Love You So Much

Love You So Much
Bagiann 76 ( London)


__ADS_3

Setelah semuanya selesai diurus hari yang ditunggu Aldrina sudah datang kini mereka semua akan pergi ke London untuk liburan. Semuanya sudah berada di pesawat mereka berjumlah 10 orang.


"Hei adikku apa kabar?"ucap Loy mendekati Aldrina


"Kabar baik kak Loy, gimana aman kuliahnya kak?"


"Hmm aman cuma..."


"Cuma apa kak?"


"Cuma si Ley suka sekali menggoda wanita yang di kampus kalau dibalas cewek-cewek eh dia balik ilfil bikin malu dek terus gue sering disangka Ley karna kita kembar"curhat Loy mengenai kembarannya yang menyebalkan itu


"Hahaha maaf kak jangan buka aib dong"protes Ley dengan tawa


"Ih kak Ley jahat tau! Kak Loy ini jomblo berkualitas yang sabar ya kak Loy hadapi kembaran kakak"


"Hmm harus sih itu"


"Tega lo berdua ngomongin orangnya depan mata sendiri"ucap Ley sambil buang muka


"Hahaha ada yang ngambek tuh kak"


"Haha ia udah deh ngomongnya nanti makin marah dia gue balik duduk lagi ya dek"


"Oke siap kak"


Dandra yang berada disamping Aldrina hanya bisa tersenyum mendengarkan dialog keduanya yang terlihat sangat akrab yang membuat Dandra merasa heran.


"Sayang"


"Hmm?"


"Kamu sebenarnya kakaknya siapa sih? Bimo atau Loy? Sama Bimo aja kamu ketus terus nakal tapi kalo sama Loy kamu bersahabat banget"


"Hahah ntahlah kak aku juga bingung kalo ada kak Loy gimana ya? Senang aja gitu lebih pengertian sama aku"


"Oooh gitu jadi yang lebih perhatian aku atau Loy?"


"Idih kok nanya gitu sih kak? Perhatiannnya beda dong satu sebagai kakak satu sebagai kekasih yah sama-sama perhatian"


"Aku kira kamu bakal jawab aku yang lebih perhatian"ucap Dandra pelan dengan wajah yang cemberut

__ADS_1


"Idih apasih kak kok kamu ikutan ngambek gitu"


"Bukan ngambek tapi irih"


"Hahah ada-ada aja, eh btw kak liat deh Luna sama kak Felix!"ucap Aldrina sambil menunjuk ke arah Luna


Bisa dilihat Luna terlihat menyandarkan kepalanya di bahu Felix dengan malu-malu begitu juga Felix yang masih terlihat canggung. Sepertinya mereka melewatkan sesuatu tentang kedua orang yang kini terlihat mesra itu padahal kemaren-kemaren Felix masih setia menunggu Aldrina, kesetian lelaki itu sepertinya sudah beralih.


"Ehm ehm ada yang baru jadian nih"ucap Aldrina sedikit berteriak membuat Luna mengangkat kepalanya namun Felix menahannya agar tetap seperti itu


"Iyah nih Drin PJ kali yah? Hahah"sambung Shirene dengan tawa


"Ehm tolong saudara-saudari kami-kami bukan menjadi pengawal 3 pasang kekasih disini"omel Gilbert karena sahabat-sahabat perempuannya memiliki pasangan


"Hahah sirik aja bro makanya pacaran sama Biselia!"ejek Tian sambil mengingatkan Gilbert kepada gadis menyeramkan itu


"Apa? Jangan gila An lebih baik jomblo lama daripada sama badut ancol yang jahat"protes Gilbert tidak terima


"Hahah tau tuh Tian gak boleh gitu walaupun Gilbert ngeselin tapi tetap dia sahabatku aku gak mau lah dia pacaran sama cewek gila itu ntar gue ikutan gila"ucap Aldrina membela Gilbert


"Duh manisnya sini peluk Drin"ucap Gilbert yang langsung mendapat tatapan tajam dari Dandra


"Haha canda canda peluk jauh maksudnya kak Dan"ucap Gilbert yang membuat semuanya ikutan tertawa


"Hei bro, what's up?"


"I'm okay om"ucap Dandra sambil memeluk Jhon pamannya yang tinggal di London


"Hei jangan panggil aku om, aku tidak ingin terlihat tua di depan para gadis"bisik Jhon yang masih memeluk keponakannya


"Maaf om semuanya sudah punya pasangan dan yang paling cantik itu milikku"balas Dandra sambil menunjuk Aldrina yang tidak jauh dari mereka


"Wah menarik tidak kusangka Dandra yang kukenal menjadi seperti ini, ah sudahlah ini kunci rumah dan mobilnya aku masih ada urusan, have fun di London jika ada keperluan jangan lupa hubungi aku Dandra"


"Baik om terimakasih banyak"ucap Dandra sambil tesenyum


"Hmm"


Jhon adalah keluarga Dandra yang berada jauh di London sudah lama lelaki itu berada di London setelah menyelesaikan perkuliahan. Setelah berbincang singkat Jhon masuk ke sebuah mobil yang datang menjemputnya.


"Hooo dingin"ucap Gilbert sambil meniupi tangannya yang terasa membeku

__ADS_1


"Makanya tadi gue bilang pake sarung tangan diturutin jangan ngeyel"ucap Aldrina kesal


"Ya maaf gue kira dinginnya sama kayak di Bandung"


"Hmm dasar yaudah ntar dipake!"


"Ia ia cerewet"


"Udah, ayo masuk semuanya"ucap Dandra kembali menghampiri teman-temannya


Gilbert sangat gembira "Widih Toyota Alpard orang kaya mah beda"ucap Gilbert yang terpukau sambil bertepuk tangan


"Udah Bert mobil doang naik gih"ucap Aldrina karna Gilbert belum saja naik


"Gini nih ngeselin ,tau gak lo harganya berapa?"


"Bodo amat Bert yang penting gak bisa beli harga diri gue! Udah cepetan naik mau ditinggal?"ucap Aldrina kesal karena Girlbert tidak juga masuk


"Hmm iya dasar singa betina ngeselin"umpat Gilbert lalu pasrah naik ke mobil


2 jam perjalanan dengan bermodal google map mereka semua sampai di sebuah rumah yang cukup mewah namun sebelumnya mereka sudah singgah di sebuah restoran untuk makan malam. Rumah bertingkat 2 itu berada dekat dengan Universitas London, mereka semua melewati universitas tersebut sebelum sampai rumah tadi. Semuanya turun tidak lupa mengambil barang masing-masing dari bagasi.


"Oh ya semuanya selamat datang dan semoga betah liburan disini, dalam rumah ini ada 5 kamar 4 kamar cowok semua ada di atas dan satu kamar cewek ada dibawah, ingat disini untuk liburan bukan yang lain-lain"ucap Dandra sebagai tuan rumah


"Yang lain-lain apa tuh? Perasaan yang punya pasangan kan kakak"ucap Gilbert pelan namun Dandra dapat mendengarnya


"Maksud saya bersikap bagaimana harusnya saling menjaga dan saling menghormati, ngerti Bert?'ucap Dandra datar


"I i iya ngerti kak"balas Gilbert terbata-bata


"Okey semuanya karna ini udah malam juga semuanya bisa langsung beristirahat"ucap Dandra lalu memberikan kunci kamar pada setiap pemilik


Dandra tidur sendiri, Bimo dan Felix sekamar, lalu si kembar, Tian dan Gilbert, dan terakhir para gadis. Semuanya masuk ke kamar masing-masing apalagi mereka juga belum mandi yang membuat badan terasa lengket. Aldrina membuka kamar mereka, gadis itu terpukau karna kamar milik mereka sangat luas dengan fasilitas yang sangat lengkap.


"Ini sih melebihi hotel"ucap Aldrina sambil menjatuhkan diri di tempat tidur


"Iyah Drin widih seru banget untungnya mama gue kasih ijin"ucap Luna ikut merebahkan tubuhnya


"Sama, gue aja capek ngebujuk mama gue sampe segala jurus gue keluarin eh baru jawabnya iya itu pun dengan syarat selalu kasi kabar nih gue mau nelpon"curhat Shirene sambil menekan panggil di layar ponselnya


"Oh iya ngabari"ucap Aldrina yang lupa mengabari Gandhi begitu juga dengan Luna

__ADS_1


Setelah ketiganya mengabari orangtua mereka bahwa mereka sudah sampai, ketiganya bergilir untuk mandi lalu pergi untuk tidur, walaupun hari ini mereka tidak banyak berjalan tapi yang namanya perjalanan jauh pasti membuat tubuh merasa pegal-pegal. Setelah menghidupkan pemanas ruangan ketiga gadis itu berlomba memasuki alam mimpi.


__ADS_2