
"Kepergian seseorang dapat meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi orang yang ditinggalnya"
\~\~LYSM\~\~
Melihat kedua anaknya yang hanya mengintip dari pintu Gandhi langsung keluar dari rumahnya, pria paruh baya itu terlihat sangat ingin mengamuk namun ketika mata melihat sosok lelaki yang sangat dia kenal wajah Gandhi langsung berubah.
Gandhi berlari kearah lelaki yang terus saja membunyikan klakson itu dan langsung memeluknya degan sangat erat membuat Barley menghentikan keributan dan membalas pelukan hangat itu. Samar-samar Barley mendengar isakan tangis dan tentunya itu berasal dari Gandhi.
"Hiks hiks dia sudah tiada Ley dia tiada"
"Aku aku tidak dapat menjaganya aku tidak hiks hiks Kaylee yang malang"ucap Gandhi dengan air mata yang menyucur deras
Dandra yang tadinya menutup wajahnya kini menatap sedih Gandhi wajah lelaki itu terlihat sangat menyedihkan, tidak ingin mengganggu kedua orang itu Dandra memutuskan memasuki rumah untuk menemui Aldrina. Di rumah Bimo dan Aldrina sama terkejutnya melihat Gandhi sang ayah yang berlari seperti anak kecil dan langsung menitikkan air mata seketika.
"Papa kenapa kak kok nangis liat om?"tanya Aldrina khawatir
"Kakak juga ga tau dek"balas Bimo yang ikut shock melihat Gandhi memeluk papa Dandra seperti sudah sangat mengenal
Gandhi masih saja memeluk Barley yang masih berada di atas motor, "Ayolah sobat jangan memelukku terlalu erat lihatlah sekeliling orang-orang melihatmu kau tidak mau kan mereka berburuk sangka kita punya hubungan?"ucap Barley agar Gandhi mengendurkan pelukannya
"Tidak aku tidak peduli Ley biarkan aku seperti ini, selama ini tidak ada yang bisa mengerti aku setelah kepergian Kaylee duniaku hancur Ley semuanya seolah menghitam"
"Tenangkan dirimu Dhi aku tau itu berat tapi sadarlah aku yakin Kaylee sudah bahagia disana"balas Barley sambil menepuk-nepuk pelan punggung Gandhi memberikan kekuatan agar sahabatnya itu berhenti menangis
Gandhi menghapus air matanya lalu melepas pelukannya "Kau benar Ley maaf aku terlalu emosional setelah melihatmu lagi"
"Haha tidak apa-apa sobat aku juga sangat merindukannmu"balas Barley lalu turun dari motor Dandra
"Ayo masuk ke rumahku"ucap Gandhi mempersilahkan sahabat lamanya untuk masuk ke rumah
Para anak sudah ada di ruang tamu menunggu orangtua mereka yang sedang melepas rindu, ketiganya tampak bingung ingin melakukan apa setelah melihat ayah mereka masing-masing.
"Kau tau Dhi saat melihat Aldrina aku kira itu Kaylee yang tidak menua"bisik Barley membuat Gandhi melotot
"Enak saja kau itu putriku"
"Haha iya aku tau, tapi kau tau aku sangat senang saat mengetahui anakmu yang terlebih dahulu tergila-gila padaku padahal dulu aku yang sangat tergila-gila dengan Kaylee"
"Hmm iya sepertinya semua sudah ditakdirkan"balas Gandhi membenarkan ucapan sahabatnya
Setelah keduanya mencapai ruang tamu Aldrina langsung berdiri dan memberi salam pada Barley "Halo om kita jumpa lagi"ucap Aldrina dengan senyuman
"Hahaha iya nak, kau sangat manis sekali"balas Barley yang membuat Gandhi memandang dengan wajah kesal
"Lihatlah nak ayahmu langsung cemburu saat kamu dekat denganku"lanjut Barley menggoda Gandhi
"Sudahlah Aldrina sayang jangan dengarkan lelaki tua ini! Dandra kalian pergilah segera"ucap Gandhi menanggapi sahabatnya dengan kesal dan memanggil Dandra
"Ba baik om, saya permisi dulu"balas Dandra lalu melangkah mendekati Aldrina
"Iya hati-hati nak dan bersabarlah sedikit jika Aldrina banyak permintannya haha"ucap Gandhi sambil menggoda putrinya
"Ih papa tau aja hahah, yaudah kami berangkat dulu ya pa om kak Bim"ucap Aldrina dengan melambaikan tangan
"Iya hati hati"
Sepasang kekasih itu pun pergi dari rumah dengan Aldrina yang sudah menempel pada Dandra dengan menggandeng sebelah tangan Dandra.
"Kau lihat itu Aldrina agresif sekali hahah"ucap Barley
"Haha iya benar aku juga jadi kasihan pada Dandra"balas Gandhi sambil tertawa
Bimo yang merasa tidak akan nyambung dengan obrolan orangtua permisi untuk masuk ke dalam kamarnya "Om pa aku permisi ke kamar"
"Iya nak"
Setelah Bimo meninggalkan mereka di ruang tamu keduanya melanjutkan obrolan mereka,
__ADS_1
"Oh iya aku sampai lupa lelaki tampan yang mirip sepertimu tadi itu siapa?"ucap Barley menanyakan tentang Bimo
"Pertanyaanmu sungguh aneh tentu dia adalah putraku"
"Putra?"tanya Barley heran
"Iya putraku sekarang sudah kuliah tingkat 1"
"Sungguh apa kau tidak bercanda? Mengapa bisa anakmu jauh lebih tua dari anakku?'
"Barley Barley seluruh Indonesia juga tau kau dan istrimu lama baru memiliki anak tapi tenang saja aku tau alasannya pasti karna hatimu yang masih mencintai Kaylee waktu itu benarkan?"
"Haha ya begitulah karna itu juga aku sering mengabaikan istriku jika diingat-ingat aku jadi merasa menjadi manusia jahat"
"Hmm sudahlah itu semua sudah menjadi masa lalu"ucap Gandhi agar Barley tidak merasa bersalah
"Iya benar Dhi, sebenarnya aku kesini..."
"Iya aku tau kau penasarankan tentang Kaylee pasti?"
"Yah aku sangat tidak menyangka dia pergi secepat itu dan aku tidak tau kabarnya sama sekali, maafkan aku sobat"ucap Barley sedih
"Ya tidak masalah aku memakluminya Ley itu semua adalah takdir yang harus kami jalani"ucap Gandhi dengan tegar
Flashback On
Hari itu adalah hari senin hari dimana semua orang kembali beraktivitas seperti semula ada yang pergi bekerja dan ada pula yang berada di rumah mengurus rumah. Kaylee membawa Aldrina yang masih kecil ke sebuah taman yang ramai anak-anak.
"Ma kita mau kemana sekalang?"ucap Aldrina yang masih kecil dan belum bisa mengucapkan huruf r
"Ke taman dong sayang kamu kan kemaren-kemaren merengek sama mama karna gak ada teman di rumah"balas Kaylee lembut karna putrinya yang merengek selalu ditinggal di rumah bersama bibi Inem terlebih lagi karna Bimo yang sudah memasuki sekolah dasar
"Yes asikk ke taman hore hore"ucap Aldrina dengan sangat girang
Sesampainya di taman Aldrina bermain sepuasnnya gadis itu berlari kesana-kemari membuat Kaylee tertawa bahagia melihatnya "Hahah putriku ini menggemaskan sekali"
Sebuah dering ponsel membuyarkan perhatian Kaylee "Halo sayang ada apa?"ucap Kaylee setelah melihat nama si penelepon
"Ini sayang berkas untuk rapat hari ini sepertinya tinggal di rumah, kamu lagi di rumahkan? Kata orang kantor kamu tadi gak diruangan"
"Oh iya maaf sayang aku lupa mengabarimu tadi aku izin bawa Aldrina main sebentar akan aku antar sebentar lagi ya berkasnya"
"Oke aku tunggu, berkasnya ada di laci kamar kita ya sayang"
"Oke sayang"
Tut
Panggilan pun di tutup Kaylee langsung memanggil Aldrina yang masih berlarian "Aldrina.. Aldrina sayang sini dulu"
"Iya iya mama ada apa?"tanya Aldrina menghampiri Kaylee
"Hmm sayang kita pulang yuk mama ada urusan nih ke kantor nanti kita balik lagi, mama janji"
Aldrina menggeleng "Aku gak mau ma masih mau main"tolak Aldrina dengan wajah yang ingin menangis
"Tapi sayang ini penting sekali"ucap Kaylee agar putrinya mengerti namun sepertinya Aldrida kekuh tidak mau pulang
"Yaudah gini aja, kamu gapapa mama tinggal sendiri disini?"lanjut Kaylee pada akhirnya
"Iya gapapa gapapa mama horee"ucap Aldrina langsung kegirangan
"Hm baiklah tapi Hpnya jangan hilang ya sayang ada apa-apa telpon mama di nomor 1"ucap Kaylee sambil menunjuk Hp yang menggantung di leher putrinya
"Oke ma makasih"balas Aldrina lalu kembali bermain
Kaylee pun langsung bergegas pergi dari taman dan mengambil berkas yang dikatakan suaminya tadi di rumah setelah mendapat berkasnya Kaylee langsung menuju ke kantor. Tidak membutuhkan waktu yang lama Kaylee sampai di depan sebuah perusahaan yang sangat besar dan tentunya itu adalah milik dari suaminya.
__ADS_1
Tok tok tok
"Iya masuk"balas Gandhi dari dalam ruangan
"Eh sayang kamu cepat sekali"ucap Gandhi melihat istrinya sudah berada di ruangannya
"Iya sayang lagian aku juga buru-buru Aldrina aku tinggal di taman"
"Astaga kamu serius sayang? Apa tidak apa-apa?"
"Hmm gapapa dia tadi gak mau pulang makanya aku tinggal, yaudah aku pergi lagi ya sayang kasihan putri kita sendiri di taman itu siapa tau dia butuh apa-apa"
"Iya iya kamu hati-hati ya sayang"balas Gandhi lalu mengecup singkat kening istrinya
"Ih kamu nakal sayang, ini kantor loh"
"Tidak masalah aku pemiliknya sampai jumpa di rumah sayang"
"Hmm baiklah sampai jumpa"ucap Kaylee lalu keluar dari ruangan tidak lupa menutup pintu
Aldrina yang sudah sangat lelah bermain menelpon sang ibu untuk membawakannya minum tadi Kaylee memang tidak membawa minum karna rencananya akan membeli sesuatu di taman.
Drrtt drrtt drtt
Sebuah panggilan masuk pada ponsel Kaylee saat dirinya sedang mengemudi di jalan raya tanpa menepikan mobil Kaylee mencoba meraih ponselnya dan tidak melihat ada sebuah truk datang berlawanan arah darinya.
Tin tin
Kaylee yang menyadari itu langsung membelokkan mobilnya karna jaraknya sudah sangat dekat dengan mobil truk.
Brakk
Namun sangat disayangkan untuk menghindari truk yang datang ternyata ada mobil pribadi yang melaju dari belokan itu dan sepertinya mobil pribadi itu pun tidak sempat menghindari mobil Kaylee yang muncul sangat tiba-tiba, baku hantam yang sangat keras pun terjadi kedua mobil berhenti dengan keadaan yang parah. Kepala Kaylee berdarah sangat banyak namun masih bisa sadar wanita itu segera keluar dari mobil dan melihat keadaan orang-orang yang ada di dalam mobil yang ditabraknya betapa terkejutnya Kaylee melihat keadaan sekeluarga yang luka-luka parah itu terlebih ada ada seorang wanita yang sedang hamil besar.
Dengan sekuat tenaga Kaylee berjalan pincang dan secepatnya menghambat mobil apa saja yang lewat lalu membawa semua penumpang mobil yang ditabraknya tadi ke rumah sakit. Kaylee tidak memperdulikan apa pun lagi yang terjadi pada dirinya, dia memeluk seorang anak laki-laki yang mungkin saja anak dari sepasang suami istri yang pingsan itu. Kaylee merobek apa pun yang bisa di robek dari dirinya untuk menutupi luka yang berada di kepala anak laki-laki itu dan samar-samar kesadarannya juga ikut menghilang sama seperti seluruh keluarga yang tidak sadarkan diri itu.
Gandhi yang mendapatkan kabar langsung berlari ke rumah sakit semua pasien dilarikan ke UGD sama seperti istrinya namun semuanya terlambat Kaylee tidak dapat diselamatkan karna sudah kehabisan darah sebelum sampai di rumah sakit sama seperti seorang lelaki paruh baya yang mungkin saja kepala rumah tangga dari pemilik mobil yang ditabrak Kaylee.
Sementara itu Aldrina yang berada di taman mulai menangis karna ibunya tidak kunjung muncul padahal gadis itu sudah menghubungi sang ibu beberapa kali.
Flashback Off
"Begitulah ceritanya"ucap Gandhi dengan air mata yang mengalir begitu saja
Barley pun begitu pria itu menangis mendengarkan penuturan Gandhi "Jadi darimana kau tau beritanya?"
"Pemilik mobil yang menolong Kaylee menelponku katanya sebelum Kaylee pingsan dia memberi nomorku pada pemilik mobil itu jika terjadi apa-apa"
"Sungguh malang Kaylee disaat dirinya sekarat dia masih memikirkan oranglain"
"Hmm iya Ley mungkin istriku teringat anak-anaknya"
"Ya kau benar, jadi bagaimana Aldrina siapa yang menjemputnya?"
"Itulah yang terlambat kusadari aku mengira Kaylee sudah menjemputnya ternyata putriku masih ada di taman sendirian dan karna itulah Aldrina sangat trauma"
"Putriku sampai sore berada di taman sendirian untung saja ketika aku dan Bimo menemukannya di taman ada seorang anak laki-laki yang menjaganya"
"Untunglah kalau begitu pantas saja Aldrina tidak tau apa-apa tentang ibunya"
"Iya Ley apalagi setelah putriku mendengar berita tentang ibunya dia shock bahkan setahun selalu saja diam membuat aku sangat khawatir"
"Astaga tak kusangka Aldrina yang sangat ceria seperti sekarang ternyata mempunyai trauma yang berat"
"Iya Ley aku sangat bersyukur untuk itu dia bisa kembali normal"
Bimo yang tadi turun untuk sarapan tidak sengaja mendengarkan perbincangan itu ikut menitikkan air matanya sebenarnya lelaki tampan itu sudah mengetahui seluruh cerita itu namun mendengarnya kembali membuat Bimo kembali ke masa lalu yang sangat menyedihkan itu.
__ADS_1