
di restoran Amerika
Prangggg
seorang pria kurus di lempar dan di hakimi massa oleh pria lainnya yang berotot dan berwajah Amerika mereka saling bergulat pria yang di lempar mengeluarkan pisau dan berniat menusuk pria yang melemparnya namun dengan sigap pria yang melemparnya mencegat pisau itu
"say goodbye ".ucap pria Amerika itu
dia menyuntik leher pria kurus itu dari samping dan membalikkan tubuhnya dan bangkit berdiri
pria kurus itu berubah tubuhnya menjadi hitam dan urat uratnya terlihat
pria Amerika itu mengambil ponsel dari sakunya
...[ 📞 : bagus.aku sudah tangani satunya kalian sisanya ]....
pria itu menyalakan korek
"it's time for revenge ".ucap pria Amerika itu
dia melempar korek itu ke tubuh pria itu dan pergi dari sana keluar
DUARRRR
restoran itu meledak terbakar
ada mobil datang pria Amerika itu masuk ke dalam mobilnya dan mobil itu pergi
jika dilihat pria itu hampir terlihat mirip dengan Stefan
paras mereka hampir serupa namun watak mereka berbeda dia sedikit terlihat lebih tua dari Stefan
ada anak buahnya di sampingnya
"boss semua sudah di habiskan ".
pria itu menyalakan korek dan menghirup nikotinya
"bagus habiskan mereka semua ".ucap pria Amerika itu dengan wajah yang sangar dan penuh penekanan
"baik boss ".ucap anak buahnya
pria itu adalah Tristan seorang kepala mafia besar di Amerika serikat yang sangat berjaya dan maju dirinya sangat hebat dalam membuat racun jenis baru dan IT
dirinya sangat dipenuhi ke misteriusan rahasia serta dendam
"bawa semua barang kita dari Rumania dan simpanlah dengan benar ".ucap Tristan
ia menghirup nikotin
anak buahnya dari samping itu mengangguk
"baik boss ".ucap anak buahnya
Tristan tersenyum
•••
the black blood father's
sedang di markas mereka
"ini laporan data penjualan kita semuanya aman ".ucap Adam memberi kertas
disampingnya ada gabriel
dominico mengambilnya
"bagus kerjaan kalian memang luar biasa ".ucap dominico
"semuanya aman dan terkendali ".ucap Gabriel
Murat datang bersama Imran
"dominico kau sudah tingkatkan keamanan di markas kita yang itu ?".tanya Murat
"sudah kenapa ?".tanya dominico
"aku dapat kabar ladang itu kemarin kedatangan beberapa anak anak muda berandalan aku takut semua barang buatan kita terancam ".ucap Imran
"kau tenang saja semua aman terkendali ".ucap Hector tiba tiba datang bersama Edward
para pria itu menoleh pada mereka
Hector dan Edward ke arah mereka
"kalian semua tenang saja kami sudah tambahkan tingkat keamanan disana ".ucap Edward
"bagus aku suka cara kerja kita ".ucap dom
"dimana Morgan ?".tanya Murat
"kak Morgan sedang bersama dengan anak anaknya menghabiskan waktu terlebih dahulu ".ucap Hector
mereka kerja bersama
•••
Archie sedang mengajari anaknya Aland memanah
"kau fokus pada titik merah dan tujuanmu dan lepaskan kalau kau sudah yakin ".ucap Archie berbisik pada aland
aland menutup matanya dan menghirup udara dalam dalam dan membuangnya perlahan
__ADS_1
ia memanah dan fokus terhadap titik merah
Crettttt
bisikkan panahnya sempurna
"bagus nak ".ucap archie menepuk pundaknya
Archie juga mendidik alano
"bagian sini lebih besar dan bagian kanan lebih kecil nilainya dari sebelumnya jika kau dalam masalah ambilah 2 keputusan dan pikirkan keputusanmu baik baik dan jika kau sedang bermasalah jangan lari dalam tanggung jawabmu ".ucap Archie mengelus kepala alano
"ok Daddy ".ucap alano tersenyum
sedangkan Alina bersama Stefan dan Sofia bermain bersama
"aku harap anak kita kembar ".ucap Stefan menimang Alina
Sofia tersenyum
"aku juga gak penting dia perempuan atau lelaki atau kembar yang penting dia
sehat ".ucap Sofia mengelus perut ratanya
Stefan tersenyum
dia terbayang
beginikah rasanya punya keluarga sejak kecil dia tak punya keluarga dia hanya tahu nama ayahnya Leonardo Smith itu saja setelah ia cari tahu
ia tidak tahu apapun soal ibunya dan apa ia punya saudara ia juga tidak tahu dia tak mau ikut campur masalah keluarganya dia ingin fokus terhadap keluarga dan hidupnya saat ini
saat ini mereka berkemah kecil di taman mansion Stefan
Stefan sudah membeli mansion sendiri untuk keluarganya
Alina dibawa oleh mereka terkadang . Archie mengizinkannya sekaligus untuk mereka belajar mengurus anak
•••
Morgan membawa Esmeralda dan Mario ke mall
banyak yang melihatnya sebagai hot Daddy bagaimana tidak Morgan sangatlah tampan memiliki dada bidang dan tubuh tinggi dan tegap hidung yang mancung dan sempurna di kaum hawa
banyak wanita muda melihat Morgan mereka semua tahu Morgan berasal dari keluarga kaya raya dan pengusaha ternama namanya ada di mana mana
seorang karyawan perempuan berusaha mendekati Morgan dengan berdalih Mario di gendongan Morgan
esme tahu akan hal itu lansung bertindak
"papa ayoo ".ucap esmeralda menarik tangan morgan dan menjauh
perempuan itu menggerutu kesal
mereka ke butik Monica
"Kakak kau kemari ?".tanya Monica menghampiri
"iya aku kemari ingin meminta tolong padamu esme ingin gaun seperti Cinderella apa kau ada ?".tanya Morgan
"kenapa kau tidak bilang dari rumah aku akan bawa ke rumah nanti ".ucap Monica
Morgan berdecak
"kau tahu sendiri kan aku sibuk ".ucap Morgan
"baiklah esme ikut aunty cantik ".ucap Monica menggandeng Esmeralda
"ok aunty ".ucap Esmeralda tersenyum
Monica menyuruh anak anak buahnya membawa gaun buatanya yang seukuran Esmeralda
Esmeralda mencobanya satu persatu
Morgan menunggu di sofa bersama Mario
"papa gimana ?".tanya esme memutar tubuhnya
Morgan mengingat saat bersama Miranda
Flashback :
"mas aku cantik enggak ?".tanya Miranda memakai dress dan memutar tubuhnya
Morgan tersenyum dan menghampiri istrinya
"kau sangat cantik itu sebabnya aku mencintaimu ".ucap Morgan
ia memegang kedua pipi Miranda
dan mencium keningnya
mereka tersenyum bersama
Flashback end
"papa !".teriak esme
"cantik papa suka apapun yang di pakai anak papa pasti cantik ".ucap Morgan melihat anaknya dan tersenyum
Monica tahu apa yang dipikirkan oleh Morgan saat ini . dia memegang dan memangku baby Mario dan duduk disamping Morgan
Morgan bangkit dari sofa dan menghampiri anaknya
__ADS_1
"pilih sesukamu sayang yang banyak juga gak apa apa ".ucap Morgan
Esmeralda menolak
"enggak ahhh pah 3 aja kita mama beli kalau kita butuh aja kalau gak butuh jangan ".ucap Esmeralda
Monica dan Morgan melirik
"ya udah sayang sesukamu saja ya ".ucap Morgan mengelus kepala anaknya
Esmeralda tersenyum
si kembar Daniel dan Nicolas datang
"kalian disini ?".tanya esme
"iya donk kan Tante mawar melati disini juga sama mama dan kak Ayla ".ucap Daniel
"wah esme kamu cantik banget ".puji Nicolas
"makasih ya Nic ".ucap esme
si kembar disitu karena Isabella mawar melati dan Ayla sedang di AG Boutique mereka melihat Esmeralda dan pamitan ke arah Moyla Boutique Isabella mengizinkan si kembar pergi bersama Ferhat yang masih ingin bekerja dengan dominico
"hai Ferhat bagaimana ayahmu Jay dan Miranda ?".tanya Morgan
"mereka baik kakakku juga akan kesini setahuku ".ucap Ferhat
"oh ya ?".tanya Morgan
"iya dokter Miranda bukan dia pesan padaku minta di buatkan dress yang berwarna putih aku sudah membuatnya dia akan mengambilnya ".ucap monica
Miranda datang
"Ferhat ?".ucap Miranda
Ferhat menghampiri kakaknya dan menyambutnya
"hai Tante dokter ".ucap Esmeralda tersenyum
Miranda menekuk lututnya
"hai cantik kamu disini ?".tanya Miranda
Morgan dan Monica menghampirinya
"dokter Miranda ".ucap Morgan
Miranda melihat Morgan dan berdiri
"eh pak Morgan ".ucap Miranda tersenyum
"mari saya antar Bu Miranda ".ucap Monica
Monica mengantar Miranda ke sofa
Morgan dan esme ikut
anak buah Monica memberi pakaian yang di pesan oleh Miranda
"terima kasih ya ini cantik sekali ".ucap Miranda tersenyum
dia melihat beberapa gaun anak kecil yang dipilih Esmeralda
"wah ini pilihanmu ?".tanya Miranda
"iya Tante dokter bagus kan ?".ucap esme tersenyum
"hmm ini bagus tapi Tante suka ".ucap Miranda
"Tante ini Tante sama keluarga Tante Dateng ya ke ulang tahun aku ulang tahun aku ".ucap esme cengegesan
Miranda dan Monica tertawa
Morgan senang anaknya tertawa
dia melihat wajah dokter Miranda yang berhasil membuat anaknya tersenyum dan tertawa
Monica dan Ferhat tahu Morgan melihat Miranda
Monica tersenyum dalam hatinya
•••
seorang pria sedang di sebuah mansion mewah dan berdiri menatap lukisan serta minum wine
dia bermata silver ke abu abuan memiliki bulu halus di rahangnya dan memiliki otot kekar dan tubuh atletis serta berwajah ke Amerika an
dia adalah Tristan
dia sedang menelpon
...[ 📞 : bagus.aku akan berikan kalian upah .Tristan ]...
dia tersenyum dan meminum wine di gelas kecilnya
"ayah aku akan balaskan dendamu dan aku akan cari dia hingga dapat ". ucap Tristan berbicara pada lukisan seorang pria yang sedang berdiri memegang wine
seperti darah yang harus dibalas dengan darah seperti janji dibayar dengan janji dan pengkhianatan dibalas pengkhianatan dendam dan pembalasan itu berbeda kita tidak akan bisa membedakannya karena kita berada di keduanya
visi Tristan
ponselnya kembali berdering dia mengangkatnya dan tersenyum
__ADS_1
...[ 📞 : see u in hell . Tristan ]...