Mafia Tampan Itu Suamiku

Mafia Tampan Itu Suamiku
Hanya Berakting Saja !


__ADS_3

teriakan itu membangunkan dominic yang serasa ingin pecah telinganya akibat teriakan isabella


"astaga bisakah kau diam ".ucap dominic sambil menutup telinganya


"kau kenapa kau kemari hah !"


"bukankah sudah aku kunci pintunya".ucap isabella dengan ketus


mendengar itu dominic tersenyum bukan main inilah pertama kalinya dominic bisa tersenyum


"kau lupa kalau akulah pemilik mansion ini jadi aku bisa membobol pintu mana saja isabella".ucap dominic yang berbalik dan segera bersandar di sandaran kasur ukuran kingsize itu


mendengar hal itu isabella sadar siapa dom sebenarnya di rumah itu Dominic dan Adik adiknya adalah tuan sementara dia hanyalah budak di mansion mewah tersebut


merasa jijik dengan perilaku dominic padanya dan mengira dominic memiliki kepribadian ganda ia lansung menepis tangan dominic yang ingin meremas pinggangnya itu


"jangan sentuh aku! ".


"aku jijik padamu !".ucap isabella dengan ketus


dominic pun tak merespon dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri ke shower sambil membilas tubuhnya itu ia berkata dalam hatinya


"sialan rupanya dia empuk juga saat aku peluk ketimbang perempuan lain yang biasa ku bayar ".batin dominico


dominico pun segera keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk di pinggangnya


memperlihatkan dadanya yang kekar tubuhnya yang terlihat berotot dan perutnya yang bagaikan roti sobek melihat hal itu isabella hanya diam tak memperdulikan dominic dan kesal walaupun sebenarnya dalam hatinya ia terkesima melihat betapa indahnya tubuh sempurna itu ia segera pergi ke kamar mandi mengambil bajunya dan akan menggantinya di kamar mandi ia pun menutup pintu dengan rapat dan terkunci


ia melihat pantulan dirinya di cermin dan berkata dalam hatinya

__ADS_1


"ya tuhan apa sih salah aku sehingga aku hidup sama orang yang terkenal kejam dan tak beperasaan seperti dirinya.batin isabella


ia sekali lagi melihat pantulan dirinya di cermin dan melihat luka yang di pelipisnya itu memudar seperti telah dikasih obat dia beranggapan mungkin lukanya hilang sendiri karena ia merasa tidak terlalu sakit dia pun segera membersihkan dirinya dan memakai pakaianya dan keluar dari kamar mandi dia pikir dominic telah pergi dan ini saatnya untuk mencoba lari namun ternyata pada saat ingin membuka pintu tangan seseorang menahan pintu tersebut isabella pun ditarik tanganya oleh dominic untuk berbalik menatapnya


"mas kamu mau ngapain kamu !".ucap isabella


dia pun mencekram tangan isabella


"justru aku tanya mau kemana kamu hah!".teriak dominic


"aaku mau makan mas aku lapar".ucap isabella dengan gugup


mendengar hal itu dominic menarik paksa isabella ke ranjang untuk duduk dan memberikan kartu nomor dan buku masakan juru masaknya


"ini ambilah!".ucap dominic dengan ketus dan melempar kartu dan buku masakan juru masak di mansionya itu


"sudah turuti saja kemauanku ikuti saja apa yang aku perintahkan!".ucap dominico pada isabella


dominic pun segera menarik kaki isabella dengan tiba tiba dan memasang monitor pergelangan kaki yang disertai pelacak dan sensor jarak


"hey apa yang kau lakukan lepaskan kaki ku!".teriak isabella


"mulai sekarang kau tidak akan bisa kemanapun kalau kau pergi selangkah dari mansion ini maka benda ini akan menusuk kakimu dengan jarum jarum kecil di dalamnya ".ucap dominico


"mas kamu kenapa sih !"


"sifat kamu itu selalu berubah ubah!".


"apa kamu punya kepribadian ganda hah !".ucap isabella

__ADS_1


tak butuh lama dominico yang mendengar hal itu lansung geram dan menjambak keras rambut isabella yang panjang itu


"kamu pikir aku cinta sama kamu hah!".


"enggak aku sama sekali gak pernah cinta sama kamu aku perkosa kamu itu karena aku dendam sama kakakmu itu bukan atas dasar kemauanku sendiri kamu itu bukan selera aku , kemarin aku perlakukan kamu lembut karena menjaga citra aku di depan adam dan gabriel .teriak dominic sambil melepaskan jambakan nya pada isabella dan melemparnya kepalanya ke kasur dan berbalik meninggalkan isabella lalu menguncinya kamarnya dan pergi ke markasnya menyusul adam dan gabriel yang sudah terlebih dahulu ke markas


isabella kini bagaikan burung yang selalu berada di sangkarnya rasanya ia ingin terbang bebas menggapai angkasa melihat matahari terbenam dia terus saja menangis dan menangis


sementara itu murat dan tengah berada di rumah panti yang baru yang telah terlindungi dengan berbagai kamera cctv mereka berdua melatih anak anak disana bagaimana bersembunyi , bagaimana mengirim kode tubuh dan jalan rahasia untuk keluar dari rumah tersebut dan disana murat dan hassan juga melatih mawar dan melati untuk berani dan menggunakan senjata


"bagus rupanya kalian hebat".ucap murat pada mawar dan melati


"terima kasih om ini juga cita cita sejak kecil menjadi anggota khusus militer".ucap mawar


"dan menjadi anggota khusus harus bisa menembak di area paling penting lawan".ucap melati


"benar sekali kalian memang pintar".ucap hassan


tak lama hassan dan murat berbicara empat mata


"bagaimana isabella sudah ada informasinya ?".ucap murat dengan penuh tanya dan memegang gelas


"ayah sejauh ini menurut informasi yang kudapat dominic telah menikahi paksa isabella dan telah berpindah ke mansion yang sulit dilacak".ucap hassan


"APA!".teriak murat gelas yang ia pegang pun pecah dan melukai tanganya hingga berdarah


"ayah tanganmu berdarah".ucap hassan dengan panik


murat yang mendengar pemaksaan pernikahan pada isabella lansung geram akan tingkah laku dominic yang sama seperti ayahnya itu yang menyakiti perempuan seperti ayahnya dulu menyiksa layla

__ADS_1


__ADS_2