
pagi harinya di sekolah anak anak
semua anak berdoa atas kepergian orang tua diki diki tidak masuk kelas hari ini mungkin masih berkabung dan sedih
saat istirahat di kantin
"hussein kamu pasti tahu kan dimana rumah diki ?".tanya daniel
"aku tahu dimana rumahnya. apa kita mau kesana ?".
"kita semua akan kesana menyampaikan bela sungkawa pada diki ".ucap aland
"diki kan juga anggota kita ".ucap indah
"apa esme sudah tahu soal ini ?".tanya nicolas
"aku rasa kak esme belum tahu saat aku pulang nanti baru aku kasih tahu dia lewat video call ".ucap indah
"setelah esme pulang kita ajak esme melihat diki ".ucap hussein
•••
di markas the black blood fathers
hector menghempaskan koran mengenai pembunuhan sadis tuan handoko dan istrinya
"aku dapat kabar hari ini mengenai tuan handoko ".ucap hector
semua melihat koran itu
"seorang pengusaha teh asal cina di temukan tewas tak bernyawa di halaman rumahnya bersama sang istri ".ucap dominico
"aku dapat informasi dia dan istrinya mati dengan cara ditikam dan di gorok lehernya ".ucap adam
"kalau begitu itu bukan orang biasa ".ucap hassan
dominico , murat nampak berfikir sambil mengelus dagu mereka
"kita semua kenal handoko dia pernah menjalin bisnis dengan kita setahuku dia tidaklah aneh ".ucap gabriel
"handoko dikenal juga sangat baik dan perhatian tidak ada kabar buruk tentang dia sekalipun ".ucap stefan
semua nampak berfikir
"semalam i dan tuan handoko bekerja same sikap die macam tak betul lah macam ada yang di sembunyikan dari die about hussein ".ucap imran
"apa ade masalah antara budak kau dengan budak die diki ?".tanya murat
imran menggeleng
"mungkin saja ini ulah saingan bisnis dia dia seorang pengusaha pasti banyak saingannya ".ucap Archie
"yang harus kita kasihani adalah teman anak anak. anaknya diki handoko ".ucap edward
dominico berfikir
"kematianya tidak wajar dan tewas terbunuh secara sadis ".ucap batin dominico melihat koran itu dan memperhatikan gambar lokasinya
dia melipat koran dan menghempaskan koran ke meja
•••
di tempat panti
para relawan sedang berkebun bersama anak anak
esme sedang merawat tanaman berbisik dengan rita
"oma apa aku harus jalankan rencana sekarang ?".tanya esme
rita melihat atmajaya
atmajaya tersenyum padanya
"do it baby ".ucap rita
esme kemudian bermain bersama anak anak
ferhat bersama luci dan anak anak memberi pupuk dan air pada tanaman
haya sedang memberi penjalasan pada anak anak
"cahaya , air ,pupuk di butuhkan ke dalam tanaman cahaya berfungsi untuk energi agar tanaman tumbuh , fungsi air untuk melembabkan tanah tanaman , fungsi pupuk untuk menyaburkan tanaman ".ucap haya
tristan bergabung
"hebat juga pidatomu ".
"ini bukan pidato ini pemberitahuan !".ketus haya
tristan terkekeh
"dalam hidup ini kita semua mempunyai ekosistem hewan hidup dengan ekosistem begitu pula tanaman kita juga punya namanya rantai makanan ".ucap tristan
anak anak tepuk tangan
haya melongo
"rupanya pendidikan mata empat sangatlah pendek ".ucap batin tristan
morgan melihat miranda yang sangat ramah pada anak anak dirinya tersenyum padanya
esme menghampiri miranda
"tante boleh minta tolong enggak ?".bisik esme
"apa sayang ".ucap miranda
esme menceritakan bahwa anak anak disini yaitu teman teman esme ingin mengajaknya ke karnaval dan esme ingin ikut namun ia takut meminta izin pada morgan dia akan pergi bersama anak anak kebanyakan sih anak anak cowok teman esme
miranda melihat morgan
"kau tunggu sini aku tahu apa yang harus aku perbuat".ucapnya
esme tersenyum
miranda menghampiri morgan yang tengah bercocok tanam bersama anak anak
"pak ".tegur miranda
morgan melihatnya
"saya ingin bicara ".ucapnya
"katakan !".ucap morgan
__ADS_1
"aku akan mengajak anak anak ke karnaval malam ini mereka ingin ke karnaval aku juga akan mengajak esme kalau kau mau ikut ikutlah ".ucap miranda
morgan terkekeh
"baiklah aku ikut ".ucap morgan
miranda menghembuskan nafasnya dalam rasanya lega berbicara dengan morgan
dia ke arah esme
"ayahmu akan ikut itu satu satunya cara dia mengizinkan kita untuk keluar ".ucap miranda
esme kegirangan
rita dan atmajaya mengedipkan mata
"itu ibu saling goda apa gimana ?".batin morgan
ia melihat atmajaya dan rita sama sama mengedipkan sebelah mata
selesai melakukan aktivitas berkebun
morgan ke kamarnya dia melihat ponselnya ada panggilan dari hector yang tak terjawab
morgan menelpon kembali hector
...📞 : halo.morgan...
...📞 : kakak situasi sedang mencurigakan sekarang .hector...
...📞 : apa yang terjadi !.morgan...
...📞 : tuan handoko ayah diki teman anak anak kita ia tewas di bunuh dengan istrinya oleh seseorang .hector...
...📞 : lalu .morgan...
...📞 : polisi sedang mencurigai seseorang yang berhubungan dengan tuan handoko aku sudah rapat sebelumnya dengan yang lain.hector...
morgan memijat pangkal hidungnya
...📞 : tapi kau tenang saja kelompok kita aman karena perjanjian kita hari itu .hector...
...📞 : berhati hatilah selama aku tidak ada .dimana ed ?.morgan...
...📞 : dia sedang bertugas saat ini .hector...
mereka saling menutup telepon
haya bersama anak anak
"tante mama dan papa aku cantik dan ganteng kan ?".ucap anak perempuan di sampingnya memberikan foto orang tuanya
haya melihat foto itu
"ibumu cantik dan ayahmu tampan ".ucap sendu haya
"kalau ibuku meninggal karena sakit sementara ayahku entahlah ".ucap salah satu anak laki laki disana
haya menyemangati anak anak itu dan memeluknya
"kalau orang tua tante gimana ?".tanya anak perempuan
haya bingung ia harus jawab apa
"euhmm anak anak saatnya kita ke meja makan sudah saatnya kita akan makan ".
dari jauh rupanya tristan mendengarkan
"apa yang gadis mata empat itu sembunyikan sebenarnya ? ".batinnya
••••
malam harinya
miranda dan morgan berserta anak anak ke karnaval mereka makan es krim dan gulali
"jangan makan terlalu banyak gulali ya nanti batuk ".ucap miranda pada anak anak
anak anak mengiyakan
mereka bermain lempar kaleng susun
"tante dokter menangkan itu untuk kami ".pinta esme
miranda bermain lempar kaleng susun
namun gagal
morgan mencobanya
"biar aku saja kau tidak bisa !".sindir morgan
"siapa bilang aku tidak bisa ayo tanding !".pinta miranda
morgan tersenyum padanya
"siapa takut !".ucapnya
morgan dan miranda saling melirik tajam
mereka melempar bola itu ke dalam kaleng susu bersamaan
Tarrrrrrrr
mereka berdua menang
"aku bisa bukan jangan sindir aku !".sewot miranda
"oh yeah mari kita coba yang lain !".tantang morgan
"ayo siapa takut !".ucap miranda
anak anak membawa hadiah
mereka main tembak tembakkan
morgan yang terlatih tentu menang
"see im amazing right ?".ucap morgan
miranda menatapnya sewot
mereka bersama anak anak bermain komedi putar kuda
"papa kita mau naik itu ".pinta esme menunjuk komedi putar yang tinggi
__ADS_1
"ayo ".ucap morgan
miranda sebenarnya ketakutan .
"tante ayokk ".ucap esme dan anak anak
tangan miranda gemetaran
mereka sampai dan naik komedi putar
miranda bersama morgan
esme bersama anak anak
miranda sebenarnya ketakutan
dia memegang tiang
"kau kenapa ?".tanya morgan di depannya
"tidak aku tidak apa ".ucapnya
morgan di sampingnya
dia tahu miranda ketakutan
ketika komedi putar berputar miranda berusaha tenang komedinya terus berputar hingga berhenti tiba tiba di ketinggian
miranda teriak ketakutan
morgan membungkam mulutnya dia dan miranda menatap
"stay cool it's gonna be okay ".ucapnya
miranda mengganguk
komedi putar berjalan
cepat tiba tiba
morgan tersungkur ke badan miranda
wajahnya sangat dekat dengan miranda tinggal 1 cm lagi hidung mereka saling bertemu jantung mereka saling berdegup kencang
miranda mendorong tubuh morgan
"astaga berat ".ucapnya
morgan terkekeh
di panti
haya mendongeng untuk anak anak dia mendongeng tentang cinderella dan beauty and the beast
"tante apa ada happy ending di dunia nyata ?".tanya anak kecil di sana
haya tersenyum
"di dunia ini pasti ada keajaiban sayang kalian hanya harus percaya saja jika itu nyata ".ucap haya
"ceritakan kami soal ayah dan ibumu tante pasti mereka cantik dan tampan bukan ?".ucap anak lain disana
haya tersenyum dan menunduk
"ok sudah waktunya tidur saatnya untuk tidur ".ucap haya
ia mengecup kening anak anak itu dan meninggalkan mereka
ia ke taman malam itu dia keluar dan ke danau dekat panti
dia merokok dan menyalakan rokoknya
dia melihat bulan di tengah tengah danau tristan di sampingnya membawa minuman yang memiliki standar alkohol kecil kaleng
dia menawari haya haya menerimanya
"sudah kuduga ".ucap haya
tristan terkekeh
"di mana luci dan ferhat ?".tanya haya
"dia sedang aku suruh bersama ferhat mereka di tugaskan mematai jay dan nyonya andrea ".ucap tristan
dia dan haya cherrs
mereka meminumnya
"boleh aku minta rokokmu ?".ucap tristan
haya memberikanya
tristan merokok
"aku tidak sangka kau juga bisa merokok ".ucapnya
"sudah lama aku tidak merokok ".ucapnya
"kenapa kau melihat bulan ?".tanya tristan
"sebab aku merindukan seseorang .aku rindu orang itu jadi aku melihat bulan ".ucap haya sambil merokok
"oh ya siapa ?".tanya tristan
haya tersenyum
"ibuku ".ucap haya
tristan terdiam
"apa kau tidak rindu ibumu ?".tanya haya
"aku tidak merindukanya , dia sudah membuat kesalahan yang besar dia harus menanggung konsekuensi dari perbuatannya itu dia tak pernah ada untukku sejak kecil ".ucap sendu tristan
haya mengelus punggung tristan
jujur tristan sebenarnya merindukan amora tapi mengingat soal sikap dan perbuatan amora dia menjadi benci padanya
"dan kau ?".tanyanya
"aku.aku tidak punya siapapun sejak kecil aku hanya punya ibuku entahlah dimana ayahku setiap kali aku bertanya soal ayahku ibuku menangis tak bisa menceritakanya aku mengira ayahku pasti orang jahat aku bahkan belum bertemu dengannya hingga kini lalu ibuku meninggal karena sakit TBC aku tidak punya uang saat itu aku kekurangan uang dokter tidak bisa menangani kalau belum di bayar tagihannya karena aku terlambat bayar ibuku terlambat di tangani dan meninggal ".ucap sendu haya sambil merokok
tristan yang mendengar itu sedih hatinya
dia baru pertama kali merasa sedih dan kasihan seperti ini dengan cerita haya dia tiba tiba menangis
__ADS_1
"sialan kenapa aku menangis .kau ini ketua mafia wolfgang tristan !".umpatnya dalam hati