
Keesokan Harinya
di mansion keluarga Andrea
Deborah mengelus perutnya yang besar
dan duduk di kursi dia menulis sesuatu di kertas
"apa yang kau tulis ?".tanya Hector
dia menyilangkan tangan menyampingkan tubuhnya dan bersandar di dinding
Deborah melihat ke arahnya
"well aku menulis sesuatu ".ucap Deborah
bayi Deborah menendang keras
Deborah merigis
Hector mendekatinya
"kau kenapa ?".panik Hector
Deborah tersenyum
"tidak anak kita hanya menendang saja ".ucap Deborah
"kau mau coba ?".tanya Deborah
Hector memegang perut Deborah
Dug
Dug
Dug
Hector terkejut anaknya menendang keras
"berapa lama lagi ia akan lahir ?".ucap Hector
"2 Minggu lagi ".ucap Deborah tersenyum
sementara itu di tempat Alyssa dan Edward
Alyssa membereskan perlengkapan untuk anaknya
Edward datang
"heh kamu ?".ucap Alyssa
Edward tersenyum dan kearahnya
"bagus enggak aku udh siapin pakaian pakaian ini buat anak kita ".ucap Alyssa
Edward melihat pakaian pakaian itu
"ini bagus kapan sih ia lahir ?".tanya edward
"aku yakin bulan depan ia pasti lahir ".ucap alyssa
di mansion Alessio
Isabella bermain dengan putri kecilnya dellalita yang kian hari makin lucu dan manja bersama mawar dan melati berserta anak anak mereka ikut photoshoot bayi yang begitu menggemaskan
dominico Adam dan Gabriel menemani istri istri mereka merayu bayi bayi mereka
"lucu kan ?".bisik Isabella pada dominico
"lucu donk anak aku gitu loh ".ucap dominico
bayi bayi itu terlihat menggemaskan di foto maklum waktu itu pas baru lahir belum bisa di foto sekarang mereka memotretnya
...Ammar Adam Alessio...
...Aaron Adam Alessio...
...Lilira Dammar Alessio...
...Gala Gabriel Alessio...
...Licira Gabriela Alessio...
...Dellalita Abdullah Alessio...
Adam menghibur anak anaknya bersama mawar
dan anak anak tersenyum kepada mereka para photografer memotretnya
Adam memeluk mawar dari samping dan saling tersenyum bersamaan
"nambah anak yuk ".bisik Adam
"enggak akhhhh ".ketus mawar
Adam tersenyum smirk
anak anak Gabriel dan melati anteng dan cekikikan
"anak anak mama sayang ".ucap melati
"anak anak papa sayang juga donk ".ucap Gabriel
__ADS_1
mereka membuat anak anak mereka saling tercekikikan
Daniel dan Nicolas bermain bersama dellalita membuat wajah menggemaskan
"dedek lihat sini deh kak Nico jadi badut ".ucap Nicolas
membuat wajah badut
dellalita cekikikan
"dedek lihat deh kakak bikin senyum sikopat ".ucap Daniel
tersenyum sikopat
dellalita tiba tiba menangis
Isabella datang dan menenangkanya
sekarang waktunya foto keluarga
"minus 1 orang ".ucap dominico
Murat datang bersama Layla dan anak anak mereka serta Hassan dan Ayla dan Hussein
si kembar Hakan dan Minda memakai pakaian casual hitam
"hei hei keponakkanku ".ucap Isabella membawa dellalita
menuju Layla yang membawa Minda
"did we mis something ?".tanya Murat membawa Hakan
"of course not ".ucap dominico
"saatnya kita foto keluarga aku harap keluarga ini akan selalu ramai ".ucap Layla
Hassan dan Ayla saling melirik
"tentu akan ramai iya kan Ayla ?".tanya Isabella
Ayla tersenyum
"iya Tante ".ucap Ayla
mereka semua belum tahu tentang penyakit miom Ayla baik Hassan maupun Ayla belum cerita pada keluarga mereka
"aku tidak sabar menunggu kau kerepotan menjadi ayah Hassan ".ucap Adam
"tentu aku tidak akan kerepotan mengurus anak anak ".ucap Hassan
"kami akan tunggu kabar dari kalian ".ucap Gabriel
Ayla bersedih dalam hatinya
"Hussein kau disini ?".tanya Daniel
"iya aku ikut kak Hassan katanya papip sibuk ".ucap Hussein
Daniel menyumpal mulut Nicolas
dominico bicara pada anak anak
"sayang kamu gak boleh ngomong gitu dia juga saudara kamu ".ucap dominico
Nicolas sadar ia salah bicara
"maaf Hussein ".ucap Nicolas
dia dan Daniel memeluk Hussein erat
saatnya foto keluarga semua berkumpul dan foto bersama
Cekrek
Cekrek
Cekrek
Hassan bermain bersama anak anak dan si kembar Daniel dan Nicolas
Ayla melihatnya merasa bersalah tidak bisa memberikan keturunan pada Hassan justru jika ia hamil yang ada ia bisa keguguran
"aku ingin seorang anak berikanlah aku kesabaran ya Allah supaya aku bisa membahagiakan suamiku ".gumam Ayla
•••
di mansion Andrea
dokter Miranda sedang menjenguk mario dan tiba tiba esmeralda masuk angin
"setelah suntik usahakan bayi harus nyaman terus tertidur pulas ".ucap dokter Miranda pada Morgan
"terima kasih dok ".ucap Morgan
Mario tersenyum pada Miranda dan habis di mandikan suster
Miranda juga tersenyum padanya
"baiklah saya akan periksa esme ".ucap dokter Miranda
esme di kamarnya
menggigil
dia tidur dan bermimpi berada di ruangan serba putih
terlihat Miranda ibu kandung esme di sebuah kursi esme menghampirinya dan di pangku olehnya
"mama aku sakit " adu esme
Miranda mengelus rambut esme
__ADS_1
"sayang kamu kalau sakit harus kuat makan yang banyak ya jangan jajan Mulu makan sayur dan minum obat oh ya ada dokter loh yang obatin kamu ".ucap Miranda mama kandung esme
cahaya terpantul datang
dokter Miranda datang dengan senyum
"sayang cantik ayo diobati dulu ".ucap dokter Miranda
"Tante dokter ".lirih Esmeralda
dia melihat ibunya
"go head nak dia baik dia sayang sama anak anak kamu jangan nakal ya sama dia ".ucap Miranda mama kandung esme
Esmeralda menurut dan ikut dokter masuk cahaya meninggalkan Miranda mamanya dengan senyuman yang bersamaan
Esmeralda terbangun dari mimpinya melihat dokter Miranda yang memeriksanya
"Tante dokter ".lirih esme
"ya sayang , ada apa ?".tanya Miranda
esme tersenyum
"enggak apa apa apa aku perlu di suntik ?".tanya esme
Miranda tersenyum
"enggak sayang kamu kamu enggak perlu disuntik cukup makan yang banyak aja dan istirahat ya ".ucap dokter Miranda
Rita datang mengambil mario dari Morgan
"kau antar dia ".ucap Rita
Morgan mengganguk dan mengantarkan Miranda ke bawah
"jadi tidak ada yang serius dengan esme dok ?".tanya Morgan sambil berjalan
"tidak ada pak apa esme punya alergi sesuatu ?".ucap miranda
"tidak tidak ada ".ucap Morgan dengan senyum
Miranda tergelincir di tangga dan hampir terjatuh dengan sigap Morgan menangkap tubuhnya dari belakang Miranda selamat
netra mereka saling menatap dalam
mata Morgan begitu pekat dan indah sementara mata Miranda begitu lentik dan bewarna kecoklatan
mereka sadar dan bersikap biasa saja
di kamar esme
"Oma aku mau dokter Miranda jadi mama aku ".lirih esme
Rita tersenyum smirk
di butik Monica
Monica sudah hampir selesai membuat baju untuk Alina anak archielleo dengan sangat cantik
disitu ada archielleo dan anak anaknya serta Stefan dan Sofia di butik mall milik Monica
mencoba baju mereka buatan Monica
Alina memakai dress ulang tahunnya yang sangat cantik dan tersenyum
...Alina Kathy Salvatore...
"untuk dasinya sepertinya hitam akan bagus karena baju kalian serba putih ".ucap Monica
"kecuali untuk Alina ".ucapnya kembali
"terima kasih ya Monica ".ucap Archie
Imran sedang di mall bertemu dengan kliennya
"baik saya suka itu saya akan menjalin kerja sama dengan kalian ".ucap Imran penuh penekanan
Imran berjalan mengelilingi mall ia ingin ke butik Monica dia melihat Monica membantu Archie memakai kan dasi
rasanya seperti tidak enak dan tak mau melihatnya dirinya belum sadar ia jatuh cinta dengan Monica
"kenapa rasanya sakit ".gumam Imran
ia teringat gelang Monica yang jatuh ia selalu bawa tapi selalu lupa memberikanya dia memasukkan ya kedalam kantong dia sudah memperbaiki gelang itu dan menambah manik maniknya berupa rumah kecil dan dan nada
dia pergi
Stefan tahu ada Imran dia mengerti
"hmm rupanya permasalahan cintanya sangatlah buruk ".gumam Stefan
"sayang aku ingin makan nasi goreng kambing kita ke restoran yuk ".ucap Sofia
"ayook aku juga laper and anything for my child ".ucap Steve
Sofia dan Stefan pamit sebentar dengan Archie
"kakak aku dan Steve pergi sebentar ya ".ucap Sofia
"hati hati nanti aku menyusul ".ucap Archie
Sofia pergi bersama Stefan
mereka membeli Boba sebentar dan berjalan bersama Stefan lagi lagi tak sengaja ia menabrak seseorang yang sedang bicara dengan seorang wanita
"oh maaf ".ucap keduanya
yang ternyata ia tabrak adalah Tristan
Sofia menatap keduanya
"kalian sangat mirip ".ucap Sofia
__ADS_1
mereka saling melirik