
"Aku jahil itu biasa kalo kamu jahil baru luar biasa"
~~ LYSM ~~
Aldrina memanggil Dandra yang masih setia di kamar Aldrina dan mengajak Dandra untuk duduk di ruang keluarga karena kamar bukanlah tempat yang baik untuk mengobrol.
Keduanya pun duduk bersampingan. Aldrina menyandarkan kepalanya di bahu Dandra dan mencoba memikirkan apa yang akan dilakukan keduanya agar tidak terlihat canggung. Saat Dandra juga memiringkan kepalanya pada kepala Aldrina, tiba-tiba Aldrina menarik kepalanya yang membuat kepala keduanya bertemu.
"Aww"Pekik Aldrina kesakitan sementara Dandra hanya mengusap usap kepalanya
"Heheh maaf kak"Seru Aldrina merasa bersalah ketika melihat ekspresi Dandra
"Anjir gue gak pekak amat"batin Aldrina
"Hmm"jawab Dandra sambil mengangguk
"Kak"
"Aku mau nanya! Suka gak aku panggil kakak?"tanya Aldrina mencairkan suasana
"Enggak"jawab Dandra dengan cepat
"Lah kenapa?"tanya Aldrina bingung
"Gak ada bedanya sama yang lain"
"Maksudnya gimana gak ada beda?"jawab Aldrina tidak paham
"Aku kan pacar kamu sementara yang lain kan enggak masa sama-sama dipangil kakak! Gitu"jawab Dandra sambil menangkup kedua pipi Aldrina
DEG DEG DEG
"Kenapa kak Dandra makin lama makin manis gini, bisa-bisa sampai mati pun gue gak bisa hidup tanpa dia"batin Aldrina merasa Dandra semakin membuatnya jatuh cinta
"Aldrina pipimu kok jadi merah gitu? Sakit ya?"ejek Dandra pura-pura tidak tau
"Ahh masa sih enggak kok"jawab Aldrina salah tingkah dan menarik wajahnya menjauhi Dandra
Dandra pun tertawa dan keduanya pun kembali diam.
"Kak ayo mainkan satu permainan yok terus yang kalah dihukum terserah yang menang gimana?"seru Aldrina kembali mencairkan suasana
"Yaudah ayok"
Sementara di tempat lain di rumah Mila, gadis itu terlihat marah dengan menghancurkan barang-barang miiknya. Mila terlihat seperti gadis gila melihat Dandra begitu mencintai Aldrina dan mengakui Aldrina di depan ibunya. Mila merasa begitu tidak berharga padahal selama ini dia lah yang selalu ada disamping Dandra bukan Aldrina yang baru saja masuk ke dalam kehidupan Dandra.
"Kenapa Dan? Kenapa harus dia? Kenapa bukan aku?"teriak Mila begitu frustasi
Mila menangis dia merogoh laci mejanya dan mengambil sebuah plastik yang berisikan serbuk kristal bewarna putih, itu adalah shabu-shabu entah darimana gadis malang itu mendapatkan obat terlarang yang membuatnya menjadi candu. Mila mengkomsumsi shabu-shabu itu dan membuatnya menjadi lebih tenang.
Mila selalu menggunakan obat itu ketika dirinya merasa tertekan, tidak ada yang tau mengenai hal itu bahkan Dandra tidak tau kalau Mila mengkomsumsi obat seperti itu.
"Akan kuberi kau perhitungan Aldrina Haha haha hahahaa"teriak Mila diakhiri tawa yang mengerikan
Aldrina dan Dandra mulai memainkan permainan mereka. Yang dilakukan mereka adalah suit. Dengan aturan setiap orang yang mendapatkan 3 kemenangan orang itu dikatakan menang.
"Yeay aku menang"teriak Aldrina kegirangan
__ADS_1
Sementara Dandra hanya bisa tersenyum melihat Aldrina yang begitu antusias.
"Gak usah susah-susah kak aku cuma mau nanya aja kok"
"Tanyalah"kata Dandra
"Emmm..ee jangan marah yah atau tersinggung"
"Iya iya"jawab Dandra sabar dengan tingkah Aldrina yang begitu heboh
"Itu emm aku mau nanya apa benar aku yang nyuri ciuman pertama kakak?"tanya Aldrina tanpa ragu-ragu
Yang membuat Dandra tiba-tiba terbatuk "Hem"
"Hem apaan"
"Ia"jawab Dandra menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Hahah senangnya"Aldrina tertawa begitu bahagia
"Pacarku gak tau malu"batin Dandra tidak habis pikir dengan apa yang ada di otak Aldrina
Keduanya kembali suit dan kini giliran Dandra yang menang
"Yah gak" seru Aldrina murung
"Yes"kata Dandra
Dandra pun tersenyum jahil tanpa berbicara Dandra menunjuk pipinya
"Apa sih kak maksudnya?"
"Apasih ngomong dong? Mana tau aku kalau kakak gak ngomong"omel Aldrina mulai kesal
Dandra lagi-lagi menunjuk pipinya
"Ohh mungkin itu kali ya"batin Aldrina seakan merespon gerakan Dandra
CUP
Tanpa ragu-ragu Aldrina mencium pipi Dandra
"Yang nyuruh kamu cium pipiku siapa? Hem?"seru Dandra lalu mencubit gemas pipi Aldrina
"A.. A.. Aww sakit ihhh kan kakak gak ngomong mana aku tau maksudnya nyubit pipi aku"jawab Aldrina protes
"Masa? Mesum kamu"ejek Dandra, Dandra tau Aldrina pasti akan berpikiran seperti itu
"Hahah biarin blekk"balas Aldrina dengan mendekatkan wajahnya pada Dandra lalu menjulurkan lidahnya
"CUP"
Dandra mencium hidung Aldrina membuat gadis itu mematung dengan wajah yang begitu dekat dengan wajah Dandra.
Dandra tersenyum melihat respon tubuh Aldrina.
"CUP"
__ADS_1
Dandra kembali mendaratkan bibirnya sekilas di bibir Aldrina
"Lucu kamu bisa diam juga ternyata, gimana rasanya?"seru Dandra menggoda Aldrina yang sedari tadi mematung
Aldrina diam dengan wajah datar lalu tiba-tiba memasang senyum ceria "Enak-enak lagi dong kak"balas Aldrina kembali meluncurkan serangan balasan
"Dasar cewek mesum"seru Dandra lalu menyentil kepala Aldrina
"Hahahah kak kak siapa suruh jahil sama orang yang lebih jahil"
"Pulang sana bantuin mama"tambah Aldrina seolah mengusir Dandra
"Siapa juga mau lama-lama disini ada cewek mesum"ledek Dandra, Aldrina yang mendengarnya hanya terawa saja tidak berniat membantah ucapan Dandra
Dandra kembali tersenyum lalu mengelus sayang puncak kepala Aldrina "Yaudah aku pulang ya, salam sama Bimo"seru Dandra lalu beranjak dari duduknya
"Okee sayang siap"jawab Aldrina antusias
"Perlu aku antar?"tanya Aldrina
"Enggak gak usah nanti aku capek ngantar balek"jawab Dandra bercanda
"Haha apaan sih kak gak lucu! kalo kekgitu kapan pulangnya, huh dasar"
"Haha itu kamu tau, yaudah aku pergi yah"ucap Dandra lalu keluar dari rumah Aldrina
Setelah Jack mengantarkan Mila, lelaki itu pergi kembali bersama teman-temannya yang lain.
"Lama amat bro ngambil baju aja"seru Paldo setelah melihat kedatangan Jack
"Ada kisah kecil tadi"jawab Jack tanpa sadar senyum terukir diwajahnya
"Asek kisah kecil apaan tuh bro? Sampe es kutub senyum manis gitu"seru Paldo menggoda sahabatnya itu
"Haha sialan! Gue bukan es kutub"
"Terus apaan?"
"Cogan"jawab Jack sombong
"Anjir"seru Paldo sambil melemparkan bungkus makanan yang ada didekatnya dan tentunya Jack menghindar tepat waktu
Teman-teman mereka yang lain tertawa melihat keduanya. Setelah Dandra kembali ke rumahnya dia dikejutkan oleh seseorang yang muncul tiba-tiba dibalik pagar rumahnya.
"Astaga ma"seru Dandra kaget
Ibu Dandra tertawa tanpa merasa bersalah lalu menggoda putra kesayangannya itu "Anak mama udah besar ya"
"Hahaha udah dongn ma! Ayo kita masuk"
"Cerita dong ke mama kisah kamu Dan"kata ibu Dandra penasaran sambil mengaitkan tangannya ke lengan Dandra yang kekar
"Ma.."seru Dandra seolah merengek agar berhenti menggodanya
"Haha kamu malu ya sama mama, yaudah iya gak usah ayo masuk gih"
Keduanya pun masuk kedalam rumah dengan senyuman yang terukir di wajah masing-masing.
__ADS_1
***