Mafia Tampan Itu Suamiku

Mafia Tampan Itu Suamiku
S 2 : Sampah Pecundang ! ( pembalasan seorang ayah )


__ADS_3

..."bermain dengan anak anak kami bermain dengan kami "....


...The Black Blood Fathers...


Note : khusus 21+ bocil minggir


Para ayah dari anggota kodok tokcer


kembali berkumpul di gedung kantor Atmajaya


bersama Atmajaya dan Ferhat


"kami sudah membantumu ".tekan Hector


"tapi kami ingin biar kami yang membalasnya ".tekan Morgan


"biarlah kami yang berikan dia hukuman ".tekan archielleo


"dan kami ingin kau menyetujui hal itu ".ucap dominico


"dan satu lagi aku harap kau tidak mengkhianati kami ".ucap Imran


"baiklah kalau itu keinginan kalian ".ucap atmjaya


dia menyuruh Ferhat membawa pasukanya ikut untuk bersiap siap


sementara itu anggota the black blood fathers lain sedang di mansion Alex menyamar sebagai pembeli


Flashback on :


sebelumnya mereka mencari tahu siapa pembeli barang curian Alex kali ini


mereka menyekap pembeli barang curian itu


Byurrrrr


Gabriel menyiram pembeli itu dengan air yang di campur lumpur babi seember


"katakan pada kami di mana kediaman Alexander ?".ucap Adam menodongkan pistol pada kepala pembeli itu dengan penuh penekanan


"cih siapa kalian ".ucap pria yang di sekap dengan keadaan terikat di kursi


Gabriel menodongkan pistol ke kepala pria itu dari arah samping


"kami tidak meminta kata itu darimu sekarang jawab ".tegas Gabriel


Murat , Edward dan Stefan dan Hassan menyilang kan tangan dan melihatnya


"aku takkan mengatakannya padamu ".ucap pria itu tegas


" minggir Adam ".ucap Hassan membuka pisau lipat


Adam minggir dan mengerti


Hassan melempar pisau lipat ke arah bahu pria itu dengan tepat


"ahhhhh ".teriak pria itu


Murat ,Edward dan Hassan serta Stefan berjalan mendekati pria itu


"kami tanya padamu dengan baik baik tapi kau memancing emosi kami ".ucap Hassan


Murat mencengkram pipi pria itu dan memakai handscoon


"kau ingin dengan cara halus atau kasar ".ucap Murat penuh penekanan


"kalau kau ingin memberitahu kami kami akan jamin bahwa kau masih bernyawa ".ucap Edward


pria pembeli itu masih diam


"baiklah kau diam atau kau ingin diam untuk selamanya ".ucap Stefan


Pok


Pok


Pok


Stefan tepuk tangan


anak anak buahnya membawa dan menyiapkan alat bedah


pria pembeli itu ketakutan


"ada kapak ada pisau bedah kecil dan ada pisau bedah besar ".ucap Gabriel


"aku rasa pisau kecil akan bagus ".ucap Adam tersenyum smirk


pria pembeli itu menelan salivanya keras


"aku rasa dia perlu sunat lagi ".ucap Hassan tersenyum smirk


Murat tersenyum smirk


"biar aku yang melakukanya ".ucap Murat


pria ketakutan


Murat mengasah pisau pisau itu dan mengeceknya


"kenapa takut ?".ucap Stefan


Murat berjalan ke arahnya membawa pisau


"ampun ampun ok ok aku akan kasih tahu ".ucap pria pembeli itu


semua pria disana tersenyum smirk

__ADS_1


mereka sudah mengatur rencana pria itu memberitahunya dimana tempatnya


pria itu kemudian di bius hingga pingsan


"aku sudah buat topeng yang akan menyamarkan kita ".ucap Edward


Murat menyamar sebagai boss pembeli itu menggunakan topeng kulit yang membuat wajahnya mirip dengan pria pembeli itu


dan Edward sebagai asisten pria pembeli itu


sementara Adam Gabriel dan Stefan serta Hassan menyamar sebagai anak anak buah pria pembeli itu


mereka membawa pasukan mereka diam diam ke kediaman Alexander dan memberitahukanya pada dominico


Flashback off


"katakan padaku apa yang ingin kau tawarkan ?".ucap Murat menghirup nikotin


sementara alex meneguk wine


Pok


Pok


Pok


Alex bertepuk tangan


anak anak buahnya datang membawa barang barang yang di tawarkan anak anak buahnya memperlihatkan emas batangan dalam koper yang mereka bawa


dan yang lain menawarkan ganja serta barang ilegal


Murat tersenyum


"barang yang bagus i like it ".ucap murat


Murat berbisik pada Edward dan


"saatnya kita jebak dia ".bisik Murat


"Boss Ku mengatakan ia ingin yang lebih apa kau punya ?".ucap Edward


Alex tertawa


"baiklah kalau kau terkesima ".ucap Alex


Alex berdiri dari kursinya mereka duduk di tepi kolam


"ikutlah denganku ".ucap Alex


Alex membawa Murat dan Edward ke dalam mansionnya


Murat dan Edward melirik ke belakang tersenyum smirk


anak anak buah Alex di tarik dari sisi samping serta di bekap dan di gorok lehernya hingga tewas oleh Adam , Gabriel dan Stefan dan Hassan


Adam dan Gabriel serta Stefan dan Hassan merebut senjata anak anak buah Alex


Alex masuk ke dalam lift mansionnya lift terbuka memperlihatkan mayat anak anak buahnya yang mati mengenaskan


"hai Alex ".ucap dominico dari samping menodongkan pistol


Alex berbalik


melihat Murat dan Edward mengeluarkan dan menodongkan pistol


"You ".ucap Alex


Murat dan Edward membuka topeng penyamaran mereka


"gimana pintar kan ?".ucap Murat tersenyum smirk


Alex melihat tumpukkan mayat di lift


"apa kau terkejut ".ucap Hector


Alex mengepalkan tangan


"sudah kuduga ".ucap Alex


ia menyerang para the Black blood fathers dengan bela diri dan membanting the black blood fathers


HIYAAAAAAA


teriak Adam dan Gabriel serta Stefan dan Hassan datang dari arah lain bersamaan dan menubruk dan menendang Alex hingga Alex tersungkur dan kepalanya membentur lantai


AHHHHHHH


teriak Alex


mereka berempat menginjak tubuh Alex dengan kuat


" Cepat !".perintah stefan


para the Black blood father's


bangkit dari lantai dan ke arah Stefan


archielleo berlari dan menedang wajah Alex hingga lehernya terdengar patah


muntah darah menyembur wajah keempat pria itu


KREKKKKK


Alex pingsan


"shittt ".umpat umpat Stefan Adam Gabriel dan Hassan

__ADS_1


anak anak buah the black blood fathers datang bersama Atmajaya dan Ferhat


"seret dia bawa dia ke markas !".perintah Morgan tegas


"kalian tidak apa ".pekik Murat


"tidak apa bagaimana wajah tampan kami kotor bodoh ".ucap Stefan


semua orang tertawa


"sorry ".ucap Archie


•••


sesampainya di markas


Alex terbangun dalam kondisi terikat di kursi dan lehernya yang sakit


Tek


Tek


Tek


langkah kaki terdengar ke arahnya


"tatia ".lirih Alex


para the black blood father's datang ke arahnya sambil menghirup nikotin


"tatia ".ucap Alex


"kau ingin tahu tatiamu ?".tanya Murat


"tatiamu sudah pergi ".ucap dominico penuh penekanan


"kau ingin tahu kenapa ia pergi ?".ucap Hassan


"sebab dia lebih memilih uang daripada dirimu ".ucap Imran tersenyum smirk dan menghirup nikotin


"kau".ucap Alex geram


"kau lihat ini ".ucap Archie memperlihatkan foto


yang memperlihatkan tatia pergi ke bandara


"well dia memberi informasi sedikit pada kami bagaimana kau mencuri dan menjual barang curian mu ".ucap Morgan


"well kami terkesima dengan caramu ".ucap Hector


"kami rasa kami akan gunakan cara itu ".ucap Edward


"terima kasih sudah memberitahu kami ".ucap Steve


"Ferhat ".ucap dominico


Ferhat datang dengan Atmajaya


"berapa lama aku tidak memakainya ? ".ucap dominico


"sudah beberapa tahun tuan ".ucap Ferhat


"kau ingin lihat sisi kami Jay ? ".ucap Murat


Atmajaya tersenyum


"aku sudah lama tidak melihatnya aku ingin lihat ".ucap Atmajaya tersenyum smirk


sebelumnya Alex di buat babak belur lebih dahulu dan bonyok bonyok


Stefan Tepuk Tangan 3 kali


Pok


Pok


Pok


anak anak buahnya datang membawa apa yang dia mau yaitu pisau bedah dan alat penyiksaan milik the black blood father's


"biarkan para ayah kodok tokcer yang melakukanya aku sudah terbiasa ".ucap Murat


Imran , Morgan ,Dominico ,Hector serta archielleo memakai handscoon dan mempersiapkan pisau bedah


"lepaskan aku !".pekik Alex


"melepaskanmu tidak akan senang jika kami melepaskanmu dan membiarkan kau di penjara kau bisa menyuap siapa saja untuk membantu membebaskanmu dari sel tahanan ".ucap Morgan dan Hector mengecek ketajaman pisau


"bermain main dengan anak anak kami bermain pula dengan kami ".ucap Imran


"ini akan sangat seru ".ucap dominico tersenyum smirk


"kemarin kau bermain dengan nyawa anak anak kami dan sekarang kami yang akan bermain dengan nyawamu ".ucap archielleo


mereka berempat menyiksa Alex dengan sadis


"AHHHHHHHHHH".teriak Alex


pipinya di sayat sayat oleh Archie


mulutnya di robek oleh dominico


matanya di cungkil oleh Imran


kedua kupingnya di putuskan oleh Morgan dan Hector


"kemarin kau juga pertaruhkan nyawa anak anak lain kami akan membalasnya ".ucap dominico

__ADS_1


mereka menonjok dada Alex dan menggorok leher Alex bersamaan dan terciprat darah


Murat ,Edward , Hassan , Stefan ,Adam dan Gabriel serta Atmajaya dan Ferhat menyilang kan tangan dan diam sambil tersenyum smirk melihat itu


__ADS_2