
Dandra pun berjalan sendirian menuju ruang administrasi padahal rencananya tadi ingin mengajak Aldrina sambil berkeliling melihat kampus barunya namum semua rencananya gagal karna ulah Ley yang sudah menghasut Aldrina pergi entah kemana.
Sementara Ley dan Aldrina berjalan mendekati mahasiswa dan mahasiswi yang duduk berkumpul keduanya memperkenalkan diri.
"Hai hello guys"
"Yeah hello"ucap salah seorang bule laki-laki disana
"I'm Aldrina and this is my brorther his name is Ley"ucap Aldrina memperkenalkan diri
"We are from Indonesia and we here accompany my boyfie see his college"ucap Aldrina membuat mereka mengangguk-angguk sambil tersenyum
"Hmm btw for the girls do you want introduce your self to my brother? He wants to get to know you"ucap Aldrina membuat Ley melotot bukan ini rencana mereka di awal
"Me"
"Me" "Me"
Gadis-gadis barat itu heboh ingin memperkenalkan diri pada Ley bagaimana tidak Ley adalah lelaki asia yang sangat tampan membuat mereka tergila-gila
"Tuh kak banyak yang mau"bisik Aldrina pada Ley
"Tapi gak gini juga Aldrina, kan tadi rencananya kita dua bukan gue aja"
"Maaf kak ntar kak Dandra ngambek"ucap Aldrina sambil mendorong Ley mendekati para gadis
Mau tidak mau karna ulah Aldrina, Ley harus meladeni para gadis yang ingin berkenalan dengannya. Ley memang sangat aneh lelaki itu sangat tampan dan suka sekali menggoda wanita namun jika wanita itu meresponnya Ley malah pergi menjauh membuat Aldrina kadang berburuk sangka jika Ley sudah membelok.
Di sisi lain ketika Dandra hampir sampai di ruang administrasi, dia melihat seorang gadis bisa ditebak gadis itu juga pendatang sama sepertinya. Gadis itu terlihat komat kamit belajar dialog bahasa inggris dan mencoba menetralkan kegugupannya.
Dandra mengabaikannya namun gadis itu menahan lengan Dandra membuat Dandra menoleh dengan wajah esnya sangat datar.
"Wah tampan sekali"batin gadis itu ketika matanya bertemu dengan mata Dandra
"Eh anu mmm are you a.. a new college student in here too?"
"Hmm yes"balas Dandra datar
__ADS_1
"Anu can can can you help me to speak with administration that i'm a a new college student?"ucap gadis itu terbata-bata dengan wajah memohon
"Hm of course, come follow me and please remove your hand from my arm"ucap Dandra sambil melirik lengannya yang masih dipengan gadis itu
"Oh ya, sorry sorry friend"ucap gadis itu sadar dan melepaskan tangannya
Aldrina meninggalkan Ley dengan para gadis kemudian gadis itu mencari ruang administrasi karna dia tau pasti Dandra akan menuju kesana. Namun pemandangan yang dilihatnya saat ini sungguh tidak dipandang Dandra berbicara dengan gadis cantik dan parahnya gadis itu berani menyentuh Dandra. Aldrina ingin mendatangi keduanya namun niatnya tidak dapat terpenuhi karna Dandra dan gadis itu sudah memasuki ruangan.
Aldrina berdiri tidak jauh dari ruangan itu sambil melipat tangan di dadanya "Siapa tuh cewek? Gatel banget megang-megang Dandra? Mana dia cantik lagi"batin Aldrina kesal
Kurang lebih 20 menit Aldrina berdiri di tempatnya seperti satpam yang sedang berjaga lalu dilihatnya Dandra dan gadis itu keluar dari ruangan. Walaupun sudah keluar dari ruangan gadis itu tetap mengekor di belakang Dandra membuat Aldrina bertambah kesal.
"Hai sayang udah siap urus berkasnya?"ucap Aldrina nyaring dengan menekankan kata sayang lalu memeluk lengan Dandra
"Apa? Kenapa gadis ini berbahasa indonesia? Berarti cowok ini orang Indonesia gue kira bukan dan gue kira dia jomblo"batin gadis itu dengan senyum kecul melihat Aldrina
Dandra tersenyum bahagia sampai lesung pipinya tecetak jelas "Hmm udah sayang, kamu kemana aja sama Ley?"
"Dia bisa juga tersenyum kukira tidak malah senyumnya ganteng banget lagi"batin gadis itu menggerutu
"Opss sorry i don't see you, introduce my name is Aldrina"ucap Aldrina ramah pada gadis di depannya
"Eh sorry kakak orang indonesia juga? Aku kira orang China"
"Haha ia ia gak masalah wajar sih aku memang campuran china dan terus aku tadi ngira Dandra bukan orang indo karna tampangnya kek bule gitu"balas Valeri dengan senyuman lalu melirik Dandra yang hanya melihat Aldrina berbicara
"Dih apasih gue gak di lirik sama sekali"batin Valeri kesal
"Oh ia Aldrina kenapa manggil aku kakak ya?"lanjut Valeri basa-basi
"Yah karna kakak lebih tua dua tahun dari aku"ucap Aldrina dengan menekankan kata tua
"Hah? Baguslah berarti aku bisa mendekati Dandra nanti dan tunggu kenapa dia menekankan kata tua apa dia mengejekku"batin Valeri mulai tidak suka pada Aldrina
Dandra yang melihat Aldrina bicara semakin ketus membuatnya berniat membawa Aldrina menjauh dari Valeri.
"Oh yaudah Valeri jika tidak ada urusan lagi kami permisi dulu"ucap Dandra dengan wajah datar lalu meninggalkan Valeri yang mencoba tersenyum walau terkesan memaksa
__ADS_1
"Bye kak Valeri sampai bertemu lagi"ucap Aldrina sambil melambaikan tangannya
Ketika sudah berjalan jauh Aldrina menhentikan langkahnya memandang Dandra "Oh enak ya dipegang pegang gitu sama cewek cindo padahal aku ingat dulu waktu aku kayak gitu habis dimaki"ucap Aldrina kesal sambil mengingat perlakuan Dandra dulu
"Tapi kan kamu juga yang dulu bilang gak boleh kasar gitu"
"Oh jadi karna gak boleh cewek lain dibiarin aja gitu megang-mengang kamu? Ih gue kesal banget kak mana dia masang wajah kecut waktu liat aku, dari situ aku jadi makin was was"
"Ayolah sayang gak mungkin, aku hanya dan hanya mencintaimu"ucap Dandra lembut
"Hmm ntahlah! Baru aja sehari udah nemu saingan"ucap Aldrina mengerucutkan bibirnya
"Terus gimana aku selama ini? Yang tiap hari jumpa sainganku? Udahlah sayang gak usah dipikirkan aku juga tadi gak tau namanya tapi karna kamu nanya aku jadi terpaksa tau"
"Dan satu lagi aku berusaha menutupi kalau aku orang indonesia lagi-lagi kamu buat aku ketahuan sayang"lanjut Dandra lalu menoel pipi Aldrina
"Serius? Aduh bodohnya aku maaf ya kak"ucap Aldrina merutuki kebodohannya
"Okay sayang it's okay"
"Tapi janji yah kak kamu itu hanya milik aku milik Aldrina seorang"
"Always Aldrina"balas Dandra lalu menggandeng Aldrina menemui teman-teman mereka yang sudah ada di kantin
Saat menuju kantin Aldrina terpukau kantin itu sangat bersih dan semua mahasiswa sangat tertib mengambil makanan lalu matanya berhenti pada Ley yang sudah menatapnya dengan wajah kesal.
"Hahha gimana kak Ley ada yang kecantol?"tanya Aldrina dengan tawa
"Hahaha jahil banget lo dek kan lo tau sendiri kembaran gue kayak anti banget kalo udah disentuh cewek"
"Abisnya tadi yang ngajak godain orang-orang disini kan kak Ley"
"Iya tapi konsepnya beda"ucap Ley ketus sambil meminum jus jeruk miliknya
"Hahah iya deh maaf kak janji gak ngulangi"
Mereka semua pun menikmati makanan mereka masing-masing sebelum pergi dari sana. Aldrina tersenyum melihat Luna yang sudah suap-suapan dengan Felix, dia senang tapi sangat penasaran apa yang membuat keduanya sudah jadian.
__ADS_1
"Aku senang Lun akhirnya kebahagiaanmu tergapai"batin Aldrina terus memperhatikan Luna yang masih tersipu-sipu apalagi saat Felix menatap gadis itu