
mereka sadar dari lamunan mereka
"euhmm maaf ".ucap Stefan
"tidak apa apa ".ucap Tristan tersenyum
"tuan anda tidak apa apa ? ".tanya Luci di sampingnya
"oh tidak apa apa ".ucap Tristan
"kau pria yang hari itu aku tabrakkan di klub ".ucap Stefan
"oh kau pria yang hari itu di ...
ucapan Tristan terpotong melihat Sofia
Stefan tersenyum dan tertawa
"iya iya itu aku ".ucap Stefan
"wah wah kalian saling kenal ".ucap Sofia
"ini istriku Sofia ".ucap Stefan
"oh perkenalkan namaku Tristan ".ucap Tristan menjabat tangan pada Stefan
"Stefan ".ucap steve
"seperti aku tidak asing dengan nama itu ".gumam Tristan
"so should i call u Steve ".ucap Tristan
"yeah that's my Nickname ".ucap Stefan
"kalian berdua sangat mirip ".ucap Sofia
Stefan mencubit lengan Sofia
Sofia meringis
Stefan dan Sofia pergi
Tristan berbisik pada Luci disampingnya
"cari tahu soal dia apapun itu ".ucap Tristan
"baik tuan ".ucap Luci
Tristan pernasaran kenapa pria itu mirip dengan dia
•••
seorang wanita mengelus foto seorang pria di sebuah mansion sambil duduk di sofa dia adalah Amora
"kenapa kau mengkhianati aku ".
dia mencengkram foto itu dan meneteskan air mata
dia menutup matanya mengingat masa lalu
plakkkk
seorang wanita muda menampar seorang pria
wanita itu marah karena pembantunya menjadi pelakor dalam rumah tangganya
"tega kamu ! ".bentak seorang wanita pada seorang pria
"aku yang tega kamu yang tega kamu enggak urus Tristan dengan benar kamu lebih mementingkan sosialita kamu dan belanja shopping dan karier kamu , kamu enggak urus Tristan tapi apa dia yang urus Tristan dan aku sadar kamu bukan ibu yang baik dia jauh lebih baik dari kamu ".bentak pria itu yang tak lain suami wanita itu menunjuk wanita di sampingnya
ya wanita itu adalah Amora dan pria itu suaminya Leon Al Rashid
Amora dulu tak pernah mengurus Tristan dia lebih asik dengan dunianya yang bersosialita
"apa salahnya sih aku shopping , sosialita dan berkarier perempuan seperti itu ".ucap Amora
Leon mengusap kepalanya dengan kedua tanganya
"kamu salah perempuan gak boleh seperti itu dia boleh berkarier tapi dia juga harus urus anak dan suaminya itu kewajiban dan gak bisa kasih perhatian ke Tristan waktu dia sakit kamu gak ada tapi Soraya selalu kasih perhatian sama dia dan kamu tuh gak pikirin perasaan aku kamu itu lebih fokus sama dunia kamu sendiri setiap hari aku lihat Soraya yang selalu bersikap keibuan untuk Tristan dan aku mulai merasa dia yang lebih pantas untuk menjadi ibu dan aku jatuh cinta karena sifatnya itu ".ucap Leon tegas
Amora tidak terima dan menampar Soraya dan menjambaknya
"kurang ajar kamu licik kamu ".bentak Amora
"ampun Bu ampun ".ucap Soraya
Leon menampar Soraya keras
__ADS_1
"awas kamu ".bentak Soraya
"aku jatuh cinta sama Soraya aku akan bawa Tristan dan membawanya ke kehidupan yang baru ".ucap Leon
"enggak bisa kamu enggak bisa bawa dia dari aku ".bentak Amora
Amora ke kamar membawa Tristan kecil dan meracuni pikiranya saat itu usia Tristan 6 tahun
"ayah kamu itu sudah tega mengkhianati kita dia enggak sayang lagi sama kamu ".ucap amora
percaya dengan ucapan Amora Tristan kecil benci pada ayahnya dan percaya pada Amora
Amora membawa pergi Tristan kecil
Amora juga anak seorang mafia mereka menikah berdasarkan kerja sama
Leon terpaksa merubah identitasnya agar tak di kejar oleh anak anak buah ayah Amora yang mengejarnya dia kabur bersama Soraya ke Rusia tapi masih bekerja sebagai mafia dan menyuruh anak buahnya mengawasi Tristan
namun ibarat bangkai mau di buang sejauh apapun pasti tercium juga ayah Amora menyuruh pembunuh bayaran membunuh Tristan dan Soraya dan menyuruh membuang bayi Stefan ke panti asuhan yang jauh
hak kepemilikan Leon jatuh ke tangan Tristan dan Stefan Tristan tahu ia punya adik dia menerimanya karena mau bagaimanapun dia sodaranya dia berusaha mencari Stefan tapi selalu di gagalkan oleh amora
Flashback off
"aku takkan biarkan ia bertemu dengan anak harammu itu ".
"kalau perlu kubunuh anak harammu itu Leon ".
Amora telah tahu keberadaan Stefan disini
dia membanting foto itu hingga pecah
•••
haya Lee dan Ferhat sedang pergi ke mall mereka sudah mengakhiri kontrak pekerjaan mereka dengan the black blood fathers
"jadi apa rencanamu ?".tanya Ferhat
"kenapa kau kepo ?".tanya haya
"aku tanya betul !".ucap Ferhat
"ok ok rencanaku aku akan bekerja biasa di kantor ".ucap haya
"kau perlu ubah gayamu jangan gunakkan kacamata pink itu kau dikira kekanak Kanakan nanti ".ucap Ferhat
"malang sekali nasibmu ".ucap Ferhat
Ferhat melihat Luci yang sedang memesan makanan
dia tersenyum
"astaga itu jodohku di bar ".ucap Ferhat
haya yang sedang minum
"siapa ?".tanya haya
dia menoleh kebelakang celikukkan
dia melihat Luci
"Luci ".lirih haya
Luci mirik haya dia tersenyum dan kearah mereka
Ferhat berdegup kencang dia yakin Luci kearahnya karena ingin menyapanya
dugaanya salah
"hei haya ".ucap Luci
dia pelukkan dengan haya
"waw kacamatamu bagus ".ucap Luci
"kacamataku rusak karena lelaki sombong dan genit hari itu di klub ".ucap haya
Luci melihat Ferhat
"Ferhat kan ?".tanya Luci
Ferhat bingung jawab apa
haya mengerti
"dia tidak apa dia hanya sedang sakit gondokkan ".ucap haya
__ADS_1
"kalian saling kenal ?".ucap Luci
"ya iya kita kenal kita teman satu kerja dulu dan masih teman sampai sekarang ".ucap Ferhat tiba tiba berdiri dari kursinya mendekati Luci
"oh ".ucap Luci
"bolekah aku meminta nomormu ?".ucap Ferhat tanpa basa basi
haya tertawa dalam hatinya
Luci memberikan nomornya
"kau kesini sendiri ?".tanya Ferhat
"tidak aku bersama bossku ".ucap Luci
Tristan sedang bertemu dengan seseorang di sebuah toko dan meminta Luci untuk ditinggalkan ke bawah
•••
part Tristan
"kau sudah membuat apa yang aku mau ".ucap Tristan
penjaga toko itu menarik buku di belakangnya ruangan itu terbuka ternyata ruangan rahasia tristan masuk kedalamnya
bersama penjaga toko itu
"dimana barang itu ?".tanya Tristan
penjaga toko itu memberi berlian paling langka pada Stefan
"semuanya aman ini juga Aman ".ucap penjaga toko itu
"bagus.aku suka kinerjamu ".ucap Tristan
satu tangan disembunyikan penjaga toko itu dia menyembunyikan palu untuk memukul kepala Tristan
ketika ia akan memukul kepala Tristan
DUARRRR
anak buah Tristan dari samping menembak kepala pria itu
Tristan tersenyum smirk dia tahu akan di jebak dia sudah memikirkan sebelumnya dan instingnya tak pernah salah
"urus dia ".ucap Tristan pada anak buahnya
Tristan pergi dari tempat itu
dia ke bawah melihat Luci dan Haya serta Ferhat
"itukan wanita Rabun itu ".gumam Tristan
haya melihat Tristan
"itukan pak sombong itu mau buat apa dia disini ".gumam haya
Tristan ke arahnya
"mati aku mau diapain ".gumam haya
luci menunduk melihat bossnya
"aku permisi dulu ya ".ucap Luci
"ini bossmu ?".tanya haya
Luci berkedip
Tristan tersenyum padanya seakan tidak mengenalnya
"hmm menyebalkan bagaimana bisa Luci betah dengan boss seperti dia ".gumam haya
"ayo kita pergi Luci ".ucap Tristan
dia pergi dengan Luci
Tristan menginjak kaki haya dengan sengaja
haya tak pernah bisa pakai heels jadi dia pakai sepatu triplek
"awww sikilku kepedek ".ringis haya
Ferhat panik dan membantunya
"wis tua somplak "umpat haya tak sengaja
__ADS_1
untungnya Tristan tak kembali