
"Aku yang kenapa atau dia yang ada apa kok jadi mood swing gini "
~~ LYSM ~~
Masa ujian telah selesai saatnya bagi Aldrina fokus pada permainan basket karena tinggal beberapa hari lagi sekolah mereka akan mengadakan pertandingan bola basket antar sekolah. Walaupun ini tahun pertama baginya, Aldrina sangat antusias untuk itu sampai lupa bahwa semalam adalah hari pertamanya dengan Dandra.
Aldrina terlihat tersenyum senang sambil melangkahkan kaki melewati rumah Dandra. Dia tidak melirik sedikit pun sampai membuat ekspresi Dandra yang tadinya tersenyum menjadi muram saat melihat kedatangan Aldrina. Dandra yang merasa diabaikan menghampiri Aldrina yang sudah melewati rumahnya dia menarik belakang tas Aldrina yang membuat gadis itu menghentikan langkahnya.
"Eh kakak"kata Aldrina dengan cengengesan
"Ada apa yah kak?"lanjutnya yang membuat alis Dandra bertaut
"Lupa atau pura-pura lupa"ejek Dandra dengan suara kecil lalu merangkul Aldrina yang membuat gadis itu mundur selangkah ke belakang
Melihat sikap Aldrina barusan yang kembali menghindarinya membuat Dandra kesal kemudian berjalan meninggalkan Aldrina dibelakang
"Nah gini dong ngambek"batin Aldrina
Dengan sigap Aldrina berlari mengejar Dandra sampai akhirnya tubuh Aldrina membentur bagian belakang Dandra, gadis itu memeluk erat Dandra. Untung saja pagi itu terlihat sepi kalau tidak mereka sudah menjadi tontonan yang seru.
"Yeee gitu aja ngambek"kata Aldrina sambil menyelipkan kepalanya di celah pergelangan tangan Dandra "Senyum dong entar gantengnya ilang lo kak"seru Aldrina sambil memamerkan senyumnya
Aldrina begitu menggemaskan dan tau betul cara mengambil hati Dandra. Keduanya pun tertawa dan berjalan menaiki bus bersama. Dandra sengaja tidak membawa motornya agar bisa lebih lama duduk berduaan dengan Aldrina.
"Kak aku bagusan tetap manggil kakak atau sayang atau chagiya atau oppa emm atau..."
Dandra mendekap mulut Aldrina karena suaranya yang nyaring membuat seisi bus senyum-senyum sendiri melihat keduanya. Aldrina pun tertawa dan kembali diam menyandarkan kepalanya di bahu Dandra.
"Kak beberapa hari lagi bakalan ada pertandingan basket, entar dukung aku ya"kata Aldrina kembali membuka obrolan
"Hemmm"
"Dukungnya pakek suara ya jangan ngelotot doang"
"Hemm"
"Trus kalo istirahat bisa kali mendekat sikit biar aku peluk, biar tersalur gitu bau keringat aku hahah"
"Aww"Aldrina teriak kesatikan setelah Dandra menyentil dahinya
"Ihh yaudah kalau gak mau blekkk"balas Aldrina dengan menjulurkan lidahnya dan turun dari bus karena mereka sudah sampai di sekolah
Aldrina terlihat komat-kamit tidak jelas, baginya Dandra terlihat lebih menyebalkan setelah mereka pacaran "Hah apaan itu gak ada manis-manisnya! iya sayang iya gitu kek kan enak! Eh bentar tapi lucu juga ya kalo dia datang mendekat tiba-tiba aku peluk kasian juga bau ketek entar hahaha"kata Aldrina berbicara sendiri sambil tertawa membuat semua orang merasa ngeri melihatnya.
Aldrina seperti orang gila berbicara sendiri sampai dia tidak sadar bahwa Felix kini berada dihadapannya selangkah lagi Aldrina akan menubruk dada bidang Felix kalau Dandra tidak menarik Aldrina kearahnya yang membuat Aldrina tersadar.
__ADS_1
"Pagi kak Felix"Aldrina menyapa Felix itu adalah sebuah keajaiban dan membuat Felix senang
Dandra memasang tatapan horror tidak ada yang memperdulikannya "Gimana Drin lo jadi ikut kan pertandingan basketnya?"
"Jadi dong gak sabaran malah"
"Kalo gitu nanti sore kita latihan bareng, gimana?"
"Bo ..."
"Nanti sore kami ada janji"potong Dandra menyelah pembicaraan keduanya
"Kita kemana kak?"tanya Aldrina antusias
Dandra terdiam sendiri melihat kanan kiri bingung ingin mengatakan apa "Terserah kamu"
"Yeee ogah lah kalo gitu lebih..."
"Pokoknya ikut samaku"potong Dandra dan menarik Aldrina menjauhi Felix
"Ada apa dengan mereka?"tanya Felix dengan raut wajah yang kecewa
Setelah jarak keduanya sudah jauh dengan Felix, Aldrina kembali protes "Aiss apaan sih kak kok main tarik-tarik gitu"
"Ikut aku ke kelasku dulu baru ke kelas kamu"balas Dandra tanpa melepaskan genggamannya
"Ooooh jadi malu gitu aku megang kamu tapi gak malu berduaan sama cowok lain main basket gitu"balas Dandra dengan nada menjengkelkan
Dandra terlihat begitu cemburu pada Aldrina "Apaan sih gaje banget lo kak"balas Aldrina tidak mengerti dengan arah pembicaraan mereka
Keduanya sampai di kelas XII-MIA 1, Dandra dan Aldrina berjalan menuju bangku Dandra. Dandra meletakkan tasnya kemudian duduk dibangkunya
"Lah terus aku?"tanya Aldrina merasa diabaikan
Dandra menunjukkan pintu keluar "WHAT?"Aldrina mengumpat dalam hati
"PMS kali si bambang gaje banget"kata Aldrina dalam hati
"Kenapa belum keluar? Bentar lagi bel"kata Dandra dengan nada dingin
Aldrina pun keluar dengan tampang tak percaya dari kelas Dandra, emosinya hampir sama dengan Dandra "Kenapa sih tuh orang nyebelin banget sumpah"
Shirene melihat kehadiran Aldrina dengan wajah yang masam tercetak jelas di wajah Aldrina
"Kenapa tuh muka gak dikasih makan sama bokap?"ejek Shirene
__ADS_1
"Bukan gak dikasih makan lebih tepatnya lagi nahan boker kali"sambung GIlbert
"Wih kok jadi horror gini yah, bulu kuduk gue kok jadi merinding gini"sambung Gilbert melihat 3 pasang mata menatapnya tajam
"Moodnya lagi gak bagus jangan dingganggu oon"balas Tian sambil menarik Gilbert menjauh dari Aldrina
"Tau tuh sana lo rusak suasana scare aja"tambah Shirene
"Apa wei aku salah ngomong juga ya hehehe maap-maap sengaja"tambah Shirene tanpa dosa yang mendapat tatapan tajam juga
Kini tiba saatnya jam isitirahat seperti biasa mereka semua pergi ke kantin untuk mengisi perut masing-masing terlebih lagi Shirene yang sudah tidak sabaran. Tian dan Gilbert berjalan disamping Aldrina dan Shirene entah sejak kapan mereka berempat layaknya sahabat dekat.
"Gue punya tantangan!"seru Gilbert
"Apaan tuh?"tanya Shirene penasaran
"Gimana kita berempat lomba lari nah siapa yang belakangan nyampe dia bakalan mentraktir kita semua"
"Anjir lo! Itu mah enak di elo nya susah di gue"jawab Shirene tidak terima
"Gimana Rin Tian setuju gak?"tanya GIlbert tanpa memperdulikan pendapat Shirene
"KACANG KACANG KACANG"seru Shirene merasa diabaikan
"TELUR TELUR TELUR"sambung Lucas yang datang entah darimana
"Tamu tak diundang"protes Gilbert
"Irih bilang bos"sambung Aldrina
"Yaelah si mbak tiba kayak ginian protesnya lancar ya mbak"jawab Gilbert dengan wajah masam yang membuat mereka berlima tertawa bersamaan
Mereka terlihat begitu kompak jika tidak mengenal mereka bisa saja akan dikira sudah lama bersahabat. Pada saat yang bersamaan Dandra juga muncul di kantin, Dandra begitu tidak suka melihat Aldrina dekat dengan yang lain entah mengapa Dandra terlihat begitu posesif pada Aldrina.
"Kamu sini"seru Dandra sambil menarik tangan Aldrina
Semuanya merasa heran dan bahkan Aldrina terkejut dengan sikap Dandra "Apa sih kak"kata Aldrina tidak terima
"Aku pacar kamu apa salahnya cuma mau ngajak makan sama di kantin"kata Dandra dengan penekanan disetiap katanya, kini semua ternganga tidak percaya
"itu pengumuman atau ancaman sih kok rada horror gitu"batin Shirene yang tak kala terkejutnya
"Awas lalat masuk hihi"kata Aldrina terlihat geli melihat raut wajah teman-temannya
Bisa-bisanya Aldrina tertawa disuasana yang terlihat tidak nyaman itu.
__ADS_1
***