
"Yang kutau sesosok ibu itu lemah lembut tapi apa? Apa semua ini? Jenaka sekali"
\~\~LYSM\~\~
Sebuah taksi berhenti tepat di depan gang rumah Kenzo dan muncullah seorang wanita paruh bayah yang terlihat sangat glamor terlebih dengan pakaian seksi yang dipakai untungnya ada jaket jeans yang menutupi bahu wanita itu. Dia adalah Nadya ibu dari Kenzo yang baru saja pulang kerja. Aldrina sempat melihat Nadya saat mereka berpapasan di depan gang hanya saja Nadya tidak melihat sedikit pun pada Aldrina.
"Eh kak tadi kaka lihat gak wanita yang turun dari taksi?" ucap Aldrina pada Dandra yang fokus membawa motor
"Yang mana?"
"Itu yang di depan gang rumah kak Kenzo"
"Himm iya lihat, kenapa nanya gitu?"
"Enggak kenapa sih kalo diliat-liat kayaknya seumuran ibunya kakak tapi perasaan gayanya kok gak sesuai umur ya terus wajahnya kayak mirip seseorang gitu"
"Iya juga sih sayang mungkin beliau bergaya seperti itu karna suatu alasan, trus kalau wajahnya aku gak terlalu memperhatikan"
"Hmm aku kira lihat yaudah deh kak kalau gitu"
Dari depan gang Nadya berjalan kaki karna mobil tidak bisa masuk dari gang sempit itu, wajahnya terlihat sangat kelelahan entah apa saja yang baru dilakukan ibu dua anak ini tidak ada yang tau. Sangkin lelahnya Nadya melepaskan sepatu hak tingginya dan berjalan tanpa alas kaki.
Sepanjang perjalanan mata penghuni gang memperhatikannya apalagi rumahnya yang terletak hampir di ujung membuat Nadya harus memasang muka tembok mendengar gunjangan-gunjangan yang tidak menyenangkan dia hanya menganggap angin berlalu, bagi dirinya mereka tidak mengerti penderitaan apa yang harus dirasakan Nadya selama ini dan menjadikannya ibu yang paling kejam pada anaknya.
"Lihat dia semenjak pindah kesini tiada hari aku tidak melihatnya tidak berpakaian seperti itu, sungguh wanita hina"
"Kau benar tidak tau malu"
"Denger-denger dia itu kerjanya PSK loh"
"Idih pantesan aja anaknya ditelantari gitu aja"
"Udah-udah gak usah ngomongin tuh orang toh dia masa bodo ngapai juga kita urusi"
__ADS_1
Nadya mengepalkan tangannya sekuat tenaga dia menahan emosi yang sangat memuncak "Kalian tau soal apa tentang hidupku? Hanya aku yang tau seberapa menderitanya aku"ucap Nadya lirih dengan mata yang berkaca-kaca
Sesampainya di depan rumah Nadya langsung masuk rumah tanpa mengucapkan salam dia hanya berlalu saja ketika melihat kedua anaknya yang berada di ruang tamu. Mulan memasang wajah sedihnya sejak kecil dirinya tidak punya kenangan indah tentang Nadya hanya rasa kecewa yang semakin menumpuk dirasakan gadis itu sedangkan Kenzo dia sudah terbiasa dengan sikap Nadya lelaki dingin ini hanya memasang wajah datarnya.
"Apa-apaan ini dimana makanan untukku?"teriak Nadya saat membuka tudung saji
Nadya berjelan tergesa-gesa menghampiri kedua anaknya "Dasar anak kurang ajar! Bagaimana bisa kalian tidak menyediakan makanan untukku hah"ucap Nadya dengan sarkas
"Ma ma maaf ma tadi teman aku datang jadi jadi aku ajak makan"ucap Mulan ketakutan dengan mata yang berkaca-kaca
"Apa kau bilang? Dasar anak tidak tau diiri"teriak Nadya sambil mengangkat tangannya ingin memukul Mulan namun dengan cepat Kenzo menahannya
"Kalau mau pukul, pukul saya saja dia tidak bersalah sama sekali"ucap Kenzo dingin lalu Nadya menarik tangannya dengan kasar
Plak Plak Plak
Nadya menampar Kenzo beberapa kali "Dasar anak tidak tau diri berani sekali kau memerintahku"
"Wah darimana semua ini?"ucap Nadya takjub sambil mengambil beberapa makanan yang ingin dimakannya, amarhnya seketika meredah
"Apa Kenzo yang membelinya? Ah tidak mungkin anak payah itu bisa membeli ini semua! Wah enak sekali sudah lama aku tidak memakan makanan seperti ini"ucap Nadya sambil terus mengunyah makanan itu dengan lahap
Setelah dirinya merasa kenyang dia berlalu ke kamarnya tanpa membersihkan bungkus-bungkus makanan yang sudah dimakannya tadi. Dia berlalu begitu saja ketika melirik sekilas Mulan yang sedang mengobati sudut bibir Kenzo yang berdarah.
"Siapa suruh melawanku"batin Nadya merasa tidak bersalah sedikit pun
"Kak seharusnya kakak enggak kayak tadi"ucap Mulan dengan hati-hati mengusap bibir Kenzo
"Gapapa Mulan ini gak sakit kok! Gak mungkin kakak tega lihat kamu dipukuli sama wanita gila itu"
"Bukan wanita gila kak tapi mama"
"Aku tidak pernah menganggapnya mama Mulan sejak kepergian ayah dia hanyalah monster tidak berhati"ucap Kenzo dengan emosi
__ADS_1
"Kak.."
"Sudahlah dek jangan bahas dia dek, pergilah ke kamarmu tidur kamu belum istirahat dari tadi kan?"ucap Kenzo berusaha tersenyum walaupun itu sangat sulit
"Hm iya baiklah kak"ucap Mulan pasrah
Dibalik pintu kamarnya Nadya bisa mendengar ucapan Kenzo mengenai dirinya memang benar apa yang dikatakan anak sulungnya itu tapi entah kenapa air matanya mengalir begitu saja. Semenjak kepergian suaminya tidak ada yang adil bagi Nadya dia hanya merasa bahwa dia lah yang harus dimengerti tanpa harus mengerti perasaan oranglain padanya terlebih perasaan anak-anaknya.
Kepergian sang suami tepat saat kenzo berumur 5 tahun banyak derita yang dihadapi Nadya saat itu apalagi dirinya masih mengandung Mulan di perutnya. Nadya harus pontang-panting mencari uang untuk biaya hidupnya apalagi untuk biaya persalinannya tiada waktu lagi yang dihabiskannya untuk mengurus Kenzo apalagi saat itu Kenzo masih sangat membutuhkan kasih sayang Nadya.
Sebenarnya saat kecelakaan itu terjadi kedua belah pihak salah hanya saja ketika Nadya sadar dari pingsannya lalu mencari suaminya dan ternyata sudah meninggal Nadya sangat membenci pemilik mobil yang baku hantam dengan mobilnya saat itu. Namun sayangnya saat dirinya ingin memberi perhitungan dokter menunjukkan jasad pelaku yang berada di samping jasad suaminya.
Walaupun suami dari pelaku ingin memberikan tunjangan pada keluarganya Nadya menolak mentah-mentah, dirinya tidak sudi menerima bantuan dari orang yang sudah menghancurkan hidupnya walaupun itu hanyalah keluarga pelaku. Makanya hingga saat ini amarah dan kebencian di dalam diri Nadya terus saja terbendung.
Kenzo menidurkan tubuhnya di sofa menutup mata rapat-rapat berharap dirinya bisa menghilang dalam sekejap. Namun sayang itu tidak mungkin terjadi ini adalah takdir yang memang harus dijalaninya. Kenzo hampir putus asa akan semuanya namun dia mencoba tetap tegar demi Mulan yang sangat membutuhkannya.
"Jika saja ayah masih hidup ah sudahlah tidak ada gunanya berandai"ucap Kenzo menghentikan ucapannya sendiri
Tidak beberapa lama Nadya keluar dari kamarnya dengan pakaian yang berbeda dan tentunya dengan make up yang tertancap di wajahnya "Darimana semua isi kulkas itu? Kau mencuri?"tanya Nadya pada Kenzo dengan nada meledek
"Terserahmu mau memkirikan apa saya tidak peduli"balas Kenzo acuh
"Hah dasar anak durhaka! Begitu kau berbicara pada orangtua?"ucap Nadya dengan nada meninggi
"Siapa orangtua? Saya tidak melihat orangtua di rumah ini"ucap Kenzo lalu pergi keluar rumah
"Hei Kenzo Kenzo apa kau bilang? Dasar anak tidak tau diri"teriak Nadya diambang pintu pada Kenzo yang sudah mulai menjauh
"Sabar Kenzo sabar anggaplah kehadirannya hanya angin yang berlalu"batin Kenzo menenangkan dirinya
Begitulah setiap harinya ketika Nadya pulang ke rumah tidak ada kehangatan, yang ada hanya keributan dan kebencian dari kedua belah pihak. Entah siapa yang bisa disalahkan takdirlah yang kejam pada keluarga itu
***
__ADS_1