
Hujan sudah reda
Morgan Pulang bersama Miranda dan anak anak
Rita tersenyum
indah menghampiri Hector
Hector menggendongnya
"dari mana kamu papa khawatir ?".tanya Hector menggendong indah
"abis makanlah pah ".ucap indah
"kau darimana Morgan ?".tanya Rita
"ibu tadi aku terjebak macet bersama dokter Miranda dan anak anak dan aku buka diluar makanya kami pulang terlambat sedikit ".ucap Morgan
Rita tersenyum pada Miranda
Miranda juga tersenyum padanya
"dan sekarang permasalahanya tinggal 1 adikmu ".ucap Rita
semua melirik
"assalamualaikum ".ucap Monica datang dari pintu mendekati mereka
Rita menghampiri putrinya
"there she is ".ucap Hector
"where are you ?".tanya Morgan
"we have been looking for u sister ".ucap Edward
"aku dari butik dan mesjid aku ikut buka dengan beberapa anak disana tadi disana hujan ".ucap Monica
semua bersyukur
Miranda pamit pulang
"kau akan pulang dengan siapa ?".tanya Rita
"aku akan pulang dengan taksi online ibu Rita ".ucap Miranda
"ya sudah berhati hatilah terima kasih sudah membantu Morgan dia sudah cerita padaku maaf merepotkan mu juga ".ucap Rita
Miranda tersenyum
"tidak apa aku senang bisa bersama anak anak dan membantu ".ucap Miranda
Miranda pergi
waktunya untuk tidur
Rita duduk di tepi ranjang
"indah esme tadi kalian gimana ?".tanya Rita
"baik baik aja kok Oma ".ucap indah
"Oma rencana aku dan indah udh berhasil gimana rencana Oma ?.tanya esme
Rita tersenyum padanya
"as you wish princess ".ucap Rita
indah dan esme kegirangan
Monica di kamarnya ia beristirahat dia tertidur
dia bermimpi terbangun di sebuah ranjang putih di sebuah taman dia berjalan dia mendengar tangisan bayi di depannya ada ayunan bayi dia berjalan kearahnya dan membuka ayunan bayi itu
isinya bayi perempuan yang sangat cantik dia mengambil bayi itu
bayi itu tersenyum padanya cekikikan
"mama ".ucap bayi perempuan itu
Monica terbangun dari mimpinya bersedekap dada dan beristighfar
•••
Tristan masih di rumah sakit
"kenapa kau disini ?".tanya haya
"aku suka suka akulah aku yang punya kaki dan tangan terserah aku untuk kemana kenapa kau mengaturku ".ucap Tristan dengan sombongnya
haya kesal dan mengepalkan tangannya
"hei pak sebenarnya aku ingin tanya kenapa kau itu sangat menyebalkan ".terus haya
Tristan menyilangkan tangan dan membuat annoying face
haya memutar matanya malas berusaha sabar
Tristan tertawa dan pergi
"akhirnya dia pergi juga bosan aku lihat wajahnya lebih tepatnya aku muak ".batin haya
__ADS_1
"well ok kids it's time to sleep ".ucap haya
anak anak pergi ke ranjang tidur
haya memiliki sifat keibuan dia mencium kening anak anak itu satu persatu
"sudah berdoa sebelum tidur ?".tanya haya
"sudah ".ucap anak anak
Tristan melihat itu dari jauh dia tersenyum memasukkan kedua tangannya kedalam saku jaketnya
•••
archielleo bersama Stefan dan Sofia hari ini hari ulang tahun Alina
mereka semua berkumpul memakai pakaian yang sudah di pesan Archie pada Monica
dan merayakan ulang tahun Alina
Archie mengecup kening Alina putrinya yang sangat cantik
"habis ini kita akan foto keluarga ".ucap Archie
Sofia dan Stefan tersenyum
"aku harap mama bisa kembali ".batin aland dan alano
mereka berkumpul untuk foto keluarga
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Tristan datang ia juga ikut bergabung
Stefan menyambutnya
"adikmu keluargaku kau kakaknya kau juga aku anggap saudaraku ".ucap Archie
Tristan tersenyum dia senang bisa bersahabat dan mempunyai hubungan persaudaraan dengan Stefan dan Archie yang menerimanya tulus
•••
di mansion Abdullah
Hassan , Ayla dan serta Murat dan Layla sedang makan bersama di meja makan
"jadi bilang sama papa kalian mau ngomong apa ?".tanya Murat
Ayla dan Hassan saling melirik menguatkan
Murat dan Layla meliriknya
Hassan dan Ayla menceritakan segalanya
"kami berencana untuk operasi ".ucap Hassan
Murat dan Layla melirik terkejut
"maksudnya ?".tanya layla
"aku punya miom dan aku akan sulit punya anak satu satunya cara adalah aku harus operasi mengangkat miom yang ada di perutku ".ucap Ayla sendu dan menunduk
Murat dan Layla tersenyum
Murat memegang tangan putrinya Ayla
"tidak apa nak kami sudah tahu sebenarnya dari awal ".ucap Murat
Ayla dan Hassan mengangkat wajah mereka
"kami tahu dari papipmu ".ucap Layla
"abah kau cakap dia tahu sebab dia dengar Korang cakap kat mansionnya ".ucap Murat
"die dan aku pun baru tahu kemarin ".ucap Murat
"apapun yang terjadi kami selalu mendukung kalian dan kami akan selalu membantu kalian ".ucap Layla
"kita semua menyanyangi kalian we love u all always ".ucap Layla
"and forever ".ucap Murat
Imran datang bersama Hussein
"did we Miss something ?".tanya Imran menggendong Hussein
"nothing ".ucap semuanya tersenyum
mereka semua makan bersama
di mansion Al Farooq
keluarga Al Farooq pulang
Hassan tidur bersama Hussein dan Ayla dia di tengah keduanya
"kakak apa kau ingin punya mamim ?" tanya hussein di ranjang tertidur
__ADS_1
Ayla dan Hassan saling melirik
"katakan padaku kakak ?".tanya Hussein
"well kakak juga mau punya mamim sebenarnya ".ucap Hassan
Hussein bangkit
"i got a plan kak Ayla kau mau kan membantuku dan bang Hassan ".ucap Hussein tersenyum
"apa sayang ?".tanya Ayla
"aku mau jodohkan papip dengan aunty Monica ".ucap Hussein
Hassan dan Ayla tersenyum
Hussein memberitahu rencana dan alasanya
"aku iri semua temanku foto keluarga lengkap masa aku tidak foto keluarga terlebih Nicolas mengataiku hari itu ".ucap Hussein
Hassan mengerti dan setuju begitu pula Ayla Hassan juga merasa iri sebenarnya dulu semua temanya punya foto keluarga dia ingin keluarga yang komplit
Ayla tahu Monica sangatlah baik dia juga setuju
•••
Miranda pulang ke rumahnya
disambut haya Lee dan Atmajaya
"dimana Ferhat ?".tanya Miranda
"jangan tanya dia dia sedang patah hati ".ucap haya Lee
atmaya menunjuk sofa
terlihat Ferhat tengah makan popcorn dengan menonton bola
"sayang ada sesuatu yang harus kukatan padamu ".ucap Atmajaya
Miranda pergi bersama Atmajaya ke balkon
haya menghampiri Ferhat dan ikut duduk di sampingnya
Miranda berbicara dengan ayahnya di balkon
"ada apa ayah ".ucapnya
"apa kau masih memiliki cinta di hatimu untuk seorang pria ?".tanya Atmajaya
Miranda menunduk
"aku..aku ..entahlah apa ada seseorang yang menerimaku apa adanya dan tidak bisa memberikan keturunan seperti aku ".ucap Miranda
di balik tembok
Ferhat dan Haya mendengarkan
"daripada kau patah hati lebih baik kau dengarkan ini ".ucap haya
"diamlah ".ketus Ferhat
mereka kembali menguping
kembali ke Miranda
"ayah tahu kamu belum bisa meluapakan trauma pernikahanmu di masa lalu tapi ayah ingin kau bahagia ".ucap Atmajaya
"aku sudah bahagia menjadi dokter anak dan sukarelawan ".ucap Miranda
"maafkan ayah yang hari itu egois dan justru membuatmu menderita ".lirih Atmajaya
"it's okay dad ".sendu Miranda
Ferhat mendengar itu terkepal tanganya ia sedih kakaknya sedih
haya menenangkanya
"sudahlah yang terpenting sekarang kita harus membuat kak Miranda terlihat bahagia ".ucapnya
Ferhat mengganguk
toh dia dan dan Atmajaya sudah membelikan pelajaran pada Anton hari itu yang ingin melecehkan Miranda mereka melakukan deportasi padanya sehingga ia tak bisa kembali ke Indonesia dan membuat keluarganya malu dengan aib Anton mereka menyiksanya juga mereka membuat Anton babak belur dan linglung mereka tidak membunuhnya tapi menyiksanya perlahan lahan sebagai pelajaran mereka mencambuknya membuatnya cacat dan berdarah darah mereka membuatnya buta saat itu juga dan meninggalkan beberapa luka goresan di tubuh Anton mereka tidak mau membunuhnya karena mereka ingin dia mati dengan sendirinya dan perlahan lahan
"dia takkan pernah bisa kembali menyakiti kak Miranda ".ucap pelan Ferhat
Miranda di kamarnya duduk di tepi ranjang dan bersedekap dadanya dia berusaha tenang dia tak mau memikirkan masa lalunya
dia teringat tadi saat mendekap Mario rasanya hangat bahkan Mario tertidur pulas di dekapannya
"perasaan apa ini rasanya aku tidak bisa jauh dari anak itu " .batin Miranda
dia teringat kekompakannya dengan Esmeralda dan Indah seperti itukah perasaan seorang ibu pada anaknya padahal dia tidak bisa menjadi ibu dia berusaha netral tapi perasaan keibuannya selalu muncul mengingat anak anak itu
"ingin rasanya aku punya anak tapi sayang aku tidak bisa memilikinya ".batin Miranda memegang perutnya
•••
sementara itu Amora di penjara dia melihat banyak wanita narapidana yang dipanggil karena keluarganya mengunjunginya sementara dia tidak ada yang menjenguknya Tristan tak mau menjenguknya selama ia di penjara dia cemburu pada narapidana lain
"seperti inikah rasanya jauh dari anak apa aku telah berdosa ".batin Amora
__ADS_1
dia sedih dan duduk di ranjangnya ya dia menyesal penyesalannya memanglah sudah sangat terlambat Tristan terlanjur sudah sangat membencinya seperti inikah rasanya kesepian dan tidak ada yang peduli dia terus bersedih