Mafia Tampan Itu Suamiku

Mafia Tampan Itu Suamiku
S 2 : We Need Plan


__ADS_3

...pria sejati takkan pernah berkhianat...


...dia pintar dalam menjaga kepercayaannya...


...dan seorang pria sejati dinilai dari tindakkan dan...


...tata cara bicaranya ....


•••


Stefan ke markas dia bertemu Adam dan Gabriel


"dimana kakak kalian ?".tanya Steve


"entahlah kami berangkat kemari berdua karena Murat memanggil kita semua ".ucap Gabriel


"kami berpisah dengannya dia bilang dia akan menyusul ".ucap Adam


Steve menjadi panik


"kita harus temukan kakak kalian secepatnya ".ucapnya


Archie mengendarai mobil sport miliknya dengan cepat sambil berusaha menghubungi Dominico atau Tristan


"astaga jangan buat gegabah Tristan !".hardiknya


"kemana mereka !".umpatnya


ia berusaha menghubungi keduanya namun tak aktif dan mengebut di jalan raya Tristan tadi mendengar ucapan Archie dan Steve bersama polisi


•••


Dominico berhadapan dengan Tristan


"bukankah kau tak peduli dengannya dan ia tak peduli denganmu ".ucap Dominico santai


Tristan tersenyum


"kau sangat pandai mencari emosi seseorang rupanya ".ucap Tristan santai


Dominico tersenyum


"aku tidakklah bodoh Dom kita ini sama aku mafia kau mafia yang lain pun mafia sepintar pintarnya tupai melompat ia akan jatuh juga sejauh apapun bangkai di sembunyikan percuma saja bangkai itu akan tercium juga ".ucap Tristan


"kau sangat hebat Tristan ".puji Dominico


" terkadang kita harus berfikir bagaiman kita ingin melempar 2 burung dengan 1 batu aku tahu dirimu kau tahu diriku kita tahu yang lain dalam 1 bisnis yang sama kita takkan mungkin bisa sebodoh itu , i belive to you " .ucap Tristan


Dominico kembali tersenyum


ia memegang pundak Tristan


"im so sorry about your mother aku juga sama seperti dirimu sebenarnya ".sendunya


"it's okay ".ucap Tristan


DUARRRR


DUARRRR


DUARRRR


mereka berdua tertembak dari belakang mereka dengan jarak yang cukup jauh mereka segera mengeluarkan senjata pistol dari punggung masing masing mereka menyerang penembak mereka Dominico menyerang penembak Tristan


Tristan menyerang penembak Dominico


ternyata mereka menggunakan perisai baju Anti peluru di tubuh mereka


DUARRRRR


DUARRRRR


mobil mobil anggota the black blood father's datang mereka keluar dari mobil dan mengeluarkan senjata mereka dan membantu Dominico dan Tristan


DUARRRRR

__ADS_1


DUARRRRR


DUARRRRR


Archie tertembak di bagian lengannya


"Archie ".ucap The Black Blood Father's kompak


Archie menghindar dan bersembunyi di pintu mobilnya ia kembali menembak meski lengannya terluka


cukup sulit menembak para penembak itu karena mereka sangat mahir namun dengan cepat The Black Blood Father's terus menembaki para penembak itu tepat di kepalanya dengan susah payah karena tubuh penembak itu mengunakkaan baju Anti peluru juga


DUARRRR


DUARRRRR


The Black Blood Father's pun menang


•••


Di mansion Archielleo


Sofia melihat Camille memangku dan mengeloni Alina yang habis makan dan mandi di kursi ia menyanyikan lagu Cinderella Lavender's Blue ia melihatnya sambil membawa gelas kopi dan menyandarkan sebelah tubuhnya ke dinding


Lavender's blue, dilly, dilly


Lavender's green


When I am king, dilly, dilly


You shall be queen:


Who told you so, dilly, dilly


Who told you so?


'Twas my own heart, dilly, dilly


That told me so.


Call up your men, dilly, dilly


Some to the plough, dilly, dilly


Some to the fork


Some to make hay, dilly, dilly


Some to cut corn


While you and I, dilly, dilly


Keep ourselves warm.


"kau punya suara yang indah rupanya ".puji Sofia


Camille melihatnya dan berdiri


"iya nona ".ucap Camille


"panggil aku Sofia saja ".ucap Sofia dengan senyum


"baik , baik Sofia ".ucap Camille


"maid ".panggil Sofia


maid datang


"berikan dia padaku ".ucap Sofia


Camille memberikan Alina pada Sofia Sofia memberikannya pada maid


"tolong jaga sebentar ya ".ucap Sofia


maid membawa Alina ke kamar

__ADS_1


Sofia mengajak Camille keliling mansion Archie dan menceritakan beberapa tentang Archie padanya namun tak menceritakan bahwa Archie seorang mafia mereka sangat akrab seperti sahabat


"kau ingin tahu kenapa beberapa dari kami memanggilmu Kathy ?".ucap Sofia


Camille membawa Sofia ke kamarnya Sofia mengambil kotak dari kolong kasurnya


"jangan bilang dia aku memberitahumu soal ini dia memerintahkanku untuk menyimpanya dan menyembunyikanya ".ucap Sofia memberi beberapa bingkai foto


berisi fotonya dengan Kathy dan foto Archie dan Kathy saat pacaran


"dia ...."


"namanya Katherine ".ucap Sofia


"apa yang terjadi padanya ?".tanya Camille


"dia meninggal saat melahirkan Alina dia sangat ingin punya anak perempuan dia mempertahankan Alina saat Alina lahir ".ucap Sofia


"im so sorry ".ucap Camille


"it's okay ".ucap Sofia


Camille melihat kembali foto Katherine yang sangat mirip dengannya


Sofia mendapat pesan dari ponselnya ia terkejut mendapat notifikasi pesan dari grupnya


•••


Di markas The Black Blood Father's


Edward mengeluarkan peluru di lengan Archielleo


Tringgg


bunyi peluru yang jatuh di tempat besi


"untung peluru ini tidak beracun jadi kau selamat ".ucap Edward dia membasuh luka Archie


di ruangan lain


" ini bukan serangan biasa ".ucap Dominico


"seseorang berusaha memisahkan dan melakukan perpecahan di dalam kelompok kita ".ucap Morgan


"kita harus hari hati mulai sekarang ".ucap Murat


"bagaimana dengan Imran dan Hassan ?".tanya Hector


"Hassan sedang mencari pertolongan saat ini ".ucap Adam


"masalah Imran di sana kita tak perlu khawatir kau tahu dia bukan ? ,dia bisa menangani sendiri ".ucap Gabriel


"tapi kita harus menolongnya juga secepatnya !".ucap Steve


"kita harus buat rencana bersama sehingga musuh kita terkecoh ".ide Tristan


•••


Hassan bersama Simon dan seorang di depannya mereka di restoran mereka duduk


Hassan melempar sebuah tas besar


pria di depannya tersenyum melihat isi dari tas itu berisi hampir 1 juta dolar Amerika


"kau tahu bukan apa yang harus kau lakukan selebihnya biar aku yang lakukan ! , pekerjaanmu sangatlah mudah ".ucap Simon


"lakukan tugasmu dengan baik atau kau tahu aturanya bermain dengan kami kau tahu bukan siapa kami ! ".ancam Hassan


"i like it ".ucap pria itu dengan senyum smirk


••••


Miranda menangis histeris di mansion melihat mayat jenazah ayahnya Atmajaya yang meninggal tertembak menyelamatkan Ferhat


"ayah ......"

__ADS_1


teriak Miranda


para penjabat , menteri , pemerintah , kepolisian datang melayat ke mansion Atmajaya dan melihatnya dengan diam


__ADS_2