari ini gak masuk sekolah?"tanya Aldrina penasaran


"Dia lagi check up ke rumah sakit"jawab Dandra yang entah sejak kapan berada di depan pintu kelas


"Ciee tau! Ialah kakak kan orang terdekat Luna di sekolah lupa gue"sindir Aldrina kemudian berjalan mendekati Dandra sembari menggendong tasnya

__ADS_1


"Kok gitu ngomongnya?"tanya Dandra yang merasa disindir


"Ya kan emang situ yang paling dekat sama dia sampe seisi sekolahan nyangka kalian pacaran"kata Aldrina dengan memayunkan bibirnya


"Yang seharusnya marah sekarang itu aku Aldrina bukan kamu"kata Dandra dan menyentil dahi Aldrina


"Lah nih orang nyaman banget nyentil-nyentil gue untung sayang"batin Aldrina kesakitan


"Pasti kamu ngatain aku kan dalam hati?"kata Dandra sambil mendekatkan wajahnya pada Aldrina


"Aarggh" Aldrina menggigit hidung Dandra


"Kalo udah tau syukur deh"teriak Aldrina sambil setengah berlari


Entah setan apa yang mendorong Aldrina bertingkah seperti itu pada Dandra benar-benar memalukan kini pipinya terasa panas akibat tingkah konyolnya, Aldrina begitu tak kuasa menahan rasa gemasnya pada Dandra yang terlihat begitu cemburu padanya


"Makan obat apa sih kak Dandra sampe prote..." Aldrina memberhentikan ucapannya saat melihat sosok gadis yang terlihat familiar


Gadis itu jelas memasang wajah tidak sukanya pada Aldrina saat menatap dirinya seperti membangun arena pertempuran antara mereka. Lalu gadis itu memalingkan pandangannya pada Dandra dan memasang senyum genitnya.


Refleks Aldrina membalikkan badannya kini terlihat gadis itu memeluk manja Dandra dan Dandra apa yang dilakukannya dia membiarkan gadis itu memeluk dirinya tanpa adanya perlawanan seperti yang dilakukan Dandra ketika Aldrina ingin memeluk paksa dirinya.


"DAMN"batin Aldrina dengan tampang sangarnya


Aldrina berjalan mendekati keduanya untung sekolah terlihat sepi waktu itu, bisa saja mereka mengira Dandra kedatangan pacar yang sudah lama tidak bertemu. Aldrina menarik paksa Dandra agar menyisahkan jarak dengan gadis itu


"Maaf ya mbak dia pa..car.. saya"kata Aldrina begitu tegasnya


Gadis itu memandang remeh Aldrina "Baru pacar aja dah sibuk banget apalagi kalo udah jadi istri"sindir gadis itu dengan wajah menyebalkan


"Apa lo bilang ngajak ribut situ?"balas Aldrina tidak kalah nyolot


"Uda sayang gak bagus ribut di sekolah"kata Dandra sambil memeluk hangat bahu Aldrina

__ADS_1


Aldrina senang bukan main terlebih lagi Dandra mengatakan sayang di depan gadis itu, Dandra mengakui Aldrina adalah pacarnya. Gadis mana pun akan menyukai fakta bahwa pasangannya mengakuinya terlebih di depan gadis yang lebih cantik dari dirinya.


"Cantik sih tapi sayang... Godain pacar orang"kata Aldrina dengan nada suara seperti di tiktok


Gadis itu adalah Mila. Ingin rasanya Mila mengoyak-ngoyak mulut gadis yang ada dihadapannya ini kalau saja Dandra tidak menghalanginya


"Kak kakak kan udah janji bakalan traktir aku"rengek Mila mencari perhatian


"Kakak? Traktir?"kata Aldrina seperti meminta penjelasan pada Dandra


Seperti biasanya Dandra terlihat dingin namun menggunakan suara yang melembut pada kedua gadis ini "Iya sayang dia udah aku anggap seperti adikku sendiri dan untuk soal traktiran aku sudah berjanji padanya karna ulahmu di club beberapa waktu lalu"


"Sialan gadis ular ini, sejak kapan dia merubah Dandra menjadi semanis itu pada dirinya, liat aja nanti gak bakalan gue biarin lo bersenang-senang di dekat Dandra, dia itu milik gue! Dandra hanya boleh baik sama gue"batin Mila dengan senyuman licik di wajahnya sambil menatap Aldrina


"Yaelah nih gadis kayak rubah aja, lo pikir gue gak tau elo kayak mana, sorry nona di drakor pasaran orang kayak elo"batin Aldrina sambil menatap Mila juga


"Oh iya dia Aldrina pacarku Mila! Dia Mila anak sahabat papaku sayang"kata Dandra memperkenalkan keduanya


Dandra sudah tau merasa ada hawa yang tidak menyenangkan dari keduanya untuk menghentikan pertikaian Dandra mencoba membuka suara. Aldrina pun manggut-manggut menandakan mengerti apa yang dikatakan Dandra lalu Mila memasang wajah masa bodonya dia tidak peduli kalau Aldrina adalah pacar lelaki yang dia sukai.


"Gimana Dan? Kita jadi pigi kan gue udah jauh-jauh datang kesini lo"rengek Mila lagi sambil memeluk manja tangan kiri Dandra


"Lengket.. Lengket aja kayak lem"cibir Aldrina pelan namun bisa didengar oleh Dandra, lelaki itu melengkungkan bibirnya


"Eh maaf ya gue bagusan manggil apa nih kak Mil atau apa, kan disitu yang salah saya karna saya yang udah ngejambak anda dan bukan Dandra seharusnya anda minta traktirannya sama saya  bukan sama pacar saya"balas Aldrina begitu ambigu


"Cih dia pintar juga"batin Mila


"Oh begitu sebelumnya saya tidak mengenal anda maka saya meminta Dandra yang menggantikannya"


"Lah yaudah tadi kan kita udah kenalan, jadi ayo aku yang traktir"balas Aldrina nyolot


Pusing mendengar keduanya saling melontarkan isi pikirannya Dandra meninggalkan keduanya "Yang mau ikut makan silahkan ikutin saya kalo enggak tetap aja disitu bersarang"kata Dandra akhirnya menyudahi perselisihan itu

__ADS_1


"Ribet yah cewek"batin Dandra sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal


***


__ADS_2