
"Kita akan mengenal seseorang jika kita benar-benar masuk ke dalam kehidupannya"
LYSM
Saat ini Aldrina sedang uring-uringan di kamarnya. Gadis itu merasa bosan dan memutuskan untuk berjalan-jalan. Setelah turun dari bus Aldrina yang dituntun kakinya berjalan ke sebuah taman, taman yang ramai akan anak-anak dan jajaran jualan jajanan yang menggoda. Dia merasa sudah pernah kesana tapi tidak ingat sama sekali.
Aldrina menyandarkan tubuhnya dibangku taman yang disediakan. Dia tertawa bahagia melihat seorang anak perempuan yang begitu manja dengan ibunya. Gadis itu meminta segala sesuatu yang membuat matanya berbinar.
"Ma.. mama adek mau itu"ucap gadis kecil itu yang masih berbicara cadel
"Emm no sayang itu manis nanti gigi kamu rusak"ucap mama gadis itu lembut
"HIks..Hiksss hikss tapi mau"ucap gadis kecil itu sambil mengeluarkan air mata
"Hahaha air mata adalah yang terbaik"komentar Aldrina melihat tingkah gadis kecil itu
Kemudian pandangan Aldrina beralih ke seorang gadis yang jauh lebih muda darinya menatap gadis kecil itu dengan air mata yang berlinang. Aldrina mendekati gadis itu yang secepatnya menghapus air matanya.
"Hai.."sapa Aldrina sambil duduk di samping gadis itu
"Iya kak?"jawab gadis itu bingung
"Mau es krim gak?"tanya Aldrina tiba-tiba saja padahal mereka belum saling mengenal
"Kakak traktir?"jawab gadis itu dengan polosnya
"Iya kakak traktir"kata Aldrina dengan senyuman yang membuat bahu yang tadinya terlihat lesu kembali bugar
"Eh tapi itu apa?"tanya Aldrina sambil menunjuk ke sebuah benda yang menggantung di leher gadis itu
Aldrina memang bodoh dirinya tidak tau itu adalah alat pembantu pernapasan untuk penderita asma.
"Oh ini nebulizer kak buat bantu aku napas kalo kambuh"
"Kamu sakit?"
"Iya sakit asma kak"
"Trus gapapa nih kakak traktir makan es krim? Atau kamu mau yang lain?"
"Gapapa kok kak lagian sekarang bukan musim hujan"ucap gadis itu polos
Keduanya pun akhirnya menikmati es krim bersama-sama sesekali Aldrina menoelkan es krim miliknya pada gadis kecil itu dan begitu pun sebaliknya.
"Emm Oh iya kalo kakak boleh tau nama kamu siapa? Nama kakak Aldrina"
"Nama aku Mulan Chirtina Praditya kak, makasih ya kak es krimnya"
"ooh iya-iya sama-sama, salam kenal adik. Kamu kesini sendiri?"tanya Aldrina karna melihat Mulan menangis sendirian tadu
Gadis itu kembali menampilkan wajah murungnya "Eh gak usah sedih kalo kamu mau kakak bisa nemenin lo kalo kamu mau kesini lagi"ucap Aldrina merasa kasihan
"Serius? Serius kakak mau?"tanya Mulan sangat antusia yang membuat Aldrina turut senang
__ADS_1
"Sebenarnya aku kesini bareng sama kakak laki-laki aku kak cuma dia lagi disana"ucap Mulan menunjuk kerumunan orang-orang
Aldrina mengerutkan dahinya "Disana? Ngapai? Kok gak nemenin kamu main disini?"tanya Aldrina heran
"Katanya cari uang biar bisa jajan hehe"ucap Mulan dengan cengiran layaknya anak-anak
Walaupun Mulan masih muda tapi gadis itu tidak terlihat seperti gadis seumurannya, Mulan seakan masih terjebak di usia yang layaknya masih membutuhkan kasih sayang yang lebih. Aldrina pun mengangguk paham dengan kepolosan Mulan kemudian menggandeng Mulan bahkan menggendong Mulan yang memiliki badan yang mungil agar mereka bisa menerobos keramaian. Mulan menunjuk kearah vokalis dan sebenarnya hanya orang itu yang ada di tengah keramaian saat ini.
Mata Aldrina yang cipit lagi-lagi membulat, Aldrina terpengarah melihat sosok Kenzo yang begitu asyik memainkan gitar sambil bernyanyi. Kenzo menyanyikan lagu Ten 2 Five yang berjudul "I Will Fly"
You know all the things I've said
You know all the things that we have done
And things I gave to you
There's a chance for me to say
How precious you are in my life
And you know that it's true
To be with you is all that I need
'Cause with you
My life seems brighter and these
are all the things
I wanna say...
And be with you
Till the end of time
Why are you so far away
You know it's very hard for me
To get myself close to you
You're the reason why I stay
You're the one who cannot believe
Our Love will never end
Is it only in my dream?
You're the one who cannot see this
How could you be so blind?
__ADS_1
To be with you is all that I need
'Cause with you
My life seems brighter and these
are all the things
I wanna say...
Lagi-lagi Aldrina melihat sisi lain dari Kenzo. Aldrina merasa Kenzo yang dikenalnya beberapa hari yang lalu hanyalah menggunakan topeng untuk berusaha bertahan.
Kenzo hari ini memiliki jadwal manggung di taman yang tidak jauh dari rumahnya terlebih lagi hari ini dia sudah berjanji pada Mulan akan memberikan apa saja yang diinginkan adiknya itu. Kenzo mulai menyanyi dan sesaat dirinya memikirkan Aldrina yang memeluknya di atap sekolah sampai otak pria itu seolah tidak bekerja ketika matanya menangkap Aldrina sedang menggendong adiknya.
Selesai Kenzo bernyanyi tepuk tangan sorak sorai pengunjung begitu riuh dan semuanya memberikan tips akan nyanyian Kenzo yang begitu indah. Kenzo kembali menampilkan wajah dinginnya dan menghampiri Aldrina yang menggendong Mulan.
"Mulan turun kenapa mau digendong orang asing"ucap Kenzo dengan nada sedikit membentak
"Hei yo selo bro sama anak kecil gak boleh galak Zo! Sama gue aja cukup"ucap Aldrina yang membuat Kenzo tidak percaya apa yang dikatakan Aldrina
"Kakak kenal sama kak Kenzo?"tanya Mulan bingung
"Hemm iya kenal Mulan, siapa sih gak kenal cowok ganteng kayak kakak kamu"ucap Aldrina sambil mengelus puncak kepala Mulan
"Hahaha ia juga sih kak"ucap Mulan membenarkan perkataan Aldrina yang membuat Aldrina tertawa lepas
"Kamu lucu banget sih persis kayak orang sebelah"ucap Aldrina tanpa memperdulikan wajah Kenzo saat ini
"Mmm.. Mulan kakak kamu kan udah selesai manggung tuh, kakak pergi duluan ya"ucap Aldrina ingin pergi karena sudah merasa tidak nyaman
"Eh tunggu kak, kakak kan tadi bilang bakalan nemenin aku kapan-kapan, nomor kakak mana biar aku tau hubungin kakak"ucap Mulan menghentikan langkah Aldrina
Kenzo tetap diam di tempat, kini kedua gadis di depannya benar-benar mengabaikan kehadirannya. Mulan menyodorkan hp miliknya dan Aldrina mengetikkan nomornya di HP Mulan dan juga menghubungi dirinya sendiri agar bisa menyimpan nomor Mulan.
"Udahkan Mulan?"tanya Aldrina dengan senyum yang merekah
"Hehe udah kak, emm kakak gak mau ikut makan bareng kami? Kak Kenzo bolehkan kakak ini tadi udah bayarin es krim punya aku kak, ya ya ya mau ya?"tanya Mulan penuh harap
"Eh gimana ya?"ucap Aldrina melihat Kenzo sambil menggaruk lehernya
"Lain kali aja yah dek, kalian kan mau Quality time"ucap Aldrina menolak halus
Mulan menarik-narik sebelah tangan Kenzo agar lelaki itu yang mencoba membujuk Aldrina. Kenzo yang tidak bisa membantah Mulan pun menurut walau dikuasai gengsi
"Udah ikut aja"ucap Kenzo pelan dan masih dengan nada dingin
"Apa? Apa? Aku gak dengar?"tanya Aldrina pura-pura tuli sambil menahan tawa
"Udah ik...."ketika Kenzo ingin mengulangi perkataannya Aldrina sudah berjalan terlebih dahulu dengan Mulan yang berada digandengan gadis itu
"Kakak kamu ngeselin tapi penyayang ya"bisik Aldrina pada Mulan agar tidak didengar oleh Kenzo
Kenzo tidak percaya apa yang dilihatnya, Mulan yang satu-satunya dicintai Kenzo sudah sangat lengket dengan Aldrina. Kenzo pun hanya mengikuti langkah kedua gadis dihadapnnya yang terlihat begitu bahagia, entah angin apa yang membuat senyuman tipis terlukis di wajah dinginnya.
__ADS_1
***