Love You So Much

Love You So Much
Bagian 67 (Sahabat Dulu?)


__ADS_3

"Semua terjadi seolah seolah takdir yang menuntun"


\~\~LYSM\~\~ 


Barney Cristensen Dirgantara sosok paruh bayah yang begitu tampan dengan tubuh yang masih tampak atletis walaupun umurnya sudah memasuki 41 tahun, lelaki itu terlihat sibuk dengan beberapa berkas yang tertumpuk di mejanya. Seketika fokusnya teralihkan ketika ada ketukan di pintu.


tok tok tok


"Iya masuk"


Ceklek


Pintu terbuka terlihat wanita paruh bayah yang masih sangat cantik menghampiri dirinya. Shelly Disti Barney itu adalah istrinya yang tidak lain adalah ibu dari Dandra.


"Ada apa sayang?"


"Itu sayang di bawah ada Aldrina sepertinya dia ingin sekalai menemui dirimu"


"Wah benarkah? Baguslah kalau begitu aku juga penasaran siapa wanita yang bisa meluluhkan putraku satu-satunya"ucap Barley bersemangat


"Yasudah kalo begitu ayo turun ke bawa sayang, hentikan dulu pekerjaanmu itu"


"Iya sayang baiklah"


Shelly dan Barley pun turun kebawah menghampiri Aldrina di ruang tamu, Kemudian keduanya melihat gadis yang sangat asyik bermain Hp. Barley mengangkat satu telunjuknya di depan mulutnya mengisyaratkan agar istrinya tetap diam.


"Ehm" Barley berdeham membuat Aldrina memalingkan wajahnya kearah dirinya


"Eh a..a..ad.a om, Halo om"ucap Aldrina dengan gugup


Barley tertegun melihat wajah gadis dihadapannya itu, ya tidak mungkin dirinya bisa melupakan wajah itu tapi tunggu kenapa gadis itu terlihat muda lagi, bukankah seharusnya wajahnya harusnya sudah terlihat keriput?.


"Siapa gadis ini? Apa dia anaknya?"batin Barley melihat gadis yang ada dihadapannya saat ini


Flasback On


Barley dan Gandhi adalah sahabat karib semasa kuliah dan ada satu gadis lagi yaitu Kaylee Kimberly Orlando, ya mereka bertiga selalu terlihat bersama di kampus mereka. Bahkan banyak yang mengatakan bahwa ketiganya terlibat cinta segitiga ketika tidak sengaja berpapasan. Benar yang dikatakan mereka namun sayangnya Kaylee hanya mencintai Gandhi lebih dari sahabat sedangkan untuk Barley dia hanya menganggap lelaki itu sahabat kharibnya.


Kini mereka sudah tamat kuliah Gandhi bekerja di perusahaan keluarganya sementara Kaylee gadis itu bekerja di perusahaan yang dimiliki Barley, namun walaupun begitu hatinya tidak pernah berubah haluan sampai pada suatu hari Barley ingin dijodohkan dengan seorang gadis membuatnya mau tidak mau harus mengatakan perasaannya secara langsung pada Kaylee. Barley sadar gadis itu pasti tau bahwa dirinya memiliki perasaan untuknya namun Barley hanya ingin jawaban langsung dari Kaylee.


tok tok tok


"Yah silahkan masuk"balas Barley dari kursi kekuasaanya


"Selamat siang Pak"


Kaylee celinak celinuk melihat orang lain lalu bersikap santai pada sahabatnya itu "Hey sobat kau terlihat cool sekali di tempatmu itu hmm tapi sayang tidak punya pacar hehehe"ucap Keylee dengan cengiran sambil menyerahkan beberapa dokumen di meja


Barley menatap Kaylee dengan serius "Hmm makanya jadilah istriku"


"Hah? Istrimu?"


"Hmm istriku agar aku lengkap dengan semua ini"


"Hahah apasih Ley! Becandamu gak lucu tau"


Barley berdiri dari tempatnya "Apa maksdumu? Aku tidak bercanda! Aku bersungguh-sungguh! Menikahlah denganku Kaylee aku mohon aku sudah lama menyukai dirimu"

__ADS_1


Kaylee terdiam gadis itu terlihat mundur selangkah. Kaylee sebenarnya tau bahwa Barley menyukainya tapi sayang hatinya sudah terlebih dahulu dimenangkan oleh Gandhi. Sebenarnya Gandhi pun sudah menawarkan agar gadis itu bekerja di perusahaan miliknya namun Kaylee tidak mau dengan alasan agar dirinya bisa lebih fokus untuk karirnya dulu.


"Maaf ley"ucap Kaylee lirih


"Untuk?"


"Aku sudah memiliki orang yang aku sukai"


"Apa? Siapa? Tidak bisakah kamu memberikan hatimu untukku saja? Aku mohon kasih aku kesempatan agar aku memperjuangkanmu"


"Maaf Ley maaf"ucap Kaylee denngan wajah sedih karna sudah menghancurkan hati sahabatnya


Barley menghirup udara lalu menghembuskan nafasnya kasar "Baiklah jika itu keputusanmu aku hanya ingin kanu tau aku dijodohkan oleh keluargaku dan mungkin sebulan lagi kami akan menikah"


"Baguslah kalo begitu Ley"


"Dimananya yang bagus? Aku tidak bisa bersama denganmu lagi"


"Tapi kau bisa belajar mencintainya nanti, ayolah Ley jangan membuat suasana ini semakin canggung dan membuat semakin merasa bersalah"


"Ya baiklah jika itu keputusanmu aku akan menerimanya walau sejujurnya aku tidak bisa, tapi..."


"Tapi apa Ley?"


"Tapi kamu harus keluar dari perusahaanku"ucap Barley lirih dan sebenarnya tidak sangat tega mengusir wanita yang paling dicintainya saat ini secara paksa


"Kenapa Ley? Kenapa harus begitu? Apa hanya karna aku sudah menolakmu?"


"Bukan bukan begitu aku tidak bisa mempertahankanmu lagi, orangtuaku tidak ingin aku dan dirimu terlalu dekat karna aku dijodohkan"


DEG


Air mata Keylee menetes tanpa permisi "Ta ta pi kenapa? Kenapa harus keluar? Aku tak akan menggangu hubunganmu"


Barley menghembuskan nafasnya "Kali ini aku yang memohon maaf padamu, aku tak kuasa melawan keluargaku tapi jika kamu mau menjadi istriku aku akan memperjuangkanmu Kaylee"


Kaylee menghapus air matanya "Yaudahlah Ley gapapa lo gak salah, selamat ya sobat dan selamat tinggal"


Itu adalah hari terakhir Barley melihat Kaylee, sejak hari itu keduanya tidak pernah lagi bertemu namun dia mendengar bahkan mendapatkan undangan pernikahan Kaylee dan Gandhi 4 tahun setelah dirinya menikah, namun Barley tidak dapat menghadiri acara itu dikarenakan kesibukannnya. Barley hanya bisa mengirimkan ucapan selamat dan hadiah untuk kedua sahabatnya itu.


Walaupun dirinya tidak bisa bersama Kaylee tapi Barley bersyukur bisa melihat kedua sahabatnya itu sangat bahagia dan kini pun Barley sudah sangat mencintai Shelly yang kini sudah menjadi istrinya dan mereka mendapatkan satu anak laki-laki yang begitu tampan.


Flashback Off


"Om..Om.. Halo Om.."ucap Aldrina lagi dengan tangan yang menjulur ingin menyalam tangan Barley


"Ehm oh i..iya salam kenal Aldrina saya ayah dari Dandra"ucap Barley tersadar lalu membalas uluran tangan Aldrina


"Halo om saya Aldrina om, wah om tampan sekali lebih tampan dari Dandra, apa Om punya lesung pipi? Soalnya Dandra ada malah dalam lagi"celoteh Aldrina seakan sudah kenal lama


Barley tertawa teringat Kaylee yang tidak pernah diam saat mereka selalu bersama banyak cerita yang keluar dari sahabatnya itu persis seperti gadis yang ada dihadapannya saat ini.


"Wah aku salah ngomongnya? Kenapa om ketawa? Emang aku ngelawak gitu"batin Aldrina yang bingung melihat Barley yang tertawa sendiri


"Pa kenapa tertawa gitu? Maklum aja pa Aldrina memang cerewet"ucap Dandra yang menghentikan tawa ayahnya itu


"Bu..Bukan bukan saya hanya teringat seseorang saja"balas Barley kembali menetralkan sikapnya

__ADS_1


"Seseorang? Siapa om?"tanya Aldrina bingung


"Sahabatku dulu"


"Oh begitu, apa aku terlihat mirip dengannya? Apakah gadis itu terlihat sangat cantik sepertiku om?"tanya Aldrina antusias sambil bergaya menopang pipinya


"Aldrina satu-satu nanya sama papa"bisik Dandra yang duduk disamping gadis itu


"Astaga kak aku kepo"bisik Aldrina membalas sang kekasih


"Sudah Dandra tidak apa-apa, papa justru senang seperti memiliki anak perempuan"ucap Barley agar sepasang kekasih itu tidak berdebat


"Aku merasa kau adalah anak sahabatku itu wajah kalian benar-benar sangatmirip"


"Oh ya om? Aku jadi semakin penasaran dengan sahabat om itu"


"Hmm kalo boleh saya tau siapa nama ibumu?"tanya Barley sebelum memberi tau nama dari sahabatnya


Aldrina tampak diam mendengar itu dia juga tidak tau nama ibunya bahkan wajah sang ibu Aldrina tidak mengingatnya.


"Ayolah pa jangan seperti itu papa membuat Aldrina menjadi diam"ucap Shelly melihat gadis cantik itu terdiam


Aldrina menetekan air matanya "Gapapa kok tan, tapi om maaf Aldrina juga gak tau nama bunda siapa bahkan wajahnya Aldrina tidak ingat om, bunda sudah lama meninggal"


DEG


Mendengar itu jantung Barley bertalu dengan kencang air matanya ikut jatuh membasahi kedua pipinya membuat semuanya merasa heran terlebih Aldrina.


"Duh aduh om maaf, Aldrina gak bermaksud buat om jadi sedih gini, Aldrina udah terima kok! Aldrina yakin bunda udah bahagia disana"ucap Aldrina merasa tidak enak dan mecoba menghibur Barley


"Om turut berduka Aldrina"


Shelly menepuk nepuk pelan bahu suaminya walaupun dia juga bingung dengan apa yang terjadi sekarang namun dia tau satu orang yang dianggap sahabat wanita oleh suaminya karna suaminya dulu banyak bercerita tentang sahabatnya.


"Kalo om boleh tau, ibu kamu kapan meninggalnya Aldrina?"


"Kapannya Aldrina juga kurang tau om kata papa saat aku masih balita om, tapi ada satu yang aneh papa seperti menutup rapat-rapat tentang bunda saat aku mencoba memaksa papa untuk bercerita aku hanya membuatnya menangis"


"Apa kenapa? Kenapa Gandhi tidak menceritakan mengenai Kaylee pada anaknya sendiri? Ada apa sebenarnya?"batin Barley merasa heran padahal setaunya Gandhi juga sangat menyayangi Kaylee


"Kalo om boleh tau lagi nih, nama papamu siapa Aldrina?"


"Nah kalo ini Aldrina tau jawabnya nama papa Gandhi om sama tampannya kayak om tapi karna yang jadi papanya aku bukan om jadi papakulah yang paling tampan hahaha"ucap Aldrina lagi diakhiri tawa


Barley menggelengkan kepalanya "Benar-benar seperti Kaylee gampang sekali moodnnya berubah"batin Barley ikut tersenyum


"Haha tapi bagi Dandra saya yang paling tampan, iya kan nak?"


"Iya pa iya, ih papa Aldrina gak usah diladenin nanti papa capek send.. Aaaa aww"ucap Dandra diakhiri teriakan kesakitan akibat Aldrina yang sudah mencubit lengannya


"Ih apa sih kak? Jangan jelek-jelekin image aku dong depan papa mertua"omel Aldrina tidak tau malu


"Astaga Aldrina malu sedikit! Kamu mau papa jadi gak suka karna kamu cerewet"bisik Dandra


"Ih gak boleh dong! Apa iya om gak suka cewek cerewet?"ucap Aldrina sedikit meninggikan suaranya


Kali ini Barley tertawa sangat keras dia merasakan dirinya seperti berada di masa lalu sambil mendengarkan unek-unek sahabatnya "Tak apa apa Dan, papa sudah lama tidak mendengarkan yang seperti ini lagi"

__ADS_1


Dandra pun hanya bisa tersenyum melihat kekasih dan papanya terlihat sangat akrab seperti kedua sahabat lama yang bertemu kembali bahkan keduanya terlihat asyik mengobrol dan menganggurkan ibu dan juga dirinya, melihat suaminya sangat asyik sekali Shelly pergi ke dapur untuk menyiapkan beberapa cemilan untuk mereka.


__ADS_2