
..."bermain dengan anak anak kami bermain dengan kami "....
...The Black Blood Fathers...
Note : khusus 21+ bocil minggir
Para ayah dari anggota kodok tokcer
kembali berkumpul di gedung kantor Atmajaya
bersama Atmajaya dan Ferhat
"kami sudah membantumu ".tekan Hector
"tapi kami ingin biar kami yang membalasnya ".tekan Morgan
"biarlah kami yang berikan dia hukuman ".tekan archielleo
"dan kami ingin kau menyetujui hal itu ".ucap dominico
"dan satu lagi aku harap kau tidak mengkhianati kami ".ucap Imran
"baiklah kalau itu keinginan kalian ".ucap atmjaya
dia menyuruh Ferhat membawa pasukanya ikut untuk bersiap siap
sementara itu anggota the black blood fathers lain sedang di mansion Alex menyamar sebagai pembeli
Flashback on :
sebelumnya mereka mencari tahu siapa pembeli barang curian Alex kali ini
mereka menyekap pembeli barang curian itu
Byurrrrr
Gabriel menyiram pembeli itu dengan air yang di campur lumpur babi seember
"katakan pada kami di mana kediaman Alexander ?".ucap Adam menodongkan pistol pada kepala pembeli itu dengan penuh penekanan
"cih siapa kalian ".ucap pria yang di sekap dengan keadaan terikat di kursi
Gabriel menodongkan pistol ke kepala pria itu dari arah samping
"kami tidak meminta kata itu darimu sekarang jawab ".tegas Gabriel
Murat , Edward dan Stefan dan Hassan menyilang kan tangan dan melihatnya
"aku takkan mengatakannya padamu ".ucap pria itu tegas
" minggir Adam ".ucap Hassan membuka pisau lipat
Adam minggir dan mengerti
Hassan melempar pisau lipat ke arah bahu pria itu dengan tepat
"ahhhhh ".teriak pria itu
Murat ,Edward dan Hassan serta Stefan berjalan mendekati pria itu
"kami tanya padamu dengan baik baik tapi kau memancing emosi kami ".ucap Hassan
Murat mencengkram pipi pria itu dan memakai handscoon
"kau ingin dengan cara halus atau kasar ".ucap Murat penuh penekanan
"kalau kau ingin memberitahu kami kami akan jamin bahwa kau masih bernyawa ".ucap Edward
pria pembeli itu masih diam
"baiklah kau diam atau kau ingin diam untuk selamanya ".ucap Stefan
Pok
Pok
Pok
Stefan tepuk tangan
anak anak buahnya membawa dan menyiapkan alat bedah
pria pembeli itu ketakutan
"ada kapak ada pisau bedah kecil dan ada pisau bedah besar ".ucap Gabriel
"aku rasa pisau kecil akan bagus ".ucap Adam tersenyum smirk
pria pembeli itu menelan salivanya keras
"aku rasa dia perlu sunat lagi ".ucap Hassan tersenyum smirk
Murat tersenyum smirk
"biar aku yang melakukanya ".ucap Murat
pria ketakutan
Murat mengasah pisau pisau itu dan mengeceknya
"kenapa takut ?".ucap Stefan
Murat berjalan ke arahnya membawa pisau
"ampun ampun ok ok aku akan kasih tahu ".ucap pria pembeli itu
semua pria disana tersenyum smirk
__ADS_1
mereka sudah mengatur rencana pria itu memberitahunya dimana tempatnya
pria itu kemudian di bius hingga pingsan
"aku sudah buat topeng yang akan menyamarkan kita ".ucap Edward
Murat menyamar sebagai boss pembeli itu menggunakan topeng kulit yang membuat wajahnya mirip dengan pria pembeli itu
dan Edward sebagai asisten pria pembeli itu
sementara Adam Gabriel dan Stefan serta Hassan menyamar sebagai anak anak buah pria pembeli itu
mereka membawa pasukan mereka diam diam ke kediaman Alexander dan memberitahukanya pada dominico
Flashback off
"katakan padaku apa yang ingin kau tawarkan ?".ucap Murat menghirup nikotin
sementara alex meneguk wine
Pok
Pok
Pok
Alex bertepuk tangan
anak anak buahnya datang membawa barang barang yang di tawarkan anak anak buahnya memperlihatkan emas batangan dalam koper yang mereka bawa
dan yang lain menawarkan ganja serta barang ilegal
Murat tersenyum
"barang yang bagus i like it ".ucap murat
Murat berbisik pada Edward dan
"saatnya kita jebak dia ".bisik Murat
"Boss Ku mengatakan ia ingin yang lebih apa kau punya ?".ucap Edward
Alex tertawa
"baiklah kalau kau terkesima ".ucap Alex
Alex berdiri dari kursinya mereka duduk di tepi kolam
"ikutlah denganku ".ucap Alex
Alex membawa Murat dan Edward ke dalam mansionnya
Murat dan Edward melirik ke belakang tersenyum smirk
anak anak buah Alex di tarik dari sisi samping serta di bekap dan di gorok lehernya hingga tewas oleh Adam , Gabriel dan Stefan dan Hassan
Adam dan Gabriel serta Stefan dan Hassan merebut senjata anak anak buah Alex
Alex masuk ke dalam lift mansionnya lift terbuka memperlihatkan mayat anak anak buahnya yang mati mengenaskan
"hai Alex ".ucap dominico dari samping menodongkan pistol
Alex berbalik
melihat Murat dan Edward mengeluarkan dan menodongkan pistol
"You ".ucap Alex
Murat dan Edward membuka topeng penyamaran mereka
"gimana pintar kan ?".ucap Murat tersenyum smirk
Alex melihat tumpukkan mayat di lift
"apa kau terkejut ".ucap Hector
Alex mengepalkan tangan
"sudah kuduga ".ucap Alex
ia menyerang para the Black blood fathers dengan bela diri dan membanting the black blood fathers
HIYAAAAAAA
teriak Adam dan Gabriel serta Stefan dan Hassan datang dari arah lain bersamaan dan menubruk dan menendang Alex hingga Alex tersungkur dan kepalanya membentur lantai
AHHHHHHH
teriak Alex
mereka berempat menginjak tubuh Alex dengan kuat
" Cepat !".perintah stefan
para the Black blood father's
bangkit dari lantai dan ke arah Stefan
archielleo berlari dan menedang wajah Alex hingga lehernya terdengar patah
muntah darah menyembur wajah keempat pria itu
KREKKKKK
Alex pingsan
"shittt ".umpat umpat Stefan Adam Gabriel dan Hassan
__ADS_1
anak anak buah the black blood fathers datang bersama Atmajaya dan Ferhat
"seret dia bawa dia ke markas !".perintah Morgan tegas
"kalian tidak apa ".pekik Murat
"tidak apa bagaimana wajah tampan kami kotor bodoh ".ucap Stefan
semua orang tertawa
"sorry ".ucap Archie
•••
sesampainya di markas
Alex terbangun dalam kondisi terikat di kursi dan lehernya yang sakit
Tek
Tek
Tek
langkah kaki terdengar ke arahnya
"tatia ".lirih Alex
para the black blood father's datang ke arahnya sambil menghirup nikotin
"tatia ".ucap Alex
"kau ingin tahu tatiamu ?".tanya Murat
"tatiamu sudah pergi ".ucap dominico penuh penekanan
"kau ingin tahu kenapa ia pergi ?".ucap Hassan
"sebab dia lebih memilih uang daripada dirimu ".ucap Imran tersenyum smirk dan menghirup nikotin
"kau".ucap Alex geram
"kau lihat ini ".ucap Archie memperlihatkan foto
yang memperlihatkan tatia pergi ke bandara
"well dia memberi informasi sedikit pada kami bagaimana kau mencuri dan menjual barang curian mu ".ucap Morgan
"well kami terkesima dengan caramu ".ucap Hector
"kami rasa kami akan gunakan cara itu ".ucap Edward
"terima kasih sudah memberitahu kami ".ucap Steve
"Ferhat ".ucap dominico
Ferhat datang dengan Atmajaya
"berapa lama aku tidak memakainya ? ".ucap dominico
"sudah beberapa tahun tuan ".ucap Ferhat
"kau ingin lihat sisi kami Jay ? ".ucap Murat
Atmajaya tersenyum
"aku sudah lama tidak melihatnya aku ingin lihat ".ucap Atmajaya tersenyum smirk
sebelumnya Alex di buat babak belur lebih dahulu dan bonyok bonyok
Stefan Tepuk Tangan 3 kali
Pok
Pok
Pok
anak anak buahnya datang membawa apa yang dia mau yaitu pisau bedah dan alat penyiksaan milik the black blood father's
"biarkan para ayah kodok tokcer yang melakukanya aku sudah terbiasa ".ucap Murat
Imran , Morgan ,Dominico ,Hector serta archielleo memakai handscoon dan mempersiapkan pisau bedah
"lepaskan aku !".pekik Alex
"melepaskanmu tidak akan senang jika kami melepaskanmu dan membiarkan kau di penjara kau bisa menyuap siapa saja untuk membantu membebaskanmu dari sel tahanan ".ucap Morgan dan Hector mengecek ketajaman pisau
"bermain main dengan anak anak kami bermain pula dengan kami ".ucap Imran
"ini akan sangat seru ".ucap dominico tersenyum smirk
"kemarin kau bermain dengan nyawa anak anak kami dan sekarang kami yang akan bermain dengan nyawamu ".ucap archielleo
mereka berempat menyiksa Alex dengan sadis
"AHHHHHHHHHH".teriak Alex
pipinya di sayat sayat oleh Archie
mulutnya di robek oleh dominico
matanya di cungkil oleh Imran
kedua kupingnya di putuskan oleh Morgan dan Hector
"kemarin kau juga pertaruhkan nyawa anak anak lain kami akan membalasnya ".ucap dominico
__ADS_1
mereka menonjok dada Alex dan menggorok leher Alex bersamaan dan terciprat darah
Murat ,Edward , Hassan , Stefan ,Adam dan Gabriel serta Atmajaya dan Ferhat menyilang kan tangan dan diam sambil tersenyum smirk melihat itu