
"Semakin kamu gak mau ngalah akan semakin menyenangkan bagi saudaramu untuk mengganggumu"
~~ LYSM ~~
Semenjak mereka makan siang tadi bersama Mila, Dandra tidak menanyakan kabar Aldrina atau mengiriminya satu pun SMS karena Dandra mengantar Mila pulang setelah mengantar Aldrina.
"Gue harus hati-hati sama tuh cewek, terlihat jelas kalau dia gak suka sama gue"kata Aldrina berbicara sendiri di sofa rumahnya
"Dan Dandra pun terlihat begitu menyayanginya, iya iya gue tau Dandra nganggap si Mila adeknya cuma kalo orang-orang mikirnya pasti bedalah! Kan gak ada yang jelasin kalo mereka kakak adek! Gimana gue bisa tena..."
"WOY"
"Kakak sialan"ceplos Aldrina terkejut
Bimo terlihat begitu puas mendapatkan ekspresi terkejut Aldrina yang tidak menyadari kehadirannya "Elo si nyet kakaknya pulang bukannya disapa malah ngomong sendiri sama jin, jin apaan teman lo nyet? Cewek atau cowok? Kalo cewek bisa kali kenalin ke kakakmu yang ganteng ini siapa tau klop"
"Plakk...." Aldrina menendang keras kaki Bimo yang membuat lelaki itu melompat kesakitan
"Rasain enak aja lo kira gue apaan"tambah Aldrina begitu kesal
"Ya kan siapa tau dek duh gemes.. gemes.. gemesnya..."balas Bimo sambil mencubiti pipi Aldrina yang menggemaskan bagi Bimo saat gadis itu marah
"Aaah apaan sih kak awaslah sana ah nyebelin banget.. Papa Pa liat kak Bimo nih gangguin Aldrina"teriak Aldrina mencari perlindungan
"Papa dah pulang?"tanya Bimo menghentikan aksinya
Kesempatan Aldrina mengambil jarak "Iya tapii boong, blek" ejek Aldrina kini gadis itu berlari ke kamarnya padahal Bimo tidak mengejarnya, Bimo hanya tertawa melihat adik satu-satunya itu terlihat seperti anak kecil
"Oalaa dek dek"gumam Bimo lalu merebahkan dirinya yang baru saja pulang dari perkuliahan, jadwal Bimo hari ini benar-benar padat di kampus sampai hari mulai gelap dirinya baru bisa kembali ke rumahnya
"Nyamannya"batin Bimo sampai akhirnya dirinya beralih ke dunia mimpi
Aldrina yang kini sudah terlanjur berada di kamar menyibukkan dirinya untuk bermain HP sebelum mandi. Aldrina membuka instagramnya, sosial media yang paling dia sukai untuk mengabadikan setiap momen yang dia ambil di hpnya. Sudah berbulan-bulan Aldrina tidak memposting foto apa pun disana, Aldrina tidak menyukai hal itu karna banyak para penggemar yang sedang menunggunya. Bagaikan artis saja tapi memang benar Aldrina memiliki 10K followers bukan banyak juga tapi tidak bisa juga dibilang sedikit karna Aldrina pun tidak pernah membeli followers.
posting foto
dengan caption (aku dan kamu @Dandra01)
Aldrina mengirim fotonya bersama Dandra yang diambil Shirene tadi saat mereka berada di katin. Dandra terlihat tersenyum melihat Aldrina yang saat itu sedang berceloteh "Kapan sih tuh bocah ngambil nih foto kok gue gak liat"kata Aldrina sambil tersenyum melihat foto itu
Senyum Dandra dengan lesung pipi di wajahnya terlihat begitu alami yang begitu menarik bagi kaum hawa tentunya. Aldrina begitu senang ini adalah foto kedua mereka setelah foto yang didapatkan dirinya secara paksa saat 17 Agustus yang lalu. Baru 5 menit Aldrina memposting foto, HPnya bergetar terus-menerus notifikasi bermunculan di hpnya.
Shirene_imoets: Ada yang pamer pasangan nich :v
Lucas_S1: Iya tuh beb @Shirene_imoets kamu kapan posting foto kita berdua :v
__ADS_1
Gilbert_Rzzt: Tolong kalian berdua jangan mengumbar kemesraan di akun ini @Shirene_imoets @Lucas_S1
Felix_Gans: Mereka pacaran?
Alica003: Uwuu sekali kak Aldrina :) Semoga langgeng yaa kak unchh :
BillyUp: Duh si embak cantik udah ada yang punya :(
MiminOlshop: Sepatunya kak dijamin murah kualitas terjangkau 100%
TianSs: @Gilbert_Rzzt yang jomblo harap diam
Gilbert_Rzzt: Kayak gak jomblo aja lo njr @TianSs
Shirene_imoets: Tuan tuan @Gilbert_Rzzt @TianSs harap diam sesama jomblo kok diumbar hihi
Lucas_S1: Udah ah beb jangan spam kasian umat jomblo meronta-ronta*
Aldrina tertawa membaca itu semua, teman-temannya begitu senang menggodanya namun dia sedang tidak berniat membalas komentar-komentar mereka. Sudah lama mengotak-atik HP Aldrina memutuskan untuk pergi mandi "Dah ah mandi dulu"seru Aldrina kemudian meletakkan HP nya di meja rias kemudian mengambil peralatan mandinya
Setelah selesai mandi Aldrina mengenakan pakaian tidurnya kemudian turun ke bawah untuk bersiap makan malam namun langkahnya terhenti saat sorot matanya melihat kakak satu-satunya itu masih setia tidur di sofa dan belum mandi bahkan mengantar tas nya saja belum ke kamar. Dengan usil Aldrina mendekati Bimo.
Aldrina membongkar tas Bimo dilihatnya isi tas itu yang bisa digunakan untuk membangunkan Bimo dengan iseng. Mata Aldrina menyipit mendapati pulpen kakaknya seperti pulpen anak perempuan " Hah pulpennya kok berbuluh sih?"tanya Aldrina bingung namun masa bodo untuk hal itu
Mengambil jarak yang cukup aman Aldrina mengarahkan bulu pulpen itu pada hidung Bimo alhasil Bimo pun menggeliat beberapa kali karena Aldrina mengulang-ulang tindakannya. Aldrina terkekeh melihat kakaknya itu.
Dengan sangat terpaksa Aldrina berteriak keras di kuping Bimo " KAK BIMO BANGUN.. BANGUN WOI WOI WOI udah gelap"
"Plakk..." Aldrina mendapat pukulan di kepalanya dia begitu cerobah dengan mendekatkan kepalanya pada Bimo
"Anjir sakit woi"teriak Aldrina sambil mengelus-elus kepalanya
"Makanya sama kakak sendiri itu sopan"kata Bimo sambil menggeliat dan beberapa kali menguap
Aldrina hanya diam dan masih berdiam diri di tempatnya berdiri tadi "Awas sana"kata Bimo mengusir Aldrina yang ada dihadapannya
Aldrina memajukan muncungnya dan komat kamit gak jelas. Sementara Bimo berjalan ke kamarnya, setelah Aldrina tidak melihat wajahnya lagi Bimo memasang wajah menahan tawa karna sudah berhasil mengerjai Aldrina kembali.
"Siapa suruh ngerjai gue"batin Bimo
Sebenarnya Bimo sudah terbangun saat Aldrina melakukan aksi pertamanya hanya saja Bimo menahan tawanya agar terlihat tidak bangun oleh Aldrina. Bimo sendiri tidak tahan dengan hal-hal yang membuatnya merasa geli karena rasa isengnya ingin membalas adiknya itu ia berpura-berpura belum bangun.
Bimo pun keluar dari kamarnya dengan kaos oblong dan boxer dikenakannya, rambutnya pun masih terlihat acak-acakan dan basah.
"Rambut itu dikeringin gak usah ala-ala iklan shampo deh kak entar ada yang jatoh karna airnya"sindir Aldrina yang kini ada di meja makan
__ADS_1
"Irih bilang bos"
"Apa irih? Buat apa? Gini nih punya kakak gaje"
"Gaje-gaje gini tapi sayangkan?"goda Bimo sambil duduk di kursi tempat biasanya makan
"Ih... iuhh"kata Aldrina sambil memajukan bibirnya
"Udah gak usah bawel nyet sendokin nasi kakak"kata Bimo melihat Aldrina yang sudah duluan makan
"Lah situ punya tangan kan!"kata Aldrina tidak mau disuruh
"Iyah tapi gue masih punya adek perempuan yang seharusnya berguna"timpal Bimo
Bimo sangat menyebalkan namun apala daya seorang adik, Aldrina hanya bisa mengikuti perintah kakakya yang begitu menyebalkan itu dengan perasaan tidak ikhlas
"Nyendoknya ikhlas dek, tuh kan nasi nya kececer dimeja"perintah Bimo lagi melihat gumpalan nasi yang berjatuhan
"Iya iya kan gak sengaja lo"
"Nah kan dibilangin melawan"
"Apa itu ribut-ribut Bim kenapa adeknya digodain terus"seru Gandhi yang sudah menghampiri mereka di meja makan
"Papa"teriak Aldrina antusias setelah melihat kehadiran Gandhi
"Lah papa kapan datang?"tanya Bimo heran
"Kalian debat gak kedengaranlah kalo papa udah pulang, ini Ada apa? Apa lagi masalahnya kali ini?"tanya Gandhi pada kedua anaknya itu
"Kak Bimo.."
"Aldrina.."
Mereka berdua saling menjawab apa yang ada dipikirannya "Sudah-sudah jangan berantam kayak anak kecil, lanjutkan makannya"perintah Gandhi dengan nada yang digalak-galakkan
"HAHAHA" Aldrina dan Bimo tertawa
"Siap kapten"balas Aldrina
"Pa, papa kalo marah kok jadi buat kami ketawa sih"sambung Bimo
"Iya tuh papa gak bisa marah nih"tambah Aldrina setuju dengan pendapat Bimo
"Setidaknya kalian tidak bertengkar lagi kan? HAHAHA"balas Gandhi dengan tawa yang menggema diseluruh ruangan
__ADS_1
Akhirnya setelah sekian lama mereka bertiga makan bersama dan sesekali saling melempar candaan, Aldrina begitu bahagia melihat momen ini sangatlah jarang terjadi karena kesibukan Gandhi sebagai orangtua tunggal dikeluarga mereka.
"Aku bersyukur punya papa dan kakak, semoga Tuhan selalu menyertai kalian"batin Aldrina sambil tersenyum memandangi Gandhi dan Bimo secara bergantian.