
...pria sejati takkan pernah berkhianat...
...dia pintar dalam menjaga kepercayaannya...
...dan seorang pria sejati dinilai dari tindakkan dan...
...tata cara bicaranya ....
•••
Stefan ke markas dia bertemu Adam dan Gabriel
"dimana kakak kalian ?".tanya Steve
"entahlah kami berangkat kemari berdua karena Murat memanggil kita semua ".ucap Gabriel
"kami berpisah dengannya dia bilang dia akan menyusul ".ucap Adam
Steve menjadi panik
"kita harus temukan kakak kalian secepatnya ".ucapnya
Archie mengendarai mobil sport miliknya dengan cepat sambil berusaha menghubungi Dominico atau Tristan
"astaga jangan buat gegabah Tristan !".hardiknya
"kemana mereka !".umpatnya
ia berusaha menghubungi keduanya namun tak aktif dan mengebut di jalan raya Tristan tadi mendengar ucapan Archie dan Steve bersama polisi
•••
Dominico berhadapan dengan Tristan
"bukankah kau tak peduli dengannya dan ia tak peduli denganmu ".ucap Dominico santai
Tristan tersenyum
"kau sangat pandai mencari emosi seseorang rupanya ".ucap Tristan santai
Dominico tersenyum
"aku tidakklah bodoh Dom kita ini sama aku mafia kau mafia yang lain pun mafia sepintar pintarnya tupai melompat ia akan jatuh juga sejauh apapun bangkai di sembunyikan percuma saja bangkai itu akan tercium juga ".ucap Tristan
"kau sangat hebat Tristan ".puji Dominico
" terkadang kita harus berfikir bagaiman kita ingin melempar 2 burung dengan 1 batu aku tahu dirimu kau tahu diriku kita tahu yang lain dalam 1 bisnis yang sama kita takkan mungkin bisa sebodoh itu , i belive to you " .ucap Tristan
Dominico kembali tersenyum
ia memegang pundak Tristan
"im so sorry about your mother aku juga sama seperti dirimu sebenarnya ".sendunya
"it's okay ".ucap Tristan
DUARRRR
DUARRRR
DUARRRR
mereka berdua tertembak dari belakang mereka dengan jarak yang cukup jauh mereka segera mengeluarkan senjata pistol dari punggung masing masing mereka menyerang penembak mereka Dominico menyerang penembak Tristan
Tristan menyerang penembak Dominico
ternyata mereka menggunakan perisai baju Anti peluru di tubuh mereka
DUARRRRR
DUARRRRR
mobil mobil anggota the black blood father's datang mereka keluar dari mobil dan mengeluarkan senjata mereka dan membantu Dominico dan Tristan
DUARRRRR
__ADS_1
DUARRRRR
DUARRRRR
Archie tertembak di bagian lengannya
"Archie ".ucap The Black Blood Father's kompak
Archie menghindar dan bersembunyi di pintu mobilnya ia kembali menembak meski lengannya terluka
cukup sulit menembak para penembak itu karena mereka sangat mahir namun dengan cepat The Black Blood Father's terus menembaki para penembak itu tepat di kepalanya dengan susah payah karena tubuh penembak itu mengunakkaan baju Anti peluru juga
DUARRRR
DUARRRRR
The Black Blood Father's pun menang
•••
Di mansion Archielleo
Sofia melihat Camille memangku dan mengeloni Alina yang habis makan dan mandi di kursi ia menyanyikan lagu Cinderella Lavender's Blue ia melihatnya sambil membawa gelas kopi dan menyandarkan sebelah tubuhnya ke dinding
Lavender's blue, dilly, dilly
Lavender's green
When I am king, dilly, dilly
You shall be queen:
Who told you so, dilly, dilly
Who told you so?
'Twas my own heart, dilly, dilly
That told me so.
Call up your men, dilly, dilly
Some to the plough, dilly, dilly
Some to the fork
Some to make hay, dilly, dilly
Some to cut corn
While you and I, dilly, dilly
Keep ourselves warm.
"kau punya suara yang indah rupanya ".puji Sofia
Camille melihatnya dan berdiri
"iya nona ".ucap Camille
"panggil aku Sofia saja ".ucap Sofia dengan senyum
"baik , baik Sofia ".ucap Camille
"maid ".panggil Sofia
maid datang
"berikan dia padaku ".ucap Sofia
Camille memberikan Alina pada Sofia Sofia memberikannya pada maid
"tolong jaga sebentar ya ".ucap Sofia
maid membawa Alina ke kamar
__ADS_1
Sofia mengajak Camille keliling mansion Archie dan menceritakan beberapa tentang Archie padanya namun tak menceritakan bahwa Archie seorang mafia mereka sangat akrab seperti sahabat
"kau ingin tahu kenapa beberapa dari kami memanggilmu Kathy ?".ucap Sofia
Camille membawa Sofia ke kamarnya Sofia mengambil kotak dari kolong kasurnya
"jangan bilang dia aku memberitahumu soal ini dia memerintahkanku untuk menyimpanya dan menyembunyikanya ".ucap Sofia memberi beberapa bingkai foto
berisi fotonya dengan Kathy dan foto Archie dan Kathy saat pacaran
"dia ...."
"namanya Katherine ".ucap Sofia
"apa yang terjadi padanya ?".tanya Camille
"dia meninggal saat melahirkan Alina dia sangat ingin punya anak perempuan dia mempertahankan Alina saat Alina lahir ".ucap Sofia
"im so sorry ".ucap Camille
"it's okay ".ucap Sofia
Camille melihat kembali foto Katherine yang sangat mirip dengannya
Sofia mendapat pesan dari ponselnya ia terkejut mendapat notifikasi pesan dari grupnya
•••
Di markas The Black Blood Father's
Edward mengeluarkan peluru di lengan Archielleo
Tringgg
bunyi peluru yang jatuh di tempat besi
"untung peluru ini tidak beracun jadi kau selamat ".ucap Edward dia membasuh luka Archie
di ruangan lain
" ini bukan serangan biasa ".ucap Dominico
"seseorang berusaha memisahkan dan melakukan perpecahan di dalam kelompok kita ".ucap Morgan
"kita harus hari hati mulai sekarang ".ucap Murat
"bagaimana dengan Imran dan Hassan ?".tanya Hector
"Hassan sedang mencari pertolongan saat ini ".ucap Adam
"masalah Imran di sana kita tak perlu khawatir kau tahu dia bukan ? ,dia bisa menangani sendiri ".ucap Gabriel
"tapi kita harus menolongnya juga secepatnya !".ucap Steve
"kita harus buat rencana bersama sehingga musuh kita terkecoh ".ide Tristan
•••
Hassan bersama Simon dan seorang di depannya mereka di restoran mereka duduk
Hassan melempar sebuah tas besar
pria di depannya tersenyum melihat isi dari tas itu berisi hampir 1 juta dolar Amerika
"kau tahu bukan apa yang harus kau lakukan selebihnya biar aku yang lakukan ! , pekerjaanmu sangatlah mudah ".ucap Simon
"lakukan tugasmu dengan baik atau kau tahu aturanya bermain dengan kami kau tahu bukan siapa kami ! ".ancam Hassan
"i like it ".ucap pria itu dengan senyum smirk
••••
Miranda menangis histeris di mansion melihat mayat jenazah ayahnya Atmajaya yang meninggal tertembak menyelamatkan Ferhat
"ayah ......"
__ADS_1
teriak Miranda
para penjabat , menteri , pemerintah , kepolisian datang melayat ke mansion Atmajaya dan melihatnya dengan diam