Mafia Tampan Itu Suamiku

Mafia Tampan Itu Suamiku
Menurut saja


__ADS_3

selesai dari makan tersebut adam dan gabriel melihat luka isabella di pelipis nya yang bengkak itu membuat mereka teringat dengan kisah layla dulu mereka hanya melihatnya hingga dominic sadar apa yang mereka lihat di isabella adam dan gabriel lansung ke kamarnya untuk membersihkan diri dan tidur dan sebenarnya mereka tak mau kena omelan dominic sementara itu isabella lansung bangkit dari tempat duduknya menuju ke kamar namun tangan nya di cegah oleh si dominic yang masih duduk di kursinya


"mau kemana kau hah ! ".ucap dominic


"aku lelah aku mau tidur".ucap isabella dengan ketus


"kau tidak boleh tidur atas perintah dariku kemari kau!".sambil mendorong isabella ke kursi meja makan.


dominic pun bangkit dari tempat duduknya dan membukuk di depan isabella


"hey mau apa kau dasar pria mesum!".ucap isabella dengan ketus


dominic menampar pelan pipi isabella hingga isabella syok karena tamparan yang ia terima kali ini sangatlah pelan


"apa yang kau pikirkan hah bersihkan piring piring ini sebelum tidur".ucap dominic


"bukanya kamu punya pembantu suruh aja pembantu aku capek pengin tidur".ucap isabella yang marah


"kau lupa bahwa sekarang kau itu harus patuh padaku atau kau tahu bukan aturanya apa".


ucap dominic untuk mempengaruhi pikiran isabella


isabella yang tengah mendengar kata kata dominic yang masuk pikiranya berusaha untuk tenang dan merasa apa yang dikatakan dominic bisa saja benar kemudian ia pun segera mencuci piringnya hingga bajunya basah kuyup


"isabella kau sudah masuk perangkapku kali ini".batin dominico

__ADS_1


isabella pun segera keatas untuk memakai baju tidur dan mengunci pintunya itu dengan cepat agar dominic tidak masuk sistem kunci di mansion dominic sangatlah canggih menggunakan kartu


melihat isabella yang mengunci pintunya itu dominic hanya tersenyum saja


("kau pikir aku sangat bodoh hah".)batin dominic yang segera ke kamar pribadinya


"kali ini kau tidak bisa mempermainkanku lagi dominic alessio".ucap isabella yang mengganti pakaianya dan segera tidur


esok harinya di rumah sakit tempat murat di rawat murat sadar dan lansung mencari isabella hassan pun segera mendatanginya


"bagaimana aku disini has?".


"gimana anak anak?".


hassan hanya menudukkan kepalanya sambil menjelaskan


"maafin aku om yang lainnya selamat tapi isabella dia berhasil dibawa kabur sama dominic om".


mendengar hal itu murat sedih bukan main memikirkan kondisi adiknya yang seperti ini seperti apa dan meminta hassan untuk segera membawanya pulang untuk bertemu mawar dan melati dimasion mewah milik murat mawar dan melati yang tengah meratapi kepergian sang bunda yang sudah menyusul kepergian sang ayah terus membuat mereka menangis tiada henti


"ahahaha...".teriak tangis mawar melati dan seluruh anak panti tak lama datanglah hassan dan murat yang sudah merasa membaik


"anak anak kemarilah nak".ucap murat dan hassan pada anak anak panti sambil membuka tanganya untuk memeluk menenangkan mereka


tak lama mawar dan melati mendengar murat dan hassan datang lansung menghampiri mereka murat segera menyuruh hassan untuk menangani anak anak sementara dia akan bicara dengan mawar dan melati dan mereka berjalan bersama ke luar ruangan

__ADS_1


"ada apa om?".ucap mawar


"nak aku tahu kalian kehilangan ibu kalian tapi jangan terlalu sedih pikirkan masa depan kalian dan anak anak lain ibu kalian orang yang baik dia sudah merawat adikku isabella sejak kecil dia membesarkan anak yang bukan anak anaknya dengan penuh cinta mulai sekarang saya akan mendidik dan merawat kalian semua sebagai balas budi saya terhadap ibu kalian itu."ucap murat


mendengar itu mawar dan melati sangat terkejut mengetahui bahwa om yang di depan mereka saat ini kakak isabella dan dengan ucapan yang murat katakan tadi mereka memutuskan untuk menolaknya


"om sebaiknya tidak usah om kami lebih biasa tinggal di panti asuhan".ucap melati


"loh kenapa begini saja kalau kalian mau tinggal di panti kalian akan tinggal di rumah panti yang baru aku akan menunjangi kehidupan kalian semua disana".ucap murat


awalnya mawar dan melati menolak namun karena tidak mau merepotkan murat dan terlibat dengan urusan pembunuh orang tua mereka akhirnya mereka menerima tawaran tersebut mereka segera berkemas kemas dan


ke rumah panti yang baru yang terletak di jakarta dengan desain yang mewah membuat rumah itu tidak seperti rumah panti pada umumnya mawar dan melati terkejut bukan main


"om ini beneran tempat kita yang baru?".tanya melati


tak butuh lama lengan melati segera dicubit oleh mawar hingga kesakitan


"iya benar ini rumah panti kalian yang baru".


"oh iya sebentar ini ".ucap murat sambil memberikan papan besar ke tangan mawar dan melati yang bertuliskan panti asuhan bunda melihat itu mereka menjadi terharu dan memeluk murat sebagai ucapan terima kasih


disisi lain isabella yang sedang mencoba membuka matanya karena pantulan sinar matahari di wajahnya dia Terkejut melihat dominic yang berada di sampingnya sedang terlentang dan terlelap


"AHHHHH" .teriak isabella hingga membangunkan dominic yang terkejut

__ADS_1


__ADS_2