
" Aku ikut bahagia untukmu apapun itu yang membuatmu bahagia"
\~\~LYSM\~\~
Aldrina yang berada di boncengan Dandra mendekatkan wajahnya sedikit "Kak kamu tau papa aku tadi nangis kenapa? Emang gitu ya kalo uda lama gak jumpa?"tanya Aldrina begitu polosnya
"Hmm iya sayang namanya juga rindu mungkin nanti kita akan seperti itu"
"Iya sih kemaren aja kakak ngejauhi aku rasanya pengen hilang aja atau lupa ingatan aja sekalian"
"Kenapa harus lupa ingatan?"
"Biar gak stres mungkin?"
"Yakin mampu lupakan aku?"
"Hahaha yakin gak yakin sih kak"ucap Aldrina lalu memeluk Dandra dari belakang
Dandra tersenyum mendengar penuturan gadisnya namun dia juga sedih tidak lama lagi mereka harus berpisah bukan hanya pisah negara bahkan mereka dijauhkan oleh dua benua yang berbeda. Sesampainya di supermarket yang dituju mereka masuk ke dalam tidak lupa Aldrina menggandeng Dandra untuk menjauhkan mata wanita yang terang-terangan melirik Dandra.
"Kak aku beli buah juga gak sih? Kan Mulan ada asma makan buah sepertinya jauh lebih baguskan?"
"Ia bagus sayang beli aja, hmm aku milih beberapa makanan juga ya?"
"Oke kak"
Keduanya sibuk memilih makanan yang akan dibawa ke rumah Kenzo dan tidak terasa keranjang yang dipegang Dandra sudah penuh dan terakhir Aldrina memilih apel yang membuatnya teringat pertemuan pertama kali dengan Dandra.
"Kak masih ingat tentang ini?"tanya Aldrina sambil menunjuk apel yang dipegangnya
"Hmm tentu saja ingat ada anak kecil yang rebutan apel samaku udah gitu ngomel-ngomel gak jelas"
"Is siapa yang anak kecil udah gede ini"protes Aldrina
"Yah kamu lah habisnya pakek acara mohon mohon biar dapat diskon pula"
"Hahah namanya juga cewek kak selagi harganya masih bisa kurang kenapa harus cukup"
"Kamu ada aja jawabannya, untung aku hari itu aku datang sama mama sayang kalau tidak aku tidak akan peduli walau kamu marah padaku"
"Hahaha ia ia benar kakak kan dulu dingin banget sama aku untung aku giat jadi penghangat"
"Haha iya memang aku beruntung kamu hadir dihidupku"
Aldrina tersenyum laluu menggandeng Dandra untuk mengantri di kasir selagi menunggu Dandra meletakkan keranjang belanjaan mereka di lantai.
"Oh iya kak kenapa tadi gak bawa mobil malah om yang bawa motor pula"ucap Aldrina pada Dandra yang ada disampingnya
"Aku mikirnya sih biar lebih gampang sayang terus kita kan gak tau untuk masuk ke rumah Kenzo masuk gang atau gimana takutnya mobil gak bisa masuk dan kamu harus capek jalan tapi aku jadi gak enak karna papa jahil tadi"
"Hahaha iya benar jahil banget beda sama orang sebelah"
"Gimana aku mau jahil? Kamunya udah jahil terus"balas Dandra tidak terima
"Cup cup ih ngambek ih"ucap Aldrina sedikit meledek
__ADS_1
Giliran mereka pun tiba Dandra menyerahkan keranjang belanjaan pada petugas kasir untuk dihitung lalu mengambil dompetnya mengambil salah satu kartu miliknya dan memberikannya pada petugas kasir.
"Ih kok kakak yang bayar sih kan aku yang mau ngasih"
"Udah gapapa sayang hitung-hitung aku gak bisa ikut disana"balas Dandra sambil mengambil belanjaan mereka yang sudah dimasukkan ke dalam 2 kantong plastik besar
"Sayang yakin kamu bisa angkat ini?"tanya Dandra karna memang belanjaan itu berat
"Yakinlah lagian kakak ntar antar aku sampe depan rumah aja biar aku gak cape"
"Boleh?"
"Ya bolehlah kak orang gak ada larangan, aneh deh"
"Ya siapa tau nanti ada yang gak senang"ucap Dandra mengingat Kenzo
"Gak lah gak ada, udah ayo kak"ucap Aldrina agar Dandra segera memajukan motornya dan tidak lupa mereka membayar uang parkir
"Kamu udah buka mapsnya?"
"Iya udah kok kak"
Sekitar 30 menit mereka sampai di sebuah gang sempit untung saja motor Dandra masih muat, disana dapat dilihat rumah-rumah yang minimalis dan sangat sederhana sangat berbeda dengan rumah mereka yang begitu besar namun hal itu tidak membuat Aldrina jijik ataupun tidak suka karna memasuki area seperti itu. Sepanjang perjalanan Aldrina masih bisa melihat anak-anak yang bermain bersama membuatnya bahagia, tidak berapa lama masuk gang mereka sampai di depan rumah warna putih yang terlihat sudah tidak layak huni bagi Aldrina dari luar saja Aldrina bisa menebak jika musim panas tiba maka penghuni rumah itu akan mengalami kepanasan yang hebat.
"Yes nyampe juga"ucap Aldrina sambil turun dari motor
"Iya sayang sini dekatan dulu! Nanti jam 3 lewat aku jemput oke?"ucap Dandra dan Aldrina menurut
"Oke siap kak"
"Kakak"teriak Mulan lalu berlari memeluk Aldrina
"Hai Mulan apa kabar?"ucap Aldrina tidak kalah bahagia
"Baik kak wah banyak banget belanjaan kakak, tadi kakak kesini naik apa?"
"Iya dong untuk Mulan semua ini, tadi sama pacar kakak tapi karna dia ada urusan gak sempat mampir sayang"balas Aldrina dengan lembut
"Mau sampe lumutan baru masuk"ucap Kenzo ketus dan menghampiri kedua wanita yang asyik mengobrol itu
"Lembut dikit napa kak? Yaudah bantu bawain ini semua ya ya oke , ayo Mulan kita masuk"ucap Aldrina tanpa memperdulikan ekspresi wajah Kenzo
"Apa-apaan gadis ini? Apa dia mau buat acara dengan membawa makanan sebanyak ini"sungut Kenzo sambil membawa dua kantong plastik besar itu masuk ke dalam rumah
"Maaf di rumah saya panas"ucap Kenzo pada Aldrina yang asyik mengobrol dengan Mulan
"Mulan kakak kamu emang kalo ngomong pakek saya ya?"bisik Aldrina pada Mulan
"Gak sih kak tapi kalau sama kakak Aldrina kak Kenzo jadi sensi gitu"
"Kakak kamu aneh Mulan"bisik Aldrina lagi
"Iyah kak tapi baik banget"ucap Mulan yang membuat Aldrina menahan tawanya
"Kak ayo makan yuk tadi aku sama kak Kenzo udah masak eh lebih tepatnya kak Kenzo yang masak sih"ucap Mulan mengajak Aldrina makan mendengar perkataan Mulan membuat Aldrina sedikit terkejut
__ADS_1
"Widih si kulkas bisa masak juga"batin Aldrina tidak percaya
"Hmm baiklah Mulan kakak ingin sekali mencicipi masakan chef Kenzo ini"balas Aldrina membuat Kenzo semakin kesal
Satu suapan, dua suapan, dan sampai makanan yang ada di piring Aldrina habis gadis itu makan tanpa berbicara sedikit pun membuat Mulan tertawa melihat tingkah Aldrina.
"Hahaha kak Aldrina kayak gak makan aja deh"
"Bu bu bukan gitu ini enak banget Mulan"ucap Aldrina menilai nasi goreng kampung buatan Kenzo gadis itu mengangkat kedua jempolnya
"Kak kenzo selain pandai marah ternyata pandai masak juga nih"ucap Aldrina menggoda Kenzo
"Gadis ini tidak bisakah bersikap lebih pendiam? Mulutnya selalu saja mengoceh"batin Kenzo kesal namun jujur saja jauh di dalam hatinya dia bahagia masakannya yang menurutnya hanya biasa saja dipuji Aldrina
"Hmm kalau sudah jangan lupa cuci piring"
"Siap bos"ucap Aldrina dan Mulan serempak membuat kedua wanita itu tertawa bersama
Sesudah menyuci piring mereka berdua mengisi makanan yang dibawa Aldrina tadi kedalam kulkas. Awalnya Aldrina sedikit terkejut kulkas satu pintu itu isinya sangat kosong hanya ada beberapa bahan masakan disana setelah Aldrina mengisi makanan yang dibawanya kulkas itu menjadi sangat penuh.
"Anda membuat kulkas saya tidak bisa dipakai"protes Kenzo
"Hehehe maaf banget ya kak aku tadi gak mikir sampe situ"
"Hmm"jawab Kenzo malas
Aldrina dan Mulan menghabiskan waktu bersama entah apa saja mereka lakukan sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Aldrina berpamitan ingin pulang membuat wajah Mulan seketika murung.
"Kakak pulang dulu ya Mulan kapan-kapan main lagi kesini"
"Hm iya kak"ucap Mulan pelan
"Jangan sedih lagi dong gimana sebelum kita pulang kita selfie dulu?"ucap Aldrina membuat Mulan sambil tersenyum
"Boleh kak, kak Kenzo ikut juga kan?"ucap Mulan membuat Aldrina memandang Kenzo yang juga menatapnya
"Gak enggak Mulan kakak gak mau, kalian aja"
"Please kak"ucap Mulan memelas
Mau tidak mau Kenzo pun menuruti adiknya mereka bertiga berfoto bersama walau wajah Kenzo lebih sering datar.
Tin tin tin
Tidak beberapa lama suara klakson terdengar membuat Aldrina keluar dari rumah berserta Kenzo dan adiknya. Dandra memasang wajah tersenyum walau sebenarnya sangat berat apalagi setelah melihat Kenzo yang juga menatapnya sangat datar.
"Yaudah kakak pulang dulu ya Mulan, kamu yang baik sama kak Kenzo"ucap Aldrina lembut sambil mengusap puncak kepala Mulan
"Asiap kakak, hati-hati ya salam sama kak ganteng"
"Gantengan juga kakak Lan"ucap Kenzo pelan namun bisa didengar kedua wanita itu
"Hahaha selain pemarah trus jago masak ternyata kakak kamu cemburuan yah Mulan"bisik Aldrina membuat Mulan menahan tawanya
"Yaudah kakak pulang dulu ya, babay Mulan dah kak Ken"ucap Aldrina berpamitan lalu naik ke boncengan Dandra
__ADS_1
Motor Dandra pun pergi meninggalkan rumah Kenzo. Sementara Kenzo dan Mulan kembali masuk ke rumah dan sebentar lagi pasti Nadya ibu mereka akan pulang ntah darimana mereka juga tidak tau, Nadya hanya pulang sebentar untuk makan dan ganti baju lalu akan pergi lagi setelah itu.