Mafia Tampan Itu Suamiku

Mafia Tampan Itu Suamiku
Kesedihan Murat


__ADS_3

disisi lain murat sedang berada di kantornya yang bernama MH Corp di indonesia dia berada di ruanganya yang besar dan duduk di kursi boss nya dia terus memikirkan kondisi adiknya itu ia ingin melawan dominico tapi dominico selalu satu langkah darinya terlebih lagi dia bisa jadikan isabella ancaman kalau murat gegabah murat sangat pusing dan sedih memikirkan isabella dia ingin agar adiknya aman dan kembali padanya dia tidak mau adiknya hidup dengan kepala mafia kejam dan terus di siksa seperti perempuan yang ia cintai dulu yaitu layla dia mengambil sesuatu yang dilipat di sakunya yaitu foto dia dan layla


" layla andai kamu masih ada


semua tidak akan sangat kacau seperti ini


kau dapat bahagia bersamaku


kau bisa menjelaskan kebenaran pada adik adikmu


betapa besar aku mencintai kamu


aku tidak pernah meninggalkanmu


aku selalu menjaga kesetiaanku selama ini hanya untuk kamu


aku tak pernah bermain dengan wanita manapun


meskipun aku ini seorang kepala mafia


walau kamu diberitakan sudah tiada


aku yakin kau masih hidup karena kita sudah berjanji


untuk selalu bersama apapun keadaanya selalu dan selamanya ". ucap batin murat sambil memeluk foto itu dan kembali memasukkan dalam sakunya


isabella terbangun dari tidurnya karena sinar mentari dari jendela dia segera keluar kasur dan menuju ke lemarinya membuka pakaian dan mengambil baju atasan hijau dan celana jeans dia kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap siap dua mandi memakai bajunya menggerai rambutnya dan memberi polesan pada tubuhnya dia memesan makanan dari juru masak untuk di bawa ke kamarnya dia meminta spagetti dengan telur dan kentang goreng di pagi hari dan susu coklat pesanan pun diantar anak buah dominico masuk dan memberikanya pada isabella yang berada di atas kasur untuk sejenak anak buah dominico menatap isabella dengan kagum tapi segera mengalihkan pandanganya


"ini pesanan anda nyonya".ucap anak buah dominico


"terima kasih ".ucap isabella

__ADS_1


anak buah dominico pun lansung pergi dari ruangan isabella


"aku heran gadis secantik itu dominic sakiti ".ucap salah satu anak buah dominico yang bernama edward yang ternyata seorang anak mafia saingan bisnis dominico di luar negeri dan rekan kerja murat dan teman hassan yang sedang menyamar membantu murat diam diam melihat isabella


isabella melahap habis spagetti dan kentang goreng itu dan bersendawa


AGHHHH. suara sendawa isabella


dominico rupanya sudah memperhatikan itu diam diam dia berniat tertawa tapi hanya tersenyum ke arah isabella


isabella segera bangkit dari tempat tidurnya dan melihat dominic tapi tak memberikan eksperesi apa apa dan hanya melirik saja


dominic pun segera menghampiri isabella dan menarik tanganya namun isabella melepaskan cengkraman dominico dominico pun terkejut


"kau ?".ucap dominco


"apa ?".ucap isabella


dominico terkejut dengan ucapan isabella yang biasanya menghormati nya dengan ucapan mas


"baiklah kalau begitu aku akan mempertemukanmu pada seseorang ?".ucap dominico


( tanpa kau tahu aku tahu siapa dia dominico.ucap batin isabella)


benar saja mereka segera menuju ke salah satu ruanganya itu ruangan yang mempertemukan mereka dengan mathilda dominico meninggalkan mereka dari jauh dan menatap dari cctv


"kau berani sekali kau menunjukkan batang hidungmu di hadapanku hah!".ucap tegas isabella pada matilda


mathilda segera melipat tangan dan tersenyum


"isabella sayang sekali ya hidupmu hancur padahal nilai nilai mu di hukum bagus dulu semua orang memujimu dan kau pintar tapi kotor bagai lumpur babi ".ucap mathilda

__ADS_1


tanpa mathilda sadari itu memancing sifat emosi isabella yang belum terkeluarkan dan disaksikan dominico lewat cctv


isabella segera mengepalkan tangan dan mencekram tangan lalu membalik tubuh matilda hingga tanganya terpelintir


"kau tahu mathilda aku malas yang berurusan dengan orang seperti dirimu".ucap isabella


"buat apa aku mengurus orang yang harga dirinya itu di jual itu harga diri atau harga ember ".teriak isabella di gendang telinga mathilda


ucapan dari isabella membuat dominico yang menyaksikan diam dan segera ke ruangan tersebut dan mereka yang menyadari dominico masuk ke ruangan itu segera menarik mathilda dari tangan milik isabella dan menggampar isabella


"tega kamu mas".ucap isabella


"kamu lebih memilih perempuan yang menjual harga dirinya itu mas itu kan pilihan kamu".ucap isabella sambil terus memegangi pipinya


"kalau gitu kenapa gak bunuh aku mas kalau kamu dendam atas kematian ayah kamu ".ucap isabella


"kamu berani ya !".ucap dominico


"ayook ikut aku ke kamar ".ucap dominico yang menyeret lengan isabella dan melemparnya ke ranjang kasur dan menjambak rambut isabella


"kau ternyata berani juga ya ."


"aku ingatkan baik baik aku tidak pernah mencintaimu !"


"aku hanya mencintai mathilda yang bisa memuaskan aku lebih dan dia itu kekasihku sekarang kalau kau berani menyakitinya maka tamat riwayatmu !".ucap dominico yang terus menjambak rambut panjang keriting milik isabella dan mendorongnya


"lantas kamu mau pukul aku lagi mas mau tampar aku lagi silakan aku sudah terbiasa !".teriak isabella


"asal kamu tahu mas kalau kamu membiarkan istri kamu menangis terus menerus kau akan melarat !".dominico pun yang mendengar itu pergi meninggalkanya bersama mathilda bersenang senang


hingga malam hari ke bar dan mabuk bersama mereka kemudian kembali ke mansionya dan ke ruanganya untuk bermesraan tanpa memikirkan perasaan isabella yang melihat itu di lubang pintu

__ADS_1


__ADS_2