Love You So Much

Love You So Much
Bagian 70 (Akan bertemu Mulan)


__ADS_3

"Bahagia aku saat bersamamu senang hatiku bila dekatmu, kamu adalah tujuan akhirku"


\~\~LYSM\~\~


Selesai makan malam Aldrina permisi untuk kembali ke kamarnya lalu mengambil HP dan mengetikkan pesan di grup WA yang baru saja dibuatnya tadi.


Aldrina:


Buat semua anggota grup ini salam manis dari Aldrina Pacar Kak Dandra yang ganis, ganteng manis hehe...


Bagi siapa pun yang tidak memiliki acara untuk mengisi liburannya bisa tetap stay tapi yang udah ada bisa out sih gpp jg


Jadi aku mau ngajak kalian semua liburan ke london buat yang belum punya paspor list aja papaku bakal bantu ngurus dan untuk pesawat nanti kita naik pesawat priadi bokap (bukan sombong nih heheh)


Sekian dan terimakasih buat yang setuju segera dibalas ya :)


Luna:


Ya mau lah gratis pula :v


Gilbert:


Demen banget gue yang beginian, gas!


Shirene:


3in


Semua anggota grup setuju dan mereka semua akan berangkat ke London. Setelah semuanya beres Aldrina merebahkan tubuhnya dan mencoba untuk tidur namun tiba-tiba saja dirinya teringat perbincangannnya hari ini dengan Barley dan Gandhi.


"Aku bingung banget kenapa papa gak pernah bilang sesuatu tentang bunda apalagi aku gak pernah lihat foto bunda hanya bisa rindu akan semua yang gak pernah aku rasakan dan lihat"


"Tuhan apa sebenarnya yang terjadi? Setiap aku bertanya pada papa aku menjadi sedih melihat wajah papa yang ingin saja menangis dan menolak menjawab"


"Apa semuanya begitu rahasia? Mungkin hanya aku yang tidak tau siapa bundanya padahal ayah dan kakak mengenal bunda"


"Bunda? Bunda gak marah sama Aldrina kan?"tanya Aldrina sambil meneteskan air matanya


"Biarlah waktu yang menjawabnya"batin Aldrina lalu menutup kedua matanya


Alam mimpi sudah menguasai Aldrina yang sudah tertidur pulas. Bimo membuka pintu kamar Aldrina lalu mendapati adiknya sudah tertidur dengan jejak air mata yang masih ada di pipi adik kesayangannya.


"Maaf dek"


"Maaf beribu maaf semoga suatu saat kamu mengetahui semuanya tidak banyak air mata yang menjatuhi pipimu dek, aku takut aku takut kamu sakit lagi"ucap Bimo lirih lalu mencium kening Aldrina


Setelah puas memandangi wajah Aldrina, Bimo memutuskan keluar dari sana dengan hati-hati agar Aldrina tidak terbangun.


\~\~\~


Hari telah berganti namun matahari masih enggan mengeluarkan sinarnya Aldrina melirik jam yang kini menunjukkan pukul 05.10 WIB karna mata Aldrina tidak mengantuk lagi dirinya memutuskan keluar kamar ingin lari pagi disekitar komplek. Gadis itu mengikat rambutnya tinggi menampakkan lelukan leher jenjangnya yang putih dan sangat menggoda.


Sebelum gadis itu memutuskan keluar dirinya masuk ke dalam kamar Bimo yang tidak dikunci. Ingin rasanya dirinya membangunkan Bimo namun melihat Bimo yang selalu saja sibuk ke kampus padahal setau Aldrina kampus sudah libur membuat Aldrina mengurungkan niatnya.


"Ih si kakak monyet kalo diem kan ganteng"ucap Aldrina sambil membenarkan selimut Bimo


Aldrina memulai larinya seorang diri gadis itu sesekali menghirup udara yang segar membuat senyumnya menjadi mengembang disaat berlari gadis itu teringat ajakan Kenzo untuk mengunjungi rumahnya.


"Oh iya aku hampir aja lupa janji sama kak Kenzo"batin Aldrina sambil berlari


"Ah hari ini aja deh aku hubungi kak Kenzo takutnya kedepannya bakalan sibuk apalagi gue kan mau pergi liburan takutnya bakal ketunda terus dan buat Mulan jadi kecewa"ucap Aldrina berbicara sendiri


"Aku bawa apa yah kesana gak mungkin kan tangan kosong?"


"Bawa jajanan mungkin atau coklat"balas seseorang yang sangat Aldrina kenal

__ADS_1


"Astaga setan"ucap Aldrina ceplos sangkin kagetnya


"Setan apa sih sayang ganteng gini"protes Dandra tidak terima


"Ih kakak sih ngomong tiba-tiba buat jantungan aja untung jantung aku masih sehat"balas Aldrina sambil mengerucutkan bibirnya


"Habisnya aku lambaikan tangan gak direspon"


"Hah kapan kak?"


"Tadi waktu kamu lewat rumahku aku kebetulan baru pulang ngawani mama belanja"


Aldrina melihat sekeliling benar saja Aldrina berlari sudah hampir sampai ujung komplek "Oh iya maaf kak aku tadi lagi fokus monolog sendiri heheh"ucap Aldrina dengan cengiran


"Ih kamu ada-ada aja disangka orang gila baru tau rasa"


"Mana ada orang gila cantik"balas Aldrina tidak terima


"Ada lo sayang kamu kurang pengalaman ih"balas Dandra karna dirinya sering melihat wanita seperti itu dijalanan


"Ah aku gak percaya"


"Yah itu terserah kamu, yaudah ganti topik gimana klau ntar aku temenin kamu belanja ole-olenya? "


"Serius nih?"


"Serius sayang"balas Dandra dengan terus menyamakan langkah larinya dengan Aldrina


"Yes bagus deh padahal aku dah rencana bakal maksa-maksa kak Bimo tadi"


"Kenapa harus Bimo bukan aku?"tanya Dandra sedikit tidak terima gadisnya tidak mau mengandalkannya


"Hmm siapa tau kakak malah makin cemburu"


"Hahaha iya sih tapi mau gimana lagi ngalah deh kali ini"balas Dandra dengan tawa menyadari memang dirinya memang selalu cemburu jika menyangkut Kenzo


"Oh iya sayang baguslah nanti aku sampaikan sama papa dan setelah mandi nanti sekalian jemput kamu aku bawa papa juga ke rumah"


"Oke siap sayang"balas Aldrina dengan senyuman manis


"Kenapa sih kamu kadang doang manggil sayang lebih sering manggil kakak"ucap Dandra seperti anak kecil


"Mau sayang atau kakak bagi aku gak ada bedanya kan ntar kalo udah jadi suami istri aku bakalan panggil sayang tiap hari deh"


"Hmm lama lagi dong, tapi kalo udah jadi suami  istri aku gak mau panggilan sayang"ucap Dandra yang semakin hari semakin manja saja


"Lah terus apa dong?"tanya Aldrina dengan wajah merengut


"Ntah apa kek yang lebih gak biasa"


"Hmm yaudah ntar aku manggil kakak sugar terus kakak manggil aku bee, gimana?"


"Kok sugar sih Aldrina nanti orang-orang ngira aku sugar daddy lagi"ucap Dandra tidak terima


"Hahaha masa sih kak aku gak kepikiran kesitu! Abisnya kakak itu manis banget apalagi kalo bawel kayak gini bikin aku diabates"ucap Aldrina dengan tawa


Mendengar ucapan Aldrina seketika pipi Dandra seperti kepiting rebus "Astaga Aldrina sudah kubilang kamu jangan selalu menggodaku"balas Dandra sambil ingin mencubit pipi Aldrina namun gadis itu mempercepat langkahnya untuk menghindar


"Haha pipi kamu merona kak pokoknya aku mau itu kak titik, blek"ucap Aldrina sambil menjulurkan lidahnya


"Kamu nakal Aldrina"balas Dandra cukup nyaring lalu mengejar langkah Aldrina


Sesudah lari pagi keduanya pulang ke rumah masing-masing untuk mandi. Aldrina masuk ke rumahnya belum terlihat Bimo atau pun Gandhi disana dia pun memutuskan langsung masuk ke dalam kamar. Di kamar Aldrina mengambil HP lalu menekan nomor Kenzo untuk mengabari lelaki itu.


"Halo"terdengar nada sedikit ketus

__ADS_1


"Mau gak di sekolah di telpon sama aja ketus banget"omel Aldrina setelah mendengar suara Kenzo


"Cepat katakan kau sudah gila menelpon pagi buta begini"


"Kemaren anda sekarang kau ih gak konsiten terus apaan pagi buta ini udah mau jam 6 pagi juga"protes Aldrina lagi-lagi membuat Kenzo semakin kesal


"Saya akan mematikan ji.."


"Iya iya gak sabaran deh! Aku mau bilang hari ini aku ada waktu buat ke rumah kakak"


Mendengar balasan Aldrina lelaki yang tadinya masih menutup mata itu sontak membuka mata dengan senyum yang terukir walau sekilas.


"Serius?"


"Ia seriuslah kak"


"Hmm baguslah nanti Mulan tidak akan merepotkanku lagi, saya akan kirim alamatnya"balas Kenzo lalu menutup teleponnya


"Lah udah mati aja? Ih bilang apa kek salam penutup gitu gak sopan amat "omel Aldrina lagi yang tidak terima teleponnya dimatikan sepihak


Ting


Tidak berapa lama Kenzo mengirimkan pesan pada Aldrina. Di sebrang sana mendengar suara Aldrina di pagi hari laki-laki itu tidak lagi melanjutkan tidurnya padahal baru 3 jam tidur setelah pulang larut malam karna harus bekerja part time di cafe.


Kenzo mengambil pekerjaan tambahan karena libur telah tiba biasanya cafe akan semakin ramai jika hari libur akan tiba dan tip yang akan didapatkan Kenzo akan sedikit lebih banyak. Dia mengusap wajahya di depan cermin sambil memandangi dirinya sendiri.


"Ah kenapa aku jadi bersemangat seperti ini dan tidak mau tidur lagi?"tanya Kenzo merasa ada yang aneh pada dirinya


Di rumah Kenzo yang kecil dan sangat sederhana hanya ada dua kamar tidur jadi selama ini dirinya tidur di sofa apalagi karna Nadya tidak mau tidur sekamar dengan Mulan dengan alasan takut anaknya itu akan menularkan penyakit asma pada dirinya padahal dia tau bahwa penyakit asma tidak menular Nadya hanya menjadikan itu sebagai alasan agar selalu berjauhan dengan anaknya sendiri.


tok tok tok


Kenzo mengetuk pintu kamar Mulan yang tertutup untuk memberitahukan kabar dari Aldrina yang akan membuat senyum di wajah Mulan mengembang.


"Mulan"


"Mulan"Panggil Kenzo lagi dari luar karna tidak ada sahutan dari dalam Kenzo memutuskan membuka pintu itu sendiri


Kenzo tersenyum melihat adik kesayangannya itu terlihat menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut dengan santai Kenzo duduk disamping tempat tidur.


"Mulan bangun dek"


"Hmm apa kak masih ngantuk"balas Mulan dari balik selimut


"Kakak ada berita bagus buat kamu"ucap Kenzo dengan senyuman walaupun Mulan tidak melihatnya


"Ah palingan kakak beli es kiko itu pun cuma satu"balas Mulan dengan malas mengingat kebiasaan kakaknya yang hanya membelinya kiko itu pun cuma satu


"Hahah kamu kejam sekali dek"


"Iya tapi kan kenyataann kak?"balas Mulan sambil membuka selimut dan menatap Kenzo dengan kesal


"Kali ini bukan, bukan itu kakak dapat kabar dari Aldrina katanya hari ini dia akan datang"


"Beneran kak?"balas Mulan menjadi bersemangat dan matanya terbuka sempurna


"Hmm makanya bangunlah, kamu mau nanti dia datang kita tidak punya makanan apa-apa di rumah?"ucap Kenzo mengingat memang tidak ada makanan di rumah jika mereka berdua tidak masak maka makanan tidak ada dan pastinya Nadya akan marah besar saat pulang


"Oke deh kak aku bangun nih aku bakalan bantu kakak masak"ucap Mulan semangat


"Hahah kamu manis sekali"ucap Kenzo dengan mengusap kepala Mulan


"Siapa dulu adeknya kak Kenzo, makasih banyak ya kak"ucap Mulan lalu memeluk Kenzo dengan sangat erat


"Apa pun untukmu dek"ucap Kenzo lalu mengecup sekilas puncak kepala Mulan

__ADS_1


"Yaudah yuk keluar aku mau cuci muka dulu kak"balas Mulan dan Kenzo melepaskan pelukannya


Keduanya pun keluar bersamaan dari kamar karna kamar mandi di rumah itu hanya ada satu yang tempatnya berada di bagian belakang rumah. Walaupun begitu tidak ada keluhan sama sekali dari keduanya itu semua sudah menjadi biasa bagi mereka.


__ADS_2