
isabella terbangun dengan badan yang sakit dan menatap dominico dengan sangat jijik dia berlari tertatih tatih dari kasur dengan intinya yang terasa sangat sakit dan terpaksa menyert kakinya ke kamar mandi dia menyiram dirinya di shower dia berusaha melepaskan alat pelacak di kakinya yang mati akibat terkena air isabella mengambil pisau lipat yang ia temukan di laci dia memutuskan alat pelacak dan pengendali di kakinya namun mengenai betisnya sedikit
Ahhh.teriak isabella sambil menutup mulut dengan tanganya
dia benar benar sudah lelah batinya terus disiksa habis habisan oleh dominico
saat itu jam 05 pagi dia keluar dengan perlahan rasa sakit di seluruh tubuhnya sudah mulai menghilang karena ia berendam dan menyiram dirinya dengan air hangat dia keluar dari kamar mandi dia memakai pakaianya yang panjang dengan celana dan mengambil kartu di kantong dominico dia keluar dari ruangan itu dan meninggalkan kartu itu di dalam saat itu anak buah dominico terlelap ia manfaatkan situasi ini dengan baik dia kabur lewat pintu belakang dan memanjat keluar pagar dari mansion dia berlari lari dengan cepat menjauh dari mansion saksi bisunya itu dan ingin memberhentikan taksi tapi tidak dia tidak punya uang
"astaga aku tidak punya uang bagaimana ini".ucap isabella
dia bingung harus kemana satu satunya yang ia tahu adalah rumah panti di dekat situ ada wartel dia ingat betul nomor mawar dan melati
"mawar dan melati pasti akan membantuku aku rasa aku punya receh di kantong ini ."ucap isabella
dia berusaha menelpon mawar dan melati yang sedang bersiap sholat subuh
namun akhirnya terangkat juga karena menggangu mawar dan melati
"mawar melati ini aku tolong aku".ucap isabella
"kakak isabella".ucap mawar
"kau dimana ".ucap melati
"entahlah disini sangat gelap aku takut aku berada di jalan dekat jurang ".ucap isabella sambil menangis
"kau tunggu situ aku akan infokan paman murat ".ucap mawar
mawar segera menelpon murat yang sedang bersiap di mansionnya pagi pagi sekali dengan hassan dan ed sedang mengurusi senjata dia sedang berlatih senjata di halaman mansionya berencana menyerang mansion dominico malam ini dan yang menjawab adalah ed karena murat sedang dalam kemarahan
"ayah mawar telepon ".ucap hassan yang mendengar telepon murat
"ada apa ?".ucap murat
__ADS_1
"isabella kabur dia memberi tahu lokasinya pada mawar dan melati kita harus menolongnya ".ucap hassan
mendengar itu murat syok bukan main mengetahui adiknya kabur
" aku rasa aku tahu dimana wartel itu".ucap ed
"apa cepat !".ucap murat yang segera menaruh senjatanya dan membawa 2 senjata
dia mengendalikan mobil dengan kecepatan penuh menuju jalan yang di ketahui ed
isabella yang melihat mobil lansung berteriak tolong dan ternyata itu murat dan ed dan hassan mereka segera membawa isabella dengan mobil kecepatan tinggi jauh dari tempat itu
("inilah akhirnya dominico alessio aku bebas aku bukan lagi tawanan seperti burung atau istrimu yang tidak dianggap aku adalah perempuan yang tidak bisa sakiti begitu saja aku menyesal karena menggagapmu menjadi suamiku kau benar benar tidak bisa mempermainkan perasaaanku ".ucap batin isabella )
sambil menatap jendela
murat lansung membawa isabella ke mansionya agar aman dia membawanya ke kamar khusus isabella dan membantu menidurinya dia duduk di samping isabella
dia segera memeluk adiknya itu
"sttt kau sekarang aman ok ".ucap murat sambil mengelus pipi isabella
"kakak aku takut dia menyiksaku ".ucap isabella
"kakak ada banyak yang harus aku tanyakan padamu ".ucap isabella
murat mengerti dan segera menyuruh hasaan dan ed untuk pergi
"kakak apa benar kau membunuh ayah dia ?".
murat menunduk
"iya ,iya aku membunuhnya karena ayahnya membunuh ayah dan ibu kita aku marah ".ucap murat sambil menangis
__ADS_1
"kau tahu kakak aku bangga padamu sebab dia memang sepantasnya menjadi yatim dia sudah membunuh bunda ".ucap isabella
"dan berulang kali sudah ia menyiksaku dan memperkosaku ".ucap isabella sambil menangis kencang
"sttt hei isabella kau aman sekarang sayang ".ucap murat memeluk isabella
"kakak apakah kau pernah menyakiti perassan saudara kembar dia layla ?".ucap isabella
mendengar itu murat terkejut karena dom berusaha meracuni pikiran isabella tentang dirinya
"tidak itu tidak benar .kami saling mencintai tapi cinta kami tidak direstui oleh ayah kami karena saling bermusuhan .terakhir kali kudengar dia dijual dan meninggal itu saja ".ucap murat
"bukankah kau meninggalkan dan menyiksanya dia saat hamil ?".ucap isabella
murat terkejut dan hampir pingsan karena selama ini dia tidak pernah mengetahui bahwa layla pernah mengandung
"kau bilang apa dia hamil?".ucap murat
"iya setahuku juga koma ".ucap isabella
murat menangis
"aku tidak pernah tahu dia hamil selama ini kemarin aku berhasil menemukanya di rumah sakit dia koma ".ucap murat
mendengar itu isabella sadar telah salah bicara
"maafkan aku kak aku tidak bermaksud membuat kakak seperti ini " .ucap isabella memeluk kakaknya itu
"tidak apa apa .kau istirahat lah akan kusuruh anak anak panti kemari ".ucap murat mencium kening isabella
dia pergi ke isabella dan keruanganya dengan diam dan sedih
("maafkan aku isabella karena aku kau menderita seandainya ada bukti bahwa semua ini salah paham aku akan menjadi kakak yang terbaik untukmu ."ucap bathin murat )
__ADS_1