Love You So Much

Love You So Much
Bagian 60 (Menangis)


__ADS_3

"Maaf sudah membuatmu menangis, bahkan tangisku pun tidak tertahan"


LYSM


Hari mulai gelap ketika mereka sudah menyelesaikan makan yang diwarnai candaan dari Mulan yang begitu polos. Aldrina melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 05.30 PM yang artinya bus yang akan dinaikinya akan begitu sangat padat.


"Duh gimana ya aku pulangnya?"batin Aldrina yang termenung


"Kakak kesini naik apa?"tanya Mulan pada Aldrina yang terlihat termenung


"Bus"jawab Aldrina yang membuat alis Kenzo terangkat sebelah


"Bukannya dia anak orang kaya ngapai naik bus?"batin Kenzo tidak habis pikir dengan gadis dihadapannya saat ini


"Yah kami naik motor lagi kak, kakak mau tarik tiga biar dianterin kak Kenzo?"


"No" "Tidak" ucap Kenzo dan Aldrina serempak yang membuat keadaan semakin tidak nyaman


"Udah kalian pulang aja duluan, kakak gapapa kok Mulan"ucap Aldrina terlebih lagi cuaca semakin dingin


"Enggak gak mau aku gak mau, kalo kakak kenapa-napa gimana? Apalagi kakak cantik gini lo"ucap Mulan menolak berpikir seperti orang dewasa


"Duh kakak jadi gak enakan Mulan"ucap Aldrina


"Gapapa kok kak"balas Mulan dengan senyuman


Aldrina pun mengambil HPnya dan menelepon Dandra untuk menjemput dirinya. Aldrina tidak mau menghubungi Bimo yang nantinya akan mengomeli dirinya karena tidak permisi.


(Suara HP berdering)


"Halo kak? Lagi dimana?"


"Di rumah Drin, kenapa?''


"Jemput aku disini, aku share lokasinya sekarang"


"Oke sayang otw"


TUT TUT TUT


Panggilan diakhiri Aldrina. Kemudian gadis itu melihat ke arah kakak beradik yang sedang menatap dirinya seolah meminta penjelasan.


"WO wow wouw kenapa nih? Kok pada natepin aku gitu?"tanya Aldrina bingung


"Hahaha enggak kenapa, kakak cantik"ucap Mulan lagi-lagi yang membuat Aldrina tidak berhenti tersenyum

__ADS_1


"Sikit"sambung Kenzo pelan bahkan hampir tidak terdengar namun karna mata Aldrina terlebih dahulu menangkap gerakan bibir Kenzo dirinya menjawab dengan jahil


"Banyak juga gapapa kali kak hahah"ucap Aldrina diakhiri tawa yang membuat telinga Kenzo memerah karena malu


Cuaca semakin dingin melihat keadaan fisik Mulan yang sepertinya sangat lemah, Aldrina berjalan mendekati Kenzo dan mengambil gitar yang ada di tangan lelaki itu.


"Lepas jaket kamu pakaikan ke Mulan hawanya udah mulai dingin ini"ucap Aldrina seolah berbisik pada Kenzo


Kenzo pun tersadar dan membenarkan perkataan Aldrina, lelaki itu melepas jaketnya dan memakaikan jaket itu pada Mulan.


"Aldrina"teriak seorang pria memanggil Aldrina yang memegangi gitar Kenzo


"Dandra sini dulu bentar"balas Aldrina mendengar suara kekasihnya


Dandra menelusuri taman yang sudah dikirimkan Aldrina tadi, gadisnya tidak menjawab telepon saat dirinya mencoba menanyakan posisi. Kemudian matanya menangkap wajah Aldrina yang tersenyum hangat melihat seorang pria mengenakan jaket pada gadis kecil.


"Ngapai kamu disini Drin?"tanya Dandra lembut pada Aldrina


"Ini gitarnya"ucap Aldrina mengembalikan gitar Kenzo


"Main-main kak tadi bosan di rumah terus gatau kenapa tiba-tiba aja udah disini"


"Terus?"tanya Dandra sambil melirik kearah Kenzo


"Udah nanti aku ceritain"bisik Aldrina sambil menggandeng lengan kekar Dandra


"Wah pacar kakak ya? Ganteng banget sama kayak kak Kenzo"ucap Mulan dengan mata yang berbinar-binar


"Haaha iya sama"ucap Aldrina membenarkan perkataan Mulan yang begitu menggemaskan


"Hai adik kecil perkenalkan nama kakak Dandra, pacarnya kak Aldrina"ucap Dandra dengan lembut


"Hai kakak aku Mulan, adiknya kak Kenzo"balas Mulan dengan mata yang masih berbinar


Setelah itu mereka pun berpisah menuju jalan pulangnya masing-masing. Dandra sangat terkejut melihat Aldrina yang terlihat sangat akrab dengan Kenzo padahal kemarin keduanya selalu bertengkar. Dandra merasa cemburu sangat cemburu seolah Aldrina telah direbut oleh oranglain. Namun sebaliknya Aldrina tidak berpikiran aneh-aneh, gadis itu hanya senang seakan memiliki adik perempuan yang menggemaskan, Kenzo dan Mulan mengingatkan dirinya akan Bimo yang terlalu menyayanginya.


"Pasti kakak mau nanya kan kok bisa bareng sama kaka Kenzo? Tadi kebetulan aja aku jumpa sama Mulan kayak sedih banget gitu aku hibur deh eh tau-tau si Kenzo juga ada disitu dan aku baru tau mereka kakak adik"ucap Aldrina sambil memeluk Dandra dari belakang


"Aku teringat kak Bimo yang terlalu over protektif jadinya"tambah Aldrina lagi


"Emang kamu udah maafin Kenzo?"


"Yaudalah nanti kalo enggak aku maafin yang ada jadi benci terus cinta"ucap Aldrina bercanda yang membuat Dandra tiba-tiba saja memberhentikan motornya


"Aduh"teriak Aldrina ketika kepalanya membentur badan Dandra

__ADS_1


"Kenapa berhenti tiba-tiba kak?"ucap Aldrina sedikit kesal


"Kamu tau gak sih Drin aku lagi diposisi terpuruk? Mudah banget kamu ngmong gitu, udahlah kamu gak bakal ngerti"ucap Dandra dengan nada biasa namun tersirat kemarahan di dalamnya yang membuat keheningan menemani perjalanan mereka


Sesampainya di depan rumah Aldrina gadis itu tidak turun, Aldrina tetap di tempatnya padahal hari sudah sangat gelap, mendengarkan perkataan Dandra tadi membuat Aldrina sangat sedih, bagaiamana bisa dia tidak mengerti keadaan Dandra saat ini ketika seluruh hatinya sudah dimiliki Dandra sepenuhnya.


"Turun"ucap Dandra dengan nada dingin


Aldrina tidak mau turun bahkan kini gadis itu kembali melingkarkan tangannya, memeluk erat Dandra yang seolah menjauhi dirinya.


"Turun Aldrina"ucap Dandra mencoba lebih sabar lagi


"Kamu yang turun atau aku yang turun?"ucap Dandra seolah mengancam


Dandra memaksakan dirinya turun dari motor dan keluar dari pelukan Aldrina, untung saja motornya sudah dipasang cagak jika tidak mungkin Aldrina sudah jatuh dan tertimpa motor besar itu. Aldrina juga ikut turun dan menatap manik mata Dandra yang sudah berkaca-kaca, Aldrina tidak tau apa yang dia lewatkan sehingga membuat Dandra seakan ingin menangis. Aldrina turun dan langsung memeluk Dandra dengan begitu erat.


"Udah sana masuk"ucap Dandra namun enggan membalas pelukan Aldrina


Aldrina menggeleng, mencoba tidak menangis mendapat perlakuan dingin dari Dandra. 5 menit lebih Aldrina memeluk Dandra dalam keheningan. Dandra sama sekali tidak bergerak, Aldrina seolah memeluk patung. Kemudian gadis itu melepaskan pelukannya dan melihat air mata Dandra yang kini sudah mengalir. Aldrina berjinjit menghapus jejak air mata Dandra yang membuatnya merasakan sakit di dadanya. Aldrina memejamkan mata dengan air mata yang mulai menetes dan mengecup sudut bibir Dandra.


"Maaf hiks...hikss.."ucap Aldrina dengan isakan, yah tepat sekali Aldrina tidak tahan melihat Dandra menangis terlebih itu terjadi karna ulah dari dirinya


Aldrina berpaling membelakangi Dandra dan ingin berlari ke rumahnya dengan perasaan bersalah, namun kini Dandra yang memeluk Aldrina dari belakang sangat erat bahkan Aldrina bisa merasakan debaran jantung Dandra yang begitu cepat. Dandra masih saja menangis tanpa suara, lelaki itu merasa putus asa seakan Aldrina sudah menghilang dari hidupnya. Sekuat tenaga Aldrina melepaskan pelukan Dandra yang sangat erat dan menggandeng lelaki itu menuju taman komplek.


Aldrina mendudukkan Dandra dan kemudian gadis itu duduk disamping Dandra. Aldrina menyandarkan kepalanya pada bahu Dandra, si pemilik bahu masih saja meneteskan air mata dan tidak bersuara.


"Mama menantu mama nangis karna aku"teriak Aldrina menengadah ke langit yang membuat Dandra memandang wajahnya


Aldrina tersenyum "Kan benarkan?"ucap Aldrina melihat reaksi Dandra


Dandra mengangguk seperti anak kecil yang sedang dihibur kemudian memeluk Aldrina kembali. Aldrina pun membalas pelukan Dandra sembari mengelus hangat punggung Dandra.


"Aku tau Dan maaf aku kurang peka tadi, tapi kamu harus ingat aku sayang dan cinta banget ke kamu sejak pandangan pertama sampai kita menua nanti aku pastikan itu, jangan mikir aneh-aneh apalagi karna kamu mau pergi, aku bakal selalu ada sama kamu Dan"ucap Aldrina masih dalam posisi memeluk Dandra


"Aku gak tau Drin baru kali ini aku merasa terpuruk, menyadari kalo aku bakalan gak bisa disamping kamu terus, jagain kamu, meluk kamu, buat kamu tersenyum. Aku merasa hancur sebelum berperang"ucap Dandra yang sudah sangat mencintai Aldriina


"Mmm.. Aku tau, kamu pikir aku gak sedih apa? Malah sedih banget kali kan aku yang cinta benget sama kamu"ucap Aldrina menggoda Dandra


"Udah ah kak jangan nangis lagi, cengeng banget jadi cowok"ucap Aldrina mengejek


"Entahlah aku gak berdaya jika itu kamu Drin"batin Dandra yang membenarkan perkataan kekasihnya


Dandra pun melepaskan pelukannnya begitu pun Aldrina. Dandra justru menghapus jejak air mata Aldrina terlebih dahulu.


"Maaf udah buat kamu nangis Drin"ucap Dandra sambil mengelus pipi Aldrina

__ADS_1


"Me too kak"balas Aldrina dengan senyuman kemudian keduanya menetralkan perasaannnya masing-masing sebelum kembali ke rumah.


***


__ADS_2