
Di sebuah gang yang besar dan gelap terdapat sebuah bangunan besar bernuansa tua berpintu kayu keemasan tempat itu merupakan tempat pelacuran dan perjudian yang terkenal banyak para lelaki hidung belang dan para orang jahat disana daerah itu memang sangatlah rawan akan bahaya di tempat itu pula banyak gadis gadis yang di culik atau di jual untuk dijadikan budak pelacuran tempat itu seperti kelab malam
banyak orang mengantri di tempat itu kebanyakan pria untuk berjudi dan melakukan hubungan se•ks bebas
suasana saat itu dingin dan di malam hari
Hassan berjalan di gang itu sambil menghirup nikotin
2 orang pria menghadangnya
"apa anda tersesat tuan ?".tanya seorang pria padanya
Hassan tersenyum
"tidak ".ucap Hassan
Andrea Brothers
menyelinap masuk dari belakang saat penjaga depan menghadang Hassan mereka memukul dan mencekik anak buah yang ada di belakang hingga pingsan dan menyamar sebagai salah satu dari anak buah di gang itu untuk bisa masuk ke dalam
kembali ke Hassan
"Anda tidak bisa lewat sini tuan ".ucap pria lainnya
Hassan tersenyum
dia mengeluarkan uang dan sabu sabu dari sakunya
"apakah aku bisa masuk ?".ucap Hassan tersenyum smirk dan menaikkan sebelah alisnya
Hassan masuk ke dalam gedung itu
sementara itu Adam dan Gabriel meretas seluruh kamera di gedung itu dan mengendalikanya dari rooftop gedung lain
sekarang giliran Imran , Murat dan Dominico mereka dapat dengan mudah masuk tentu saja dengan suap menyuap seperti Hassan
mereka bertiga naik ke atas ke ruang bagian premium
suasana sangatlah bising
Hassan melihat sekeliling ternyata masih banyak juga para pemuda yang memakai narkoba dan memiliki se•ks bebas
dia melihat area perjudian kasino dia kesana
"can i coming ?".tanya Hassan
semua meliriknya dari atas sampai bawah
"yeah sure ".ucap salah 1 pria
Hassan duduk ikut main kasino
dia melihat pria yang satunya yang memiliki luka di bahunya
"are u hurt ?".tanya Hassan
pria yang melihat luka di bahunya itu menjawab
"just a little part of life and work ".ucap pria itu
Hassan tersenyum smirk
luka itu di dapatkan dari tembakkan Sofia
__ADS_1
kembali ke
Imran , Murat dan Dominico
mereka berpisah mencari keberadaan target mereka masing masing memakai headphone kecil di jas mereka
mereka membawa sampanye
beberapa orang mencegat mereka
"i am sorry sure u cant belong in here ".ucap para pria mendekati mereka dan menyembunyikan tangan satu mereka di punggung mereka
Murat , dominico dan Imran tahu kenapa pria yang ada di hadapan mereka menyembunyikan salah satu tangan pasti mereka sembunyikan senjata
"oh yeah ".ucap ketiganya
mereka memukul kepala pria di depan hadapan mereka dengan botol sampanye dengan keras
para pria itu berniat menikam mereka tapi mereka dengan cepat menghindar dan mencegat tangan para pria itu dan mengalungkan satu tangan mereka pada pria itu dan membalik tubuh pria itu lalu membuat para pria itu menggorok leher mereka sendiri hingga tewas
di bagian dapur
Edward memasak air mendidih
sementara Morgan memotong bahan masakan dan Hector memberi jus ke gelas
beberapa anak buah mendekati mereka setelah mengawasi mereka
"kenapa kalian bertiga memakai masker buka !".perintah seorang pria
ketiga saudara itu tersenyum smirk
"apa kalian anak baru ?".tanya anak buah yang lain
para anak buah itu saling melirik dan memasukkan tangan mereka ke dalam punggung
Andrea Brothers
berbalik dan menendang pria pria itu hingga tersungkur dan membuat pistol itu terlempar
pria pria itu bangkit dan ingin menyerang Andrea Brothers
Edward dengan sigap menyerang pria yang ingin menyerangnya dengan menyiramnya air mendidih ke wajahnya tepat hingga melepuh
Morgan menikam dada orang itu tepat di jantungnya
Hector memukul kepala orang yang ingin menyerangnya dengan botol miras hingga pecah mereka bertiga berkumpul dan keluar dari dapur
Hassan awalnya kalah dalam judi
"wah wah kalian sangat hebat bermain ini ".sindir Hassan
"kami memang sangat hebat dalam apapun ".ucap pria yang diperban bahunya
Hassan tersenyum smirk
dia menang dalam permainan casino yang berjumlah banyak
"terkadang kita harus kalah untuk menang ".ucap Hassan
disini para pria itu sudah mulai curiga dengan Hassan
anak buah datang dan berbisik pada pria itu
__ADS_1
lalu pergi
"kau sangat hebat dalam hal ini siapa kau ?".tanya pria yang lain dia menyembunyikan pistol di kolong meja
Hassan tersenyum smirk
Pria itu berdiri dari kursinya
DUARRRR
pria itu ditembak dari jauh dan darahnya terciprat di wajah Hassan
semua terkejut dan ketakutan melarikan diri
pria yang bahunya di perban itu bangkit dari kursinya untuk kabur Hassan dengan sigap berdiri dan menusuk tangan pria itu hingga pisaunya tembus sampai ke meja pria itu meringis dan tak bisa kabur
"bangsat kau !".umpat pria itu
dia mengambil pistol dari sakunya Hassan dengan sigap langsung membenturkan kepala pria itu ke meja dengan sangat keras berkali kali hingga pingsan
anggota the black blood fathers lain datang
"nak kau tak ape ?".panik Imran
"tak apa pip ".ucap Hassan
di sekeliling mereka banyak yang mengepung mereka tiba tiba dan menodongkan pistol
tiba tiba
Brakkkk
Adam dan Gabriel datang bersama anak buah mereka mengepung bersama polisi
archielleo , Tristan dan Atmajaya serta Ferhat datang
para the black blood fathers tersenyum
•••
para pemuda itu telah dikepung oleh anak buah Atmajaya dan polisi mereka di bawa naik mobil untuk di masukkan kedalam sel tahanan
"Atmajaya ".ucap dominico
"thanks for help ".ucap dominico menjabat tangan atmajaya
"it's okay u help me i help u ".ucap Atmajaya menepuk tangan dominico
para the black blood fathers bekerja sama dan membuat perjanjian dengan pemerintah dan polisi bahwa segala apapun yang berkaitan dengan the black blood fathers pemerintah atau siapapun tidak ada yang boleh menghalangi mereka the black blood fathers di bantu oleh Atmajaya pemerintah yang merasa terancam dan kepolisian juga merasa terancam akhirnya setuju membuat kesepakatan dengan the black blood fathers
mereka sengaja meminta bantuan polisi dan Atmajaya untuk ini karena menolong beberapa gadis yang sudah diculik dan diperbudakkan dan dijual dan menutup tempat ini
"sekarang saatnya ".ucap Archie
•••
Tristan mengendarai mobil sportnya dengan cepat menuju jalan raya dia marah dan menangis dia memukul setir dan berteriak sekeras mungkin
dia ke mansionnya melihat ibunya yang sedang tertawa lepas melihat berita di koran
"ibu ".panggil Tristan
Amora berbalik
__ADS_1