Love You So Much

Love You So Much
Bagian 64 (Bahagia Natal)


__ADS_3

"Bahagia itu sederhana hanya mendengar ucapan si dia membuat hati berbunga-bunga"


\~\~LYSM\~\~


Tanpa rasa berdosa Aldrina keluar dari rumah menyusul Dandra dan yang lain dengan senyum usilnya.


"Sayang kenapa Bimo? Kamu apakan sampai suaranya menggema kesini?"


"Hahaha aku kasih jurus biar kapok"


"Ada-ada saja kamu! Yaudah ayok biar gak terlambat"


"Oke Let's go sayang"balas Aldrina semangat


Tiga mobil keluar secara berurutan meninggalkan rumah mewah Aldrina. Di dalam mobil Aldrina terus saja tersenyum bahagia membuat Dandra ikut tersenyum dibuatnya.


"Aldrina"


"Hmm apa kak?"


"Kamu cantik"


"Siapa dulu pacarnya Dandra gitu lo"ucap Aldrina dengan bangga padahal Dandra sedang menggodanya membuat laki-laki itu menggelengkan kepala


"Gagal"batin Dandra lalu kembali fokus menyetir


Sesampainya di parkiran sekolah Dandra segera menghentikan mobilnya kemudian Aldrina langsung turun tanpa mengucapkan satu kata pun pada Dandra.


"Aldrina tung..."


"Yah udah jauh aja"batin Dandra kemudian lelaki itu memarkirkan mobilnya dulu


Sementara Shirene dan juga Lucas keduanya turun dari mobil dan jalan berdampingan membuat orang-orang memasang wajah irih melihat Shirene yang bisa mendapatkan Lucas salah satu lelaki tampan yang ada di SMA Tunas Utama.


"Enak ya jadi Shirene udah gendut tapi Lucas tetap mau"


"Benar banget bikin irih padahal cantikan gue"


"Widih Shirene lama-lama diliat cakep ya apalagi pake gaun gitu"


"Apaan tetap aja gemuk! Gue gak suka cewek begitu"


"Haha gue mau aja sih kalo dia mau"


Mendengarkan semuanya membuat wajah Shirene yang tadinya bahagia menjadi cemberut, gadis tembem itu menundukkan kepalanya yang membuat Lucas menghentikan langkahnya dan menangkup pipi tembem gadis itu.


"Udah jangan dengerkan mereka! Bagi aku kamu yang paling cantik dan paling mengggemaskan"ucap Lucas lembut


Shirene pun tersenyum dan mengangguk setuju, betul yang dikatakan Lucas dirinya tidak perlu memikirkan apa yang dikatakan orang-orang yang membuatnya merasa buruk. Di sisi lain Luna masih berdiam diri di dalam mobil baru kali ini dirinya naik mobil berduaan dengan Felix, entah mimpi apa gadis itu bisa mendapatkan kesempatan yang sudah lama dinanti.


"Gak mau turun Lun? Nanti kamu telat"ucap Felix lembut sambil memandang manik mata Luna


"Astaga jantung gue mau copot! Huh huh ayo jantung kerja sama dong! Apa kamu? Sejak kapan kak Felix manggil kamu? Aaaa"batin Luna menjerit kegirangan

__ADS_1


"Lun.. Luna?"panggil Felix lagi melihat Luna yang melamun dengan senyuman yang menghiasai wajah cantik gadis itu


"Eh anu i i iya kak, ini mau turun"ucap Luna tersipu malu


"Luna malu seperti ini cantik juga apalagi tadi saat melihatnya di tangga"batin Felix memperhatikan Luna


Felix pun turun dari mobilnya kemudian membukakan pintu mobil untuk Luna yang membuat pipi gadis itu semakin bersemu merah.


"A a aku pergi dulu ya kak"ucap Luna meninggalkan Felix yang masih menatap dirinya


Aldrina dan penerima tamu yang lainnya pun mengambil peralatan apa saja yang dibutuhkan untuk penerima tamu, Aldrina mengambil kotak yang berisikan pita-pita yang akan dilengketkan pada semua orang yang datang, Shirene mengambil kotak yang berisikan selebaran tertib acara, dan Luna mengambil kotak yang digunakan untuk kotak sumbangan yang bersifat opsional.


Ketiganya memasang wajah yang tersenyum ramah dengan menampakkan deretan gigi mereka yang putih, namun pada saat Aldrina melihat sosok Kenzo senyumnya menghilang digantikan dahi yang berkerut karna lelaki itu tetap saja memasang wajah esnya di perayaan natal yang indah itu.


"Eh kak katanya tamu yang masang wajah ketus gak boleh masuk!"ucap Aldrina melihat Kenzo mendekatinya


"Berisik"


"Yee dibilangin malah makin dibuat"


"Terserah saya"ucap Kenzo dingin sambil merampas pita yang ada di tangan Aldrina karna gadis itu belum juga memberikannya pita


"Nih kak tata acaranya, senyum kak senyum"ucap Shirene takut-takut yang hanya mendapati sorotan tajam dari Shirene


"Eh kak gak mau nyumbang nih? Kotaknya masih kosong"ucap Luna sambil mengguncang-guncang kotaknya


Kenzo pun merogoh kantongnya dan mengambil uang lima ribu rupiah dan memasukkannya dalam kotak itu.


"Sikit amat kak tambahin do.."ucap Luna berhenti saat melihat wajah Kenzo yang ingin memakannya hidup-hidup


Kenzo pun meninggalkan tiga sekawan itu yang sudah membuat emosinya di pagi hari. Ketika Kenzo sudah pergi Aldrina,Shirene,dan Luna tertawa bersama.


HAHAHA


"Gila gila masih pagi malah mau nerkam gue"ucap Luna sambil mengelus dadanya


"Haha lo si Lun sok berani kek orang sebelah kalo gue sih gak berani"


"Hahaha ia mut agak menyesal sih ini"


"Haha kalian apaan sih kak Kenzo masih normal masih makan nasi"ucap Aldrina menimpali sahabatnya itu


"Yah siapa tau mak..."ucapan Luna lagi-lagi terpotong mendengar suara khas yang sangat mereka kenal


"Heh heh heh kalian ini! Saya menugaskan kalian menjadi penerima tamu disini bukan jadi tukang gosip"ucap pak Handoko yang entah sejak kapan sudah ada disana


"Aduh mati, lo si Drin pakek acara ganggui kak Kenzo"ucap Shirene pelan sambil menyenggol sebelah tangan Aldrina


"Ya maap abisnya gak tahan"


"Sudah-sudah jangan mengobrol lagi! Kerjakan tugas kalian dengan benar"


"Siap Pak"

__ADS_1


Aldrina pun memasang pita pada Pak Handoko lalu wali kelas mereka itu pergi dari sana. Sekitar jam 08.30 WIB acara pun dimulai dan pintu aula ditutup rapat dengan beberapa penjaga ditugaskan menjaga pintu. Pendeta Niel yang diundang sebagai pemimpin renungan natal sudah mulai berbicara.


"Selamat pagi saudara-saudariku yang terkasih dan selamat natal"


"Selamat natal"balas semua orang yang ada di aula


Acara demi acara terlaksana dengan penuh sukacita, namun di tengah acara Aldrina merasa sesak di perutnya, gadis itu ingin pergi ke kamar mandi namun enggan dikarenakan acaranya masih berlangsung. Dandra yang duduknya berada disamping Aldrina mengerutkan dahinya karna gadis itu mengoyang-goyangkan kaki seperti sedang menjahit.


"Kamu kenapa?"bisik Dandra di telinga Aldrina


"Hm? Aku aku kebelet kak"


"Kebelet? Yaudah ke kamar mandi dulu"


"Ah engga ah kak gak mau, tunggu acara hiburan aja"


"Yakin kamu tahan?"


"Mudah-mudahan kak"ucap Aldrina sambil menggenggam sebelah tangan Dandra agar mendapatkan kekuatan


Dandra tersenyum geli melihat tingkah Aldrina namun merasa kasihan karna rambut-rambut tangan gadis itu sudah berdiri tegak. Tidak beberapa lama akhirnya acara hiburan dimulai membuat Aldrina bernapas lega.


"Akhirnya makasih Tuhan akhirnya aku bisa ke kamar mandi"ucap Aldrina


"Hahah kamu sih sok kuat, yaudah sana daripada ngompol nanti! Perlu ditemani?"


"Ih gitu amat kak, aku pergi sendiri aja bentar ya kak"ucap Aldrina lalu berdiri dari duduknya


Aldrina berjalan melewati orang-orang menuju pintu keluar disana ada Rex yang sedang bertugas sebagai penjaga pintu.


"Permisi kak mau ke toilet"ucap Aldrina


"Iya iya sebentar jangan lupa kembali"


"Oke siap kak"


Ketika Aldrina sudah berjalan  keluar ternyata Kenzo mengikutinya dari belakang. Sebenarnya Kenzo enggan melakukannya namun karna Mulan adiknya selalu memohon kepada dirinya untuk membawa Aldrina ke rumah mereka, lelaki itu menurunkan egonya dan mencoba mengajak Aldrina terlebih gadis itu sedang sendirian.


"Woi"


"Woi woi anak kelas 1 tunggu"teriak Kenzo pada Aldrina yang tetap berjalan setengah berlari


Melihat gadis itu tidak menanggapinya Kenzo menyusul Aldrina dan berhenti tepat di depan Aldrina sambil merentangkan kedua tangannya,


"Astaga kenapa lagi kulkas ini? Mau ke toliet aja banyak cobaan huhuh"batin Aldrina menangis


"To tolong kak aku kebelet"


"Oh iya sorry"ucap Kenzo menggaruk kepalanya sambil menunduk


"Eh kak bawain sepatu aku ya"teriak Aldrina yang sudah berlari telanjang kaki dengan gaya yang aneh


"Cacing kepanasan haha"ucap Kenzo dengan tawa melihat Aldrina yang melenggak lenggok

__ADS_1


Dahi Kenzo berkerut namun tetap saja dia menurut membawa sepatu Aldrina menuju toilet wanita. Kenzo berdiri diluar pintu sambil memegang sepatu Aldrina, lelaki itu menudukkan kepalanya saat beberapa gadis melihatinya sebelum masuk ke dalam toilet


__ADS_2