Love You So Much

Love You So Much
Bagian 56 (Dandra Vs Kenzo)


__ADS_3

"Ingat satu hal jika dia benar-benar orang yang kamu cintai dan hatinya terluka maka kamu ikut merasakannya"


\~\~LYSM\~\~


Melihat Aldrina yang sudah tertidur, Dandra melangkahkan kakinya keluar dari kamar Aldrina dengan penuh hati-hati, takut Aldrina akan terbangun dari tidurnya. Sebelum Dandra keluar dari rumah tidak lupa berpamitan dengan bibi Inem dan menitipkan pesan untuk Aldrina.


Dandra mengeluarkan HPnya dari kantong dengan emosi yang masih bisa dikontrol Dandra menelpon Kenzo menanyakan keberadaan lelaki yang sudah mebuat gadisnya terluka tadi. Keduanya bertemu di sebuah taman yang tidak terlalu ramai pengunjung.


"Sebagai sesama lelaki saya bakal dengar sudut pandang lo Zo!"ucap Dandra dengan tenang


"Gue gak merasa harus jelasin apa-apa"ucap Kenzo seakan tidak memperdulikan ucapan Dandra


"Jadi Aldrina sampai masuk UKS bukan karna apa-apa?"tanya Dandra semakin dingin


"Ooo dia,dianya aja yang kurang ajar dan secara tidak sengaja saya bergerak dengan intuisi saya"


"BUGH"


"BUGH"


Pukulan mendarat mulus di pelipis Kenzo karena ekspresinya yang tidak merasa bersalah sedikit pun.


"Sekali lagi lo nyakitin Aldrina, nyawa lo jadi taruhannya Zo!" ucap Dandra dengan penuh amarah


"Cuih!" Kenzo membuang ludah dengan seringai


"Hahah gak nyangka seorang Dandra yang dikenal begitu dingin bisa langsung patuh hanya karna seorang wanita, banci lo!"ucap Kenzo memancing emosi Dandra


Dandra memasang wajah tenang "Itu urusan saya, ingat satu hal lo bakal ngerasakan hal yang sama ketika orang terdekat lo disakiti!"ucap Dandra untuk terakhir kalinya lalu meninggalkan Kenzo


"Gak! Gak bakalan! Gak bakalan.."teriak Kenzo agar Dandra yang sudah menjauh darinya tetap mendegarkan ucapannya


Dandra melajukan motornya di atas kecepatan rata-rata. Dandra marah tetapi lelaki itu tidak ingin melampiaskan kemarahannya dengan memukul habis-habisan Kenzo yang masa bodo akan dirinya..


"Pantas Felix emosi yang diajak bicara saja batu"batin Dandra tidak habis fikir dengan sikap Kenzo


Kenzo menyandarkan tubuhnya di bangku yang berada di taman mengusap pelipis yang mulai meriang akibat hantaman Dandra yang cukup kuat. Lelaki itu menutup matanya memutar kembali kejadian yang akhirnya membuat dirinya babak belur.


"Baru gitu aja semua orang ngebela dia, dimana orang-orang ketika gue disiksa Hah?, Arghhhh"ucap Kenzo diakhiri teriakan frustasi


Lelaki itu terduduk memandang langit dengan sorot kebencian seolah menyalahkan Tuhan atas segala yang ketidakadilan yang terjadi dalam hidupnya. Matanya memerah namun air mata seakan terbendung hanya untuk sekedar membasahi wajahnya.


"Hidup gue juga gak adil Dan"ucap Kenzo seolah berbisik


Merasa sudah cukup baikan, Kenzo memutuskan untuk pulang ke rumah "Huh Hufth"Kenzo membuang nafasnya berat


Kenzo kembali memasang senyum palsu karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan adiknya. Alasan satu-satunya Kenzo tidak meninggalkan sang ibu hanyalah karena adik perempuannya. Kenzo tidak akan membiarkan adiknya, Mulan mengalami hal yang sama seperti dirinya. Sejak Mulan masih kecil gadis itu sudah mengidap penyakit asma dan sering kambuh karna tidak pernah mendapatkan penanganan yang serius dari dokter. Kenzo tersenyum pada Mulan yang sedang bermain di pekarangan rumah sendirian.

__ADS_1


"Kak Kenzo"teriak Mulan senang yang saat ini sudah kelas 1 SMP


"Adikku yang manis"ucap Kenzo lembut sambil mencolek hidung Mulan


Mulan tersenyum manja mendapat perlakuan manis.


"Eh obatnya udah di minum gak Mulan?"tanya Kenzo sambil membuka sepatu


Mulan mengangguk sambil menatap Kenzo kemudian menyadari wajah tampan kakaknya banyak yang lecet, Mulan mengerutkan dahinya dan memasang tampang tidak suka.


"Wajah kakak kenapa? Siapa yang berani nyakitin kakak?"tanya  Mulan sambil menunjuk


"Hahah ga ada siapa-siapa kok dek! Tadi jatuh jadi gini deh dek, yaudah kakak masuk dulu ya"ucap Kenzo sambil tersenyum dan mengelus pucuk rambut Mulan


"Ada yang gak beres nih"batin Mulan yang merasa sang kakak sedang membodohinya


***


"Hoam"Aldriana menguap menandakan gadis itu sudah terbangun dari tidurnya


Aldrina mengerutkan dahinya ketika tidak melihat Dandra lagi disekitarnya. Aldrina pun bangun dari tempat tidurnya kemudian pergi mandi. Setelah mandi Aldrina turun ke bawah dan menemui bibi Inem.


"Gimana non udah baikan?"tanya bi Inem sambil memperhatikan Aldrina dari atas ke bawah


"Hehe udah kok bi, bokong aku udah enggak sesakit waktu di sekolah"


"Biasalah bi anak muda jaman sekarang hehehe"jawab Aldrina sambil bercanda


Bi Inem pun hanya bisa geleng-geleng melihat tingkah Aldrina yang selalu membuat dirinya khawatir.


"Ngomong-ngomong kak Dandra kapan pulang ya bi?"tanya Aldrina sambil mengisi gelas dengan air putih


"Itu tadi den Dandra pulang setelah non udah tidur terus tadi bibi disuruh nyampaikan pesan kalo besok pagi den Dandra datang ngejemput non"


Aldrina pun manggut-manggut paham karena sedang minum. Setelah itu Aldrina kembali ke kamar dan memainkan ponselnya. Aldrina membuka WA dan benar saja pesan Shirene dan Luna sudah memenuhi pesan WAnya.


LunaQ


Oi mana lu? (07.00)


Tumben lama bu (07.20)


Hei yo man bentaran lagi masuk (07.29)


Eh nyettt mana lu (07.30)


Guru Killer datang wei,

__ADS_1


wkwkwk ngasih remedi sih kayaknya :v (07.35)


Eh gila lo kenapa Drin? Kata anak-anak lo bertengkar sama kak Kenzo


Apa coba gue bilang jangan aneh-aneh napa (08.00)


Masih sakit? (09.00)


Kabari nyettt kalo dah baca (10.00)


huh dhlah kzl hmmmm (13.00)


ImutQ


Drin titip jajanan dung (06.58)


Hei mana wei? Laper nih (07.05)


Wah feeling gue gak enak (07.15)


Yah beneran gak masuk (07,.35)


Drin katanya lo bertengkar sama kak Kenzo? Gila tega banget tuh orang (07.50)


Hello girll kabari dong kalo butuh sesuatu (09.00)


Oke fine aku bakal diam karna kelas kita lagi sibukk bangettt (11.00)


Tugaass ngerjain sndri dahlah sedihh


Bukan tugas sih mksdnya remedi :v (11.30)


Fix sndri huhuhu (11.45)


GWS beibbb (12.00)


"HAAHAH  apasihh 2 mahluk ini ngakak banget"ucap Aldrina membaca pesan WA kedua sahabatnya


Untunglah mereka sudah selesai ujian semester jika tidak mungkin Aldrina akan mengerjakan soal ulangan sendirian di kantor guru, Aldrina sangat membenci kejadian seperti itu.


I am Fine -> LunaQ


Heheh tencuu mut -> ImutQ


Setelah membalas WA kedua sahabatnya Aldrina meletakkan HPnya dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang belum dikerjakannya.


Dilain sisi, Dandra duduk di meja belajar yang ada di kamarnya sambil mengerjakan tugas sekolah. Sesekali pikirannya teralihkan pada Aldrina yang entah bagaimana kabarnya saat ini. Dandra semakin terusik saat mengingat Kenzo yang mungkin saja bisa mempengaruhi gadisnya. Bukannya Dandra tidak percaya pada Aldrina hanya saja Dandra merasa seperti ada takdir yang menanti mereka, entah itu kisah indah atau pun yang membuat keduanya harus melewati kisah pahit. Dandra hanya bisa berharap Aldrina akan selalu bahagia walau dirinya tidak bisa selalu berada disampingnya.

__ADS_1


"I wish you will be happy always Drin, I hope it"ucap Dandra sambil fokus pada yang dikerjakannya


__ADS_2