
murat yang tengah duduk kini di rumah panti melihat ada begitu banyak anak berlari di depannya ada seorang anak laki laki dan perempuan yang masih bocah bermain kejar kejaran dan sang bocah laki laki kemudian memakaikan mahkota bunga pada kepala bocah perempuan
"kalau aku punya anak anakku pasti sudah besar dia berlari berjalan dan bermain ".batin murat
ini bahkan justru mengingatkan dia dengan kejadian masa lalunya saat muda dulu bersama layla 20 tahun lalu
Flashback On
di sebuah jalan pegunungan di malaisya layla dan murat saling lomba balap mobil sport layla mengendarai mobil dengan kecepatan penuh dan berhasil memenangkan lomba itu sementara murat memang ingin kalah agar layla selalu bisa mengaturnya .
tak lama layla turun dari mobil sportnya dia memakai kaca mata hitam dan segera memeluk murat
"yeayy aku menang berarti sekarang kita lihat matahari terbenam di pantai".ucap layla
"yeh kamu menang karena aku ngalah kok".ucap murat sambil memegang tangan layla
"ahhh".rintih layla
"kenapa sayang".ucap murat
Layla seperti menyembunyikan sesuatu
"ayuk ah aku mau ke pantai" rengek manja layla pada murat
mereka pun mengendarai mobil mereka ke pantai yang tenang damai dan indah mereka berlarian kaki mereka bermain pasir dan murat memberi mahkota bunga pada kepala dan rambut indah layla suasana saat itu benar benar romantis saat matahari akan tenggelam layla bersandar di bahu murat
"kenapa kau tak lepas kacamatamu ?"
"bagaimana kau lihat keindahan sunset !" ucap murat sambil membuka kacamata layla tiba tiba
dia pun terkejut melihat luka lebam di mata wanita yang sangat ia cintai itu
"siapa yang sudah membuat seperti ini padamu katakan!".teriak murat
suasana romantis berubah menjadi tangisan bagi layla
"ayah mas ".ucap layla pada murat
"ayah selalu mengatakan aku anak yang tak berguna aku anak perempuan yang hanya tau dapur dan tidak bisa dibanggakan dia selalu menyiksaku mas dia selalu mengabaikan aku waktu kecil dia tak pernah sayang padaku dia hanya sayang padaku jika di depan saudaraku ".ucap layla dengan tangisan
dan menunjukan bekas puntung rokok yang ada tanganya
"dia juga tahu hubungan kita dia justru mengatakan aku bodoh berpacaran dirimu" .ucap layla dengan menutup matanya
mendengar hal itu murat menjadi kasihan pada kekasihnya itu dan geram dengan ayah layla dia berniat membawa kabur layla ke tempat yang tak pernah marco tahu dan begitu pula ayah ibu murat
Murat menghapus air mata di pipi Layla dan memegang tengkuknya
__ADS_1
"kau tidak akan pernah tersakiti lagi aku akan membawamu ke suatu tempat kau akan jadi istriku kita bisa hidup bersama walaupun orang tua kita tidak setuju sekalipun aku tidak keberatan ketakutanku hanya satu yaitu kehilanganmu aku tidak ingin melihatmu meneteskan air mata setetes pun itu dan aku mencintaimu selamanya ".ucap Murat
Murat mencium kening Layla
mereka pun segera memutuskan untuk menikah secara diam diam di dekat pantai tersebut dengan bantuan beberapa teman mereka tanpa diketahui orang tua mereka
pada saat malam pertama mereka sangat canggung
Murat mencium tangan Layla dan mengusapnya
"mas terima kasih sudah menjadi cinta terbaik dalam hidup aku ".ucap Layla dengan senyum
Murat tersenyum
"kamu adalah cinta terindah di dalam hidup aku aku mencintai kamu dan akan selamanya seperti itu ".ucap Murat
Layla tersenyum
mereka berciuman lembut Layla mengusap tengkuk Murat Layla berpangkuan pada paha Murat Murat membuka dress putih Layla
mereka melakukan hubungan suami istri
di pagi hari mereka murat yang tengah tertidur di bangunkan istrinya itu dengan membuka jendela yang mengarah ke pantai sehingga cahaya masuk ke ruangan
"good morning ".ucap layla dengan menggunakan bathrobe nya
dan membangunkan Murat dengan rintikkan air di rambutnya
BRUKK
layla pun menindih tubuh murat dan saling berhadapan mata dengan murat
" ya ampun mas aku baru mandi ".ucap layla
" gak apa apa cantik kok buat aku kamu sama aja dalam bentuk apapun ." ucap murat pada layla
dia kemudian mencium kening milik layla wanita yang ia sangat cintai mereka berciuman lembut
"ishh mas mandi dulu aaah ! ".ucap layla dan segera bangkit dari tubuh murat mereka kemudian bersiap untuk ke rumah mereka masing masing berakting tidak ada apa apa namun naasnya saat mereka akan pulang dan lewat di tanah lapang mobil milik mereka berdua di cegat oleh anak buah marco ayah layla
DUAARR..
suara tembakan mengalihkan perhatian murat dan layla yang lansung saja mereka turun dari mobil
"mas apapun yang terjadi kita akan selalu bersama".ucap layla
"aku janji layla selalu dan selamanya".ucap murat
__ADS_1
mereka kemudian segera saling berpengangan tangan dengan cincin di jari manis mereka tak lama datanglah marco yang membawa peluru
"waw lihatlah ini anak yang ditakdirkan sial bagiku memang pembawa kesialanku menikah dengan anak musuhku!"
"ikut aku sekarang!".teriak marco yang mencekram lengan layla
" AHHHH SAKIT AYAH TIDAK...".ucap layla dengan nada tinggi pada ayahnya itu
"mau sampai kapan pun aku tidak mau mempunyai ayah yang kasar dan kejam dan dia lebih mengutamakan anak laki laki dari pada perempuan !".ucap layla
mendengar itu marco menjadi geram dan menyeret layla dengan cenkraman paksa dari murat murat pun lansung bertindak merebut layla di tangan marco dan mengeluarkan pistol yang ia sembunyikan di punggungnya
"PAMAN JAUHKAN TANGAN KOTORMU ITU DARI ISTRIKU.teriak murat dengan mengancam
"mulai sekarang layla adalah istri sah saya dan kalau paman menyakiti orang yang saya cintai paman salah bermain dengan orang bahkan saya bersumpah akan membunuh paman suatu saat nanti!".ancam murat
mendengar itu marco justru tertawa dan tiba tiba ...
AHHH.
seseorang membius murat hingga pinsan dari belakang murat pun terjatuh dan hal terakhir yang ia lihat adalah anak buah marco yang membawa layla paksa ke mobil dan layla terus saja meneriaki namanya
tak lama murat sadar dan kini ia berada di brangkar rumah sakit
"sudah sadar kau rupanya"ucap dokter bernama salam yang tak lain adalah teman murat dan juga seorang pembunuh bayaran keluarga abdullah
"salam kenapa aku disini ?".ucap murat
"kau dah dibius dengan banyak obat oleh abah layla kau tak sadarkan diri 3 hari"
"emak abah kau khawatir sangat kau tak balik balik lalu ku lacak lah kau pakai ponsel ."
"murat ,menurut informasi yang aku dapat layla dia...".ucap salam dengan gugup
"ape cakap betul betul !".teriak murat
"dia dah dijual oleh abahnya".ucap salam
"apa!".teriak murat dia segera melepaskan selang infus di tubuhnya hingga berdarah dan bangkit dari brangkarnya
"aku kenak selamatkan istriku ".ucap murat
"kau tak bisa lupakan gadis tuh hah!".ucap hakan yang tiba tiba ada pintu rumah sakit
"lupakan gadis tuh , gadis tuh dah dijual oleh abahnya dan marco alessio kau tahu dia tuh bahaye !"
"sekarang kau pilih aku atau die murat kalau kau pilih die maka kau bukan annaku kau tak bisa dapat bertemu mama kau dan isabella dan kau tak bisa mendirikan perusahaan atau organisasi apapun ! ".ucap hakan
__ADS_1
dengan berat hati murat harus melupakan layla seumur hidupnya karena memang ayah mereka tidak merestui hubungan mereka dan mereka saling bermusuhan bahkan cincin pernikahan mereka terus terpakai selama ini di jari manis murat
kemudian ingatan itu terhenti saat murat dipanggil oleh mawar untuk makan dan murat pun datang ke meja makan