Love You So Much

Love You So Much
Bagian 52 (Kenzo Vs Aldrina)


__ADS_3

"Heran deh ah kenapa harus ada manusia es lagi sih? Gue cairin biar gak dingin baru tau rasa lo"


\~\~LYSM\~\~


 


 


 


 


Hari pertama untuk latihan lagu semua siswa beragama kristen berkumpul di aula sekolah untuk mengadakan latihan. Aldrina, Shirene, dan Luna yang saling tunggu di depan sekolah pun akhirnya masuk ke pekarangan sekolah. Sebelumnya tidak lupa Aldrina membeli beberapa cemilan untuk dimakan di aula.


"Nanti ketauan baru tau rasa Drin"kata Luna menasehati


"Tau tuh! Waktu razia kelas aja makanannya diambil kak Dandra semua, lo udah kayak orang lagi berdukacita"tambah Shirene mengejek


"Udah diem ah aku yang mau makan kok bukan kalian"


"Terserah deh pokoknya kami udah ngasih tau ya"kata Luna pasrah


"Eh btw kalian kenal gak sama kak Kenzo Praditya?"tanya Shirene mengingat ketua OSIS yang baru saja dilantik


"Kenal lah"jawab Luna secepatnya


"Aku sih gak kenal emang kenapa?"jawab Aldrina balik tanya


"Wah parah lo emang benar ya kata pepatah cinta itu buta! Bisa-bisanya lo gak kenal sama ketua OSIS yang baru padahal pengganti doi lo"ucap Shirene mendramatiskan ucapannya yang membuat Luna terkekeh


"Ih apasih mut gak penting juga kan! Udah ah males ngomongin oranglain, kita masuk aja yuk udah ngumpul semua tuh di aula"jawab Aldrina menyudahi percakapan itu


"Ya ya bu terserah ibu ajalah ya yang penting udah dinasehati lo"akhirnya Shirene ikut pasrah


Aldrina terkekeh mendengar kalimat Shirene yang terdengar sangat pasrah. Akhirnya mereka masuk ke dalam aula, ketiganya mengambil posisi sedikit kedepan dikarenakan Shirene yang ingin melihat Lucas lebih dekat lagi saat mengiringi lagu dengan gitarnya. Aldrina mengambil posisi duduk di tengah kedua sahabatnya yang dipercaya dirinya bisa menjadi tameng ketika dia ingin diam-diam makan.


"Oh iya ada yang lihat kak Dandra gak sih?"tanya Aldrina setelah menelusuri kerumunan orang


"Engga liat gue"jawab Luna


Sementara Shirene hanya geleng-geleng tanpa berniat mengalihkan pandangannya dari Lucas.


"Yaelah dasar lo mut bucin"ucap Aldrina dengan mendorong kepala Shirene pelan


"Hahaha udah Drin sesama bucin gak usah ngejek lebih baik chat aja percumakan lo ada HP"usul Luna


"Oh iya gue lupa emang sih waktu gini cuma Luna yang bisa gue andelin"ucap Aldrina sambil melirik Shirene yang masa bodo


Aldrina pun mengirim pesan WA pada Dandra untuk menanyakan keberadaan pujaan hatinya itu. Ketika Aldrina sedang sibuk mengetik pesan tiba-tiba saja ada seseorang yang merampas HPnya dari tangannya.


"Ih apa sih Lun tadi lo yang nyuruh kenapa sekarang lo ambil HP gue?"ucap Aldrina kesal sambil memasang wajah kesal pada Luna

__ADS_1


Seketika yang ditatap menggeleng dengan wajah tegang kemudian Aldrina mengalihkan pandangan kearah Shirene dan terpampanglah seorang pria berada didekat Shirene, tampang pria itu begitu dingin persis seperti Dandra dulu yang begitu dingin pada Aldrina


"Siniin HP gue"omel Aldrina yang tidak merasa bersalah


"Anda bisa mengambil benda ini ketika pulang sekolah"ucap lelaki itu dingin lalu pergi begitu saja


"What?"ucap Aldrina dengan mulut yang menganga


"Kenapa gak bilang sih ada anak OSIS?"omel Aldrina kesal kepada kedua sahabatnya setelah melihat lambang OSIS di seragam lelaki tadi


"Gila gue gak liat sumpah! Dia nongol tiba-tiba kayak setan"ucap Luna dengan mengangkat dua jarinya


"Ah tau ah kesal gue, malah belum dapat balesan dari kak Dandra lagi"ucap Aldrina dengan mengerucutkan bibirnya


"Yah maaf Drin, oh iya tadi itu kak Kenzo ketua OSIS yang baru itu"ucap Luna setelah mengingat Kenzo


"Oooh pantasan kek kulkas"ucap Aldrina dengan nada mengejek


"Hahah iya sih tapi walau dia kulkas tetap aja cool and handsome"ucap Luna memuji ketampanan Kenzo


"Ihh gaklah apa-apaan ngeselin iya"jawab Aldrina tidak terima


Luna pun hanya tertawa mendengar kekesalan Aldrina dan akhirnya Aldrina pasrah lalu mengikuti orang-orang disekitarnya yang sedari tadi sudah bernyanyi apalagi Shirene yang bahkan tidak memperdulikannya karena adanya Lucas di panggung.


\~\~\~


Dandra saat ini sedang berada di ruangan kepala sekolah, lelaki itu sudah memutuskan untuk kuliah di luar negeri. Walaupun keputusan itu berat Dandra sudah membulatkan tekadnya terlebih lagi dirinya sudah mendapat dukungan dari orang disekitarnya.


Dandra mengetuk pintu ruangan kepala sekolah dan mengambil posisi duduk yang nyaman setelah dpersilahkan duduk.


"Selamat pagi Pak"ucap Dandra dengan sopan


"Ya selamat pagi nak Dandra, ada perlu apa?"tanya kepala sekolah


"Begini pak mengenai pembicaraan kita yang kemaren saya dan keluarga sudah memutuskan bahwa saya akan mengambil beasiswa ini"


"Wah itu berita bagus dengan adanya anda disana pasti akan mengharumkan nama sekolah, bapak akan segera menyiapkan berkas-berkas yang akan digunakan untuk mendaftar. Sekali lagi terimakasih dan selamat buat nak Dandra"


"Iya pak terimakasih juga untuk bapak dan pihak sekolah yang sudah mempercayakan saya sebagai utusan sekolah"


"Ya itu memang sudah menjadi kewajiban sekolah memberi kesempatan buat anak berprestasi seperti anda untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi"


"Baik pak terimakasih saya permisi dulu"


Dandra pun keluar dari ruangan kepala sekolah dan mengecek Hpnya, Dandra tersenyum membaca pesan WA yang dikirimkan oleh Aldrina, secepatnya Dandra membalas pesan itu. Dandra duduk di bangku panjang yang ada di pekarangan sekolah menunggu jawaban dari Aldrina. Karena kunjung tidak mendapatkan jawaban Dandra pun memutuskan mencari keberadaan Aldrina.


Aldrina yang merasa moodnya begitu buruk ingin mengembalikan suasana hatinya dia berhenti bernyanyi dan membuka cemilan yang dibelinya tadi. Aldrina membuka cemilannya lalu menawarkan kepada kedua sahabatnya yang pastinya menolak karena saat ini keduanya masih asyik bernyanyi.


Baru saja Aldrina makan sedikit lagi-lagi Kenzo datang entah darimana merampas makanannya dan menarik Aldrina keluar dari aula itu dengan kasar. Luna dan Shirene yang melihat kejadian itu hanya bisa bengong dan cemas karena menurut yang dikabarkan Kenzo sama dan bahkan lebih dingin dari Dandra.


"Gimana ni Shirene?"bisik Luna yang mendekat ke Shirene

__ADS_1


"Gue juga gak tau tapi gue takut si Aldrina bakal dihukum"balas Shirene dengan nada khawatir


"Eh gimana kalau kita cari kak Dandra?"usul Luna


"Oh iya itu ide bagus, kita pura-pura permisi ke toilet aja kalo ditanya guru"balas Shirene menerima usulan Luna. Keduanya pun menelusuri pekarangan sekolah dan mencari keberadaan Dandra yang entah dimana saat ini.


Setelah sampai diluar aula, menjauh dari keramaian Kenzo melepas pegangannya dengan kasar yang membuat Aldrina sedikit kesakitan.


"Anda tau sopan santun tidak?"ucap Kenzo dingin


"Hmm"jawab Aldrina dengan tatapan kearah makanan yang ada ditangan Kenzo


"Anda tau membawa makanan dari luar sekolah itu dilarang dan lagi disaat semuanya bernyanyi anda bersikap sesuka hati, masih tau etika?"


"Hmmm"ucap Aldrina lagi yang menambah kekesalan Kenzo


"Dia? Beraninya mengabaikanku"batin Kenzo tidak suka


"Mau ini?"ucap Kenzo dengan menaikkan alisnya sebelah


BRAKK


Kenzo menjatuhkan cemilan Aldrina dengan kasar ke bawah yang menyebabkan semua isinya berhamburan.


"Maksud lo apa kayak gitu?"ucap Aldrina tidak suka dengan sikap Kenzo yang menurutnya berlebihan


"Maksud saya apa? Maksud saya adalah agar anda mengerti bahwa anda salah"ucap Kenzo dingin dengan mendekatkan tubuhnya kearah Aldrina yang seakan memperkeruh keaadaan


Keduanya memasang tatapan yang begitu tajam seakan ada sengatan listrik yang ingin menyengat. Dandra yang sudah mendapat kabar dari kedua sahabat Aldrina setelah melihat Aldrina yang sedang bertengkar dengan Kenzo langsung menghampiri keduanya.


"Kenzo"ucap Dandra dengan napas yang masih memburu


Tatapan Kenzo beralih kepada Dandra. Melihat kehadiran Dandra, Kenzo menetralkan raut wajahnya, Kenzo dulunya memang sudah menjadi anggota OSIS dan Dandra sudah mengenalnya walaupun lelaki itu dulunya tidak memiliki peran begitu penting, Dandra tau Kenzo adalah orang yang sangat bisa diandalkan mengurus ketentraman sekolah apalagi untuk siswi nakal seperti Aldrina. Begitu juga Kezo dia sangat mengenal Dandra dan menghormati Dandra, dia juga tau wanita yang sedang bertengkar dengannya saat ini adalah pacar Dandra.


"Maaf sudah menyusahkanmu, Aldrina biar saya yang mengurusnya"


Mendengar perkataan Dandra, Kenzo menatap Aldrina dingin lalu pergi menjauh dari sepasang kekasih itu,


"Eh lo main pergi aja gue masih mau buat perhitungan ya"teriak Aldrina pada Kenzo yang jaraknya belum cukup jauh


"Dasar cewek gila ntah apa yang dilihat Dandra darinya"batin Kenzo meremehkan Aldrina


"Ehh udah Drin gak bagus gitu"ucap Dandra menenangkan gadis itu


Aldrina menatap kesal Dandra tanpa berniat mengucap apa pun lagi. Aldrina berjongkok dan mengutip semua cemilannya yang sudah jorok.


"Udah gak usah nanti tanganmu jorok"ucap Dandra menarik Aldrina agar bangkit berdiri


Aldrina menepis tangan Dandra "Gak usah nanti bang Joko capek"ucap Aldrina ketus sambil mengucapkan salah satu nama pembersih sekolah


"Hahaha dasar keras kepala"ucap Dandra dan mengacak gemas puncak kepala Aldrina

__ADS_1


Dandra pun membantu Aldrina agar cepat selesai. Setelah kegiatan bersih-bersih itu selesai Aldrina menarik tangan Dandra untuk pergi ke perpustakaan.


__ADS_2