
"Kebersamaan adalah cara terbaik menghilangkan kesendirian"
~~ LYSM ~~
Aldrina, Luna, dan Shirene langsung berhamburan layaknya anak kecil memasuki mall sedangkan para lelaki hanya bisa memasang wajah pasrah dan mengikuti langkah ketiganya dari belakang. Tidak kurang dari 30 menit keranjang belanja mereka sudah penuh dengan jajanan dan makanan manis yang menggungah selera.
"Gimana masih ada yang mau dibeli lagi?"tanya Luna menyadari keranjang belanja yang sudah penuh
"Aku keknya udah cukup sih, lo mut gimana?"balas Aldrina sambil melempar pertanyaan pada Shirene yang masih memplototi jajaran makanan
"Mau mie instan dong"ucap Shirene spontan
"Gak boleh sayang"tolak sang kekasih
"Ih kok gitu? Aku kan pengen"balas Shirene dengan wajah merengut
"Gak bagus buat tubuh kamu"
"Ooo maksudnya kamu mau ngeledek aku karna gemuk gitu?"ucap Shirene kesal
"Bukan bukan sayang gak gitu"
"Jadi?"
"Sayangku yang imut dan gemesin aku gak pernah keberatan gimana pun postur tubuh kamu, buktinya aku gak larang kamu beli semua makanan manis itu tapi enggak buat mie instan, gak bagus buat kesehatan"balas Lucas dengan mencubit gemas pipi Shirene agar tidak kesal lagi
"Iya iyaa ini cuma dunia kalian kami cuma numpang doang"ejek Luna yang merasa keduanya sangat memamerkan kemesraan
Mereka pun tertawa bersamaan mendengar ucapan Luna. Setelah itu mereka pergi ke kasir untuk membayar belanjaan. Setiap lelaki membawa satu kantong plastik besar dan para gadis hanya melenggang gemulai keluar dari mall.
"Eh kita gak minta belanjaannya kalian yang bawa ya! Kalian aja yang sok meratukan kami"ucap Aldrina melihat wajah Felix yang sedikit kesal
"Hmmm"ucap Felix sambil terus berjalan ke parkiran
Drama belanja selesai Dandra, Felix, dan Lucas memutuskan untuk pulang setelah memastikan pasangan mereka sudah sampai dengan selamat.
"Sayang pulang dulu ya kalo ada perlu telpon aja"ucap Dandra sambil mengacak gemas pucuk kepala Aldrina
"Assiap kapten, hati hati ya"balas Aldrina sambil terkekeh
"Yaelah Drin sejenggal doang rumahnya gak usah lebay napa"protes Luna lagi
"Apasih Lun dari tadi sensitif mulu! Makanya kak Lix kapan sih nembak Lunanya"balas Aldrina tanpa basa basi
"Aa.. aa.. n.. Gue cabut dulu bye!"seru Felix dengan tampang grogi
"Hahaha sabar Lun bentar lagi itu tinggal nunggu tanggal"kata Lucas melihat Felix salah tingkah
__ADS_1
"Amin paling kuat"balas Luna sambil cengengesan
"Sayang aku balik dulu, have fun yaa guys"ucap Lucas berpamitan
Setelah para lelaki pulang, Aldrina menutup gerbang rumahnya lalu menuntun sahabat-sahabatnya masuk ke dalam rumah. Shirene yang pertama kalinya menginap terlihat begitu antusias melihat pekarangan rumah Aldrina yang begitu rapi dan cantik.
"Wih dah lama juga gue gak kesini, banyak yang berubah ya Drin"ucap Luna setelah melihat kembali rumah Aldrina
"Iya gitulah, manusia aja yang mahluk hidup bisa berubah apalagi ini semua"balas Aldrina sambil membuka sepatu
"Yaelah si mbaknya bawa-bawa manusia, nyindir nih ceritanya?"ucap Luna mengingat pertengkaran mereka
"Ya kan bener yang gue bilang"
"Ya ya ya lo bener deh, sipaling benar"
"Huh gak ikhlas hahaha"ucap Aldrina diakhiri tawa
Bulan sudah terlihat di langit kini ketiga gadis itu terlihat sibuk menyiapkan gaun yang akan dikenakan mereka untuk besok. Aldrina memiliki gaun model coktail dress yang membuatnya terlihat semakin anggun kemudian ada Luna yang memiliki gaun dengan model stappless dress yang membuat tubuhnya terlihat seksi, dan ada Shirene yang memiliki model gaun long dress tanpa menghilangkan sisi imut dari gadis itu.
"Eh Lun lo gimana sih besokkan acara natal apa gaya baju lo itu enggak berlebihan?"tanya shirene memperhatikan gaun milik Luna
"Tau tuh aura seksi lo tempampang nyata"sambung Aldrina
"Yeeee kalian mah ketinggalan banget! Ini tuh model gaun yang lagi trend it's okay lah biar Felix makin srek sama gue"balas Luna sambil senyum-senyum gak jelas
"Blekk gak kenak"ejek Luna sambil mejulurkan lidahnya
"Udah-udah Drin biarin aja, tahan esmosi lo lebih baik kita makan es"ucap Shirene melihat aksi keduanya
"Oala mut mut itu mah mau lo bukan mau gue"balas Aldrina memasang wajah kesal yang disambut tawa dari mereka bertiga
Setelah asyik mempersiapkan pakaian dan segala hal yang mendukung untuk besok mereka berbaring di king size milik Aldrina. Ketiganya menatap langit-lagit kamar.
"Hmmm guys"ucap Luna
"Apaan?"tanya Aldrina menyahuti diikuti shirene yang memandang kearah Luna
"Mungkin gak sih sampai sekarang kak Felix gak ada rasa sama gue?"ucap Luna pesimis
"Gak mungkinlah kalo mungkin berarti dia bukan cowok sejati, lo cantik gitu mana mungkin gak disukai"balas Shirene tanpa pikir panjang
"Eh mut bukan gitu kak Felix normal woi"balas Luna tidak terima
"Iya iya yang tercinta dibelain"sindir Shirene yang membuat Aldrina geleng-geleng sebagai pendengar
"Jadi gini, lo belum tau kan apa alasan gue sama Aldrina kemaren musuhan? Sebenarnya itu karna gue terlalu kekanak-kanakan dan gak bisa nerima semua yang gak gue pengen"ucap Shirene jujur
__ADS_1
"Kak Felix itu sukanya sama Aldrina bukan sama gue"sambung Luna
"Iya gue tau Lun ketara kok tapi makin hari gue merhatikan kak Felix perasaan dia ke elo bertambah sih cuma mungkin dia lagi mastiin perasaan dia sekarang dan mungkin juga itu adalah cara dia biar lo gak terluka"ucap Shirene yang terlihat sangat bijak
"Bener banget imut gue emang yang paling top"ucap Aldrina sambil mencubit gemas pipi Shirene
"A,,Aw Aw Sakit Aldrina goblok"ucap Shirene kesal sambil mengelus pipinya yang sudah memerah
"Hehe abisnya gemes mut"ucap Aldrina dengan cengengesan
"Udah-udah kok jadi berantam sih oik"kata Luna menghentikan perdebatan
"Mending kita cari topik lain nih sebelum tidur"ucap Luna melanjutkan perkataannya
"Ada sih ada, ada yang pengen banget gue bahas"ucap Shirene seketika
"Apaan mut?"tanya Aldrina penasaran
"Soal ketos kita yang judes"ucap Shirene
"Emang kenapa dia?"tanya Luna ikut penasaran
"Nah itu juga yang gue juga gak tau"ucap Shirene membuat kedua sahabatnya kebingungan
"Gimana sih Ren nanggung amat buat penasaran udah kayak drama Big Mouse aja"ucap Luna mengingat drama yang membuatnya penasaran bercampur kesal
"Hahaha sorry-sorry bukan gitu beberapa hari kemaren gue liat kak Kenzo beberapa kali kayak mondar mandir gitu dari depan kelas kita! Yah kalian taulah jarak kelas kita ke kelas dia kan jauh tuh yah kan ngapai coba lewat kelas kita"
"Ooooh kirai kenapa mut"ucap Aldrina mengira ada berita besar
"Yah aneh aja terus yang paling anehnya nih yah waktu mata kami berpapasan gitu dia malah kayak menghindar terus pergi kan jadi mencurigakan banget"ucap Shirene mengingat tingkah Kenzo
"Emm mungkin dia lagi cari mangsa buat dimarah-marahi sih Ren"ucap Luna meracau
"Gak lucu banget harus ya dari kelas kita"tanggap Shirene mendengarkan pemikiran Luna
"Iya juga sih hehe"balas Luna cengengesan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
Sedangkan Aldrina sempat berpikir bahwa Kenzo sepertinya ingin menemui dirinya namun mengingat kejadian bahkan Kenzo tidak mau meminta maaf pada dirinya membuat Aldrina menepis semua pemikiran itu.
"Ah gak mungkinlah hah"ucap Aldrina tiba-tiba membuat kedua sahabatnya melihat kepadanya
"Gak mungkin apaan Drin?"tanya keduanya kompak
"Gak mungkin kita harus mikirin itu sekarang sampe begadang yah kan! Yaudalah mungkin dia lagi menggabut guys! Kita tidur aja yuk biar fit besok"balas Aldrina mengalihkan pembicaraan
Akhirnya tidak berapa lama ketiganya terlihat sudah memejamkan mata dan siap memasuki dunia mimpi.
__ADS_1