Love You So Much

Love You So Much
Bagian 47 (Ngambek Gak Jelas)


__ADS_3

"Kamu itu unsur yang selalu aja bisa buat aku bahagia bahkan dengan rasa kesalmu pun aku bisa tertawa"


~~ LYSM ~~


Dandra masih menggenggam tangan Aldrina dengan erat seakan takut si pemilik tangan akan membawa tangannya kabur. Aldrina mencoba pasrah dan menahan tawa sampai akhirnya gadis itu membuka suara.


"Ehh kak udah dong kita udah diluar, ngapai sih narik tangan aku mulu"omel Aldrina


"Oh jadi udah gak mau tangannya aku pegang?"


"Lah kok jadi gitu! Astaga bukan"Aldrina pun mencubit gemas pipi Dandra


"Kamu itu ya ada-ada aja"


"Sakit Aldrina!"


"Bodo"


Keduanya diam untuk beberapa saat, sibuk dengan pikirannya masing-masing dan suara klakson mobil membuyarkan keduanya.


"Tit Tit Tit"


"Tolong motornya digeser dek mobil saya ingin keluar"ucap seorang bapak yang terlihat baru saja selesai berkunjung


"Oh ia baik Pak, maaf atas ketidaknyamanannya"jawab Dandra dan langsung menggeser motornya agar tidak menghalangi mobil tersebut


"Kita langsung pulang atau makan dulu?"tanya Dandra pada Aldrina yang terlihat melamun


Aldrina diam dan menampilkan raut wajah datar seolah Dandra sedang tidak mengajaknya berbicara


"Aldrina kalo orang nanya itu dijawab"kata Dandra mulai kesal


"Apa? Apak sih kak? Kok jadi nyalahin aku lagi, kan nama aku gak ada disebut ya mana kutau kamu bicara sama aku"balas Aldrina tidak terima


"Udah ya stop gak usah mulai lagi, cepat naik!"


"Nyenyenye Iya iya galak amat sih untung sayang"balas Aldrina dengan ejekan


Dandra yang seakan sedang PMS mendengar nada suara Aldrina seperti mengejek membuat lelaki itu bertambah kesal yang membuatnya menancap gas motornya padahal Aldrina belum naik ke motor.


"Woi Dandra sialan gue belum naik"teriak Aldrina tidak jelas melihat Dandra sudah pergi berlalu


"Huh dasar laki-laki baperan entah kenapa gue bisa suka sama lo! Duh amit-amit"gerutu Aldrina lagi sambil berjalan keluar dari area penjara


"Anjir kenapa gue sial amat sih! Kan niatnya cuma becanda kenapa dia jadi kayak anak gadis dan gue yang jadi anak cowok! Duh gue harus naik apa Tuhan dari sini"tambah Aldrina semakin panik karena tidak mengetahui daerah yang gadis itu kunjungin sekarang


"Atau aku telpon dia? Mungkin dia gak sadar udah ninggalin aku! Ah iya telpon aja"kata Aldrina mencoba berpikir positif

__ADS_1


"Drtt.. Drttt..."suara HP Dandra bergetar dari sakunya


Dandra memberhentikan motornya dan mengangkat HP nya


"Apa?"


"Maaf"seru Aldrina terdengar sendu yang membuat Dandra langsung merasa bersalah


"Iya tunggu aku putar balik"kata Dandra dan langsung mematikan teleponnya


"Udah gitu aja? Dasar cewek PMS"omel Aldrina mendengar panggilannya sudah diputus sepihak oleh Dandra


Tidak berselang lama Dandra kembali dan menampilkan wajah datar seakan lelaki itu tidak memiliki kesalahan sama sekali, Aldrina yang melihat ekspresi itu hanya berharap saat ini gadis itu tidak melayangkan pukulan yang keras kepada pujaan hatinya. Aldrina mencoba memasang wajah tersenyum.


"Ehmm kamu gimana sih sayang bisa sampe lupa sama aku hehe hehe"kata Aldrina dengan tawa yang dipaksakan


"Udah naik"kata Dandra dingin


Aldrina pun menurut dan langsung naik tanpa banyak debat karena Aldrina tau Dandra akan nekat seperti tadi. Gadis itu tetap diam saat mereka sudah beberapa lama diatas motor. Hanya suara hembusan nafas yang terdengar dan sesekali hirupan udara yang terdengar cukup keras.


"Makan dimana?"tanya Dandra


"Terserah kamu aku ngikut aja"jawab Aldrina tidak mau ambil pusing


Hari mulai sore Dandra memberhentikan motornya disebuah cafe dan keduanya turun untuk makan.Kebetulan di cafe tersebut terdapat sebuah pohon yang rindang dan Aldrina mengambil posisi berada dibawah pohon itu.


"Kenapa disini? Gak masuk aja?"tanya Dandra sebelum lelaki itu memutuskan duduk


"Ehmm"Dandra berdeham mendengar perkataan Aldrina


"Sumpah Dandra gemes banget macem adek-adek"batin Aldrina dalam hati sambil menahan tawanya saat curi-curi pandang melihat ekspresi Dandra


Keduanya sudah memesan makanan masing-masing dan saat ini sedang menunggu pesanan. Aldrina yang tidak tau harus berbuat apa memutuskan untuk memainkan HPnya, gadis itu berpura-pura sibuk seakan membalas chat seseorang atau apalah akan tetapi yang dilakukannya adalah diam-diam memotret Dandra yang jelas-jelas memandanginya karena merasa diabaikan.


"Tau kayak gini lebih baik langsung pulang"kata Aldrina yang membuat ekspresi Dandra kembali seakan marah


"Maksud kamu apa? Kamu gak suka ada disini sama aku? Padahal jelas-jelas yang main hp dari tadi kamu lo bukan aku"


Aldrina tertawa "HAHAHAHA"


"Ada yang lucu kenapa dari tadi kamu seakan mempermainkan saya?"


"Wesss saya"cibir Aldrina yang masih saja tidak mau berbaikan dengan Dandra


Dandra yang mendengar itu ingin beranjak dari duduknya dan melenggang pergi entah kemana. Untung pelayan datang membawa makanan yang membuat lelaki itu menahan keinginannya untuk pergi, Aldrina pun kembali tersenyum puas melihat Dandra tidak bisa pergi dan harus duduk kembali didepannya. Aldrina tau Dandra tidak akan memilih marah dan malah memilih pergi ketika dia marah kepada Aldrina. Tapi gadis itu tidak suka Aldrina ingin Dandra marah jika memang iya merasa harus marah, bukannya seperti anak kecil yang ingin sekali dibujuk.


"Habisin dulu makanannnya baru kita pergi"kata Aldrina dan tidak mendapat jawaban sama sekali

__ADS_1


Selama makan Aldrina menjadi tidak fokus, gadis itu tidak tahan harus berdiam diri tanpa mengeluarkan kata sedikit pun. Aldrina pasrah dan akan berusaha membujuk Dandra setelah makanannya habis. Aldrina membaca gerakan Dandra yang ingin segera membayar makanan, gadis itu menghentikan gerakan Dandra dan mengambil posisi duduk tepat disamping Dandra.Gadis itu memindahkan kursinya, kini Aldrina mengambil posisi begitu dekat dengan Dandra dan terus menatap mata Dandra.


Dandra yang merasa risih pun membuka suara "Apa?"


"Yakin mau marahan kayak gini? Kok kamu kek anak kecil sih Dan? Ayo cepat kasih tau salah aku? Apa karna tadi di kantor polisi? Itukan cuma candaan atau... Karna aku ketawa gak jelas ya? Kalo gitu aku minta maaf jadi stop diam kayak anak kecil"kata Aldrina mencoba berkomunikasi


"Hmm"


"Sayang maaf"kata Aldrina dengan nada yang meninggi


Dandra diam "Sayang maafin aku"tambah Aldrina denga kedua tangan di depan dada yang membuat beberapa pengunjung melihatnya dengan iba


Dandra yang merasakan atmosfer yang mulai berbeda pun menarik tangan Aldrina dan membayar makanan keduanya. Lagi-lagi Aldrina menahan tawanya.


"Dia lucu banget parah sumpah"batin Aldrina yang melihat pipi Dandra seperti kepiting rebus


Di parkiran Dandra melepas tangan Aldrina "Maksudnya tadi apa Aldrina? Kamu mau mempermalukan aku?"


Aldrina pun menghela nafas dan mencoba tersenyum, lalu gadis itu memeluk hangat Dandra yang sedari tadi seakan emosi tidak jelas.


"Aku tau hari ini benar-benar berat sama kamu, maaf karena kurang peka kak"kata Aldrina tulus tanpa melepaskan pelukannya


Dandra yang mendengar itu pun merasa bersalah juga "Aku juga salah maaf udah melampiaskannnya ke kamu"kata Dandra sambil mengelus sayang puncak kepala Aldrina


Keduanya pun tertawa mengingat betapa lucunya sikap keduanya sedari tadi.


"Oh iya kak aku jadi lupa, malam ini kamu sibuk gak?"tanya Aldrina mengingat Lucas akan manggung nanti


"Enggak, ada apa rupanya?"


"Ini nanti malam kita ke cafe yang waktu itu ya"


"Waktu itu yang mana?"tanya Dandra bingung


"Itu cafe yang kemaren aku berantam sama kak Olivia"kata Aldrina dengan bangganya


"Ooh cafe tempat kamu berubah jadi singa betina, ah ogah nanti kamu buat onar lagi"tolak Dandra mengingat hari yang cukup mengerikan itu


"Aku gak mau tau kalo kakak gak mau ikut yaudah gapapa biar aku pergi sama Shirene dan yang lain aja"jawab Aldrina seakan kehadiran Dandra tidak terlalu penting


"Yaudah"kata Dandra cuek


"Yakin nih gak mau ikut?"tanya Aldrina dengan menaik turunkan kedua alisnya untuk memastikan


"Hmm iyaa gak mungkinlah, nanti kamu siapa yang jinakin kalo kambuh galaknya"goda Dandra yang membuat Aldrina tertawa


"Hahaha apaan sih, ah udahlah kak, di cafe tadi kita gak bicara eh diparkiran malah banyak cerita, hadeh ayo pulang aja gih biar sempat istirahat. Kamu juga pasti capekkan"kata Aldrina menyudahi obrolan yang seperti tidak ada ujungnya itu

__ADS_1


"Iya iya siap bos"jawab Dandra dengan senyuman


Motor Dandra pun meninggalkan cafe itu dengan perasaan yang sudah menghangat dikedua manusia yang sedang kasmaran itu.


__ADS_2